Anda di halaman 1dari 36

ANALGESIK OPIAT

Oleh Wiwik Kusumawati

Peptida endogen (peptida opiat)

POMC (Pro-Opiomelanocortine)
Endorfin ACTH

Pro dinorfin
Dinorfin

Proenkefalin
Enkefalin

Reseptor opiat

Reseptor
Analgesi, euforia, depresi respirasi

Reseptor
Analgesia, disforia, miosis

Reseptor
Stimulan, psikotomimetik

Reseptor
?

Reseptor
?

Obat Analgesik Opiat

Strong agonist
Morfin, diamorfin/heroin, metadon, petidin, meperidin, fentanil

Moderate-mild agonist
Kodein, dehidrokodein, difenoksilat

Partial agonist
Pentazosin, nalbufin, buprenorfin

Antagonist
Nalokson, naltrekson, nalorfin

MORFIN
Papaver somniverum (candu, kulit buah muda) Morfin (9-17 %) Kodein (0,3-4 %) Tebain (0,2 %) Papaverin (1 %) dan Noskapin (2-8 %)

INDIKASI Severe pain, terminal care Nyeri visceral

Efek morfin

Sentral
Analgesia Euforia Sedasi Depresi respirasi Miosis Menekan batuk Mual, muntah

Perifer
Konstipasi Konstriksi bilier sfinkter oddi Release histamin

Farmakokinetik

PO, cepat mengalami first pass metabolism, dosis untuk efek analgesi tidak efektif diperlukan lebih besar dengan resiko efek toksis Pemberian injeksi Metabolisme di hepar
Konjugasi asam glukoronat Metabolit inaktiv Metabolit aktiv lebih poten

Heroin
Diasetil morfin Dua kali lebih poten dari morfin Metabolit bersifat aktif Euforia lebih menonjol Efek mual, konstipasi, hipotensi kurang dibandingkan morfin

Metadon
Indikasi sebagai terapi substitusi adiksi oleh morfin, heroin PO, absorbsi sempurna Durasi panjang

Petidin
Efek analgesia dan depresi respirasi sama dengan morfin Efek konstipasi dan antitusiv kurang Lebih larut dalam lipid, onset lebih cepat Metabolisme di hepar, hasil metabolit (dosis tinggi) menyebabkan eksitasi

Kodein
Metil morfin Indikasi untuk antitusiv dan antidiare Efek analgesik kurang dibandingkan morfin Afinitas terhadap reseptor opiat rendah PO, absorbsi baik Metabolisme di hepar menjadi morfin Efek samping konstipasi, muntah, sedasi

Pentazosin
Injeksi efikasi analgesik di antara morfin dan kodein Agonis reseptor dan Antagonis reseptor Resiko dependensi kurang Halusinasi,mimpi buruk, gangguan berfikir ()

Antagonis opiat
Nalokson efikasinya sangat rendah pada pemberian peroral, dan empunyai durasi yang pendek (1-2 jam). Naltrekson absorbsinya baik pada pemberian peroral tetapi cepat mengalami first pass metabolism oleh hepar, mempunyai waktu paruh 10 jam

Nalmefene merupakan derivat naltrekson juga untuk mengatasi overdosis opiat diberikan secara intavena, mempunyai waktu paruh 8-10 jam. Pemberian intravena antagonis opiat pada pasien over dosis morfin memberikan efek antagonis setelah 1-3 menit.

OBAT/ EFEK Aksi Indikasi Sedasi Depen densi

OBAT AINS NONNARKOTIK Perifer Nyeri ringan sedang inflamasi Tidak ada Tidak ada

ANALGESIK NARKOTIK Sentral Nyeri berat Ada Ada

Penyalahgunaan Obat dan NAPZA (drug abuse)


Misuse Drug abuse Penggolongan:

Opiat Depresan Stimulan Halusinogen Inhalasi, dll

Toleransi Adiksi Dependensi Cross dependensi Withdrawl syndrome

Al-Baqarah: 219 khamer dan judi pada keduanya terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosanya lebih besar dari manfaatnya, juga dalam Al-Maidah: 90 khamer, berjudi, berkorban untuk berhala, mengundi nasib dengan panah adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan syaithan.

Toleransi
Penurunan respon tubuh terhadap obat Jumlah reseptor berkurang Afinitas obat berkurang Metabolik dan

Adiksi
Ketagihan Adanya toleransi (penurunan efek) menyebabkan dosis obat dinaikkan ( to add) untuk mendapatkan respon yang sama

Dependensi
Ketergantungan psikis Dorongan psikologis kuat untuk memperoleh obat Ketergantungan fisik Gejala fisik yang timbul akibat penghentian penggunaan obat kronis

Cross Dependensi
Ketergantungan terhadap suatu obat tertentu diikuti ketergantungan pada obat lain Obat A cross dependensi dengan obat B Selain mengalami ketergantungan terhadap obat A individu tersebut juga tergantung pada obat B

Withdrawl syndrome
sindroma yang timbul akibat penghentian penggunaan obat kronis secara mendadak Manifestasi gejala berlawanan dengan efek obat semula Morfin, nitrazepam, mariyuana

OBAT

ADAPTASI

ADIKSI

TOLERANSI

DEPENDENSI

FISIK

PSIKIS

Penyalahgunaan opiat
Heroin, morfin, meperidin dan oksikodon Heroin paling sering oleh karena efek euforia lebih menonjol, sedangkan efek konstipasi lebih jarang Sindroma putus obat timbul setelah pemakaian 8-10 jam

Penyalahgunaan alkohol
Dosis rendah perubahan perilaku (disinhibisi) Dosis tinggi depresi Absorbsi PO sempurna Metabolisme oleh hepar Toleransi cepat

Kadar efek (toleransi dan kadar dalam SSP) Sindroma putus obat alkohol menurut onsetnya dapat berlangsung cepat (early), timbul dalam waktu kurang dari 48 jam dan lambat (late) timbul sekitar 1-6 hari setelah konsumsi terakhir.

Penyalahgunaan barbiturat
Short acting (sekobarbital dan pentobarbital) lebih cepat dan berbahaya Penggunaan stimulan menyebabkan poly drugs abuse Kombinasi obat lain berakibat fatal (depresi SSP)

Penyalahgunaan mariyuana
Tertua, India dan China, baru Amerika Pemberian PO, rokok Efek: euforia, rileks, tertawa tidak terkontrol Intoksikasi: meta merah, peningkatan nadi, dll

Penyalahgunaan LSD
LSD (lysergic acid diethilamide), semisintetik dari alkaloid ergot Meskalin, psilosibin dan fensiklidin (PCP atau angel dust) LSD like group. Pada over dosis mengakibatkan reaksi panik dan psikosis akut dan psikosis depresi pada individu yang mempunyai predisposisi.

Penyalahgunaan stimulan

Kokain, amfetamin, nikotin dan kafein Kokain berasal dari Amerika selatan, penggunaannya kemudian meluas sampai Eropa. Kokain dalam medis digunakan untuk anestesi lokal daerah mata, Penyalahgunaan dengan cara di hisap atau dicampurkan dalam rokok Efek euforia yang durasinya relatif pendek sekitar satu jam sehingga penggunaannya sering diulangulang.

Amfetamin Efek psikoaktif (dekstroamfetamin) dan halusinasi (MDMA: Metilin Dioksi Metamfetamin). Toleransi obat ini sangat cepat terjadi, dependensi psikis lebih sering terjadi dari pada dependensi fisik. Sindroma putus obat terjadi setelah beberapa hari penggunaan terakhir.

Penyalahgunaan obat inhalasi


N2O dan eter Pelarut industri (hidrokarbon, toluene) Aerosol propellant (fluorokarbon) Nitrit organik (butil nitrit) Motivasi penyalahgunaan karena murah, cepat menimbulkan efek (euforia dan rileks), mudah penggunaannya, durasi pendek dan dapat meningkatkan mood.

Pada anak-anak usia belasan tahun dengan sosio ekonomi rendah. Penyalahgunaan aerosol propellant seperti dari bahan plastik dapat menimbulkan efek euforia, rileks, disorientasi dan halusinasi, tetapi pada penggunaan bahan ini dapat terjadi sudden death akibat asfiksia atau aritmia. Senyawa nitrit organik dikenal efeknya pada peningkatan potensi seksual, tetapi pada keadaan intoksikasi menyebabkan aritmia.

Terapi dependensi
Cold turkey methode Terapi substitusi

(metadon)

Wassalamu`alaikum Wr. Wb.