Anda di halaman 1dari 67

Pembimbing : Dr.

Imelda, SpKJ

DEFINISI

Bipolar : adanya fluktuasi periodik dua kutub, yakni kondisi manik dan depresi Gangguan bipolar (GB) merupakan gangguan jiwa yang bersifat
episodik
ditandai

oleh gejala-gejala manik, hipomanik, depresi, dan campuran biasanya rekuren serta dapat berlangsung seumur hidup.

EPIDEMIOLOGI

Pria = wanita Selama kehidupan


GB

I mencapai 2,4%, GB II berkisar 0,3%-4,8% Siklotimia antara 0,5%-6,3%

Total prevalensi spektrum bipolar,

selama kehidupan, yaitu antara 2,6%-7,8%.

Etiopatofisiologi

Dulu : Virus otak (masa janin dalam kandungan atau tahun pertama sesudah kelahiran) bermanifestasi 15-20 tahun kemudian karena kelenjar timus dan pineal sudah berkurang 50%. Sekarang : Multifaktor (bio-psikosial)

Faktor Biologi

Herediter 50% pasien bipolar memiliki satu orangtua dengan gangguan afektif Satu orang tua mengidap gangguan bipolar = 27% Bila kedua orangtua mengidap gangguan bipolar = 75% Keturunan pertama resiko 7 kali lebih tinggi Kembar monozigot = (40-80%) Kembar dizigot lebih rendah = 10-20%

Faktor Biologi

Genetik Kromosom 18 dan 22 Gen yang mengatur BDNF (brain derived neurotrophic factor) pada kromosom 11 diduga ikut terlibat dalam mood Neurotransmitter Dopamine, serotonin, dan noradrenalin

Faktor Biologi

Kelainan otak Jumlah substansia nigra dan aliran darah yang berkurang pada korteks prefrontal subgenual Volume yang kecil pada amygdala dan hipokampus Ekspresi oligodendrosit-myelin berkurang komunikasi antar saraf tidak berjalan lancar

Faktor Psikososial

Peristiwa kehidupan dan stress lingkungan


Peristiwa

yang menyebabkan stress

Kriteria Diagnostik

Berdasarkan DSM IV
Gangguan

bipolar I dan II. Bipolar I atau tipe klasik : manik dan depresi Bipolar II : hipomanik dan depresi

PPDGJ III : menurut episode kini yang dialami penderita.

KLASIFIKASI BIPOLAR MENURUT DSM IV TR


Episode Manik Episode Depresif

*. Paling sedikit satu minggu (bisa kurang, bila dirawat) pasien mengalami mood yang elasi, ekspansif, atau iritabel. *. Pasien memiliki, secara menetap, 3/> gejala berikut yaitu: - grandiositas atau percaya diri berlebihan - berkurangnya kebutuhan tidur - cepat dan banyaknya pembicaraan - lompatan gagasan atau pikiran berlomba - perhatian mudah teralih - peningkatan energi dan hiperaktivitas psikomotor - meningkatnya aktivitas bertujuan -tindakan-tindakan sembrono *. Gejala yang derajatnya berat dikaitkan dengan penderitan, gambaran psikotik, hospitalisasi untuk melindungi pasien dan orang lain, serta adanya gangguan fungsi sosial dan pekerjaan.

Paling sedikit dua minggu pasien mengalami >4 tanda yaitu: - mood depresif atau hilangnya minat atau rasa senang - menurun atau meningkatnya berat badan atau nafsu makan - sulit atau banyak tidur - agitasi atau retardasi psikomotor - fatig atau berkurangnya tenaga - menurunnya harga diri - ide-ide tentang rasa bersalah, ragu-ragu dan menurunnya konsentrasi. - pesimis -pikiran berulang tentang kematian, bunuh diri *. Gejala-gejala di atas menyebabkan penderitaan atau mengganggu fungsi personal, sosial, atau pekerjaan.

Episode Campuran

Paling sedikit satu minggu pasien mengalami episode mania dan depresi yang terjadi secara bersamaan. Kadang-kadang gejala cukup berat sehingga memerlukan perawatan
untuk

melindungi pasien atau orang lain, dapat disertai gambaran psikotik, dan mengganggu fungsi personal, sosial, dan pekerjaan.

Siklus Cepat

Siklus cepat yaitu bila terjadi paling sedikit empat episode depresi, hipomania atau mania dalam satu tahun. Seseorang dengan siklus cepat jarang mengalami bebas gejala dan biasanya terdapat hendaya berat.

Rapid Cycling means a quick change of the episodes. In this special form of bipolar mood disorder at least four (or more) episodes of the mania, hypomania or depression occur within twelve months.

Siklus Ultra Cepat

Mania, hipomania, dan episode depresi bergantian dengan sangat cepat dalam beberapa hari. Gejala dan hendaya lebih berat bila dibandingkan dengan siklotimia dan sangat sulit diatasi

Diagnosis

Ketrampilan wawancara dibutuhkan untuk menegakkan diagnosis. Diagnosis ditegakkan berdasarkan kriteria yang terdapat dalam DSM-IV atau PPDGJ III.

Gangguan Mood Bipolar I

Gangguan Mood Bipolar I, Episode Manik Tunggal


A.

Hanya mengalami satu kali episode manik dan tidak ada riwayat episode depresi mayor sebelumnya. B. Tidak bertumpang tindih dengan skizofrenia, skizofreniform,skizoafektif, gangguan waham, atau dengan gangguan psikotik yang tidak dapat diklasifikasikan. C. Gejala-gejala tidak disebabkan efek fisiologik langsung zat atau kondisi medik umum D. Gejala mood menyebabkan penderitaan yang secara klinik cukup bermakna atau menimbulkan hendaya dalam sosial, pekerjaan, atau aspek fungsi

Gangguan Mood Bipolar I, Episode Manik Saat Ini


A.

Saat ini dalam episode manik B. Sebelumnya, paling sedikit, pernah mengalami satu kali episode manik, depresi, atau campuran C. Episode mood pada kriteria A dan B bukan skizoafektif dan tidak bertumpang tindih dengan skizofrenia, skizofreniform,gangguan waham, atau dengan gangguan psikotik yang tidak dapat diklasifikasikan D. Gejala-gejala tidak disebabkan oleh efek fisiologik langsung zat atau kondisi medik umum E. Gejala mood menyebabkan penderitaan yang secara klinik cukup bermakna atau menimbulkan hendaya dalam sosial, pekerjaan, atau aspek fungsi penting lainnya.

Gangguan Mood Bipolar I, Episode Campuran Saat Ini


A.

Saat ini dalam episode campuran B. Sebelumnya, paling sedikit, pernah mengalami episode manik, depresi, atau campuran C. Episode mood pada kriteria A dan B tidak dapat dikategorikan skizoafektif dan tidak bertumpang tindih dengan skizofrenia, skizofreniform, gangguan waham, atau dengan gangguan psikotik yang tidak dapat diklasifikasikan D. Gejala-gejala tidak disebabkan efek oleh fisiologik langsung zat atau kondisi medik umum E. Gejala mood menyebabkan penderitaan yang secara klinik cukup bermakna atau menimbulkan hendaya dalam sosial,pekerjaan, atau aspek fungsi penting lainnya.

Gangguan Mood Bipolar I, Episode Hipomanik Saat Ini


A.

Saat ini dalam episode hipomanik B. Sebelumnya, paling sedikit, pernah mengalami satu episode manik atau campuran C. Gejala mood menyebabkan penderitaan yang secara klinik cukup bermakna atau hendaya dalam sosial, pekerjaan, atau aspek fungsi penting lainnya. D. Episode mood pada kriteria A dan B tidak dapat dikategorikan sebagai skizoafektif dan tidak bertumpang tindih dengan skizofrenia, skizofreniform, gangguan waham, atau dengan gangguan psikotik yang tidak dapat diklasifikasikan.

Gangguan Mood Bipolar I, Episode Depresi Saat Ini


A.

Saat ini dalam episode depresi mayor B. Sebelumnya, paling sedikit, pernah mengalami satu episode manik atau campuran C. Episode mood pada kriteria A dan B tidak dapat dikategorikan sebagai skizoafektif dan tidak bertumpangtindih dengan skizofrenia, skizofreniform,gangguan waham, atau dengan gangguan psikotik yang tidak dapat diklasifikasikan D. Gejala-gejala tidak disebabkan efek fisiologik langsung zat atau kondisi medik umum E. Gejala mood menyebabkan penderitaan yang secara klinik cukup bermakna atau menimbulkan hendaya dalam sosial, pekerjaan, atau aspek fungsi penting lainnya.

Gangguan Mood Bipolar I, Episode Yang Tidak Dapat Diklasifikasikan Saat Ini
A.

Kriteria, kecuali durasi, saat ini, memenuhi kriteria untuk manik,hipomanik, campuran, atau episode depresi. B. Sebelumnya, paling sedikit, pernah mengalami satu episode manik atau campuran C. Episode mood pada kriteria A dan B tidak dapat dikategorikan sebagai skizoafektif dan tidak bertumpangtindih dengan skizofrenia, skizofreniform, gangguan waham, atau dengan gangguan psikotik yang tidak dapat diklasifikasikan di tempat lain. D. Gejala mood menyebabkan penderitaan yang secara klinik cukup bermakna atau menimbulkan hendaya dalam sosial, pekerjaan,atau aspek fungsi penting lainnya.

Gangguan Mood Bipolar II

Satu atau lebih episode depresi mayor yang disertai dengan paling sedikit satu episode hipomanik

F.30.0. Hipomania

Paling sedikit, selama 4 hari, secara persisten terjadi peningkatan mood/mood iritabel yang derajatnya ringan dan disertai dengan 3 gejala berikut yaitu
meningkatnya

energi dan aktivitas, meningktanya sosiabilitas,banyaknya bicara, lebih ramah, perilaku ceroboh dan meningkatnya energi seksual, berkurangnya kebutuhan tidur, dan sulitnya berkonsentrasi dan distraktibilitas. Gejala-gejala di atas tidak menyebabkan gangguan berat fungsi pekerjaan dan penolakan sosial. Gangguan mood dan perilaku tidak disertai oleh adanya halusinasi atau waham.

F.30.1. Mania Tanpa Simtom Psikotik

Paling sedikit, selama satu minggu secara persisten , terjadi peningkatan mood (elasi, ekspansif) atau iritabel yang tidak bergantung kepada suasana lingkungan pasien. Paling sedikit ditemui tiga gejala berikut yaitu
meningkatnya

aktivitas atau kegelisahan fisik, desakan berbicara, lompatan gagasan atau berlombanya isi pikiran, hilangnya inhibisi sosial, berkurangnya kebutuhan tidur, distraktibilitas, berubah-ubahnya perencanaan, melambungnya harga diri,banyaknya ide-ide kebesaran, perilaku ceroboh, dan meningkatnya gairah seksual.

F 30.2 Mania Dengan Simptom Psikotik

Sama dengan simptom-simptom di atas dan ditambah dengan adanya waham


(biasanya

waham kebesaran) atau halusinasi (biasanya suara-suara yang berbicara langsung kepada pasien), atau adanya gaduh gelisah, aktivitas motorik yang berlebihan, dan lompatan gagasan yang sangat berlebihan

Gangguan Afektif Bipolar

Di tandai dgn episode berulang sekurangkurangnya dua :


1.

2.

Peningkatan mood, energi, aktivitas yg jelas terganggu hipomanik atau manik Penurunan mood, energi, aktivitas depresi

Dengan masa remisi sempurna diantaranya

Gangguan Afektif Bipolar

Episode manik mulai dengan tiba-tiba


Selama

2minggu 4-5 bulan


6 bulan

Episode depresi berlangsung lebih lama


Selama

Masa remisi dan kekambuhan bervariasi

Gangguan Afektif Bipolar

F31.0. Gangguan Afektif Bipolar, Episode kini hipomanik :


Episode

sekarang harus memenuhi kriteria hipomania (F30.0), Harus ada sekurangnya satu episode afektif lain di masa lampau ( depresi, manik, hipomanik atau campuran)

F31.1. Gangguan Afektif Bipolar, Episode


Episode

sekarang harus memenuhi kriteria mania tanpa gejala psikotik (F30.1) Harus ada sekurangnya satu episode afektif lain di masa lalu ( depresi, manik, hipomanik atau

F31.2. Gangguan Afektif Bipolar, Episode Kini Manik dgn gejala psikotik
Episode

sekarang harus memenuhi kriteria mania dengan gejala psikotik(F30.1), wahan atau halusinasi dapat ditentukan sebagai serasi atau tidak serasi dengan mood Harus ada sekurangnya satu episode afektif lain di masa lampau(depresi, manik, hipomanik atau campuran)

F31.2. Gangguan Afektif Bipolar


Episode

sekarang harus memenuhi kriteria untuk episode depresif ringan(F32.0)atau sedang(F32.1) Harus ada sekurangnya satu episode afektif lain di masa lampau(depresi, manik, hipomanik atau

F31.4. Gangguan Afektif Bipolar, Episode kini depresi berat tanpa gejala psikotik
Episode

sekarang harus memenuhi kriteria untuk episode depresif berat tanpa gejala psikotik (F32.2) Harus ada sekurangnya satu episode afektif lain di masa lampau(depresi, manik, hipomanik atau campuran)

F31.5. Gangguan Afektif Bipolar,


Episode

sekarang harus memenuhi kriteria untuk episode depresif berat dengan gejala psikotik (F32.3) Harus ada sekurangnya satu episode afektif lain di masa lampau(depresi, manik, hipomanik atau campuran)

F31.6. Gangguan Afektif Bipolar, Episode Kini Campuran


Pernah

sekurangnya mengalami satu episode afektif mani, hipomanik atau campuran dimasa lampau, sekarang sedang menunjukkan gejala manik, hipomanik atau depresif yang tercampur atau bergantian dgn cepat. Khas gangguan bipolar, tapi :
Selama

beberapa hari atau minggu + aktivitas berlebihan + kegesitan bicara atau mood manik dan grandiositas disertai agitasi dan kehilangan energi/libido Gejala depresif dan gejala mania/ hipomanik bergantian dengan cepat dari hari ke hari atau dari jam ke jam

F31.7. Gangguan Afektif Bipolar, Kini dalam remisi


Pernah

sekurangnya mengalami satu episode adektif mani, hipomanik atau campuran dimasa lampau, Ditambah dengan satu episode manik, hipomanik, depreif atau campuran, tetapi sekarang tidak menderita suatu gangguan afektif yang nyata dan tidak menderitanya selama beberapa bulan terakhir. Bisa saja sedang mendapat pengobatan untuk mengurangi risiko timbulnya episode di masa mendatang

F31.8. Gangguan Afektif Bipolar lainnya

F32. Episode Depresi

Waktu sekurangnya 2 minggu

Gejala utama :

Afek depresi Kehilangan minat dan kegembiraan Berkurangnya konsentrasi dan perhatian berkurang harga diri dan kepercayaan diri berkurang Ide rasa bersalah dan tidak berguna Pandangan masa depan suram dan pesimis Tidur terganggu Nafsu makan terganggu

Gejala lainnya :

F32. Episode Depresi

F32.0. Episode depresi ringan (2 utama, 2tambahan) F32.1. Episode depresi sedang (2 utama, 3tambahan) F32.2. Episode depresi berat tanpa gejala psikotik (3 utama, 4 tambahan) F32.3. Episode depresi berat dengan gejala psikotik (disertai adanya waham atau halusinasi) F33.Gg depresi berulang F34. Gg mood menetap : siklotimia, distimia

Penatalaksanaan

Penentuan Kegawatdaruratan
Fase

dari episodenya Derajat keparahan fase tersebut Menentukan rawat inap/jalan

Rawat Inap
Berbahaya

untuk diri sendiri Berbahaya bagi orang lain Hendaya Berat Kondisi medis yang harus dimonitor

Penatalaksanaan

Rawat inap parsial atau program perawatan sehari Gejala yang berat namun memiliki tingkat pengendalian dan lingkungan hidup yang stabil Siang dirawat, malam di rumah

Penatalaksanaan

Rawat jalan Mencari stressor dan cara untuk menanganinya Memonitor pemberian obat Membina lingkungan yang mendukung Edukasi pasien dan keluarga Memonitor keadaan fisik pasien

Terapi psikososial

Terapi kognitif (Aaron Beck)

Menghilangkan episode depresif dan mencegah rekurensinya


Mengembangkan cara berfikir alternatif, fleksibel dan positif serta melatih respon kognitif dan perilaku yang baru

Terapi interpersonal (Gerrad Kleman) Memusatkan pada masalah interpersonal yang sekarang dialami

oleh pasien dengan anggapan bahwa masalah interpersonal


sekarang mungkin terlibat dalam mencetuskan atau memperberat gejala depresi sekarang

Terapi perilaku Berdasarkan pada hipotesa bahwa pola perilaku maladaptif

menghasilkan umpan-balik positif yang sedikit dari masyarakat dan


kemungkinan menerima penolakan.

Terapi berorientasi-psikoanalitik
Mencapai kepercayaan dalam hubungan interpersonal, keintiman, mekanisme penyesuaian, kapasitas dalam merasakan kesedihan

serta kemampuan dalam merasakan perubahan emosional secara


luas

Terapi keluarga Diindikasikan untuk gangguan yang membahayakan perkawinan pasien atau fungsi keluarga atau jika gangguan mood dapat ditangani oleh situasi keluarga.

Th/ fisik : Electro Convulsive Therapy ( ECT )


Terapi dengan melewatkan arus listrik ke otak melalui 2 elektrode yang ditempatkan pada bagian temporal kepala. Sering digunakan pada kasus depresif berat atau mempunyai risiko bunuh diri yang besar dan respon terapi dengan obat antidepresan kurang baik (dengan dosis yang sudah adekuat)

Psikofarmaka

Episode mania atau hipomania 1. Mood stabilizer 2. Antipsikotik atipikal 3. Mood stabilizer + antipsikotik atipikal Episode depresi Antidepresan dapat menginduksi terjadinya hipomanik /manik. Penggunaannya harus dalam jangka pendek mood stabilizer antipsikotik atipikal mood stabilizer+antidepresan

Penatalaksanaan kedaruratan agitasi akut


Lini I . Injeksi IM Aripiprazol efektif untuk pengobatan agitasi pada pasien dengan episode mania atau campuran akut. Dosis adalah 9,75mg/injeksi. Dosis maksimum adalah 29,25mg/hari (tiga kali injeksi per hari dengan interval dua jam). Berespons dalam 45-60 menit. Injeksi IM Olanzapin efektif untuk agitasi pada pasien dengan episode mania atau campuran akut. Dosis 10mg/ injeksi. Dosis maksimum adalah 30mg/hari. Berespons dalam 15-30 menit. Interval pengulangan injeksi adalah dua jam Lini II Injeksi IM Haloperidol yaitu 5 mg/kali injeksi. Dapat diulang setelah 30 menit. Dosis maksimum adalah 15 mg/hari. Injeksi IM Diazepam yaitu 10 mg/kali injeksi. Dapat diberikan bersamaan dengan injeksi haloperidol IM.

Rekomendasi terapi pada mania akut


Lini I Litium, divalproat, olanzapin, risperidon, quetiapin, quetiapin XR, aripiprazol, litium atau divalproat + risperidon, litium atau divalproat + quetiapin, litium atau divalproat + olanzapin, litium atau divalproat + aripiprazol Karbamazepin, ECT, litium + divalproat, paliperidon Haloperidol, klorpromazin, litium atau divalproat haloperidol, litium + karbamazepin, klozapin Gabapentin, topiramat, lamotrigin, risperidon + karbamazepin, olanzapin + karbamazepin

Lini II Lini III

Tidak direkomendasikan

Penatalaksanaan pada Episode Depresi Akut, GB I


Lini I Litium, lamotrigin, quetiapin, quetiapin XR, litium atau divalproat + SSRI, olanzapin + SSRI, litium + divalproat Quetiapin + SSRI, divalproat, litium atau divalproat + lamotrigin Karbamazepin, olanzapin, litium + karbamazepin, litium atau divalproat + venlafaksin, litium + MAOI, ECT, litium atau divalproat atau AA + TCA, litium atau divalproat atau karbamazepin + SSRI + lamotrigin, penambahan topiramat. Gabapentin monoterapi, aripiprazol monoterapi

Lini II

Lini III

Tidak direkomendasikan

Rekomendasi terapi rumatan pada GB I


Lini I Litium, lamotrigin monoterapi, divalproat, olanzapin, quetiapin, litium atau divalproat + quetiapin, risperidon injeksi jangka panjang (RIJP), penambahan RIJP, aripirazol. Karbamazepin, litium + divalproat, litium + karbamazepin, litium atau divalproat + olanzapin, litium + risperidon, litium + lamotrigin, olanzapin + fluoksetin Penambahan fenitoin, penambahan olanzapin, penambahan ECT, penambahan topiramat, penambahan asam lemak omega-3, penambahan okskarbazepin Gabapentin, monoterapi topiramat atau antidepresan

Lini II

Lini III

Tidak direkomendasikan

Rekomendasi terapi akut depresi, GB II

Lini I Lini II

Quetiapin Litium, lamotrigin, divalproat, litium atau divalproat + antidepresan, litium + divalproat, antipsikotika atipik + antidepresan

Lini III

Antidepresan monoterapi (terutama untuk pasien


yang jarang mengalami hipomania)

Rekomendasi terapi rumatan GB II

Lini I Lini II

Litium, lamotrigin Divalproat, litium atau divalproat atau antipsikotika atipik + antidepresan,

kombinasi dua dari: litium, lamotrigin, divalproat, atau antipsikotika atipik Lini III Tidak direkomendasikan Karbamazepin, antipsikotika atipik, ECT Gabapentin

Mood Stabilizer : Lithium

Memiliki efek akut dan kronis dalam pelepasan serotonin dan norepineprin di neuron terminal sistem saraf pusat. Indikasi utama pemakaian Lithium adalah untuk Gangguan Afektif Bipolar khususnya episode manik, dengan dosis efektif berkisar antara 1,0-1,4 mEq/l (biasanya dimulai dengan dosis 400 mg/hari p.o). Dosis rumatan : 0,4-0,8 mEq/l. Perbaikan klinis : 7-14 hari Efek samping : mual, muntah, tremor, rasa lelah dan vertigo, ataksia dan tremor kasar, konvulsi, oliguria-anuria, edema.

Valproate

Merupakan obat antiepilepsi yang digunakan sebagai anti mania. Dosis terapeutik untuk mania dicapai bila konsentrasi valproat dalam serum berkisar antara 45 -125 mg/mL. Dosis awal untuk mania dimulai dengan 15-20 mg/kg/hari atau 250 500 mg/hari dan dinaikkan setiap 3 hari hingga mencapai konsentrasi serum 45- 125 mg/mL. Efek samping yang dapat terjadi, misalnya anoreksia, mual, muntah, diare, dispepsia, peningkatan (derajat ringan) enzim transaminase, sedasi, dan tremor.

Lamotrigin

Efektif untuk mengatasi episode bipolar depresi. Ia menghambat kanal Na+. Selain itu, ia juga menghambat pelepasan glutamat. Efektif untuk mengobati episode depresi, GB I dan GB II, baik akut maupun rumatan. Lamotrigin juga efektif untuk GB, siklus cepat. Dosis : Berkisar antara 50-200 mg/hari. Efek Samping : Sakit kepala, mual, muntah, pusing, mengantuk, tremor, dan berbagai bentuk kemerahan di kulit.

Antipsikotik atipikal
Risperidon Derivat benzisoksazol. Dosis : Untuk preparat oral, risperidon tersedia dalam dua bentuk sediaan yaitu tablet dan cairan. Dosis awal yang dianjurkan adalah 2 mg/hari dan besoknya dapat dinaikkan hingga mencapai dosis 4 mg/hari. Efek Samping : Sedasi, fatigue, hipotensi ortostatik, palpitasi, peningkatan berat badan, berkurangnya gairah seksual, disfungsi ereksi

Olanzapin Merupakan derivat tienobenzodiazepin yang memiliki afinitas terhadap dopamin (DA), D2, D3, D4, dan D5, serotonin 2 (5-HT2); muskarinik, histamin 1(H1), dan a1- adrenergik. Dosis : Kisaran dosis olanzapin adalah antara 5-30 mg/hari. Efek Samping : Sedasi dapat terjadi pada awal pengobatan tetapi berkurang setelah beberapa lama. Efek antikolinergik dapat pula terjadi tetapi kejadiannya sangat rendah dan tidak menyebabkan penghentian pengobatan.

Quetiapin Merupakan suatu derivat dibenzotiazepin yang bekerja sebagai antagonis 5- HT1A dan 5-HT2A, dopamin D1, D2, histamin H1 serta reseptor adrenergik a1 dan a2. Afinitasnya rendah terhadap reseptor D2 dan relatif lebih tinggi terhadap serotonin 5-HT2A. Dosis : Kisaran dosis pada gangguan bipolar dewasa yaitu 200-800 mg/hari. Efek Samping : Quetiapin secara umum ditoleransi dengan baik.

Aripiprazol

Aripiprazol adalah stabilisator sistem dopamin-serotonin. Agonis parsial kuat pada D2, D3, dan 5-HT1A Antagonis 5-HT2A. Afinitas tinggi pada reseptor D3, Afinitas sedang pada D4, 5-HT2c,5-HT7, a1- adrenergik, histaminergik (H1), dan serotonin reuptake site (SERT), Tidak terikat dengan reseptor muskarinik kolinergik. Dosis: tablet 5,10,15,20, dan 30 mg. Kisaran dosis efektifnya per hari antara 10-30 mg. Dosis awal yang direkomendasikan10 - 15 mg dan diberikan sekali sehari. Efek Samping: Sakit kepala, mengantuk, agitasi, dispepsia, anksietas, dan mual, akatisia

Antidepresan
1)
2) 3) 4)

Derivat trisiklik
Imipramin, Amitriptilin Derivat tetrasiklik Maproptilin, Mianserin Derivat MAOI (MonoAmine Oksidase-Inhibitor) Moclobemide Derivat SSRI (Selective Serotonin Reuptake Inhibitor)

5)

Sertralin, Fluoxetine, Fluvoxamine, Paroxetine, Citalopram


Derivat SNRI (Serotonin Norepineprin Reuptake Inhibitor) Venlafaxine, Duloxetine

1)

Derivat trisiklik Imipramin (dosis lazim : 25-50 mg 3x sehari bila perlu dinaikkan sampai maksimum 250-300 mg sehari) , Amitriptilin ( dosis lazim : 25 mg dapat dinaikan secara bertahap sampai dosis maksimum 150-300 mg sehari)

2)

Derivat tetrasiklik Maproptilin, Mianserin ( dosis lazim : 30-40 mg malam hari, dosis maksimum 90 mg/ hari)

3)

Derivat MAOI (MonoAmine Oksidase-Inhibitor) Moclobemide (dosis lazim : 300 mg/ hari terbagi dalam 2-3 dosis dapat dinaikkan sampai dengan 600 mg/ hari .

4)

Derivat SSRI (Selective Serotonin Reuptake Inhibitor) Sertralin (dosis lazim : 50 mg/hari bila perlu dinaikkan maksimum 200 mg/hr), Fluoxetine ( dosis lazim : 20 mg sehari pada pagi hari, maksimum 80 mg/hari dalam dosis tunggal atau terbagi), Fluvoxamine (dosis lazim : 50mg dapat diberikan 1x/hari sebaiknya pada malam hari, maksimum dosis 300 mg), Paroxetine, Citalopram (dosis lazim : 20 mg/hari, maksimum 60 mg /hari)

5)

Derivat SNRI (Serotonin Norepineprin Reuptake Inhibitor) Venlafaxine (dosis lazim : 75 mg/hari bila perlu dapat ditingkatkan menjadi 150-250 mg 1x/hari), Duloxetine

PROGNOSIS
Baik
Fase manik (dalam durasi pendek) Onset terjadi pada usia yang lanjut Pemikiran untuk bunuh diri tidak ada Gambaran psikotik tidak ada Masalah kesehatan (organik) tidak ada

Buruk
Onset pada usia muda Pemikiran/percobaan bunuh diri Riwayat pekerjaan yang buruk Penggunaan alkohol Gambaran psikotik Adanya bukti keadaan depresif Masalah organik ada