Anda di halaman 1dari 11

SINTESA ANHIDRIDA MALEAT

KELOMPOK 14 HENI ISMAWATI RIZKA AULIA HARDI TRIYANA DEFI

TEKNOLOGI PROSES
Ada beberapa teknologi proses untuk menghasilkan maleat anhidrat yang dibedakan berdasarkan umpannya. Teknologi proses tersebut terdiri dari : Oksidasi fasa uap dari benzenen ( Halcon Proses ) Oksidasi n-butane ( n-butane oxidation ) Oksidasi n-butene ( n-butene oxidation ) Co-product dari anhidrida ftalat

Oksidasi Benzen (fasa uap)


1. Proses Halcon Konsentrasi benzene dan udara pada rentang 1,2 1,3 % volum (batasan flammabilitas 1,4 7,1% volum). Katalis (V2O5.MoO3/Al2O3) ditempatkan secara fixed bed dalam reaktor multi tube. Juga digunakan fosfor pentaoksida sebagai stabilisator katalis. Kondisi operasi : T pada 250 400oC & P = 0,1 0,2 . 106 Pa abs. Reaksi sangat eksotermis, sehingga pendinginan dilakukan dengan sirkulasi eksternal molten salt. Keluaran reaktor berupa anhidrida maleat 1% vol, didinginkan dengan Heat Exchanger. Suhu pendinginan akhir yaitu 60oC agar anhidrida maleat berwujud cair. Fase gas dialirkan ke tower absorbsi (anhidrida direcovery dengan water scrubbing). Larutan asam maleat dipekatkan dan didehidrasi dengan thin layer evaporator pada tekanan vakum (60 30 kPa abs) atau dengan distilasi hetero azeotropik menggunakan water stripping agent (orto atau m-xylen). Kemudian di distilasi secara vakum (2 kolom).

Diagram Alir Produksi Anhidrida Maleat dengan Oksidasi Benzen (Halcon)

2. Proses Veba Keluaran reaktor dikondensasikan dengan udara kering dan pendinginan produk dilakukan pada temperatur di bawah titik leleh anhidrida.

Oksidasi N-Butan (fasa uap)


Katalis berupa fosfor, vanadium dan besi / SiO2-Al2O3 (fixed bed, reaktor multi tube). Fraksi-fraksi dalam gas keluaran reaktor direcovery dengan water scrubbing dan air dihilangkan dengan thin layer evaporator. Dapat juga dengan absorbsi menggunakan pelarut organik (dibutil heksahidroftalat). Pelarut diregenerasi dengan stripping. Anhidrida maleat dipurifikasi dengan distilasi vakum.

Diagram Alir Produksi Anhidrida Maleat dengan Oksidasi n-butan

Oksidasi N-Buten
Proses Petrotex

Tahapan proses: o Steam cracking nafta menghasilkan 90% 1-buten dan cis & trans-2buten, 10% butan) o Oksidasi buten Katalis : campuran Mo, V dan fosfor dioksida (fixed bed, reaktor multi tube).Produk samping berupa CO2, CO dan H2O (dari reaksi pembakaran), butirat dan crotonat aldehid, propionate, asetat, asam akrilat, dll.Reaksi berlangsung pada temperatur 260 440oC.
Proses Mitsubishi

Menggunakan reaktor fluidized bed dengan katalis yang sama dengan proses Petrotex
Co-production dari proses anhidrida ftalat

Oksdasi naftalen atau o-xylen menghasilkan anhidrida ftalat dan 5 6% anhidrida maleat yang dapat direcovery dari limbah. Limbah dipekatkan sampat kadar anhidrida maleat 10 20% dan 5% asam-asam lain (ftalat, benzoate, citraconat).

Diagram Alir Produksi Anhidrida Maleat dengan Oksidasi n-buten (Mitsubishi Process)

Halcon Proses
1. Umpan Benzena Vanadium pentoxide dan Molybdenum oxide Multi-tube water

N-butane Oxidation
N-butane Phosphorus, Vanadium dan Besi Multi-tube

N-butene Oxidation
N-butene Molybdenum, Vanadium dan phosphorus oxides Fluidize bed

2. Katalis

3. Reaktor

4. Recovery Anhidrida Maleat

Scrubbing

Kondensasi Parsial

Absorpsi

TERIMAKASIH