Anda di halaman 1dari 18

Hubungan antara Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dengan Kejadian Diare di Masyarakat Mejing Wetan, Yogyakarta

Disusun Oleh: 1. Debby Nurima D (20070310122) 2. Diska Paramitha (20070310192) 3. Firma Haning W (20070310200) Puskesmas Gamping I

I. Pendahuluan
A. Latar Belakang
WHO (2004) menyebutkan diare terjadi di seluruh dunia dan menyebabkan 4% dari semua kematian. Secara umum disebabkan oleh infeksi gastrointestinal dan membunuh sekitar 2,2 juta orang setiap tahun, kebanyakan dari mereka adalah anak-anak di negara berkembang.

Keadaan sanitasi yang masih belum memadai seperti Indonesia mengakibatkan penyakit diare, terutama yang ditularkan melalui air dan makanan senantiasa merupakan masalah kesehatan masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari tingginya angka kematian dan kesakitan diare, terutama pada bayi dan balita. Mengingat dampak dari perilaku terhadap derajat kesehatan cukup besar, maka diperlukan berbagai upaya untuk mengubah perilaku yang tidak sehat menjadi sehat. Salah satunya melalui program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.

B. Rumusan Masalah
Apakah ada hubungan antara kejadian diare dengan perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat daerah Mejing Wetan, Yogyakarta?

C. Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui adakah hubungan kejadian diare dengan perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat Mejing Wetan, Yogyakarta.

D. Manfaat Penelitian
1. Bagi masyarakat (lokasi penelitian) : Hasil penelitian ini dapat digunakan oleh pihak masyarakat untuk mendapatkan pengetahuan terhadap hubungan antara kejadian diare dengan perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat Mejing Wetan, Yogyakarta serta dapat mengetahui pentingnya berperilaku hidup bersih dan sehat demi kesehatan masyarakat itu sendiri. 2. Bagi peneliti : Penelitian ini dapat menambah wawasan dan memperluas pengetahuan tentang hubungan antara kejadian diare dengan perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat Mejing Wetan, Yogyakarta.

III. Metodologi Penelitian


A. Design Penelitian

Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional B. Subyek Penelitian
1. Populasi Penelitian Populasi penelitian ini adalah penduduk Desa Mejing Wetan RT 08 RW 07 Ambarketawang Gamping Sleman.

2. Sampel Penelitian
Sampel penelitian ini adalah penduduk desa Mejing Wetan RT 08 RW 07 Ambarketawang Gamping Sleman, berjumlah 30 orang yang mengalami diare maupun tidak diare.

a. Kriteria Inklusi :
(1) Penduduk desa Mejing Wetan RT 08 RW 07 Ambarketawang Gamping Sleman (2) Bersedia menjadi responden

b. Kriteria Eksklusi :
(1) Penduduk desa Mejing Wetan RT 08 RW 07 Ambarketawang Gamping Sleman yang tidak bersedia menjadi responden

3. Cara Pengambilan Sampel


Cara pengambilan sampel pada penelitian ini adalah secara Random Sampling

D. Variabel dan Definisi Operasional


1. Variabel a. Variabel Independen Perilaku Hidup Sehat dan Bersih (PHBS) b. Variabel Dependen Kejadian diare

2. Definisi Operasional
a. Diare adalah buang air besar lembek atau bahkan dapat berupa air saja, dengan atau tanpa darah dan lendir, dengan frekuensi tiga kali atau lebih sering dari biasanya dalam 24 jam, dalam penelitian kejadian diare diukur berdasarkan data dari Puskesmas, jika ya = mengalami diare dan jika tidak = tidak mengalami diare

b. Perilaku Hidup Sehat dan Bersih (PHBS) adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran yang diukur dengan 10 indikator PHBS diantaranya pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan, ASI ekslusif intuk bayi usia 0-6 bulan, penimbangan bayi dan balita, mencuci tangan dengan air dan sabun, menggunakan air bersih, menggunakan jamban sehat, rumah bebas jentik, makan sayur dan buah tiap hari, melakukan aktivitas fisik setiap hari, dan tidak merokok dalam rumah melalui kuesioner

3. Instrumen Penelitian
Penelitian ini menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian.

4. Cara Pengumpulan Data


Data primer diambil dari sampel dengan menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada penduduk desa Mejing Wetan . Data sekunder diambil dari bagian sanitarian Puskesmas Gamping I.

Skema kerja penelitian

5. Analisis Data Data jumlah yang diperoleh dianalisiss menggunakan uji statistik Chi Square, dilanjutkan dengan uji Odds Ratio untuk menganalisis faktor resiko.

IV. Hasil dan Pembahasan


Pada penelitian yang kami lakukan didapatkan hasil sikap negatif (T score < 50) dan sikap positif (T score > 50) tidak berpengaruh signifikan terhadap kejadian diare.

Analisis data dilanjutkan dengan Odds Ratio untuk mencari apakah PHBS merupakan faktor resiko kejadian diare, dan didapatkan hasil OR = 1,037. Nilai OR > 1, membuktikan bahwa sikap negatif dan positif PHBS merupakan faktor resiko kejadian diare.

V. Kesimpulan dan Saran


I. KESIMPULAN

1. PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) tidak berpengaruh signifikan secara statistik terhadap kejadian diare di desa Mejing Wetan RT 08 RW 07 Ambarketawang Gamping Sleman. 2. PHBS (perilaku Hidup Bersih dan Sehat) merupakan faktor resiko kejadian diare pada penduduk desa Mejing Wetan RT 08 RW 07 Ambarketawang Gamping Sleman

II. SARAN
1. Diharapkan kepada seluruh masyarakat desa Mejing Wetan RT 08 RW 07 khususnya dan seluruh desa di wilayah kerja Puskesmas Gamping I pada umumnya untuk lebih meningkatkan PHBS, dimana hidup sehat dimulai dari individu, kemudian seluruh keluarga, sampai akhirnya seluruh desa. 2. Pada penelitan selanjutnya, diharapkan dilakukan dengan sampel yang lebih besar sehingga didapatkan hasil yang lebih akurat. 3. Pada penelitian selanjutnya diharapkan peneliti melihat secara langsung sumber air yang digunakan responden.