Anda di halaman 1dari 33

KEPUASAN

KERJA
( Job Satisfaction )

AM. SHALAHUDDIN.
MAGISTER OF EDUCATION ADMINISTRATION
Prof. DR. HAMKA UNIVERSITY – JAKARTA
2009
DEFINISI
• ROBBINS (1996).
Kepuasan kerja merupakan sikap
umum seorang karyawan terhadap
pekerjaannya. Kepuasan kerja
menunjukkan adanya kesesuaian
antara harapan seseorang yang
timbul dengan imbalan yang
disediakan oleh pekerjaan.
• PORTER (dalam Luthans, 1995).
Kepuasan kerja adalah perbedaan
antara seberapa banyak sesuatu
yang seharusnya diterima dengan
seberapa banyak yang sebenarnya
dia terima.

• MATHIS AND JACKSON (2000).


Kepuasan kerja merupakan
pernyataan emosional yang positif
yang merupakan hasil evaluasi dari
pengalaman kerja.
• WEXLEY & YUKL
Kepuasan kerja adalah cara pegawai
merasakan dirinya atau
pekerjaannya.

• HANI HANDOKO.
Keadaan emosional yang
menyenangkan dengan mana para
karyawan memandang pekerjaan
mereka. Kepuasan kerja
mencerminkan perasaan seseorang
• Kamus Besar Bahasa
Indonesia.
KEPUASAN KERJA :
KEADAAN PSIKIS yg
MENYENANGKAN yg dirasakan
oleh pekerja dl suatu
lingkungan pekerjaan krn
TERPENUHINYA semua
kebutuhan secara MEMADAI.
ASPEK – ASPEK KEPUASAN
KERJA
• GIBSON (1995).
Menyatakan bahwa kepuasan kerja
dipengaruhi oleh Upah, Pekerjaan,
Promosi, Penyelia dan Rekan Kerja.

• WEXLEY DAN YUKL (1992).


Mereka berpendapat bahwa
kepuasan kerja dipengaruhi oleh
Upah, Pekerjaan, PENGAWASAN,
Teman Kerja, Materi Pekerjaan,
JAMINAN KERJA dan PROMOSI.
• LOCK (1995).
Faktor – factor penting yang
mendorong adanya kepuasan kerja
adalah pekerjaan yang secara mental
MENANTANG, ganjaran yang pantas,
kondisi kerja yang mendukung dan
rekan kerja yang mendukung.

• MATHIS AND JACKSONS (2000).


Mereka menyatakan bahwasannya
kepuasan kerja memiliki banyak
dimensi, diantaranya adalah pekerjaan
itu sendiri, gaji, PENGAKUAN, supervise,
kerjasama yang baik dengan teman
kerja, serta KESEMPATAN UNTUK
BERKEMBANG.
• NURSYIRWAN & SANUSI (1989),
PUNOMOSIDHI (1990).
Indikator Kepuasan Kerja adalah
Rasa Aman Bekerja Dengan
Kelompok, Kepuasan Terhadap
Atasan, Kepuasan Terhadap
Pekerjaan Itu Sendiri, Gaji, Kemauan
Dan Kesempatan Untuk Maju.

• TIMOTHY A. JUDGE AND SHINICIRO


WATANABE ( 1993).
Kesempatan Untuk Promosi, Factor
Intrinsic, Kondisi Kerja, Pendidikan,
USAHA PRIBADI, System Gaji, JAM
TEORI – TEORI KEPUASAN
KERJA
• DISCREPANCY THEORY.

PORTER (1961), Kepuasan Kerja


Merupakan SELISIH Atau
Perbandingan Antara HARAPAN
DENGAN KENYATAAN.

LOCKE (1969), Semakin SESUAI


antara HARAPAN seseorang dengan
KENYATAAN yang ia hadapi atau ia
terima maka ia akan merasa
semakin puas.
• TEORI ERG ALDERFER.
Tiga Kelompok Kebutuhan Yang Utama, yaitu :
– KEBUTUHAN AKAN KEBERADAAN (Existence).
KEBUTUHAN FISIOLOGIS DAN MATERIAL serta
kebutuhan rasa aman seperti kebutuhan akan
makanan, minuman, pakaian, perumahan dan
keamanan. Dalam organisasi, kebutuhan ini
seperti upah, kondisi kerja, jaminan sosial dan
sebagainya.
– KEBUTUHAN AKAN KETERKAITAN
(Relatedness).
Kebutuhan ini meliputi semua bentuk
kebutuhan yang berkaitan dengan KEPUASAN
HUBUNGAN ANTAR PRIBADI di tempat kerja.
– KEBUTUHAN AKAN PERTUMBUHAN (Growth).
Kebutuhan ini meliputi semua kebutuhan yang
berkaitan dengan PENGEMBANGAN POTENSI
SESEORANG.
TEORI DUA FAKTOR DARI
HERZBERG
• TEORI DUA FAKTOR DARI HERZBERG.
Faktor tersebut adalah:
– KONDISI EKSTRINSIK ( Konteks
Pekerjaan )
Gaji / Upah, Kemanan Kerja, Kondisi
Pekerjaan, Status, Kebijakan Organisasi,
Supervisi Dan Hubungan Interpersonal.
Apabila faktor ini TIDAK TERPENUHI maka
karyawan akan merasa TIDAK PUAS.
– KONDISI INTRINSIK
Prestasi Kerja, Pengakuan, Tanggung
Jawab, Kemajuan, Pekerjaan Itu Sendiri, &
Pertumbuhan. Apabila kondisi ini
DIPENUHI oleh organisasi atau
perusahaan maka karyawan merasa
TEORI MASLOW
• TEORI MASLOW ( 1954 )
Kebutuhan Manusia Bersifat BERJENJANG.
Mulai Dari Tingkatan Yang PALING RENDAH
Sampai Tingkatan Yang PALING TINGGI.
– Phisiological Needs
( Makanan, Pakaian, Perumahan ).
– Kebutuhan Keamanan Dan Kenyamanan
(Safety Needs).
( Merdeka atau Bebas dari Ancaman ).
– Kebutuhan Akan Rasa Saling Memiliki.
( Interaksi, Interrelasi & Afiliasi ).
– Kebutuhan Dihargai.
( Eksistensi, Prestise, Power, Penghargaan ).
– KEBUTUHAN AKAN AKTUALISASI DIRI (self
actualization).
( Kemampuan, Keahlian & Potensi Diri ).
MENGUKUR KEPUASAN
KERJA
ALAT PENGUKUR

• PERINGKAT GLOBAL PENGHITUNGAN


( Single Global Rating ).
“ Berdasarkan Semua Hal, Seberapa
Puaskah Anda Dengan Pekerjaan Anda ? “
SKOR PENGHITUNGAN ( Summation
Score )

• Pendekatan ini mengidentifikasi elemen


– elemen pekerjaan tertentu dan
menanyakan perasaan karyawan
terhadap setiap elemen tersebut.
• Faktor yang umumnya disertakan :
Suasana Pekerjaan, Pengawasan,
Tingkat Upah, Peluang Promosi,
Hubungan Dengan Mitra Kerja.
• Faktor tersebut diperingkat
berdasarkan skala yang distandartkan
dan kemudian ditambahkan untuk
Gambar Ekspresi Wajah
• Dikembangkan Kunin ( 1995 ).
• Responden ( Karyawan ) Memilih
Salah Satu Ekspresi Gambar Orang.
• Mulai dari Ekspresi Wajah Sangat
Gembira, Gembira, Netral, Cemberut,
dan Sangat Cemberut.
• Kepuasan Kerja Bisa diketahui dari
Gambar Ekspresi Wajah Yang dipilih.
DAMPAK KEPUASAN KERJA
KEPUASAN &
PRODUKTIFITAS
• Mitos atau Ilmu Pengetahuan ??
“ Para Pekerja Yang Bahagia Tidak
Selalu Menjadi Pekerja Yang Produktif
!!! “

• 1930-an ( Hawthorne di Western


Electric )
“ Pekerja Yang Bahagia Adalah
Pekerja Yang Produktif !!! “
KEPUASAN DAN KEABSENAN
• Adanya Hubungan Negatif Yang
Konsisten Antara Kepuasan Dan
Keabsenan.

• Kepuasan Berkorelasi Negatif


Dengan Keabsenan.

• Dibutuhkan Pengujian Lebih Lanjut


Disesuaikan Dengan Kondisi Tertentu
dan Bersifat Kasuistic !!
KEPUASAN DAN
PENGUNDURAN DIRI
• Kepuasan Juga Berkorelasi Negatif
Dengan Pengunduran Diri.
• Faktor – Faktor Lain :
Kondisi Bursa Kerja, Peluang Pekerjaan
Alternatif, Panjangnya Masa Kerja.
Budaya dan Kebiasaan ( Adat ),
Hubungan Kekerabatan, Balas Budi.
Merupakan Rintangan – Rintangan
Penting Bagi Keputusan Aktual Untuk
Meninggalkan Pekerjaan Yang
Sekarang.
EKSPRESI
KETIDAKPUASAN
KEPUASAN KERJA DAN OCB
• ANGGAPAN LOGIS
Kepuasan Kerja Menjadi Penentu Utama
Perilaku Kewargaan Organisasi Karyawan (
OCB ).

• Karyawan Yang Puas BERKEMUNGKINAN


LEBIH BESAR Untuk Berbicara Secara
Positif Tentang Organisasi, Membantu
Yang Lain, Dan Berbuat Kinerja Pekerjaan
Mereka Melampui Perkiraan Normal.
KEPUASAN KERJA DAN
KEPUASAN PELANGGAN
• Karyawan Yang Puas Berkemungkinan
Lebih Besar Untuk Ramah, Ceria Dan
Responsive – Sangat Dihargai Pelanggan.
Pelanggan Berkemungkinan Lebih Besar
Menjumpai Wajah – Wajah Akrab Dan
Menerima Layanan Yang Berpengalaman.
• Pelanggan Yang Tidak Puas Dapat
Meningkatkan Ketidakpuasan Kerja
Karyawan.
• Pelanggan Yang Kasar, Ceroboh Dan
Banyak Menuntut Secara Tidak Masuk Akal
Dapat Mengancam Kepuasan Kerja
Karyawan.

Anda mungkin juga menyukai