Anda di halaman 1dari 14

TROMBOSIS VENA DALAM

Pembimbing dr. Teguh Wahyu Purnomo, Sp. JP


Desita Permatasari Laily Agustina Diah Puspita Rifasanti Ricky Setiawan M. Dendy Mulia Rahman I1A009023 I1A009027 I1A009052 I1A009074 I1A009087

Pendahuluan
DVT TROMBUS SEMBUH TROMBOEMBOLI

PENYAKIT KE-3 TERSERING

0,5/1000 ORANG/THN

2 JUTA DI RAWAT DI RS 600.000 TROMBO EMBOLI 60.000 KEMATIAN

DIAGNOSIS AKURAT TERAPI YANG TEPAT

Definisi
Bekuan yang terbentuk di dalam suatu pembuluh darah profunda

TROMBUS

Inflamasi

Etiologi
Cedera pada pembuluh darah

Hiperkoagulabilitas Melambatnya aliran darah pada pembuluh darah (stasis)

Epidemiologi
pria > wanita130 per 100.000

0,1% orang per tahun.

sebesar 48 per 100.000

kasus tromboemboli vena sebesar 117 per 100.000.

FAKTOR RESIKO
Peningkatan usia terutama usia di atas 40 tahun Merokok Hipertensi Varises vena Disfungsi jantung atau gagal jantung kongestif Obesitas Kanker FX dapat langsung diaktifkan oleh sistein yang dikeluarkan oleh sel kanker Penyakit autoimun

FAKTOR RESIKO
Thrombophilias turunan maupun didapat Pembedahan saat ini terutama terkait ortopedi Immobilisasi lama Stroke atau paralisis Riwayat trombosis vena profundus Infeksi akut Kehamilan disertai peningkatan faktor koagulasi Dehidrasi berat, pengobatan dengan hormon seperti kontrasepsi oral, perjalanan lama dan trauma mayor Stasis vena immobilitas, obstruksi vena, dilatasi vena dan meningkatnya viskositas darah

Patogenesis
Asal terjadinya trombus pada katup peningkatan ekspresi protein C reseptor endotel (EPCR), thrombomodulin (TM) dan penurunan ekspresi Von Willebrand faktor (vWF)

TROMBUS
fibrin red cell

dibentuk pada aliran darah yang lambat atau yang terganggu

Trias Virchow
merupakan faktor yang berperan pada trombosis vena
kerusakan pembuluh darah

koagulasi darah

stagnansi

Manifestasi klinis
lokasi Vena di daerah tungkai vena tungkai superfisialis vena dalam di daerah betis vena poplitea vena femoralis vena iliaca.

Nyeri Pembengkakan Perubahan warna kulit Sindroma post-trombosis

Pemeriksaan penunjang
1. Pemeriksaan Laboratorium 2. Pemeriksaan Radiologi: Venografi/flebografi USG doppler (duplex scanning) USG kompresi Venous Impedance Plethysmography (IPG) Magnetic Resonance Imaging (MRI)

Terapi
TUJUAN: 1. mencegah perluasan trombus 2. membatasi bengkak yang progresif 3. melisiskan atau membuang bekuan darah ( trombektomi) 4. mencegah disfungsi vena atau sindrom pasca trombosis (post thrombotic syndrome) 5. mencegah rekurensi trombosis 6. mencegah komplikasi lambat seperti hipertensi pulmonal, sindrom post trombotik, dan 7. mencegah emboli

FASE AKUT

Terapi
1. Unfractionated heparin (UFH) atau Low molecule weight heparin/LMWH atau heparin 2. Setelah pemberian UFH atau LMWH dilanjutkan dengan antikoagulan oral 3. Terapi trombolitik bertujuan untuk melisiskan trombus secara cepat dengan cara mengaktifkan plasminogen menjadi plasma 4. Trombektomi terutama dengan fistula arteriovena 5. Filter vena cava inferior

Kesimpulan
DVT pembentukan trombus pada vena profunda + reaksi inflamasi dinding pembuluh darah & jaringan perivena Triad Virchow

cedera pada pembuluh darah hiperkoagulabilita stasis

TROMBOSIS VENA DALAM

Lokasi DVT sering di vena-vena di daerah tungkai vena tungkai superfisialis, vena dalam di daerah betis atau lebih proksimal seperti vena poplitea, vena femoralis dan vena iliaca. Manifestasi trombosis vena dalam nyeri, bengkak, perubahan warna kulit dan sindrom post trombosis Terapi yang digunakan meliputi UFH atau LMWH, dapat juga dengan fondafarinux.