Anda di halaman 1dari 58

GEOLOGI REKAYASA

MKPB 651

LIQUEFACTION
BAMBANG RAHARMADI, ST., MT Jumat Jam 18.00 19 .40

Liquefaction PASIR
Liquefaction Tanah Pasir adalah Suatu
Fenomena Hilangnya Ketahanan Mekanik dari

Tanah, Sebagai Akibat Adanya Beban Siklik


Gempa atau Monoton

Likuifaksi

(Liquefaction)

merupakan

peristiwa

melunaknya tanah pasir lepas yang basah, sehingga


tidak mampu lagi menahan beban bangunan. Akibat

likuifaksi, bangunan menjadi amblas ke dalam tanah,


lantai bergelombang dan retak, ataupun terjadinya

kemiringan.

Likuifaksi (liquefaction) adalah juga merupakan suatu proses atau kejadian berubahnya sifat tanah dari keadaan padat menjadi keadaan cair, yang disebabkan oleh beban siklik pada waktu terjadi gempa/getaran sehingga tekanan air pori meningkat mendekati atau melampaui tegangan vertikal.

Hilangnya Soil Resistance tersebut ditandai dengan hilangnya tegangan efektif antar butiran partikel tanah ( = 0), sebagai akibat naiknya harga tegangan air pori (u) hingga mencapai harga Overburden Pressure (u = dan u = ) dalam suatu tanah yang relatif jenuh (Sr = 95% - 100%)

Kenaikan harga Pore Water Pressure ini,


terjadi pada kondisi Undrained atau Short

Term. Sebagai akibat adanya beban siklik yang


mendadak dan berulang-ulang dari suatu

gempa/getaran.

Tanah yang terletak dalam air lebih cenderung

terlikuifaksi struktur tanah pada daerah tersebut


biasanya memiliki sifat butiran partikel yang

sangat lepas, sebagai contoh tanah-tanah yang


terdapat dalam sungai, danau ataupun samudera

akan

memiliki

partikel

tanah

yang

tidak

mengikat satu sama lainnya.

Apabila terjadi gonjangan tanah yang memeliki

sifat butirannya saling lepas akan terurai lebih


cepat dibandingkan dengan tanah yang memiliki

ikatan

antar

partikelnya,

sehingga

potensi

terjadinya likuifaksi lebih besar pada tanah yang

berbutir lepas.

Pada saat liquefaction, perilaku tanah berubah menjadi seperti FluidViscous

Gempa di Niigata, Japan tahun 1964

Pada saat liquefaction, perilaku tanah berubah menjadi seperti Fluid-Viscous

Hilangnya ketahanan mekanik tersebut, dapat


dilihat melalui teori Mohr-Coulumb sebagai

berikut :

Kriteria Keruntuhan Mohr Coulomb

1. Jika dan pada bidang runtuh ab


mencapai titik A, keruntuhan geser tidak

akan terjadi.
2. Keruntuhan geser akan terjadi, jika dan

padabidang runtuh ab mencapai titik B dalam


kurvaselubung keruntuhan.

3 Keadaan tegangan pada titik C tidak akan


pernahterjadi, sebab keruntuhan telah terjadi

sebelum mencapai tegangan tersebut.

Untuk pasir non kohesif, c=0, persamaan

menjadi :
= ( u ) tg

Pada saat liquefaction u = , maka = 0, dan


akhirnya = 0 (Tanah Runtuh)

Pada saat liquefaction u = ,


Kenaikan harga pore water pressure ini hanya

dapat terjadi pada kondisi UNDRAINED atau


short term, sebagai akibat adanya beban siklik

yang mendadak dan berulang-ulang dari suatu


gempa.

Akibat dari Liquefaction


Akibat yang ditimbulkan dengan adanya

Liquefaction Tanah dapat berupa :


Penurunan (settlement)

Longsoran (sliding)
Keluarnya air ke permukaan tanah

Kehancuran Gedung, Jembatan, Jalan Raya,


dll

Gempa di Kepulauan NIAS, 2005

Gempa di Kepulauan NIAS, 2005

Amblasnya bangunan karena hilangnya daya dukung akibat likuifaksi. Gempa Izmit, Turki (dari Olsen, ERDC-WES).

Jatuhnya bentang jembatan karena adanya pergerakan lateral tanah akibat likuifaksi(dari University of California, Berkeley).

Faktor-faktor yang mempengaruhi kemungkinan terjadinya LIQUEFACTION

Tipe Tanah
Kepadatan Tanah atau Angka Pori

Tekanan Samping Awal


Besarnya Gempa

Jangka Waktu Gempa

Tipe Tanah Tanah berbutir seragam mempunyai

kemungkinan terjadi liquefaction lebih besar dibandingkan tanah pasir dengan diameter butir yang beraneka ragam (well graded)

REVIEW MEKANIKA TANAH

Kepadatan Tanah atau angka pori


Kepadatan tanah yang kurang atau angka pori lebih besar . Angka pori tanah pasir yang kurang padat lebih mungkin terjadi LIQUEFACTION. Dari faktor-faktor yang mempengaruhi kuat geser tanah pasir yang paling besar pengaruhnya adalah nilai angka pori, karena nagka pori akan

berpengaruh terhadap kerapatannya.

Pada pengujian geser langsung maupun triaksial,

bila angka pori rendah atau kecepatan relatif


tinggi, maka nilai kuat geser akan tinggi pula, Jika

dua macam tanah pasir mempunyai kerapan


relatif sama, tetapi gradsinya berlainan, maka pasir

yang

mempunyai

gradasi

lebih

baik

akan

mempunyai sudut gesek dalam lebih besar.

Ukuran butiran untuk pasir dengan angka pori yang sama, tidak banyak berpengaruh pada sudut gesek dalamnya. Jadi pasir halus dan pasir kasar pada angka pori yang sama akan mempunyai sudut gesek yang sama.

Tekanan Samping Awal


Kemungkinan LIQUEFACTION berkurang bila

tekanan samping awal besar.


Confining pressure pada suatu lapisan tanah yang

lebih dalam biasanya lebih tinggi dibandingkan


dengan confining pressure pada permukaan tanah.

Dari beberapa kasus likuifaksi menunjukkan bahwa daerah yang berpontensi terjadinya likuifaksi biasanya hanya sampai kedalaman sekitar 15 m. Pada lapisan tanah yang lebih dalam secara umum terjadi likuifaksi karena adanya tegangan selimut yang lebih tinggi.

Besarnya Gempa
Lebih besarnya gempa yang terjadi jelas memungkinkan terjadi LIQUEFACTION

Jangka Waktu Gempa


Lebih lama terjadi gempa, lebih mungkin

terjadi LIQUEFACTION

Semakin dalamnya tanah dasar akibat gempa dengan frekwensi tinggi dan menengah amplifikasi,

mengakibatkan

menurunnya

sedangkan akibat gempa dengan frekwensi rendah mengakibatkan semakin membesarnya amplifikasi.

Semakin lunak tanahnya akibat gempa dengan


frekwensi tinggi maka percepatannya semakin

mengecil.
frekwensi

Sedangkan
rendah

akibat

gempa

dengan
semakin

percepatanya

membesar. Semakin dalamnya ketebalan tanah maka


simpangan yang terjadi pada permukaan semakin

membesar baik akibat gempa dengan frekwensi


tinggi, menengah maupun rendah.

METODE UMUM UNTUK MENGEVALUASI POTENSIAL LIQUEFACTION Potensi Liquefaction dari tanah, secara umum

dapat ditentukan dengan cara mempelajari kondisi


dari soil properties, Faktor Lingkungan dan

karakteristik gempa. Beberapa faktor spesific yang perlu dianalisa,


dikaitkan dengan potensi liquefaction adalah

sebagai berikut :

Soil Properties :
Damping characteristic Unit Weight Grain characteristic Soil Structure Dll

Faktor Lingkungan
Seismic History Geologic History Koefisien Tekanan Tanah Lateral Kedalaman Permukaan Air Tanah Jenis Pondasi yang digunakan Tekanan Efektif Tanah

Karateristik Gempa
Besaran dan Intensitas Gempa Lamanya Gempa Likuifaksi ini terjadi pada tanah dengan pasir gembur dengan air tanah dangkal ketika terjadi gempa kuat dengan skala MMI (Modified Mercalli Intensity)

di atas tujuh (di mana manusia sulit untuk berdiri) dan lama getaran sampai satu menit lebih.

Gempa di Niigata, Japan tahun 1964 (M=7,5)

Metode untuk mengevaluasi potensial liquefaction didalam suatu lapisan tanah , dapat dilihat pada gambar disamping. Zona liquefaction dalam tanah dapat ditentukan apabila :

av (average shear stress) > 1 (cyclic stress

causing liquefaction).
Sebaliknya bila av < 1, maka tidak ada liquefaction.

av diperoleh dariperhitungan sesuai dengan besar kecilnya amplitudo tegangan gempa yang terjadi. Sedangkan harga 1 diperoleh
Harga dari testing program baik di laboratorium maupun di lapangan

Perhitungan Kedalaman Terjadinya Liquifaction


Diketahui seperti gambar di bawah:

mt ma 5 ft

Pasir

15 ft

D50 = = Dr = Gempa = a=

0,2 113 50 7,5 0,131

mm pcf % skala richter g

Pertanyaan: Cek pada kedalaman 20 ft apakah terjadi liquifaction? Penyelesaian: - Menentukan rd h= 20 ft (dari grafik 8 hal 97: Diktat Pondasi Dinamis; Ananta ITS) rd = 0,95 .h

rata-rata = 0,65.
g

a max.rd

= 182,8171 pcf

0,95

- Kekuatan 7 skala richter didapat dari tabel Nc = 10 Tabel Nc Skala Richter 7 7,5 8

Nc 10 20 30

D50 =
dc 2a =

0,2 mm (grafik 8.2 hal. 98 dgn Nc = 10)


0,24

Dr = Cr =

50 % (grafik 8.3 hal. 99)


0,57

0,24

0,2

0,57

50

dc

Dr ) Cr. 50

= o (
2a =

181,944 pcf

Maka

rata-rata =

182,8171 pcf

>

20 =

181,944 pcf

Terjadi Liquifuction

Method of Evaluating Liquefaction Potencial

Stress 0 0 5
10 15

50

100

150

200

250

300

350

400

Depth

20 25
30

35 40
45

182,817