Anda di halaman 1dari 8

DEVOSI KEPADA SANTA PERAWAN MARIA

Daftar Perayaan Santa Perawan Maria:


1. Bertingkat Hari Raya * Santa Perawan Maria Bunda Allah (01/01),

* Santa Perawan Maria dikandung tanpa dosa (08/12) * Santa Perawan Maria diangkat ke sorga (15/08).
2. Bertingkat Pesta: * Kelahiran Santa Perawan Maria (08/09) * Santa Perawan Maria mengunjungi Elisabeth (31/05).

3. Bertingkat Peringatan Wajib: * Hati tersuci Santa Perawan Maria (Sabtu lll sesudah Pentakosta), * Santa Perawan Maria Ratu (22/08), * Santa Perawan Maria berdukacita (15/09), * Santa Perawan Maria Ratu Rosario (07/10) , * Santa Perawan Maria dipersembahkan kepad Allah (21/11).

4. Bertingkat Peringatan Fakultatif


Santa Perawan Santa Perawan Santa Perawan Santa Perawan Maria di Lourdes (11/02), Maria di Fatima (13/05), Maria Gunung Karmel (16/07) Maria Hari Sabtu (tiap hari Sabtu di 'masa biasa').

Santa Perawan Maria dalam Misa Sepanjang Tahun


Dalam acara tobat di awal misa didapati kalimat "Saya mohon kepada

Santa Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekalian, supaya mendoakan saya pada Allah Tuhan kita". Dalam Liturgi Sabda di hari Minggu dan Hari Raya diucapkan Syahadat singkat atau Syahadat panjang. Dalam kedua syahadat tersebut terdapat kalimat tentang Yesus Kristus, yang "dilahirkan oleh Perawan Maria". Dalam Liturgi Ekaristi nama Santa Perawan Maria dijumpai di hampir semua "Doa Syukur Agung". Sebagai contoh dapat dikutip kalimat berikut: "..... kami memuliakan semua orang kudus, terutama Santa Perawan Maria, bunda Yesus Kristus, Allah dan Tuhan Kami" (DSA I), "Kami semua mohon.... supaya kami boleh mengambil bagian dalam kebahagiaan abadi, bersama Santa Maria, Perawan dan bunda Allah bersama para rasul dan semua orang kudus"

Dasar Kitab Suci:


Yoh. 19:26-27: Yesus memberikan Bunda Maria agar menjadi ibu bagi muridmurid-Nya. Luk 1:28: Salam Maria, penuh rahmat. Luk 1:42: Maria Bunda Allah. Luk 1:48: Segala keturunan akan menyebut Maria berbahagia. Luk 11:27: Berbahagialah ibu yang telah mengandung Yesus

Dasar Tradisi Suci:


Julius Africanus (160-240) St. Gregorius dari Neocaesarea (213-275) Doa Sub Tuum Presidium (250 AD)

St. Basilius Agung (329-379)


St. Ephrem dari Syria (wafat 373) St. Epiphanus (403)

Dasar Magisterium Gereja: Konsili Efesus (431) dan Konsili Chalcedon (451): Maria adalah sungguhsungguh Bunda Allah (De fide). Konsili Trente (1545- 1564) dan Paus Pius XII. Dokumen Konsili Vatikan II, Lumen Gentium (LG):66. (Makna dan dasar bakti kepada Santa Perawan). Maria, Bunda Allah, dihormati secara khusus, dengan istilah Hyperdulia (Sententia certa- lih. Ludwig Ott, Fundamentals of Catholic Dogma, p. 215)

DOGMA TENTANG MARIA


Dogma Bunda Allah Mater Dei Theotokos Tetap Perawan Maria Virgini Tak Bernoda Maria Immaculata Diangkat ke surga Maria Assumpta Ditetapkan Konsili Efesus (431) Konsili Chalcedon IV Syahadat kuno Konsili Konstantinopel (533) Pius IX (1854) Diterima Semua Gereja Isi Dogma Maria melahirkan Yesus yang adalah Sabda/ Putra Allah Simbol rahmat keselamatan Makna Yesus sungguh manusia dan sungguh Allah Petunjuk ttg asal-usul Yesus: Allah dari Allah Pujian cinta ilahi yang memilih Harapan akan penyelesaian hidup kita

Semua Gereja

Gereja Katolik (Ortodoks) Gereja Katolik (Ortodoks)

Lambang kekuatan rahmat

Pius XII (1950)

Kesetiaan ilahi

Dogma tentang

Maria timbul sebagai rumusan kesaksian Gereja tentang Kristus yang disebabkan oleh aneka faktor sejarah. Keempat dogma tentang Maria yang pada intinya merupakan wahyu tentang Kristus bukanlah rumusan teoritis melainkan jawaban pujian atas karya perbuatan besar Allah (Luk 1:49).

Asas dasar devosi Maria dalam aneka tahap dan bentuknya:


(Direktorium tentang Kesalehan Umat dan Liturgi, Asas-asas dan Pedoman) 1. Mengungkapkan nuansa trinitas. 2. Mengungkapkan muatan kristologis. 3. Mengungkapkan segi pneumatologis. 4. Mengungkapkan ciri gerejawi. 5. Terus-menerus berpaling pada Kitab Suci. 6. Mempertimbangkan segi-segi antropologis dari ungkapan-ungkapan kultis. 7. Menampilkan tegangan eskatologis. 8. Memperjelas tanggungjawab misioner serta tugas memberi kesaksian yang diemban oleh para murid Tuhan.

Ulah kesalehan hendaknya bersumber pada satu ibadat yang dengan tepat disebut Kristiani karena daya gunanya sungguh berasal dari Kristus, mencapai ungkapan penuhnya dalam Kristus, disampaikan lewat Kristus, dilaksanakan dalam Roh, dan mengantar kepada Bapa