Anda di halaman 1dari 12

THUCYDIDES: REALISM AND MORAL SCEPTICISM

Ario Bimo Utomo 11/311541/SP/24398

Siapakah Thucydides?
Seorang filsuf berkebangsaan Athena yang lahir pada 460 SM Tumbuh dan dibesarkan dalam suasana konflik antara Athena dan Sparta. Salah satu karya fenomenalnya adalah The History of Peloponessian War yang mencerminkan perang 28 tahun antara Sparta dan Athena. The History of Peloponesian War adalah sebuah karya klasik yang hingga kini masih diakui sebagai literatur kajian teori politik internasional.

THE HISTORY OF PELOPONESSIAN WAR


Menceritakan perang antara Athena dan Sparta sebagai dua kekuatan besar di Yunani Kuno. Baik Athena maupun Sparta adalah kekuatan dominan di Yunani setelah memenangi perang antara Yunani dan Persia. Sparta terkenal akan pasukan daratnya; Athena, di sisi lain, memiliki armada laut yang ditakuti. Lewat buku ini, Thucydides menganalogikan relasi antara kedua belah negara tersebut sebagai realita hubungan internasional. Karya ini dinilai sebagai salah satu landasan perspektif realisme yang terpandang.

The History of Peloponessian War bercerita tentang konteks relasi berdasarkan realita yang muncul saat itu, bukan tentang bagaimana seharusnya relasi terjadi.

REALISME POLITIK

Pokok Kisah dalam The History of Peloponessian War


Perang antara Athena dan Sparta dipengaruhi oleh perkembangan Athena yang kian pesat, sehingga menimbulkan kekhawatiran bagi Sparta. Sebelumnya, Athena menyerang Pulau Melos yang menolak untuk jatuh ke tangan Athena. Pulau Melos adalah koloni dari Lacaedaemon yang relatif lebih lemah. Berkaca dari serangan tersebut, Sparta membatalkan segala perjanjian damai dengan Athena, dan akhirnya terlibat dalam peperangan.
"the strong do what they have the power to do and the weak accept what they have to accept"

Konsep Realisme dalam Pandangan Thucydides


Sifat manusia adalah titik awal untuk realisme dalam hubungan internasional. Realis melihat manusia sebagai dasarnya egois dan mementingkan diri sendiri sejauh kepentingan pribadi mengatasi prinsip-prinsip moral. Kaum Realis secara umum percaya bahwa tidak ada pemerintah dan kondisi hubungan internasional selalu dalam kondisi anarkis, Karena kondisi hubungan internasional selalu dalam kondisi anarkis, untuk mencapai keamanan, negara berusaha meningkatkan kekuasaan mereka dan terlibat dalam kekuasaan-balancing untuk tujuan menghalangi agresor potensial. Perang ini dilancarkan untuk mencegah negara peserta dari menjadi lebih kuat secara militer Realis umumnya skeptis tentang relevansi moralitas dalam politik internasional. Hal ini menyebabkan mereka mengklaim bahwa tidak ada tempat bagi moralitas dalam hubungan internasional, atau bila ada ketegangan antara tuntutan moralitas dan tuntuan aksi politik yang amoral maka negara boleh bertindak sesuau dengan moralitas mereka sendiri yang berbeda dari moralitas yang secara umum dianut.

Sumber: Thucydides dan Prinsip Realisme Binus University International Relations (http://ir.binus.ac.id/2012/08/02/thucydides-dan-prinsip-realisme/)

Sebab Perang menurut Thucydides


Cause of War
Immediate cause: perbedaan kepentingan antara Athena dan Sparta, ekspansi vs survival Underlying cause: perkembangan Athena yang menyebabkan Sparta merasa khawatir

Immediate Cause

Underlying Cause

Skeptisisme Moral
Menurut Thucydides, hubungan antarbangsa adalah arena konflik. Dalam kasus Yunani kuno, gap kekuatan antara polis-polis yang ada adalah faktor perang. Sehingga, moral pun diabaikan di bawah kekuatan. Inilah yang melahirkan konsep SKEPTISISME MORAL.
Hanya ada satu moralitas bagi moral pribadi dan yang lain, dan moralitas yang benar-benar berbeda bagi ranah publik

Konsep Penting Lain dari Pemikiran Thucydides


Security Dilemma: Kondisi di mana suatu negara dihadapkan pada pilihan untuk menjaga relasi atau untuk mengamankan diri dari kekuatan lawan. Balance of Power: Sebuah kondisi ideal yang menjadi syarat timbulnya perdamaian bagi kaum realis.

Poin Pemikiran Thucydides


Arena internasional adalah sesuatu yang bersifat anarkis. Dalam memahami posisi dalam hubungan internasional, negara berpedoman pada karakter alamiah lingkungannya. Negara adalah aktor utama yang bersifat egois, sebagaimana cerminan dari naluri manusia. Perang adalah alat pemenuhan kepentingan negara yang paling fundamental.

Referensi
Binus University International Relations. Thucydides dan Prinsip Realisme. <http://ir.binus.ac.id/2012/08/02/thucydides-dan-prinsiprealisme/> Point of Reference Harvard University . The Influence of Thucydides in Modern World. <http://www.hri.org/por/thucydides.html> Bacaan kelas Teori Politik Internasional, Minggu IV Thucydides.