Anda di halaman 1dari 34

ARYO YUNIAN RAMDHANI PEMBIMBING: Dr. FAROKAH Sp.THT-KL MSi.

Med
DEPARTEMEN IKTHT-KL UNIVERSITAS DIPONEGORO RSUP Dr KARIADI SEMARANG

PENDAHULUAN

Massa glotis ditandai suara serak menetap > 2 minggu

Massa supraglotis: ditandai sulit telan

Massa laring
Laringitis Tuberkulosis : Peny radang kronik spesifik di laring yg disebabkan oleh M. tuberkulosa

Gejala dapat sistemik maupun lokal

LAPORAN KASUS
Nama : Tn. R Umur : 40 tahun No RM: 7291482 Alamat: Dsn. Kertasari RT/RW 006/002 Desa Kertasari Kec. Suradadi Kab. Tegal

Anamnesis 20/5/2013
Kel utama : serak PPS :
2 bulan penderita mengeluh serak, terus menerus, makin lama makin berat, terutama jika di akhir berbicara, sesak (+) hilang timbul, batuk (+) dahak (+) warna putih kental, darah (-). Makan +, minum +, tersedak (+) kadang-kadang, rasa mengganjal di tenggorok (+). Penggunaan suara berlebihan disangkal, benjolan di leher (-). Batuk berdarah (-), berat badan menurun (+), demam (+) naik turun. + 1 bulan pasien merasa sulit telan (+), nyeri telan (-), makan bubur (+), minum (+), tersedak (-). Penderita berobat ke RSUD Kardinah Tegal, dilakukan pemeriksaan dan dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang.

RPD : - Riw. Hipertensi sebelumnya disangkal - Riw. penyakit kronik disangkal - Riw .asma -, alergiRPK : - Riw. Hipertensi disangkal - Riw. penyakit kronik disangkal - Riw .asma -, alergiRSE: penderita seorang buruh dan petani, biaya ditanggung jamkesda, kesan sosial ekonomi kurang Faktor predisposisi : -Masak menggunakan kayu bakar - terpapar pestisida -Menggunakan obat nyamuk bakar -Mengkonsumsi mie instant

Pemeriksaan Fisik

KU : Komposmentis, kooperatif TV : Tensi : 120/80 mmHg, RR: 24x/mnt, Nadi: 88 x/mnt, t: 37C Status Generalis - Kepala : Mesosefal - Wajah : Simetris - Mata : conjunctiva anemi -/- Pulmo : Vesikuler (+/+), wheezing (-/-), ronki (-/-) - Jantung : S1/S2 normal, bising (-), gallop (-) - Abdomen : Supel, nyeri tekan (-) - Ektremitas : akral dingin (-/-)

STATUS LOKALIS
Telinga : Aurikula : Normotia +/+ CAE : Hiperemis -/- , edem -/-, serumen -/- disjac -/MT : Intak/intak, hiperemis -/-, bulging -/Hidung : Konka hipertrofi -/-, mukosa hiperemis -/-, discaj -/-, septum deviasi Tenggorok : Tonsil T1-T1 hiperemis -/-, kripte melebar -/-, detritus -/-. Arkus faring simetris, hiperemis -, granulasi Laringoskopi indirek : tampak massa berwarna kemerahan, berbenjol-benjol di supraglotis, kesan rapuh. Leher : Pembesaran limfonodi -/-.

Endoskopi 18 Mei 2013

Kesan: Massa di supraglotis sampai glotis berwarna merah, berbenjol-benjol, kesan rapuh, aritenoid hiperemis dan oedem, epiglotis oedem dan berbenjolbenjol.

Hasil laborat darah 14 Mei 2013

Hb : 14,10 gr% Ht : 44.1 gr% PPT : 10.5 detik Ureum : 19 mg/dl GDS : 143 mg/dl SGPT : 55 U/l Kalium : 3.8 mmol/L Albumin : 4.0 gr/dl

Leukosit : 8.07 ribu/mmk Trombosit : 238 ribu/mmk PTTK : 33.5 detik Creatinin : 1.15 mg/dl SGOT : 35 U/l Natrium : 137 mmol/L Clorida : 96 mmol/L

DD : Massa supraglotis: ec Proses spesifik Keganasan Diagnosis sementara: Massa supraglotis Problem : Hiperglikemia Program : pro LD + biopsi Cek lab GD I/II, HBA1C, HBSAg X foto thorax X foto servical soft tissue AP/ lateral

X Foto thorak 18 MEI 2013


KESAN: COR TAK MEMBESAR BERCAK MILIER PADA SELURUH LAPANGAN PARU DD/ MILLIARY TYPE METASTASIS TB MILIER KALSIFIKASI PADA LAPANGAN ATAS DAN TENGAH PARU KIRI TAK TAMPAK METASTASIS PADA TULANG

X FOTO CERVICAL 18 MEI 2013


KESAN: SOFT TISSUE MASS BENTUK BULAT BATAS TEGAS PADA REGIO COLLI SETINGGI CORPUS V.C 4-5, YANG MENYEBABKAN PENYEMPITAN AIRWAY SETINGGI LEVEL TERSEBUT.

HASIL KONSUL PENY DALAM

Problem: 1. Massa supraglotis 2. Susp TB Milier

Saran: Pemeriksaan sputum BTA 3x Gram, jamur. Kultur sputum Pemeriksaan LED I-II Inj Ceftriaxone 1x2gr iv (skin test) Ambroxol 3x30 mg Setuju rawat bersama divisi Pulmo Biopsi massa supraglotis

Terapi
Infus RL 20 tpm Inj Ceftriaxone 2gr / 24 jam iv Ambroxol 30 mg / 8 jam p.o Asam mefenamat 500 mg / 8 jam p.o Vitamin C 350 mg / 8 jam p.o

HASIL LAB 21/5/2013


LAJU ENDAP DARAH LED 1 JAM : 66.0 mm LED 2 JAM : 90.0 mm

(N: 1.0 10.0)

TB ICT: negatif
GDP: 77.3 mg/dl GDPP 2 Jam: 113 mg/dl HbA1C 6,1%

LARINGOSKOPI FLEKSIBEL 23/5/2013


KESAN: OEDEM EPLIGOTIS, ARITENOID, COMISURA POSTERIOR, OEDEM DIFUS LARING. MASSA TIDAK RAPUH DAN TIDAK MUDAH BERDARAH DILAKUKAN BIOPSI + PEMASANGAN NGT

HASIL PA

Mikroskopik menunjukkan: Kepingan jaringan mengandung stroma jaringan ikat padat, hiperemik yang bersebukan difus, lekosit PMN, limfosit, histiosit. Tak tampaktanda ganas pada sediaan. Kesan: Radang non spesifik.

Hasil Sputum24/5/2013

Pengecatan gram Kuman bentuk batang gram (-) : Positif Diplokokus gram (+) : Positif Pengecatan Ziehl Nielsen Lekosit : > 25/LPK BTA : Positif

Pengecatan Jamur Yeast cell : Negatif

Follow up Penyakit dalam

Hasil BTA: +

Diagnosis: TB BTA (+) kasus baru Program: Pemberian FDC kategori 1

PEMBAHASAN
Laringitis Tuberkulosis : Penyakit radang kronis spesifik di laring yg disebabkan oleh kuman Mikobakterium tuberkulosis Depkes RI th 2001 : Resiko penularan kasus Tuberkulosis yaitu : 1 % Artinya : setiap 100.000 penduduk, 100 org positif TB dan 50 org diantaranya BTA positif

Menurut WHO, 1996 : Penderita TB tanpa pengobatan, 5 th kemudian : 50 % meninggal 25 % sembuh sendiri 25 % jadi sumber penularan Gejala yang muncul :
( Wang R, Robbert-Miller H in Laringitis Tuberculosis )

Sistemik : demam subfebris, keringat dingin malam hari Penurunan BB drastis Lokal : disfoni, disfagi, dispnea, odinofoni

Anatomi Laring : berupa rangkaian tulang rawan berbentuk corong yang terletak antara trakea dan pangkal lidah Ruang laring : dari aditus laring sampai tepi bawah kartilago krikoid. Oleh rima glotis dibagi menjadi * ruang supra glotis di bagian atas * ruang infraglotis di bagian bawah

Fungsi laring :
Fungsi saluran pernafasan Fungsi fonasi atau bicara Fungsi proteksi Fungsi deglutasi Fungsi fiksasi Fungsi sirkulasi Fungsi tusif dan ekspektorasi Fungsi emosional

Patogenesis Laringitis TB
Penularan yaitu dgn inhalasi droplet nucleus yg mgd basil TB (ukuran 1-5 mikron) yg dapat melewati atau menembus sistem mukosilier saluran napas shg dapat mencapai & bersarang di bronkiolus & alveolus. Dalam alveolus makrofag memfagositosis sebagian basil spesifik. tetapi belum mampu membunuh sebagian basil TB , dalam makrofag umumnya dpt tetap hidup & berkembang biak Basil TB menyebar * melalui saluran limfe regional (limfogen) * melalui aliran darah (hematogen) * perkontinuitatum

Menurut Wang R :
Laringitis Tuberkulosis terjadi karena Erat kaitannya dengan TB paru : Penularan perkontinuitatum (terutama TB milier)

Memberikan reaksi lokal di laring : Udem profus pada organ laring (mulai epiglotis, plika ariepiglotika, plika ventrikularis dan plika vokalis)

GEJALA LARINGITIS TUBERKULOSIS


Stadium dini berupa iritasi tenggorok dan rasa kering yg menyebabkan batuk Keluhan serak Batuk produktif Disfagia terutama terhadap makanan padat Dispnoe karena udem laring yg hebat

TANDA LARINGITIS TUBERCULOSIS

Faring dan palatum pucat karena anemia Stadium dini adalah penebalan plika ariepiglotika, laring pucat, bercak di Plika vokalis, adduksi terhambat Infeksi primer diketahui dengan X-foto thorax & BTA sputum Bila ragu lakukan biopsi laring, hapusan laring utk dilakukan pengecatan

Basil TB bersarang pada:


*sumsum tulang, *hepar

*kelenjar limfe *ginjal, *otak

*lapang atas paru, *tulang

lebih mudah berkembang biak terutama sebelum imunitas spesifik terbentuk.

PEMERIKSAAN PENUNJANG

Uji tuberkulin Ada 2 jenis tuberkulin * OT (Old Tuberkulin) dan * Tuberkulin PPD (Purified Protein Derivatif) Gambaran foto rontgen paru Serodiagnosis; dengan cara ELISA (Enzyme Linked Immunosorbent Assay) Teknik biomolekuler (PCR-Polimerase Chain Reaction)

Program nasional penanggulangan TBC di Indonesia


Terapi Laringitis TB menggunakan paduan OAT : Kategori 1 : 2 RHZE / 4H3R3 Diberikan untuk : * Penderita baru dengan BTA positif * Penderita dgn BTA negatif tapi rontgen positif, KU jelek * Penderita TB ekstra paru berat

TERAPI LARINGITIS TUBERKULOSIS


FDC (FIXED DRUG COMBINATION) / KDT Dalam 1 tablet mengandung : * Rifampisin = 150 mg * Isoniazid = 150 mg * Pirazinamid = 375 mg * Etambutol = 225 mg Dengan BB 50 kg , pemberian 3-4 tablet

RINGKASAN
Laringitis Tuberkulosis: penyakit kronik spesifik pada laring yg disebabkan oleh kuman Mikobakterium tuberkulosis erat kaitannya dengan TB paru Gejala : Disfoni, disfagi, odinofagi, dispnea Tanda : udem laring, mukosa pucat Terapi : pengobatan TB kategori 1 ( 2 RHZE / 4 R3H3 )