Anda di halaman 1dari 12

Informan dan metode pengumpulan data

Kuliah ke 10

Cara menentukan dan mendapatkan informan


1. Prosedur purposif strategi menentukan informan yang paling umum dalam penelitian kualitatif, yaitu menentukan kelompok yang menjadi informan sesuai dengan kriteria terpilih yang relevan dengan masalah penelitian tertentu. Ukuran sampel purposif sering kali ditentukan atas dasar teori kejenuhan (titik dalam pengumpulan data saat data baru tidak lagi membawa wawasan tambahan untuk pertanyaan penelitian.

Cara menentukan dan mendapatkan informan


2. Prosedur Kuota Kadang-kadang dianggap sebagai prosedur purposif. Peneliti memutuskan saat merancang penelitian berapa banyak orang dengan karakteristik yang diinginkan untuk dimasukkan sebagai informan. Perbedaan purposif dengan kuota bahwa keduannya berusaha mengidentifikasi peserta berdasarkan kriteria yang dipilih.

Cara menentukan dan mendapatkan informan


3. Prosedur sowball / rantai rujukan/networking Dalam prosedur ini,dengan siapa peserta atau informan pernah dikontak atau pertama kali bertemu dengan peneliti adalah penting untuk menggunakan jaringan sosial mereka untuk merujuk peneliti kepada orang lain yang berpotensi berpartisipasi atau berkontribusi dan mempelajari atau memberi informasi kepada peneliti. Snowball sering digunakan untuk merekrut informan tersembunyi yaitu kelompok yang tidak mudah diakses para peneliti melalui pengambilan informan lainnya.

Metode wawancara
1. Wawancara mendalam (indept interview) Adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara pewawancara dengan informan baik dengan pedoman wawancara, dimana pewawancara dan informan terlibat dalam kehidupan sosial yang relatif lama. 2. Wawancara bertahap Wawancara ini lebih formal daripada wawancara mendalam. Wawancara ini dilakukan secara bertahap dan pewawancara tidak harus terlibat dalam kehidupan sosial informan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan wawancara :


Situasi wawancara: - Waktu - Tempat - Kehadiran orang lain - Sikap masyarakat Pewawancara : - Karakteristik sosial - Ketrampilan menangkap pertanyaan - Kemampuan menjawab pertanyaan

Wawancara

Pewawancara : -karakteristi sosial - Ketrampilan berwawancara

Isi wawancara :

- Peka untuk ditanyakan


- Sukar untuk di tanyakan - Sumber kekhawatiran

-motivasi
- Rasa aman

Perlengkapan wawancara :
Tape recorder Pulpen Pensil Block note Karet penghapus Stopmap plastik Daftar pertanyaan Hardboard Surat tugas Surat izin Daftar responden Peta lokasi

Metode observasi
1. Observasi partisipasi (participant observer) 2. Observasi tidak terstruktur 3. Observasi kelompok Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan pengamatan: 1. hal-hal apa yang hendak diamati 2. Bagaimana mencatat pengamatan 3. Alat bantu pengamatan 4. Bagaimana mengatur jarak antara pengamat dan objek yang diamati

a.

b.
c. d.

Bagaimana mencatat pengamatan? Waktu pencatatan : hal terbaik mencatat adalah pada saat sedang terjadi disebut pencatatan langsung (on the spot). Cara pencatatan : menggunakan kata kunci dan disempurnakan setelah pengamatan Mencatat di sela pengamatan: pengamat mencatat disela-sela objek pengamatan. Alat bantu pengamatan: kamera, tape recorder, pembantu atau penerjemah.

Metode Dokumenter
Adalah metode yang digunakan untuk menelusuri data historis. Bentuk: surat-surat, catatan harian, cenderamata,laporan, monumen, artefak, foto, tape, mikrofilm, disc, CD, hardisk, flasdisk. Bahan dokumenter terbagi: (a) otobiografi, (b) surat-surat pribadi, buku-buku atau catatan harian, memorial, (c)kliping, (d) dokumen pemerintah/swasta, (e) cerita roman dan cerita rakyat, (f) data di server dan flasdisk, (g) data tersimpan di website dll.

Beberapa metode lainnya


1. 2. 3. 4. 5. 6. Metode visual Metode penelusuran data online Focus groups are effective (FGE) Diary methods (DM) Role Play and simulation Studi kasus

Daftar pustaka
Prof.Dr.H.Burhan Bungin, S.Sos, M.Si, Penelitian Kualitatif, Jakarta: Jakarta Putra Grafika, 2011. Dr. Lexy J Moloeng, M.A, Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2002. Prof.Dr.H.Noeng Muhadjir, Metodologi Penelitian Kualitatif, Yogyakarta:Rake Sarasin, 2002.