O

 DEFINISI

LARINGITIS : PERADANGAN LARING, BAIK AKUT /KRONIK, INFEKSI/NON-INFEKSI, LOKAL/SISTEMIK (Bailey)

SECARA KLINIS (Bailey) TERGANTUNG DARI :
   

PENYEBAB EDEMA JARINGAN DAERAH PRIMER LARING YANG TERLIBAT USIA

HIPEREMIS. SEKRET.GEJALA LARINGITIS (Bailey)  DISFONIA  DISFAGIA  ODINOFAGIA  BATUK  SESAK  TANDA LARINGITIS  LARING EDEMA. BESLAG  STRIDOR  RETRAKSI  .

 LARINGITIS INFEKSI  LARINGITIS VIRAL  LARINGITIS BAKTERIAL  LARINGITIS JAMUR  LARINGITIS TUBERKULOSIS  LARINGITIS SYPHILIS  LARINGITIS LEPRA  LARINGITIS IMMUNOCOMPROMISED  LARINGITIS DISEBABKAN PENYAKIT INFLAMASI SISTEMIK LARINGITIS INFLAMASI  .

 LARINGITIS INFLAMASI SISTEMIK  WAGENER GRANULOMATOSIS  RHEUMATOID ARTHRITIS  AMYLOIDOSIS  RELAPSING POLYCHONDRITIS  SLE  SARCOIDOSIS  EPIDERMOLYSIS BULLOSA  CICATRICIAL PEMPHIGOID .

 LARINGITIS INFLAMASI  LARINGOFARINGEAL REFLUK  LARINGITIS TRAUMA  LARINGITIS THERMAL INJURY  ANGIOEDEMA .

 ANAMNESIS       ONSET . GRADUAL/TIBA-TIBA STRIDOR ASOSIASI ISPA : HEARTBURN DURASI : KRONISITAS GEJALA GEJALA : INTERMITEN/PROGRESIF PEMERIKSAAN FISIK  MENDENGAR SUARA. NAFAS  PEMERIKSAAN LARINGOSKOPI INDIREK PEMERIKSAAN PENUNJANG  .

 PEMERIKSAAN PENUNJANG        LARINGOSKOPI SERAT OPTIK RADIOLOGIS SKIN TEST LABORATORIUM KULTUR PH MONITORING BIOPSI .

ANTIBIOTIK B. TRAKEOTOMI B. ANTI RADANG C. OPERATIF A. STEROID INTRAVENA E. ANALGESIK-ANTIPIRETIK D. NEBULIZER 2. KRIKOTIROTOMI . KONSERVATIF A.1.

Laringitis Akut Laringitis Bakterial Laringitis Viral .

 Etiologi  Bakteri → menyebabkan radang lokal  Virus → menyebabkan peradangan sistemik  Gejala dan tanda  Radang umum (demam.Pada umumnya merupakan kelanjutan dari rinofaringitis  Pada anak laringitis akut dapat menyebabkan sumbatan jalan napas. nyeri menelan/berbicara. dedar/malaise)  Radang lokal (suara parau ― afoni. serta gejala sumbatan laring)  .

misalnya merokok.  Antibiotik → bila peradangan berasal dari paru  Pemasangan pipa endotrakea atau trakeostomi → bila terdapat sumbatan laring . Terapi  Istirahat berbicara dan bersuara selama 2-3 hari  Menghirup udara lembab  Menghindari iritasi pada faring dan laring. makanan pedas atau es.  Biasanya terdapat juga tanda radang akut di hidung atau sinus paranasal atau paru.Pemeriksaan  Tampak mukosa hiperemis. membengkak. terutama diatas dan di bawah pita suara.

.

sehingga pasien sering mendehem tanpa mengeluarkan sekret karena mukosa yang menebal. .Radang kronis laring yg sering disebabkan oleh → sinusitis kronis → deviasi septum yg berat → polip hidung atau bronkitis kronis → penyalahgunaan suara (vocal abuse) Gejala  Suara parau yang menetap  Rasa tersangkut di tenggorok.

permukaannya tidak rata dan hiperemis  Bila terdapat daerah yang dicurigai menyerupai tumor.Pemeriksaan  Tampak mukosa menebal. faring serta bronkus yang mungkin menjadi penyebab laringitis kronis itu  Vocal rest . maka perlu dilakukan biopsi Terapi  Mengobati peradangan di hidung.

Laringitis kronis spesifik Laringitis tuberkulosa Laringitis luetika .

 Hampir selalu sebagai akibat dari tuberkulosis paru  Sering sekali setelah diberi pengobatan. tuberkulosis parunya sembuh tapi laringitis tuberkulosisnya menetap  Patogenesis  Infeksi kuman ke laring dapat melalui udara pernapasan. penyebaran melalui aliran darah atau limfa . sputum yang mengandung kuman.

panas dan tertekan di daerah laring Suara parau berlangsung berminggu-minggu. pada stadium lanjut dapat timbul afoni Hemoptisis Nyeri menelan yg hebat Keadaan umum buruk radiologik → terdapat proses aktif .  Gambaran klinis Terdiri dari 4 stadium.yaitu 1) Stadium infiltrasi 2) Stadium ulserasi 3) Stadium perikondritis 4) Stadium pembentukan tumor  Gejala klinis       Rasa kering.

 Terapi  Obat anti tuberkulosis primer dan sekunder  Istirahat suara .

 Dalam ilmu penyakit kulit dan kelamin terdapat 4 stadium  Dalam hubungan penyakit di laring yg perlu dibicarakan adalah stadium tertier(ketiga). . Bentuk ini kadang-kadang menyerupai keganasan laring. yaitu pada stadium pembentukan guma.

sehingga bila tidak terbentuk proses ini akan menjadi perikondritis. ulkus ini mempunyai sifat yg khas yaitu : sangat dalam.  Ulkus ini tidak menyebabkan nyeri dan menjalar sangat cepat. berwarna merah tua serta mengeluarkan eksudat berwarna kekuningan. bertepi dengan dasaar yg keras.Gambaran klinik  Apabila guma pecah → ulkus. .

karena terbentuk jaringan parut Terapi  Penisilin dengan dosis tinggi  Pengangkatan sekuester  Trakeostomi bila terdapat sumbatan laring karena stenosis  .Gejala Suara parau dan batuk kronis  Disfadia timbul bila guma terletak dekat introitus esofagus Komplikasi  Bila terjadi penyembuhan spontan dapat terjadi stenosis laring.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful