Anda di halaman 1dari 59

PELATIHAN NASIONAL Tatalaksana Terkini Diare dan Kolestasis Sheraton Mustika Resort & Spa Hotel Yogyakarta, 23-24

4 Mei 2009
UKK Gastrohepatologi IDAI

Pendahuluan Tujuan Pelatihan Modul A (Ikterus)

Bilirubin Ikterus Etiologi Hiperbilirubinemia indirek Hiperbilirubinemia direk Fokus penting Evaluasi Tatalaksana
2
UKK Gastrohepatologi IDAI

PELATIHAN NASIONAL TATALAKSANA TERKINI DIARE & KOLESTASIS Sheraton Mustika Resort & Spa Hotel Yogyakarta, 23 24 Mei 2009

Modul B (Kolestasis)
Etiologi Anamnesis Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan Penunjang Komplikasi Tatalaksana Etiologi yang sering dijumpai
PELATIHAN NASIONAL TATALAKSANA TERKINI DIARE & KOLESTASIS Sheraton Mustika Resort & Spa Hotel Yogyakarta, 23 24 Mei 2009

3
UKK Gastrohepatologi IDAI

Ikterus pada bayi dapat bersifat fisiologis maupun patologis Dokter harus dapat mengenali ikterus patologis agar dapat dilakukan penanganan segera

PELATIHAN NASIONAL TATALAKSANA TERKINI DIARE & KOLESTASIS Sheraton Mustika Resort & Spa Hotel Yogyakarta, 23 24 Mei 2009

4
UKK Gastrohepatologi IDAI

PELATIHAN NASIONAL TATALAKSANA TERKINI DIARE & KOLESTASIS Sheraton Mustika Resort & Spa Hotel Yogyakarta, 23 24 Mei 2009

5
UKK Gastrohepatologi IDAI

Patofisiologi ikterus Berbagai macam penyebab ikterus pada bayi Patofisiologi kolestasis pada bayi Berbagai macam penyebab kolestasis pada bayi Perasat perasat diagnostik dari yang non-invasif sampai invasif yang dapat dikerjakan di Indonesia

Pengenalan kasus dan masalah yang sering dijumpai


PELATIHAN NASIONAL TATALAKSANA TERKINI DIARE & KOLESTASIS Sheraton Mustika Resort & Spa Hotel Yogyakarta, 23 24 Mei 2009

6
UKK Gastrohepatologi IDAI

Modul A Ikterus

PELATIHAN NASIONAL TATALAKSANA TERKINI DIARE & KOLESTASIS Sheraton Mustika Resort & Spa Hotel Yogyakarta, 23 24 Mei 2009

7
UKK Gastrohepatologi IDAI

Suatu antioksidan berwarna kuning yang berasal dari pemecahan eritrosit oleh makrofag Komponen dari empedu Memberikan warna pada feses, urin, plasma, dan warna kehijauan pada empedu

PELATIHAN NASIONAL TATALAKSANA TERKINI DIARE & KOLESTASIS Sheraton Mustika Resort & Spa Hotel Yogyakarta, 23 24 Mei 2009

8
UKK Gastrohepatologi IDAI

Hemoglobin dikatabolisme di limpa, kemudian molekul heme diubah menjadi bilirubin

PELATIHAN NASIONAL TATALAKSANA TERKINI DIARE & KOLESTASIS Sheraton Mustika Resort & Spa Hotel Yogyakarta, 23 24 Mei 2009

9
UKK Gastrohepatologi IDAI

Metabolisme Bilirubin
ekskresi

10
UKK Gastrohepatologi IDAI

Ikterus
Secara klinis terlihat bila kadar bilirubin >5 mg/dL

Kadar bilirubin (Kramer,1969) : 1. 4-8 mg/dL 2. 5-12 mg/dL 3. 8-16 mg/dL 4. 11-18 mg/dL 5. >15 mg/dL

PELATIHAN NASIONAL TATALAKSANA TERKINI DIARE & KOLESTASIS Sheraton Mustika Resort & Spa Hotel Yogyakarta, 23 24 Mei 2009

11
UKK Gastrohepatologi IDAI

Kadar bilirubin serum < 12 mg/dL pada bayi cukup bulan serta < 15 mg/dL pada bayi prematur pada minggu pertama kehidupan

PELATIHAN NASIONAL TATALAKSANA TERKINI DIARE & KOLESTASIS Sheraton Mustika Resort & Spa Hotel Yogyakarta, 23 24 Mei 2009

12
UKK Gastrohepatologi IDAI

Ikterus timbul dalam 24 jam pertama setelah lahir Kenaikan kadar bilirubin berlangsung cepat
(>5 mg/dL dalam 24 jam)

Kadar bilirubin serum > 12 mg/dL pada bayi cukup bulan > 15 mg/dL pada bayi prematur pada minggu pertama kehidupan Ikterus menetap pada usia 2 minggu atau lebih
Peningkatan bilirubin direk serum > 1 mg/dL bila bilirubin total < 5 mg/dL atau bilirubin direk >20% dari bilirubin total bila kadar bilirubin total > 5mg/dL

PELATIHAN NASIONAL TATALAKSANA TERKINI DIARE & KOLESTASIS Sheraton Mustika Resort & Spa Hotel Yogyakarta, 23 24 Mei 2009

13
UKK Gastrohepatologi IDAI

produksi

uptake

Etiologi
ekskresi

14
UKK Gastrohepatologi IDAI

Peningkatan produksi bilirubin, yaitu keadaan yang berhubungan dengan pemecahan eritrosit yang abnormal, sebagai contoh pada :
Hemolisis Inkompatibilitas golongan darah fetal-maternal Polisitemia Abnormalitas sel darah merah (hemoglobinopati, defek enzim dan membran)

Gangguan uptake bilirubin, sebagai contoh pada:


Obat-obatan seperti rifamisin, probenasid Gagal jantung kongestif
Suchy & F, Sokol R, Balistreri W. Liver Disease in Children. PELATIHAN NASIONAL TATALAKSANA TERKINI DIARE KOLESTASIS 15 Edisi ke-2. 2001 Sheraton Mustika Resort & Spa Hotel Yogyakarta, 23 24 Mei 2009 UKK Gastrohepatologi IDAI

Gangguan

konjugasi bilirubin, sebagai contoh

Sindrom Criggler-Najjar tipe 1 dan 2 Sindrom Gilbert Hipotiroidisme Breast-milk jaundice

Gangguan eksresi bilirubin, sebagai contoh : Peningkatan sirkulasi enterohepatik


Breast feeding Inborn error of metabolism Hormon dan obat-obatan Prematur Kolestasis Obstruksi biliary tree

F, Sokol R, Balistreri W. Liver Disease in Children. Edisi ke-2. 2001 PELATIHAN NASIONAL TATALAKSANA TERKINI DIARESuchy & KOLESTASIS 16 Sheraton Mustika Resort & Spa Hotel Yogyakarta, 23 24 Mei 2009 UKK Gastrohepatologi IDAI

Gangguan sejak produksi sampai konjugasi : hemolisis, sindrom Gilbert, Sindrom Criggler-Najjar Ditandai :
Tidak ada bilirubin dalam urin

Peningkatan urobilinogen urin Peningkatan bilirubin indirek dalam serum

PELATIHAN NASIONAL TATALAKSANA TERKINI DIARE & KOLESTASIS Sheraton Mustika Resort & Spa Hotel Yogyakarta, 23 24 Mei 2009

17
UKK Gastrohepatologi IDAI

Gangguan pada proses setelah konjugasi sampai pengeluaran bilirubin ke dalam usus Ditandai :
Tidak ada urobilinogen dalam urin Ada bilirubin dalam urin Peningkatan bilirubin direk dalam serum

PELATIHAN NASIONAL TATALAKSANA TERKINI DIARE & KOLESTASIS Sheraton Mustika Resort & Spa Hotel Yogyakarta, 23 24 Mei 2009

18
UKK Gastrohepatologi IDAI

Kernikterus: konsekuensi neurologis akibat timbunan bilirubin indirek pada jaringan otak Faktor risiko kernikterus:
Kadar bilirubin >25 mg/dL ( bayi sehat) Kadar bilirubin >20 mg/dL (hemolitik)

Gejala :
Awal : letargi, hipotonia, high-pitched cry Lanjut : iritabilitas, opistotonus, kejang, apnea, hipertonia, demam Kronik : palsi serebral, displasia gigi, retardasi mental ringan

PELATIHAN NASIONAL TATALAKSANA TERKINI DIARE & KOLESTASIS Sheraton Mustika Resort & Spa Hotel Yogyakarta, 23 24 Mei 2009

19
UKK Gastrohepatologi IDAI

PELATIHAN NASIONAL TATALAKSANA TERKINI DIARE & KOLESTASIS 20 Sheraton Mustika Resort & Spa Hotel Yogyakarta, 23 24 Mei 2009 UKK Gastrohepatologi IDAI Suchy F, Sokol R, Balistreri W. Liver Disease in Children. Edisi ke-2. 2001

PELATIHAN NASIONAL TATALAKSANA TERKINI DIARE & KOLESTASIS 21 Sheraton Mustika Resort & Spa Hotel Yogyakarta, 23 24 Mei 2009 UKK Gastrohepatologi IDAI Suchy F, Sokol R, Balistreri W. Liver Disease in Children. Edisi ke-2. 2001

Langkah awal tentukan penyebab primernya !! Fototerapi: didasarkan pada usia dan kadar serum bilirubin total bayi Transfusi tukar: dilakukan apabila fototerapi intensif gagal
Umur Perimbangkan Fototerapi a Fototerapi Trasfusi Tukar Jika Fototerapi Intensif Gagalb
20 25 25

Trasfusi Tukar dan Fototerapi Intensif


25 30 30

24 jamc 25-48 jam 49-72 jam >72 jam

12 15 17

15 18 20

22

Modul B Kolestasis

PELATIHAN NASIONAL TATALAKSANA TERKINI DIARE & KOLESTASIS Sheraton Mustika Resort & Spa Hotel Yogyakarta, 23 24 Mei 2009

23
UKK Gastrohepatologi IDAI

Insidensi 1 : 2.500 kelahiran hidup Parameter : kadar bilirubin direk serum > 1 mg/dL bila bilirubin total < 5 mg/dL atau bilirubin direk >20% dari bilirubin total bila kadar bilirubin total > 5mg/dL

PELATIHAN NASIONAL TATALAKSANA TERKINI DIARE & KOLESTASIS Sheraton Mustika Resort & Spa Hotel Yogyakarta, 23 24 Mei 2009

24
UKK Gastrohepatologi IDAI

PELATIHAN NASIONAL TATALAKSANA TERKINI DIARE & KOLESTASIS Sheraton Mustika Resort & Spa Hotel Yogyakarta, 23 24 Mei 2009

25
UKK Gastrohepatologi IDAI

Hepatocellular

PELATIHAN NASIONAL TATALAKSANA TERKINI DIARE & KOLESTASIS Sheraton Mustika Resort & Spa Hotel Yogyakarta, 23 24 Mei 2009

26
UKK Gastrohepatologi IDAI

PELATIHAN NASIONAL TATALAKSANA TERKINI DIARE & KOLESTASIS Sheraton Mustika Resort & Spa Hotel Yogyakarta, 23 24 Mei 2009

27
UKK Gastrohepatologi IDAI

Riwayat kehamilan dan kelahiran untuk mencari kemungkinan adanya infeksi : riwayat penyakit ibu (faktor
risiko: TORCH, hepatitis B, dll), berat badan lahir (KMK pada infeksi, SMK pada atresia biliaris)

Riwayat keluarga : bila saudara kandung pasien ada yang menderita


penyakit serupa maka kemungkinan besar merupakan suatu kelainan genetik/metabolik

Paparan terhadap toksin / obat-obatan Riwayat makanan : kemungkinan kelainan metabolik Riwayat pemberian nutrisi parenteral total

PELATIHAN NASIONAL TATALAKSANA TERKINI DIARE & KOLESTASIS Sheraton Mustika Resort & Spa Hotel Yogyakarta, 23 24 Mei 2009

28
UKK Gastrohepatologi IDAI

Fasies dismorfik : pada Sindrom Alagille Mata :

Katarak : pada infeksi TORCH Choreoretinitis : pada infeksi TORCH Posterior embryotoxon : pada Sindrom Alagille

Thoraks : bising jantung pada Sindrom Alagille,


atresia biliaris

PELATIHAN NASIONAL TATALAKSANA TERKINI DIARE & KOLESTASIS Sheraton Mustika Resort & Spa Hotel Yogyakarta, 23 24 Mei 2009

29
UKK Gastrohepatologi IDAI

Abdomen :

hepar mengetahui apakah sudah terjadi sirosis :


kemungkinan infeksi : splenomegali

hepatomegali atau sudah mengecil, konsistensi kenyal atau sudah mengeras, permukaan masih licin atau sudah berbenjol-benjol

lien mengetahui apakah ada hipertensi portal atau mencari

Kulit : ikterus, spider angioma, eritema palmaris, edema sudah

ascites sudah terjadi hipertensi portal vena kolateral sudah terjadi hipertensi portal

terjadi sirosis Lain-lain : phimosis kemungkinan ISK jari tabuh, asteriksis, foetor hepatikucus sudah terjadi sirosis

PELATIHAN NASIONAL TATALAKSANA TERKINI DIARE & KOLESTASIS Sheraton Mustika Resort & Spa Hotel Yogyakarta, 23 24 Mei 2009

30
UKK Gastrohepatologi IDAI

Tes hati AST, ALT : enzim di hepatosit (ALT


lebih sensitif dibandingkan AST)

GGT, ALP : enzim di saluran bilier Tes fungsi hati albumin, kolesterol, faktor koagulasi Tes untuk pelacakan etiologi darah, urin

PELATIHAN NASIONAL TATALAKSANA TERKINI DIARE & KOLESTASIS Sheraton Mustika Resort & Spa Hotel Yogyakarta, 23 24 Mei 2009

31
UKK Gastrohepatologi IDAI

Triangular Cord Sign

32
UKK Gastrohepatologi IDAI

Atresia Biliaris

Sindrom Alagille

Normal

PELATIHAN NASIONAL TATALAKSANA TERKINI DIARE & KOLESTASIS Sheraton Mustika Resort & Spa Hotel Yogyakarta, 23 24 Mei 2009

33
UKK Gastrohepatologi IDAI

34
UKK Gastrohepatologi IDAI

KAUSAL Terapi spesifik : bergantung pada penyebabnya SUPORTIF (medikamentosa & nutrisi) dilakukan apabila tidak ada terapi spesifik untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan seoptimal mungkin serta meminimalkan akibat komplikasi

PELATIHAN NASIONAL TATALAKSANA TERKINI DIARE & KOLESTASIS Sheraton Mustika Resort & Spa Hotel Yogyakarta, 23 24 Mei 2009

35
UKK Gastrohepatologi IDAI

Asam ursodeoksikolat Rifampin Kolestiramin Phenobarbital

PELATIHAN NASIONAL TATALAKSANA TERKINI DIARE & KOLESTASIS Sheraton Mustika Resort & Spa Hotel Yogyakarta, 23 24 Mei 2009

36
UKK Gastrohepatologi IDAI

Intake kalori dan protein yang cukup


kebutuhan kalori umumnya dapat mecapai 125% kebutuhan bayi normal sesuai dengan berat badan ideal kebutuhan protein : 2-3 gr/kgBB/hari lemak rantai sedang (medium chain triglyceride)

Suplementasi vitamin yang larut dalam lemak (A,D,E,K)


PELATIHAN NASIONAL TATALAKSANA TERKINI DIARE & KOLESTASIS Sheraton Mustika Resort & Spa Hotel Yogyakarta, 23 24 Mei 2009

37
UKK Gastrohepatologi IDAI

Etiologi yang Sering Dijumpai

PELATIHAN NASIONAL TATALAKSANA TERKINI DIARE & KOLESTASIS Sheraton Mustika Resort & Spa Hotel Yogyakarta, 23 24 Mei 2009

38
UKK Gastrohepatologi IDAI

Penyebab tersering kolestasis pada bayi Prevalensi 1:8000 (di Asia) 1:18.000 (di Eropa) kelahiran hidup Terjadi obstruksi total aliran empedu karena destruksi atau hilangnya sebagian atau keseluruhan duktus biliaris ekstrahepatik Penyebab tersering kematian karena penyakit hati dan indikasi utama transplantasi hati pada anak Penyebabnya sampai sekarang masih belum diketahui
PELATIHAN NASIONAL TATALAKSANA TERKINI DIARE & KOLESTASIS Sheraton Mustika Resort & Spa Hotel Yogyakarta, 23 24 Mei 2009

39
UKK Gastrohepatologi IDAI

Lebih sering ditemukan pada bayi perempuan Berat lahir normal dan cukup bulan Pertumbuhan normal pada awal terjadinya penyakit Ikterus berkepanjangan Feses akolik Urin seperti teh Jika sudah lanjut : hepatomegali (permukaan licin, konsistensi kenyal), splenomegali, ascites, tanda-tanda sirosis yg lain.
PELATIHAN NASIONAL TATALAKSANA TERKINI DIARE & KOLESTASIS Sheraton Mustika Resort & Spa Hotel Yogyakarta, 23 24 Mei 2009

40
UKK Gastrohepatologi IDAI

Pemeriksaan laboratorium : hiperbilirubinemia direk, peningkatan kadar serum transaminase, fosfatase alkali, dan gamma glutamil transpeptidase USG abdomen : lihat kontraksi atau Triangular Cord Sign Biopsi hati : proliferasi duktus bilier, bile plug, portal track edema, dan fibrosis
PELATIHAN NASIONAL TATALAKSANA TERKINI DIARE & KOLESTASIS Sheraton Mustika Resort & Spa Hotel Yogyakarta, 23 24 Mei 2009

41
UKK Gastrohepatologi IDAI

Usia <12 minggu : Kasai portoenterostomi Transplantasi hati


Indikasi pasien yang tidak dapat menjalani portoenterostomi karena:
keterlambatan diagnosis gagal dengan portoenterostomi sirosis yang sudah tidak dapat dikompensasi

PELATIHAN NASIONAL TATALAKSANA TERKINI DIARE & KOLESTASIS Sheraton Mustika Resort & Spa Hotel Yogyakarta, 23 24 Mei 2009

42
UKK Gastrohepatologi IDAI

Komplikasi segera : kolangitis, perdarahan,


kebocoran dari anastomosis, dan obstruksi intestinal

Komplikasi lanjut : kolangitis rekuren,


hipertensi portal, ascites, sindrom hepatopulmonal, dan sirosis hati

PELATIHAN NASIONAL TATALAKSANA TERKINI DIARE & KOLESTASIS Sheraton Mustika Resort & Spa Hotel Yogyakarta, 23 24 Mei 2009

43
UKK Gastrohepatologi IDAI

Faktor yang mempengaruhi prognosis setelah operasi Kasai antara lain :


Umur saat dilakukan operasi Pengalaman operator Adanya kerusakan hati sebelumnya Lokasi terjadinya atresia Frekuensi terjadinya kolangitis Pasien dengan sindrom
PELATIHAN NASIONAL TATALAKSANA TERKINI DIARE & KOLESTASIS Sheraton Mustika Resort & Spa Hotel Yogyakarta, 23 24 Mei 2009

44
UKK Gastrohepatologi IDAI

Penyebab tersering kolestasis intrahepatal familial yang diwariskan secara dominan autosom Terjadi mutasi gen Jagged 1 (JAG1) pada kromosom 20p12. Insidensinya 1:100.000 kelahiran hidup Kolestasis yang terjadi pada SA terjadi akibat ketiadaan atau berkurangnya duktus biliaris intrahepatal (bile duct paucity).
PELATIHAN NASIONAL TATALAKSANA TERKINI DIARE & KOLESTASIS Sheraton Mustika Resort & Spa Hotel Yogyakarta, 23 24 Mei 2009

45
UKK Gastrohepatologi IDAI

Kriteria mayor :
Kolestasis kronis Fasies yang khas dahi lebar, dagu lancip, saddle nose, mata menjorok ke dalam Anomali skeletal vertebra bentuk kupu-kupu Anomali kardiovaskuler stenosis arteri pulmonal perifer, TOF,
trunkus arteriosus, defek septum ventrikel, koarktasio aorta, duktus arteriosus paten

Abnormalitas mata embriotokson posterior Diagnosis ditegakkan : terdapat 3 dari 5 tanda mayor
PELATIHAN NASIONAL TATALAKSANA TERKINI DIARE & KOLESTASIS Sheraton Mustika Resort & Spa Hotel Yogyakarta, 23 24 Mei 2009

46
UKK Gastrohepatologi IDAI

HE staining of liver specimens showing paucity of the interlobular ducts (Original magnification 100).

47
UKK Gastrohepatologi IDAI

48
UKK Gastrohepatologi IDAI

20% anak usia < 15 tahun dan 50-60% individu usia < 30 tahun diketahui terinfeksi oleh CMV Hanya sekitar 10 % yang menimbulkan gejala, sisanya asimtomatik Gambaran klinis : berat lahir rendah, mikrosefali, kalsifikasi
periventrikuler, korioretinitis, trombositopenia, purpura, tuli, retardasi psikomotor, hepatosplenomegali dan hiperbilirubinemia direk

Diagnosis: IgM/IgG antibodi CMV, antigenemia Terapi infeksi CMV: antivirus (Ganciclovir)
PELATIHAN NASIONAL TATALAKSANA TERKINI DIARE & KOLESTASIS Sheraton Mustika Resort & Spa Hotel Yogyakarta, 23 24 Mei 2009

49
UKK Gastrohepatologi IDAI

CMV dapat merupakan penyebab dari hepatitis neonatal. CMV bukan virus yang memulai penyakitnya tapi mungkin faktor yang memperberat. CMV terjadi secara kebetulan CMV bukan virus hepatotropik, biasanya disertai kelainan mata, otak, dll. Terapi: antivirus mungkin hanya sesuai 2 point teratas.
PELATIHAN NASIONAL TATALAKSANA TERKINI DIARE & KOLESTASIS Sheraton Mustika Resort & Spa Hotel Yogyakarta, 23 24 Mei 2009

50
UKK Gastrohepatologi IDAI

Data tentang terapi gansiclovir pada bayi masih terbatas.


Informasi berasal dari penelitian pasien dengan infeksi CMV kongenital terutama susunan saraf pusat dan bukan dari primer hati.
PELATIHAN NASIONAL TATALAKSANA TERKINI DIARE & KOLESTASIS Sheraton Mustika Resort & Spa Hotel Yogyakarta, 23 24 Mei 2009

51
UKK Gastrohepatologi IDAI

Pada usia 2-8 minggu, jarang disertai demam atau gejala traktus urinarius Lebih sering pada bayi laki-laki, terutama dengan fimosis Sering dijumpai letargi, iritabilitas, kesulitan makan, kadang disertai muntah, diare Lab : hiperbilirubinemia direk Urinalisis : piuria Kultur urin : E. coli Tx : antibiotik sesuai hasil kultur
PELATIHAN NASIONAL TATALAKSANA TERKINI DIARE & KOLESTASIS Sheraton Mustika Resort & Spa Hotel Yogyakarta, 23 24 Mei 2009

52
UKK Gastrohepatologi IDAI

Insidensinya 1:4800-9000 kelahiran hidup


Diagnosis terakhir yang digunakan apabila

penyebab lain tidak diketahui


Dengan semakin majunya perasat diagnostik, insidensinya semakin berkurang dalam dua dekade terakhir ini
PELATIHAN NASIONAL TATALAKSANA TERKINI DIARE & KOLESTASIS Sheraton Mustika Resort & Spa Hotel Yogyakarta, 23 24 Mei 2009

53
UKK Gastrohepatologi IDAI

Biasanya terjadi pada bayi laki-laki Berat badan lahir rendah Keadaan umum tak tampak sakit Ikterus umumnya muncul pada minggu pertama kehidupan Tidak didapatkan feses akolik kecuali pada kolestasis berat Hepatomegali dengan konsistensi kenyal Warna feses akan tampak normal sekitar dalam 10 hari

dengan perasat diatas 10% tidak dapat dibedakan dengan Atresia Biliaris
PELATIHAN NASIONAL TATALAKSANA TERKINI DIARE & KOLESTASIS Sheraton Mustika Resort & Spa Hotel Yogyakarta, 23 24 Mei 2009

54
UKK Gastrohepatologi IDAI

Deteksi dini kolestasis penting

PELATIHAN NASIONAL TATALAKSANA TERKINI DIARE & KOLESTASIS Sheraton Mustika Resort & Spa Hotel Yogyakarta, 23 24 Mei 2009

55
UKK Gastrohepatologi IDAI

Perbedaan penyebab kolestasis mudah diterangkan, tapi klinis sulit dibedakan. Kriteria klinis untuk penyebab tertentu dapat digunakan sebagai upaya membedakan intra- & ekstrahepatal.
PELATIHAN NASIONAL TATALAKSANA TERKINI DIARE & KOLESTASIS Sheraton Mustika Resort & Spa Hotel Yogyakarta, 23 24 Mei 2009

56
UKK Gastrohepatologi IDAI

Pendekatan diagnostik etiologi kolestasis pada anak disesuaikan dengan kondisi setempat.

PELATIHAN NASIONAL TATALAKSANA TERKINI DIARE & KOLESTASIS Sheraton Mustika Resort & Spa Hotel Yogyakarta, 23 24 Mei 2009

57
UKK Gastrohepatologi IDAI

Modul kolestasis hal 12, baris ke-6:


Dibandingkan dengan AST, ALT lebih spesifik untuk mendeteksi adanya penyakit hati karena..

Modul kolestasis hal 23, tatalaksana asam ursodeoksikolat:


Kolestasis yang disebabkan karena nutrisi parenteral, dan atresia biliaris post operasi kasai

PELATIHAN NASIONAL TATALAKSANA TERKINI DIARE & KOLESTASIS Sheraton Mustika Resort & Spa Hotel Yogyakarta, 23 24 Mei 2009

58
UKK Gastrohepatologi IDAI

59
UKK Gastrohepatologi IDAI