Anda di halaman 1dari 45

FISIOLOGI MUSKULOSKELETAL

KELOMPOK IV
Nama Anggota Kelompok : 1. Rudi Firmansyah 2. Fiktijar Istisani 3. Yogie Sanjaya 4. Mahdy Farras 5. Nurul Zakiyah 6. Dian Prima 7. Luvita Amalia 8. Siti Nurdiana 9. Sulaia Sangadji 10 . Wilda Anisa

TULANG

Sistem skelet (tulang) dibentuk oleh sebuah matriks dari serabut-serabut dan protein yang diperkeras dengan kalsium, magnesium fosfat, dan karbonat. Bahan bahan tersebut berasal dari embrio hyalin tulang rawan melalui osteogenesis kemudian menjadi tulang, proses ini oleh sel-sel yang disebut osteoblast. Terdapat 206 tulang di tubuh yang diklasifikasikan menurut panjang, pendek, datar, dan tak beraturan, sesuai dengan bentuknya. Permukaan tulang bagian luar yang keras disebut Periosteum, terbentuk dari jaringan pengikat fibrosa. Kualitas kerasnya tulang merupakan hasil deposit kalsium.

Tulang terdiri dari atas matriks organic keras yang sangat diperkuat dengan endapan garam kalsium dan garam tulang.
1. Matriks organik ini terdiri dari serat-serat kolagen dan medium gelatin homogen yang disebut substansi dasar. Substansi dasar ini terdiri atas cairan ekstraseluler ditambah proteoglikan, khususnya kondroitin sulfat dan asam hialuronat yang membantu mengatur pengendapan kalsium. 2. Garam-garam tulang terutama terdiri dari kalsium dan fosfat. Rumus garam utamanya dikenal sebagai hidroksiapatit.

PEMBENTUKAN TULANG
Tahap awal pembentukan tulang adalah sekresi Kolagen dan substansi dasar oleh osteoblas. Kolagen monomer dengan cepat membentuk Serat-serat kolagen dan jaringan akhir yang Terbentuk adalah osteoid, yang akan menjadi Tempat dimana kalsium mengendap. Sewaktu Osteoid terbentuk, beberapa osteoblas Terperangkap dalam osteoid dan selanjutnya Disebut osteosit

FUNGSI TULANG
Menahan jaringan tubuh dan memberi bentuk kepada kerangka tubuh 2. Melindungi organ organ tubuh (contoh tengkorak melindungi otak) 3. Untuk pergerakan (otak melekat kepada tulang untuk berkontraksi dan bergerak) 4. Merupakan gudang untuk menyimpan mineral (contoh kalsium) 5. Hematopoiesis (tempat pembuatan sel darah merah dalam sum-sum tulang)
1.

STRUKTUR TULANG

PERTUMBUHAN TULANG

Periosteum

Selama masa pertumbuhan, terjadi pemisahan daerah khusus di ujung setiap tulang panjang ( epifisis ) dari corpus tulang oleh suatu lempeng tulang rawan yang aktif berproliferasi, yakni lempeng epifisis. Dengan diletakkannya tulang baru pada ujung corpus tulang oleh lempang ini, tulang memanjang.

Pertumbuhan tulang terhenti setelah epifisis menyatu dengan corpus (penutupan epifisis). Epifisis dari berbagai tulang menutup dengan urutan yang teratur, dan epifisis yang terakhir menutup setelah pubertas.

BENTUK-BENTUK

TULANG

1. Tulang panjang (tulang paha ,tulang lengan atas ) terdiri dari bagian tengah dan bagian tepi (epifise). Bagian tengah terdiri dari tulang padat; bagian epifise dari tulang karang (cancellous atau trabecular),trabecular memberi tenaga kepada tulang ketika menurun bobotnya. 2. Tulang pendek (carpals) bentuknya tidak tetap dan didalamnya terdiri dari tulang karang ,bagian luar terdiri dari tulang padat. 3. Tulang pipih (adalah tulang tengkorak) terdiri dari dua tulang karang di sebelah dalam dan tulang padat di sebelah luar. 4. Bentuk yang tidak beraturan (vertebrae) sama seperti tulang pendek .

OTOT
Otot adalah sebuah mesin yang yang merubah suatu ide dari otak menjadi sebuah gerakan. Perubahan ini membutuhkan energi yang besar. Bila tidak ada otot, maka tidak akan ada yang dapat kita lakukan.

STRUKTUR OTOT
Sistem otot adalah sistem biologi manusia yang dapat digerakkan. Otot merupakan jaringan yang dapat berkontraksi, secara embriologi berasal dari lapisan mesodermal. Otot terdiri dari kumpulan sel-sel otot

OTOT RANGKA
merupakan otot yang pergerakannya disadari terdiri dari banyak inti, letaknya di tepi dan bercorak neuromuscular junction adalah tempat dimana motor neuron menstimulasi sel otot rangka. Otot rangka berkontraksi berdasarkan hantaran impuls dari motor neuron.

MEKANISME UMUM
KONTRAKSI OTOT

Mekanisme kerja otot pada dasarnya melibatkan suatu perubahan dalam keadaan yang relatif dari filamenfilamen aktin dan myosin. Selama kontraksi otot, filamen-filamen tipis aktin terikat pada dua garis yang bergerak ke Pita A, meskipun filamen tersebut tidak bertambah banyak.Namun, gerakan pergeseran itu mengakibatkan perubahan dalam penampilan sarkomer, yaitu penghapusan sebagian atau seluruhnya garis H.

Selain itu filamen myosin letaknya menjadi sangat dekat dengan garis-garis Z dan pita-pita A serta lebar sarkomer menjadi berkurang sehingga kontraksi terjadi. Kontraksi berlangsung pada interaksi antara aktin miosin untuk membentuk komplek aktin-miosin.

FUNGSI OTOT RANGKA :


1. Mendukung bentuk tubuh. 2. Membantu pergerakan tulang. 3. Ikut menjaga kestabilan suhu tubuh. 4. Membantu proses saat kontraksi sistem kardiovaskular dan sistem limfatik. 5. Melindungi organ dalam. 6. Menstabilkan persendian.

OTOT POLOS

A. B.

C.

merupakan otot yang gerakannya tidak disadari. Terdapat pada organ tubuh seperti : esofagus, usus, bronkus, uterus, ureter, bladder, vena. Otot polos terdiri dari satu inti dan tidak bercorak

OTOT JANTUNG

A. B.

C.

Merupakan otot yang gerakannya tidak disadari Struktur otot jantung terdiri dari satu inti, tetapi bercorak. Otot jantung hanya terdapat pada organ jantung .

SENDI

Sendi adalah engsel yang memebuat anggota tubuh dapat bergerak dengan baik, juga merupakan suatu penghubung antara ruas tulang satu dengan tulang lainnya, sehingga kedua tulang tersebut dapat di gerakan sesuai dengan jenis persendian yang di perantarainya.

SECARA

ANATOMIK DIBAGI ATAS

3:

Sinartrosis ( sendi fibrus ) Sinartrosis sinfibrosis Sinartrosis sinkondrosis Diartrosis Sendi peluru Sendi pelana Sendi putar Sendi luncur Sendi engsel

Amfiartrosis ( tulang rawan ) Sindesmosis simfis

SINARTROSIS ( SENDI FIBRUS / TULANGNYA TIDAK DAPAT BERGERAK )


Sinartrosis sinfibrosis adalah sinartrosis yang tulangnya dihubungkan dengan jaringan ikat fibrosa contohnya persendian tulang tengkorak . Sinartrosis sinkondrosis ( sinartrosis yang dihubungkan oleh tulang rawan contohnya hubungan antar sekmen tulang belakang ).

DIARTROSIS ( SENDI SINOVIAL / BEBAS BERGERAK )


Sendi peluru ( segala arah ) Contohnya hubungan tulang lengan humerus dengan scapula Sendi pelana (beberapa rotasi tetapi tidak kesegala arah ) Contohnya hubungan metacarpal dengan phalanges Sendi putar ( rotasi ) Contohnya hubungan tulang cranium dengan columna vertebralis ( tulang belakang ) Sendi luncur ( rotasi pada suatu bidang datar ) Contohnya hubungan tulang pergelangan kaki Sendi engsel ( satu arah ) Contohnya sendi siku antara humerus dengan tulang hasta

AMFIARTROSIS ( TULANG RAWAN / SEDIKIT BERGERAK )


Sindesmosis adalah tulang yang dihubungkan oleh jaringan ikat serabut dengan ligamen contohnya persendian antara tibia dan fibula. Simfisis adalah tulang yang dihubungkan oleh jaringan tulang rawan yang berbentuk seperti cakram contohnya hubungan antara ruas ruas tulang belakang.

SENDI SINOVIAL BERDASARKAN TIPENYA :

TERDAPAT BEBERAPA POIN


Yang perlu kita ketahui sebagian besar sendi kita adalah sendi sinovial. Permukaan tulang yang bersendi diselubungi oleh tulang rawan yang lunak dan licin. Keseluruhan daerah sendi dikelilingi sejenis kantong yang terbentuk dari jaringan berserat yang disebut kapsul.jaringan ini dilapisi membran sinovial untuk meminyaki sendi. Bagian luar kapsul diperkuat oleh ligamen berserat yang melekat pada tulang, menahannya kuat-kuat ditempatnya dan membatasi gerakan yang dapat dilakukan.

Rawan sendi yang melapisi ujung-ujung tulang mempunyai fungsi ganda yaitu untuk melindungi ujung tulang agar tidak aus dan memungkinkan pergerakan sendi menjadi licin serta sebagai penahan beban dan peredam benturan. Agar rawan berfungsi baik maka diperlukan matriks rawan yang baik pula

MATRIKS TERDIRI DARI 2


MAKROMOLEKUL
1.

2.

Protoglikan yang meliputi 10% berat kering rawan sendi, mengandung 70 80 % air, hal inilah yang menyebabkan tahan terhadap tekanan dan memungkinkan rawan sendi elastis. Kolagen yang dimana komponennya meliputi 50 % berat kering rawan sendi, sangat tahan terhadap tarikan. Makin kearah ujung rawan sendi makin tebal, sehingga rawan sendi yang tebal kolagennya akan tahan terhadap tarikan.

SISTEM SARAF
SEL SYARAF (NEURON) Dendrit = uluran pendek &Bercabang Nuklleus = inti yang mengandung kromosom gen Membran seltid lipid atau lemak Sitoplasma bening dan jernih Mitokondria mengolah makanan Badan sel ((soma)) bertanggung jawab untuk kehidupan sel Akson = uluran panjang mengandung selaput myelin

Neurilema (Schwann sheatt) Akson Hillock = bentuk Kerucut pada pertemuan akson dan soma Nodus of Ranviertanpa selaput myelin Terminal Buttons bagi akhir Akson berbenttuk kancing yang berfungsi melepaskan Neuro transmiter (berupa substansi kimia)

SISTEM SYARAF SYARAF


Sistem syaraf syaraf pusat melibatkan otak dan medula spinalis (sum-sum tulang belakang) syaraf tepi juga melibatkan otak dan medula spinalis hanya penyampaiannya berbeda yaitu : 1. Afferent (sensorik) reseptor ke ssp 2. Efferent (motorik) ssp ke otot dan kelenjar A. Somatik ssp ke otot rangka B. Otonomik ssp ke otot polos dan otot jantung dan kelenjar simpatis bisa meningkatkan atau mengurangkan parasimpatis bisa mengurangkan atau meningkatkan.

KLASIFIKASI SISTEM SYARAF


A. Berdasarkan jumlah uluran 1. Unipolar 2. Bipolar 3. Multipolar 4. Multipolar interneuron B. Berdasarkan fungsi 1. Afferent (sensorik) 2. Efferent (motorik) 3. Internuncial (intermediet)

BERDASARKAN JUMLAH ULURAN


1. Unipolar (pseudounipolar) akson dan dendrit dalam 1 garis pada hewan avertebrata. 2. Bipolar akson dan dendrit dipisahkan oleh badan sel (soma) pada sel batang dan se kerucut mata manusia. 3. Multipolar melibatkan satu akson dengan banyak dendrit (seperti anayomi sel syaraf pd umumnya). 4. Multipolar interneuron badan sel pada interneuron yang melibatkan banyak dendrit.

BERDASARKAN FUNGSI

AFFERENT penghantaran impuls dari reseptor ke sistem syaraf pusat. EFFERENT penghantaran impuls darii sistem syaraf pusat ke efektor (organ target). INTERMEDIET penghantaran impuls antara satu neuron dengan neuron lain pada sistem syaraf pusat.

LANJUTTAN EFFERENTT
Motor neuron neuron yang aksonnya berakhir pada otot rangka. Sekretori neuron neuron yang aksonnya berakhir pada kelenjar endokrin dan eksokrin. Asselerasi neuron neuron yg aksonnnya berakhir pada otot jantung pada otot. polos saluran pencernaan peningkatan otot jantung (simpatis), peningkatan otot polos (parasimpatis). Inhibitori neuron sama dengan asselerasi neuron pengurangan otot jantung (parasimpatis) dan pengurangan kerja otot polos sal. Penc. (simpatis).

SYNAPSIS
Synapsis adalah titik kontak antara neuron yang satu dengan neuron yang lain.

LINTASAN SYARAF
Di otak : a. Asosias b. Proyeksi c. Comisura Di medulla spinalis : a. Ascendens (ke attas) b. Descendens ( ke bawah)

LANJUTAN LINTASAN SYARAF


Di ottak : Asosiasi : Penghantaran impuls dari satu titik ke titik lain pada belahan otak yang sama (bisa bolak balik). Proyeksi: Penghantaran impuls dari satu titik di belahan otak mana saja ke medula spinalis (tidak bisa bolak balik). Comisura: Penghantaran impuls dari satu titik ke titik lain pd belahan otak yang berbeda.

LANJUTAN LINTASAN SYARAF


Di medula spinalis : Ascendens : Penghantaran impuls yang menuju ke otak. Descendens : Penghantaran impuls yang meninggalkan otak.

Kontraksi dari otot rangka adalah hasil dari kegiatan kelompok sel-sel otot yang disebut motor unit. Pada otot rangka, sel-sel tidak pernah kontraksi secara individual sebaliknya mereka kontraksi sebagai kelompok sel-sel otot yang secara kolektif terhubung kesaraf motorik yang berasal dari tulang belakang. kombinasi motor sel saraf ( neuron dan sel-sel otot itu inervates dikenal sebagai unit motor ).