Anda di halaman 1dari 30

PCOS

Polikistik Ovarium Sindrome


Laura lay 08700203

PCOS
Definisi :
Serangkaian gejala yang dihubungkan dengan hiperandrogenisme dan anovulasi kronik yang berhubungan dengan kelainan endokrin dan metabolik pada wanita tanpa adanya penyakit primer pada kelenjar hipofise atau adrenal yang mendasari.

Etiologi :
faktor Genetik Tekanan darah tinggi selama kehamilan yang dapat berdampak bagi ibu dan anak (hipotesa) Faktor Endokrine (kenaikan LH/FSH ratio, hiperandrogenisme) Faktor Metabolik ( Resistensi insulin)

Manifestasi klinis:
Gangguan menstruasi dan infertilitas Hirsutisme

Obesitas
Akne, seborrhoe, pembesaran klitoris , pengecilan payudara

LH meningk at

Sel-sel teka pada ovarium

Produksi androgen

Androgen berdifusi ke dalam sel granulosa

Aktivasi aromatase

FSH

Folikel tidak matang

-Produksi Androgen -Produksi Estrogen anovulasi

hirsutisme

Folikel atresia

obesitas

Kadar Glukosa dalam darah

Resistensi Insulin

hiperandrogenisme ovarium melalui peningkatan LH

hiperinsulinemia

hiperandrogenis me adrenal

DM tipe 2

Pemeriksaan diagnostik
anamnesa yang cermat pemeriksaan fisik pemeriksaan laboratorium pemeriksaan ultrasonografi.

anamnesa yang cermat :


Riwayat medis mengenai keluhan yang di rasakan penderita Pertanyaan mengenai perubahan berat badan, kulit rambut dan siklus haid Masalah kesuburan
Riwayat keluarga menderita PCOS atau DM

Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan kesehatan secara umum, termasuk tekanan darah, tinggi badan (untuk menentukan BMI)
Pemeriksaan Tiroid, kulit rambut, payudara

Pemeriksaan bimanual untuk melihat kemungkinan adanya pembesaran ovarium

Pemeriksaan laboratorium
HCG untuk menyingkirkan kemungkinan kehamilan Testoteron dan androgen Prolaktin Kolesterol dan trigliserida Fungsi ginjal, hepar dan gula darah TSH Hormon adrenal Pemeriksaan GTG dan kadar insulin

Kriteria laboratorium
-hCG untuk menyingkirkan kemungkinan kehamilan Pemeriksaan kadar Prolaktin

Pemeriksaan TSH (Thyroid Stimulating Hormon)


Pemeriksaan hormon adrenal, DHEA-S (Dehiydroepiandrosteron Sulfat) atau 17hydroxyprogesteron Pemeriksaan kadar hormon androgen, insulin, dan LH/FSH (Luteinizing Hormone/Follicle-Stimulating Hormone)

Hasil normal Testosteron :

Nilai normal

Interpretasi

30-100 ng/dL

> 100 : Hiperandrogenisme

LH :

FSH : Gp / Ip :

Ratio normal antara LH dan Bila >2,5 : FSH: < 2,5 Terjadi ketidak seimbangan antara LH dan FSH.
> 10 Bila < 10 Terjadi resistensi insulin

Pemeriksaan ultrasonografi
pelvis dapat menemukan pembesaran satu atau ke dua ovarium
*Namun perlu di ingat bahwa PCOS tidak selalu terjadi pembesaran ovarium sehingga diagnosa PCOS dapat diduga tanpa harus melakukan pemeriksaan USG terlebih dahulu

Kriteria ultrasonografi
Kriteria diagnostik jika memakai USG transabdominal: 1. Penebalan stroma 2. Lebih dari 10 folikel berdiameter 2-8 mm di subkorteks dalam satu bidang.

Kriteria diagnostik jika memakai USG transvaginal:


1. Penebalan stroma 50% 2. Volume ovarium lebih dari 8 cm3 3. Lebih dari 15 folikel dengan diameter 2-10 mm dalam satu bidang

Konsensus Diagnostik menurut konferensi National Institute of Health and Humn Development (NIH-NICHD) di Amerika Serikat:

Kriteria Mayor : - Anovulasi - Hiperandrogenisme Kriteria Minor : - Resistensi Insulin - Hirsutisme - Obesitas - Rasio LH/FSH lebih dari 2,5 - Gambaran Polikistik Ovarium pada USG

Diagnosis SOPK ditegakkan jika memenuhi SATU kriteria mayor dan sekurangnya DUA kriteria minor, dengan menyingkirkan penyebab lain hiperandrogenemia

Terapi
Penurunan berat badan, diet, dan olahraga

Obat pemicu ovulasi


Obat antidiabetik oral Gonadotropin

Diuretik
Pembedahan (surgery)

Obat Pemicu Ovulasi : Clomiphene Citrate (CC)


Terapi pilihan utama induksi ovulasi pada SOPK Anti Estrogen menyebabkan FSH 50-100mg per hari, hari ke 2-6 siklus haid Dapat ditingkatan 50mg tiap siklus Dosis maksimal 200mg

Efektifitas induksi ovulasi menurun, akibat:


Berat badan bertambah (obesitas) Testosteron bebas meningkat (free androgen index) Resistensi insulin

Angka kehamilan rendah, akibat efek antiestrogen terhadap :


Lendir serviks Endometrium

Letrozole (obat pemicu ovulasi)


Inhibitor enzim aromatase Dosis 2,5mg pada hari ke 2-6 silus haid Tidak terjadi penipisan endometrium

Obat antidiabetik oral (Insulin sensitizers) Golongan biguanida (Metformin) (Glucophage) Golongan thiazolidindion (Troglitazone, pioglitazone dan rosiglitazone)
Meningkatkan intake glukosa di jaringan Menurunkan output glukosa di hati meningkatkan sensitifitas insulin di jaringan perifer Menurunkan hiperinsulinemia Memperbaiki ovulasi Dapat kombinasi dengan klomifen sitrat Meningkatkan kehamilan

Dosis Metformin
-Dosis Inisial 500 mg, diberikan menjelang tidur setiap malam selama 1 minggu untuk mengurangi efek samping pada gastrointestinal

-Dosis selanjutnya dinaikkan 500 mg tiap minggu hingga mencapai dosis total 1500 mg per hari dalam dosis terbagi
-Kadar insulin, glukosa, dan androgen diperiksa setelah 8 minggu

Gonadotropins
FSH (Gonal-F) /human menopausal gonadotropins (HMG)
Injeksi setiap hari, dan diikuti dengan USG folikel hCG, IM bila diameter folikel mencapai 18mm Serum progesterone diperiksa hari ke 5-8 setelah hCG

Ovulasi 95% pada SOPK CC resisten Angka kehamilan 50% (pada SOPK CC resisten)

Diuretik : Spironolaktone
Spironolacton merupakan diuretik hemat kalium yang menginhibisi pertumbuhan rambut dengan menghambat aktivitas 5reduktase dan mengikat secara kompetitif terhadap reseptor intraseluler dari DHT Dosis yang lebih besar mengganggu aktivitas sitokrom P-450, yang mengurangi jumlah total androgen sintesis dan sekresi.

Terapi Bedah : Laparoscopic Ovarian Drilling (LOD) & Wedge Resection


Terapi alternatif pada SOPK setelah kegagalan terapi CC
Keberhasilan: 80% ovulasi dan 50-60% kehamilan Reseksi wedge tidak dianjurkan

Laparoscopic Ovarian Drilling (LOD)


Risiko : Kegagalan ovarium Perlekatan pasca-pembedahan Cara LOD yang dianjurkan Monopolar, koagulasi, power 30-40w Lama paparan: 5 Jumlah lubang: 3-10 Tempat lubang:seluruh muka kecuali hilus Diameter lubang: 4 mm Kedalaman lubang: 7-8 mm

kesimpulan
SOPK terkait dengan infertilitas dan gangguan siklus menstruasi Resistensi insulin dan hiperinsulinemia merupakan faktor penting dalam SOPK Penurunan berat badan, dan insulin sensitizer agent dapat meningkatkan fertilitas pada SOPK

TERIMA KASIH