Anda di halaman 1dari 27

Disusun oleh : Tiara Rahmawati 030.08.

240
KEPANITERAAN KLINIK ILMU PENYAKIT KULIT DAN KELAMIN RSAU DR. ESNAWAN ANTARIKSA PERIODE 15 JULI 2013 24 AGUSTUS 2013 FK TRISAKTI

Definisi : reaksi alergi pada kulit atau daerah mukokutan yang terjadi sebagai akibat pemberian obat dengan cara sistemik

Epidemiologi : 2% dari total pemakaian obatobatan atau sebesar 15-20% dari keseluruhan efek samping pemakaian obat-obatan Di Amerika Serikat 3-6% pasien rawat jalan dan 615% dari pasien rawat inap mengalami adverse drug reactions yang serius.

Mekanisme imunologis

Mekanisme non imunologis

Erupsi Obat Alergi : alergi terhadap obat melalui proses imunologik sudah memiliki hipersensitivitas

1. ERUPSI MAKULOPAPULAR (MORBILIFORMIS)

2. URTIKARIA

2. ANGIOEDEMA

3. EKSANTEMA FIKSTUM

Fixed drug erupsi pada genitalia akibat sulfonamid

4. ERITRODERMA

Eritroderma, erupsi di wajah, lengan dan tubuh

Kelainan kulit dengan skuama khas

5. PURPURA

6. VASKULITIS
DEFINISI Radang pembuluh darah yang ditandai dengan adanya inflamasi dan nekrosis pembuluh darah

7. FOTOSENSITIVITAS
Fototoksik Insidens Semua individu Fotoalergik Individu yg sensitif

Dosis bahan penyebab

Relatif besar, Relatif kecil, tidak berhubungan dg berat berhubungan dg berat kelainan kelainan
Beberapa jam sth kontak Mirip sunburn / hanya hiperpigmentasi 24 48 jam sth kontak Mirip dermatitis

Timbulnya lesi Gejala klinik

7. FOTOALERGIK

8. Pustulosis Eksantematosa Generalisata Akut(PEGA)

KELAINAN KULIT
Pustul miliar non-folikular pada kulit yang eritematosa, dapat disertai purpur, lesi menyerupai lesi target.

9. Dermatitis Kontak Alergi(DKA)

10. Eritema Nodusum

11. ERITEMA MULTIFORMIS

12. Sindrom Stevens Johnson(SSJ)


Trias : 1. Kelainan kulit 2. Kelainan selaput lendir di orificium 3. Kelainan Mata

13. Nekrolisis Epidermal Toksik (NET)


DEFINISI
Epidermolisis yang menyeluruh dan kelainan selaput lendir di orifisium dan mata

Pemeriksaan in vivo : uji tempel (patch test) uji tusuk (prick/scratch test) uji provokasi (exposure test)
Pemeriksaan in vitro

Anamnesis

Adanya hubungan antara timbulnya erupsi dengan penggunaan obat Kelainan kulit yang ditemukan Bentuk kelainan

Pemeriksaan Klinis Pemeriksaan Khusus

Distribusi

In vivo

In vitro

Dermatitis Kontak Iritan Urtikaria, karena selain obat Pitiriasis Rosea

PENGOBATAN
Simtomatik Kausal

Sistemik
Kortikosteroid

Topikal
bedak
kompres

Antihistamin krim salep

Sembuh bila penyebabnya dapat diketahui dan segera disingkirkan Pada beberapa bentuk dapat menjadi buruk bergantung pada luas kulit yang terkena

Banyak tipe erupsi yang dapat disebabkan oleh obat sebelum memberikan terapi obat, harus dipertimbangkan besar kecilnya resiko, keuntungan serta kerugian dari terapi tersebut. Dengan mengetahui imunopatogenesis, faktor resiko, manifestasi klinis EOA dan edukasi pada pasien, serta penulisan resep yang tepat menurunkan morbiditas EOA.