Anda di halaman 1dari 36

SNAKE BITE

Laporan Kasus

PEMBIMBING dr. M. TAMBAH THAIBSYAH Sp.B dr. SYAFRUDDIN Sp.B dr. MUFRIZAL Sp.B DISUSUN OLEH: INDA WARDHANA BANGUN 090610056

STATUS PASIEN

IDENTITAS PENDERITA
1. Nama 2. Umur : Ny.H : 60 tahun

3. Alamat
4. Jenis Kelamin 5. Agama 6. Pekerjaan 7. Status Perkawinan 8. TMRS 9. Jam 10.No.MR

: Desa Pulo Klat, kecamatan Samudra


: Perempuan : Islam : Petani : Kawin : 31 Juli 2013 : 15.45 WIB : 35-13-92

Anamnesis
Keluhan Utama Keluhan Tambahan : Luka gigitan ular : -

Riwayat Penyakit Sekarang : Pasien datang ke IGD RSU Cut Meutia dengan keluhan luka gigitan ular pada jari kelingking yang terjadi 1 jam yang lalu, pasien mengeluh bengkak, nyeri pada daerah luka serta kebas di sekitar tangannya .

Riwayat Penyakit Dahulu Riwayat Pemakaian Obat

: Hipertensi : obat anti hipertensi

Riwayat Penyakit Keluarga : -

PEMERIKSAAN FISIK Tanda Vital Tekanan darah : 150/100 mmHg Nadi : 80x/menit

RR
Temperatur Kesadaran

: 23x/menit
: 36,8o C : Compos mentis

STATUS LOKALISATA

KEPALA
Bentuk kepala : kontur maxillofasial simetris Mata : pupil isokor +/+, konjungtiva anemis -/-, sklera ikterik -/-, reflek cahaya +/+, pupil bulat,isokor,diameter 3mm/3mm

Hidung
Telinga Mulut

: deformitas (-)
: deformitas (-) : sianosis bibir (-), mukosa mulut dan lidah merah muda, petekie (-), stomatitis (-), lidah kotor (-) : Massa (-), pembesaran KGB (-)

Leher

THORAKS

Paru
Inspeksi : simetris dalam keadaan statis maupun dinamis

Palpasi
Perkusi

: pergerakan simetris, vocal fremitus simetris


: sonor seluruh lapangan paru.

Auskultasi: Suara nafas vesikuler +/+,Wheezing -/-, Rhonki -/-

Jantung
Inspeksi Palpasi Perkusi Batas kanan : Iktus tidak terlihat : Iktus tidak teraba, thrill tidak teraba : Batas atas : ICS 2 : Linea strenalis dextra : Linea midclavicula ris sinistra

Batas bawah : ICS 4

Batas kiri

Auskultasi

:S1S2 reguler, murmur (-), galop(-)

ABDOMEN Inspeksi : Bentuk simetris, hiperpigmentasi (-),hiperemi (-),venektasi (-), sikatrik (-) : soepel, nyeri tekan (-) : timpani , liver dullness(-) : peristaltik (+) normal GENETALIA

Palpasi Perkusi Auskultasi

PEREMPUAN
EKSTREMITAS Deformitas (-), edema tungkai (-/-)

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Laboratorium : darah rutin

KGD
Clotting time Bleeding time DIAGNOSIS Vulnus morsum serpentis a/r Interphalanx distal digiti V manus sinistra

PENATALAKSANAAN :
Medikamentosa : IVFD Dextros 5% + drip SABU 1 amp 20gtt/i

Inj Cefotaxim 1 gr/12 jam


Inj Ranitidin 25 mg/12 jam Inj Ketorolac 3 %/12 jam Inj ATS 1500IU Inj Dexa 5mg/12 jam Nifedipine 10 mg/12 jam Operatif : Debridement (cross insisi)

LAPORAN OPERASI Informed Consent Tanggal 2 Agustus 2013, pukul 11.30 WIB Debridement dimulai Pasien dengan posisi berbaring terlentang

Lakukan tindakan asepsis/antisepsis dengan betadine dan alkohol 70%.


Batasi lapangan operasi dengan doek steril.

Lakukan anestesi infiltrasi/field block dengan zat anestesi lokal (lidokain atau prokain) di sekeliling daerah luka gigitan.
Lakukan Cross insisi.

Rawat perdarahan yang terjadi


Cek perdarahan luka ditutup dengan verba

INSTRUKSI POST OPERASI Istirahat IVFD RL 20 gtt/i Inj Cefotaxim 1 gr/ 8 jam Inj Kalnex amp/8 jam Inj Ketorolac 1amp /8jam Inj Ranitidin 1 amp/12 jam Inj Ondancentron 1 amp/12 jam Nifedipine 10 mg/12 jam Ganti perban hari ke 3 post op Penilaian luka

PROGNOSIS Bila dilakukan tindakan Debridement segera dan pemberian SABU yang sesuai: Quo ad vitam : dubia at bonam Quo ad functionam : dubia at bonam Quo ad sanactionam : dubia at bonam

Gambar 1.1 terlihat luka gigitan ular pada jari kelingking tangan kiri sebelum debridement

Gambar 1.2 Post debridement

Gambar 1.3 post debridement hari ke 7

STATUS FOLLOW UP PASIEN


Tanggal 31 juli 2013 S nyeri kepala (+),nyeri pada luka (+),keram dan bengkak pada wilayah tangan lain(+) BAK(+), BAB(+) O KU : baik Sens: CM TD:150/100 mmHg HR :80 x/i RR : 23x/i T : 36,80C A Vulnus morsum serpentis a/r P IVFD Dextr 5% drip SABU 1 ampl 20gtt/i Inj. Cefotaxim 1 gr/12 jam Inj. Ranitidine amp/8 jam Inj. Ketorolac 3%/ 8 jam Inj Ondancentron 1 amp / 12 jam Nifedipine 10 mg/ 12jam Inj.ATS 1500 IU Inj.Dexa 1 amp/12jam Periksa CT dan BT IVFD RL 20gtt/i Inj. Cefotaxim 1 gr/12 jam Inj. Ranitidine amp/8 jam Inj. Ketorolac 3%/ 8 jam Inj Ondancentron 1 amp / 12 jam Nifedipine 10 mg/ 12jam Besok debridement di OK IVFD RL 20gtt/i Inj. Cefotaxim 1 gr/12 jam Inj. Ranitidine amp/8 jam Inj. Ketorolac 3%/ 8 jam

Interphalanx distal V digiti manus

sinistra

1 Agustus 2013

Rangsangan Nyeri menurun, nyeri kepala, tangan bengkak, konjung tiva anemis(+),BAB(+) BAK(+)

KU : baik Sens: CM TD : 140/90 mmHg HR : 78x/i RR : 28x/i T : 37,00C

Vulnus morsum serpentis a/r

Interphalanx distal V digiti manus

sinistra

2 Agustus 2013

Nyeri pada daerah luka, perdarahan aktif, konjungtiva anemis,lengan bengkak, nyeri kepala(+), BAB(+), BAK(+)

KU : baik Sens: CM TD : 130/80 mmHg HR : 64 x/i RR : 22x/i T : 37,50C

Vulnus morsum serpentis a/r

Interphalanx

3 Agustus 2013

Nyeri pada daerah luka, perdarahan aktif, konjungtiva anemis,nyeri kepala(+), BAB(+), BAK(+)

KU : baik Sens: CM TD : 125/70 mmHg HR : 82x/i RR : 24x/i T : 36,50C

Post debridement
e

/c

Vulnus

morsum serpentis a/r Interphalanx distal V digiti manus

sinistra

4 Agustus 2013

Nyeri pada daerah luka, perdarahan aktif merembes, konjungtiva anemis,nyeri kepala(+), BAB(+), BAK(+)

KU : lemah Sens: CM TD : 130/70 mmHg HR : 80x/i RR : 24x/i T : 36,50C

Post debridement
e

/c

Vulnus

morsum serpentis a/r Interphalanx distal digiti V manus sinistra Post debridement

5 Agustus 2013

Nyeri pada daerah luka, perdarahan aktif merembes, konjungtiva

KU : lemah Sens: CM TD : 130/80 mmHg

Bed rest IVFD RL 20 gtt/i Inj Cefotaxim 1 gr/8 jam Inj ketorolac 3%/8 jam Inj Kalnex amp/8 jam Inj ondancentron 1 amp / 12 jam. Observasi perdarahan Jam 19.00 perdarahan meningkat Jam 19.30 cek HB cyto dgn hasil HB:8 Lapor dr jaga perintah:pasien dorong ke OK untuk di heacting dan transfusi 2 bag PRC Bed rest IVFD RL 20 gtt/i Inj Cefotaxim 1 gr/8 jam Inj ketorolac 3%/8 jam Inj Kalnex amp/8 jam Inj ondancentron 1 amp / 12 jam. Observasi perdarahan GV H+3 Bed rest IVFD RL 20 gtt/i Inj Cefotaxim

6 Agustus 2013

Nyeri pada daerah luka, perdarahan aktif merembes, konjungtiva anemis,nyeri kepala(+), rasa kebas pada tangan, BAB(+), BAK(+)

KU : lemah Sens: CM TD : 110/80 mmHg HR : 78x/i RR : 20x/i T : 36,60C

Post debridement
e

/c

Vulnus

morsum serpentis a/r Interphalanx distal V digiti manus

Bed rest IVFD RL 20 gtt/i Inj Cefotaxim 1 gr/8 jam Inj ketorolac 3%/8 jam Inj Kalnex amp/8 jam Inj ondancentron 1 amp / 12 jam. Observasi perdarahan GV

sinistra 7 Agustus 2013 Nyeri pada daerah luka, perdarahan aktif merembes, konjungtiva anemis,nyeri kepala(+), BAB(+), BAK(+) Rangsangan sensorik ujung jari kelingking menurun. ujung jari kelingking mati rasa dan menghitam KU : lemah Sens: CM TD : 110/80 mmHg HR : 80x/i RR : 21x/i T : 36,00C Post debridement
e

/c

Vulnus

morsum serpentis a/r Interphalanx distal V digiti manus

sinistra

Bed rest IVFD RL 20 gtt/i Inj Cefotaxim 1 gr/8 jam Inj ketorolac 3%/8 jam Inj Kalnex amp/8 jam Inj ondancentron 1 amp / 12 jam. Observasi perdarahan GV Terlihat jaringan nekrotik rencana amputasi jika keluarga dan pasien setuju Paien PAPS

8 Agustus 2013

Nyeri pada daerah luka, perdarahan aktif merembes, konjungtiva anemis,nyeri

KU : lemah Sens: CM TD : 100/80 mmHg HR : 75x/i

Post debridement

DISKUSI
Pada tanggal 31 Juli 2013,Ny.H, 60 tahun datang ke IGD Rumah Sakit Umum Cut Meutia dengan luka gigitan ular pada ujung jari kelingking kiri yang terjadi 1 jam yang lalu saat masuk rumah sakit. Dari pemeriksaan fisik, status lokalisata daerah Interphalanx distal digiti V manus sinistra terlihat luka yang dalam sebanyak 2 buah dan bengkak. Pada pemeriksaan palpasi didapatkan Nyeri tekan (+), ukuran 0,2 cm x 0,2 cm dan 0,2cm x 0,1cm dengan jarak kedua luka 1,2cm Pada tanggal 2 Agustus 2013 dilakukan tindakan debridement dengan cross insisi menggunakan anestesi lokal dan segera setelahnya dilakukan penilaian luka pada hari pertama post debridement dan perencanaan ganti verban hari ke-3 setelah Debridement.

Tanggal 3 Agustus 2013, dilakukan follow up tanda vital pasien dengan hasil lain berupa nyeri pada lapangan debridement, nyeri kepala perdarahan aktif,tangan membengkak. Tanggal 4 Agustus 2013, dilakukan follow up tanda vital pasien dan penilaian terhadap luka bekas Debridemenent yaitu Nyeri pada daerah luka, perdarahan aktif merembes,tangan membengkak. Tanggal 5 Agustus 2013, dilakukan follow up tanda vital pasien dan penilaian terhadap luka bekas Debridemenent yaitu Nyeri pada daerah luka, perdarahan aktif merembes,tangan membengkak.

Tanggal 6 Agustus 2013, dilakukan follow up tanda vital pasien dan penilaian terhadap luka bekas Debridemenent yaitu Nyeri pada daerah luka, perdarahan aktif merembes, rasa kebas pada tangan.

Tanggal 7 Agustus 2013, dilakukan follow up tanda vital pasien dan penilaian terhadap luka bekas Debridemenent yaitu Nyeri pada daerah luka, perdarahan aktif merembes, Rangsangan sensorik ujung jari kelingking menurun.
Tanggal 8 Agustus 2013, dilakukan follow up tanda vital pasien dan penilaian terhadap luka bekas Debridemenent yaitu Nyeri pada daerah luka, perdarahan aktif merembes, Rangsangan sensorik ujung jari kelingking menurun, ujung jari kelingking mati rasa dan menghitam. Pasien PAPS

RESUME
No. RM : 35-13-80 Masuk tanggal : 31 Mei 2013 1. 2. 3. 4. Nama pasien Umur Alamat Diagnosa masuk : Ny. H : 60 tahun : Desa pulo klat, Kecamatan samudra : Vulnus morsum serpentis a/r distal digiti V manus sinistra 5. Diagnosa utama : Vulnus morsum serpentis a/r distal digiti V manus sinistra 6. 7. 8. 9. Jenis tindakan : Debridement Interphalanx Interphalanx

Keadaan pasien waktu masuk : KU baik, kesadaran compos mentis Pemeriksaan fisik Pemeriksaan laboratorium : TD 150/100 mmHg : Darah rutin Clotting time Bleeding time KGD ( - )

10. Terapi

11. Keadaan pasien waktu pulang: Telah dilakukan umum ganti lemah. verban TD H+7, kesadaran pasien 75x/i, compos RR mentis dengan bekas

keadaan

100/80

mmHg,

HR:

19x/i.

Luka

debridement dinilai tidak baik, pus (-), darah (+), hiperemis (+) terdapat jaringan nekrotik pada interphalanx distal digiti V manus.

TINJAUAN PUSTAKA Klasifikasi Vulnus

Vulnus Vulnus Vulnus Vulnus Vulnus Vulnus

Laceratum (Laserasi/Robek) Excoriasi (Luka Lecet) Punctum (Luka Tusuk) Schlopetorum (Lika Tembak) Scissum/Insivum (Luka Sayat) Morsum (Luka Gigitan)
gigitan Ular (vulnus morsum serpentis) gigitan Anjing (vulnus morsum canis) Gigitan Kucing (vulnus morsum felis ) Gigitan Monyet (vulnus morsum macacus) Gigitan Manusia (vulnus morsum sapiens) Gigitan Kalajengking (vulnus morsum)

Ekstremitas Superior

Epidemiologi
Di Amerika Serikat, 76% korban adalah laki-laki kulit putih. Studi nasional di Negara tersebut melaporkan angka perbandingan antara laki-laki dan perempuan adalah 9:1, dengan 50% korban berada pada rentang usia 18-28 tahun.

PATOFISIOLOGI

(A)Ular tidak berbisa tanpa bekas taring, (B) Ular berbisa dengan bekas taring.

TANDA dan GEJALA GIGITAN ULAR BERBISA

Klasifikasi
Derajat Gigitan Ular (Parrish) 1. Derajat 0 - Tidak ada gejala sistemik setelah 12 jam - Pembengkakan minimal, diameter 1 cm 2. Derajat I - Bekas gigitan 2 taring - Bengkak dengan diameter 1 5 cm - Tidak ada tanda-tanda sistemik sampai 12 jam 3. Derajat II - Sama dengan derajat I - Petechie, echimosis - Nyeri hebat dalam 12 jam 4. Derajat III - Sama dengan derajat I dan II - Syok dan distres nafas / petechie, echimosis seluruh tubuh 5. Derajat IV - Sangat cepat memburuk.

Terapi yang dianjurkan meliputi:


a. Bersihkan bagian yang terluka dengan cairan faal atau air steril. b. Untuk efek lokal dianjurkan imobilisasi menggunakan perban katun elastis c. Pemberian tindakan pendukung berupa stabilisasi d. Pemberian suntikan penisilin kristal sebanyak 2 juta unit secara intramuskular. e. Pemberian suntikan antitetanus f. Pemberian sedasi atau analgesik g. Pemberian serum antibisa

Pedoman terapi SABU mengacu pada Schwartz dan Way (Depkes, 2001): Derajat 0 dan I tidak diperlukan SABU, dilakukan evaluasi dalam 12 jam, jika derajat meningkat maka diberikan SABU Derajat II: 3-4 vial SABU Derajat III: 5-15 vial SABU Derajat IV: berikan penambahan 6-8 vial SABU

KOMPLIKASI PENDERITA GIGITAN ULAR BERBISA 1.Tanda kelemahan 2.Kemungkinan relaps yang berbahaya timbul 3 hari setelah gigitan. 3.Efek keracunan