Anda di halaman 1dari 50

ONKOGENESIS

ISI:
APAKAH

KANKER ITU?

PENAMPILAN SEL KANKER TEORI ASAL USUL SEL KANKER TEORI PEMBENTUKAN JARINGAN KANKER

FAKTOR YANG TERLIBAT PADA KECEPATAN PEMBELAHAN SEL


TEORI GENETIK ONKOGENESIS

PERKEMBANGAN TEORI ONKOGENESIS

27 JULI 2006

SUBOWO

APAKAH KANKER ITU?


KANKER ATAU

SERING DINAMAKAN NEOPLASMA ATAU TUMOR MERUPAKAN PENYAKIT TUNGGAL DAN SEKALIGUS MERUPAKAN PENYAKIT DENGAN RATUSAN BENTUK DAN JENIS. WALAUPUN JENISNYA BANYAK, NAMUN TERDAPAT SATU HAL YANG MENYATUKAN PENYAKIT KANKER TERSEBUT, YAITU:
o SUATU PERTUMBUHAN YANG TIDAK TERKENDALI,

DENGAN PENAMPILAN JARINGAN YANG TIDAK TERORGANISASI DAN MELUAS TANPA BATAS SEHINGGA MENGGANGGU FUNGSI-FUNGSI ORGAN DAN MEMBAHAYAKAN NYAWA MAKHLUK BERSANGKUTAN.
27 JULI 2006
SUBOWO

PENAMPILAN SEL KANKER


PERGESERAN HUBUNGAN ANTARA INTI DENGAN

SITOPLASMA SEL

INTI SEMAKIN BESAR


PENINGKATAN JUMLAH DNA (BUKAN DIPLOID LAGI) PENINGKATAN FREKUENSI MITOSIS KEHILANGAN CIRI-CIRI SEL NORMAL YANG MERUPAKAN ASAL-USULNYA, KARENA MENGALAMI DEDIFERENSIASI. MISALNYA KANKER SEL OTOT TIDAK MIRIP SEL OTOT.
27 JULI 2006
SUBOWO

PERUBAHAN PENAMPILAN SEL

SEL ENDOMETRIUM CERVIX NORMAL

DYSPLASIA

INVASIVE CARCINOMA

27 JULI 2006

SUBOWO

TUMOR JINAK DAN TUMOR GANAS

27 JULI 2006

SUBOWO

PERUBAHAN PENAMPILAN INTI SEL

EPIDERMIS

PAGETS CARCINOMA
27 JULI 2006 SUBOWO 6

PERUBAHAN PENAMPILAN SEL PADA TUMOR GANAS KULIT

27 JULI 2006 SUBOWO

PERTAMBAHAN MITOSIS SEL PADA TUMOR GANAS KULIT

27 JULI 2006 SUBOWO

TEORI LAMA PEMBENTUKAN SEL KANKER


Abad ke-3, Galen dari romawi: gangguan keseimbangan 4 cairan tubuh Percivall Pott dari Inggris (1775): kanker disebabkan oleh faktor luar (debu, karbon) Jerman (abad ke-19) pekerja tambang batu bara menderita kanker paru Di Amerika akhir abad ke-19: kanker merupakan penyakit infeksi (virus) Dengan diketemukan Ro berkembang teori: kanker disebabkan karena radiasi Dalam tahun 1907 diadakan pengkajian epidemiologis, menawarkan teori bahwa kanker disebabkan karena pola makanan dan latar belakang etnis Teori lain yang ditawarkan: iritasi. Dari penelusuran keluarga penderita retinoblastoma, ditawarkan teori bahwa penyakit kanker diwariskan.
27 JULI 2006
SUBOWO

FAKTOR YANG TERLIBAT DALAM KECEPATAN PEMBELAHAN SEL


SIKLUS PEMBELAHAN SEL PENGENDALIAN PADA SETIAP FASE DALAM SIKLUS SEL FAKTOR PENGENDALI KORDINASI LANGKAH-LANGKAH PEMBELAHAN SEL PENGENDALIAN SENTRAL SIKLUS OLEH SISTEM KINASECYCLIN YANG MERUPAKAN ENZIM GROWTH FACTOR YANG MEMICU SIKLUS FAKTOR PENGATUR KECEPATAN PEMBELAHAN PROTO-ONKOGENA

GENA SUPRESOR
MUTASI FAKTOR PENYEBAB MUTASI
27 JULI 2006
SUBOWO

10

GANGGUAN PENGATURAN PEMBELAHAN SEL

NORMAL

SEL INDUK GAGAL MENGHASILKAN SEL INDUK BARU

HASIL PREMBELAHAN SEL INDUK GAGAL UNTUK BERDIFERENSIASI SECARA NORMAL

27 JULI 2006
SUBOWO

11

TEORI GENETIK ONKOGENESIS


BERBAGAI TEORI LAMA KURANG DAPAT MEMBERIKAN PENJELASAN BAGI SEMUA KASUS KANKER DIPIKIRKAN TEORI ONKOGENESIS YANG DAPAT MENYATUKAN SEMUA TEORI YANG TELAH ADA ADANYA KENYATAAN DALAM PERTUMBUHAN KANKER TERDAPAT: o UNSUR GENETIK o MUTASI

TEORI GENETIK ONKOGENESIS MENYATAKAN BAHWA:


o PERTUMBUHAN KANKER DISEBABKAN ADANYA MUTASI PADA GENA-GENA YANG BERKAITAN DALAM PENGENDALIAN SIKLUS PEMBELAHAN SEL TERMASUK YANG MENGATUR KECEPATAN SIKLUS PENBELAHAN o MUTASI DAPAT DISEBABKAN OLEH: INFEKSI VIRUS, RADIASI, BAHAN KIMIA (KARSINOGEN) ATAU SPONTAN.
27 JULI 2006
SUBOWO

12

TRANSLOKASI ANTARA KHROMOSOM 9 DAN 22

MYELOGENOUS LEUKEMIA

27 JULI 2006
SUBOWO

13

MUTASI KARENA KARSINOGEN YANG TERIKAT OLEH DNA

27 JULI 2006

SUBOWO

14

PROTO-ONKOGENA
PROTO-ONKOGENA (C-ONC)TERDAPAT DALAM SEL NORMAL YANG BERFUNGSI MENDORONG KECEPATAN SIKLUS PEMBELAHAN SEL

BIASANYA PROTO-ONKOGENA BERSIFAT DOMINAN


PROTO-ONKOGENA DIIMBANGI OLEH GENA LAIN YANG BERFUNGSI MENGHAMBAT KECEPATAN PEMBELAHAN YANG DISEBUT GENA SUPRESOR

APABILA PROTO-ONKOGENA MENGALAMI MUTASI MAKA TERJADI PENINGKATAN KECEPATAN PEMBELAHAN


PROTO-ONKOGENA YANG MENGALAMI MUTASI DISEBUT: ONKOGENA (C-ONC) MEMPUNYAI HUBUNGAN ERAT DENGAN OKOGENA PADA VIRUS (V-ONC)

27 JULI 2006
SUBOWO

15

3 CARA MUTASI PROTO-ONKOGENA MENJADI ONKOGENA


PROTO-ONKOGENA

27 JULI 2006 SUBOWO

16

MUTASI PROTO-ONKOGENA abl OLEH TRANSLOKASI bcr MENJADI ONKOGENA

CHRONIC MYELOGENOUS LEUKEMIA


27 JULI 2006 SUBOWO 17

AKTIVITAS DAN LOKASI PRODUK PROTOONKOGENA UTAMA DALAM SEL

27 JULI 2006 SUBOWO

18

ONKOGENA VIRUS (V-ONC)


V-ONC src yes myc erbA erbB jun rel mos abl raf fos Ha-ras Ki-ras fms kit sis
27 JULI 2006
SUBOWO

VIRUS PROTOTIPE Rous sarcoma virus Yamaguchi 73 sarcoma virus Myelocytomatosis-29 virus Avian erythroblastosis virus Avian erythroblastosis virus Avian sarcoma virus 17 Reticuloendotheliosis virus, strain T Moloney murine sarcoma virus Abelson murine leukemia virus Murine sarcoma virus 3611 Mouse (osteo) sarcoma virus Harvey murine sarcoma virus Kirsten murine sarcoma virus Susan McDonough feline sarcoma virus Hardy-Zuckerman 4 feline sarcoma virus Simian sarcoma virus

ASAL SPESIES Ayam Ayam Ayam Ayam Ayam Ayam Kalkun Mencit Mencit Mencit Mencit Tikus Tikus Kucing Kucing Monyet
19

MUTASI GENOM VIRUS TIDAK SELALU MERUSAK POTENSI ONKOGENIK


BERBAGAI BENTUK MUTAN RSV (Rous sarcoma virus) berguna untuk penelitian, diantaranya: TEMPERATURE-SENSITIVE mutan
o APABILA DIBIAKKAN DALAM MEDIUM DENGAN SUHU DINAIKKAN (410 C) GAGAL MENTRANSFORMASI SEL YANG DI-INFEKSINYA o MUTAN INI MASIH MAMPU MENTRANSFORMASI SEL BILA SUHU DITURUNKAN SAMPAI 350 C o MUTAN MASIH MAMPU BERPROLIFERASI DALAM SEL YANG DIINFEKSINYA DALAM KEDUA KONDISI SUHU TERSEBUT
HAL INI MENUNJUKKAN BAHWA MUTASI YANG DIALAMI TIDAK MENGENAI GENA YANG TERLIBAT DALAM PROLIFERASI

DALAM SUHU PANAS, SEL TIDAK MENGALAMI TRANSFORMASI


DALAM SUHU YANG DITURUNKAN MENJADI 350 C SEL MENGALAMI

TRANSFORMASI
27 JULI 2006
SUBOWO

20

FIBROBLAS NORMAL AYAM

INFEKSI RSV PADA 410 C FIBROBLAS NORMAL AYAM SUHU TURUN PADA 350 C SUHU NAIK PADA 410 C

INFEKSI RSV PADA 410 C

= RSV mutan Ts

PERCOBAAN PERUBAHAN SUHU PADA BIAKAN SEL DENGAN INFEKSI RSV


FIBROBLAS MENGALAMI TRANSFORMASI

27 JULI 2006
SUBOWO

21

KESIMPULAN PADA PERCOBAAN MUTAN

TEMPERATURE SENSITIVE

RSV MINIMAL MEMPUNYAI 1 GENA YANG MENGHASILKAN PROTEIN YANG DIPERLUKAN UNTUK MEMELIHARA TRANSFORMASI SEL YANG DI-INFEKSINYA DALAM GENOM TERDAPAT GENA UNTUK PROLIFERASI GENA UNTUK PROLIFERASI TIDAK TERKAIT DENGAN GENA UNTUK TRANSFORMASI GENA UNTUK TRANSFORMASI DISEBUT v-src
o MENGANDUNG URUTAN NUKLEOTID YANG BERTANGGUNG JAWAB ATAS SENSITIVITAS TERHADAP SUHU SEHINGGA MEMUNCULKAN KEMAMPUAN UNTUK TRANSFORMASI SEL o v-src = KODE UNTUK PROTEINYANG BERFUNGSI MENGGANGGU PERTUMBUHAN SEL o JIKA v-src MUTASI MENGHASILKAN PERUBAHAN STRUKTUR PROTEIN, SEHINGGA PADA SUHU 410 C KEHILANGAN AKTIVITASNYA, TETAPI AKAN KEMBALI BERFUNGSI PADA SUHU RENDAH (350 C)
27 JULI 2006
SUBOWO

22

KAITAN GENOM RSV MUTAN DENGAN TRANSFORMASI SEL


MUTASI

VIRUS 1 tsRSV

GENA REPLIKASI

GENA V-src

TEMPERATUR SENSITIVE

GENA REPLIKASI

GENA V-src

RSV

MUTASI

GENA REPLIKASI

hilang

td RSV

1 2 3 1

Replikasi virus + 2 Transformasi +


SUBOWO

Transformasi ts

Transformasi 23

27 JULI 2006

INFEKSI VIRUS SARCOMA ROUS (v-src) MENGAKTIFKAN c-srs PROTO-ONCOGENE

27 JULI 2006

SUBOWO

24

MUTASI KARENA INFEKSI VIRUS DALAM ONKOGENESIS


27 JULI 2006 SUBOWO 25

BAGAIMANA HUBUNGAN ANTARA v-onc DAN c-onc

?
27 JULI 2006 SUBOWO 26

HUBUNGAN PROTO-ONCOGENE DAN VIRAL ONCOGENE

27 JULI 2006 SUBOWO

27

ONKOGENA VIRUS (V-ONC)


V-ONC src yes myc erbA erbB jun rel mos abl raf fos Ha-ras Ki-ras fms kit sis VIRUS PROTOTIPE Rous sarcoma virus Yamaguchi 73 sarcoma virus Myelocytomatosis-29 virus Avian erythroblastosis virus Avian erythroblastosis virus Avian sarcoma virus 17 Reticuloendotheliosis virus, strain T Moloney murine sarcoma virus Abelson murine leukemia virus Murine sarcoma virus 3611 Mouse (osteo) sarcoma virus Harvey murine sarcoma virus Kirsten murine sarcoma virus Susan McDonough feline sarcoma virus Hardy-Zuckerman 4 feline sarcoma virus Simian sarcoma virus ASAL SPESIES Ayam Ayam Ayam Ayam Ayam Ayam Kalkun Mencit Mencit Mencit Mencit Tikus Tikus Kucing Kucing Monyet

27 JULI 2006

SUBOWO

28

INSERSI DNA RETROVIRUS PADA DNA SEL INANG

27 JULI 2006

SUBOWO

29

PROTO-ONKOGENA DALAM SEL MANUSIA

PROTO-ONKOGENA c-myc N-myc L-myc C-erb B Neu/erbB2

Penyebab jenis kanker Kanker paru, payudara Neuroblastoma, kanker paru Kanker paru Kenker epidermis-glioblatroma Kanker payudara

27 JULI 2006 SUBOWO

30

GENA SUPRESOR DALAM MODEL 0NKOGENESIS RETINOBLASTOMA (UMUR PENDERITA , 5 TH.)


o TIPE HEREDITER
DITEMUKAN DALAM KELUARGA KANKER TUMBUH SECARA MULTIPEL DALAM 2 MATA

o TIPE SPORADIK
TIDAK ADA HUBUNGAN DENGAN ORANG TUA JIKA DISEBUHKAN, PERKAWINANNYA TIDAK MEWARISKAN KE ANAK-ANAKNYA MENGENAI 1 FOKUS PADA SALAH SATU MATA

ALFREDS KNUDSON (1971) MENJELASKAN


o ASAL-USUL RETINOBLASTOMA o HUBUNGAN ANTARA 2 JENIS RETINOBLASTOMA

MUTASI PADA 2 ALELE Rb KHROMOSOM 13


o TELAH DIJELASKAN DALAM 1983 BAHWA MUTASI TERDAPAT PADA PENDERITA RETINOBLASTOMA
27 JULI 2006
SUBOWO

31

POHON KELUARGA PENDERITA RETINOBLASTOMA


Wanita sehat Pria sehat Wanita penderita Pria penderita

27 JULI 2006
SUBOWO

32

GENA SUPRESOR
Lokasi gena 5q21 11p13 13q14 17p12-13 17q11 18q21 Nama gena supresor APC WT-1 Rb p53 NF-1 DCC Tumor Poliposis keluarga Tumor Wilm Retinoblastoma, osteosarkoma Banyak jenis tumor, Sindroma LiFraumeni Neuroblastoma von Recklinghausen Carcinoma coli

27 JULI 2006
SUBOWO

33

MEKANISME GENETIK YANG MENDASARI RETINOBLASTOMA

MUTASI Rb

CARRIER

27 JULI 2006
SUBOWO

34

6 CARA UNTUK KEHILANGAN GENA Rb NORMAL

27 JULI 2006
SUBOWO

35

ABNORMALITAS GENA PADA PERKEMBANGAN CARCINOMA COLORECTAL


GENA K-ras neu myc APC DCC p53 HNPC KELAS ONCOGENE ONCOGENE ONCOGENE TUMOR SUPRES. TUMOR SUPRES. TUMOR SUPRES. TUMOR SUPRES. KHROMOSOM 12 17 8 5 18 17 2 % MUTASI -50 2 2 >70 >70 >70 -15

APC = adenomatous poliposis coli DCC = deleted in colon carcinoma HNPC = hereditary non-poliposis colorectal cancer
27 JULI 2006
SUBOWO

36

PERKEMBANGAN KANKER KOLOREKTAL DISERTAI MUTASI PROTO-ONKOGENA DAN GENA SUPRESOR


KROMO: 5q 12p 18q 17 P

ABERASI:
GENA:

hilang
APC

aktivasi
K-ras

hilang
DCC

hilang
p 53 Perubahan lain

Hipometilasi DNA

EPITEL NORMAL

HIPERPRO LIFERASI EPITEL

ADENOMA DINI

ADENOMA PERALIHAN

ADENOMA LANJUT

CARCINO MA

METASTA SE

27 JULI 2006
SUBOWO

37

TEORI PERKEMBANGAN JARINGAN KANKER


POLIKLONAL o PADA AWALNYA SEKELOMPOK SEL NORMAL DALAM SEBUAH JARINGAN OLEH SUATU SEBAB BERUBAH MENJADI JARINGAN SEL-SEL KANKER YANG BERBEDA (SUSUNAN DNA-NYA) MONOKLONAL o PADA AWALNYA SEBUAH SEL NORMAL BERUBAH MENJADI SEL KANKER. DALAM PERKEMBANGANNYA SEBAGIAN SEL-SEL KANKER HASIL PROLIFERASI MENGALAMI PERUBAHAN SECARA BERTAHAP (DNA SEL KANKER TIDAK STABIL), SEHINGGA AKHIRNYA JARINGAN KANKER TERSEBUT TERDIRI DARI BERBAGAI SEL YANG BERBEDA LATAR BELAKANG GENETIKNYA. SEAKAN-AKAN AWALNYA BERASAL DARI SEKELOMPOK SEL.
27 JULI 2006
SUBOWO

38

PERTUMBUHAN KANKER POLIKLONAL DAN MONOKLONAL

Hal. 31

27 JULI 2006
SUBOWO

39

PERTUMBUHAN SEL KANKER SECARA MONOKLONAL

Hal 34

27 JULI 2006
SUBOWO

40

PERKEMBANGAN TEORI ONKOGENESIS


TEORI GENETIK (DOGMA STANDAR)
o ADANYA MUTASI GENA YANG TERLIBAT DALAM PENGATURAN SIKLUS PEMBELAHAN
PROTO-ONKOGENA DAN GENA SUPRESOR

TEORI PENYANGGAH
o TEORI MODIFIKASI DOGMA o TEORI INSTABILITAS DNA o TEORI ANEUPLOIDI

MENGAPA TIMBUL SANGGAHAN TERHADAP DOGMA STANDARD?


o TERDAPAT ANEUPLOIDI PADA SEL KANKER o MANA YANG LEBIH DAHULU: MUTASI ATAU ANEUPLOIDI?
27 JULI 2006
SUBOWO

41

URUTAN PROSES TEORI GENETIK


1) MUTASI URUTAN NUKLEOTIDA GENA TERKAIT KANKER (ONKOGENA & GENA SUPRESOR ) BERUBAH OLEH KARSINOGEN (RADIASI, BAHAN KIMIA, INFEKSI VIRUS 2) MUTASI PADA GENA SUPRESOR MENYEBABKAN SEL TUMBUH TERUS TANPA HAMBATAN 3) PADA SAAT YANG SAMA, ONKOPROTEIN MENJADI HIPERAKTIF YANG MENDORONG PEMBELAHAN SEL TANPA HAMBATAN 4) KELEBIHAN ONKOPROTEIN DAN LENYAPNYA PROTEIN SUPRESOR MENYEBABKAN PEMBELAHAN SEL SANGAT CEPAT 5) SESUDAH MENGALAMI BANYAK MUTASI DAN PEMBELAHAN, SEBUAH SEL DI ANTARA KUMPULAN MUTAN MELEPASKAN DIRI DARI HAMBATAN LINGKUNGANNYA UNTUK MENGINVASI SEL-SEL NORMAL DI DEKATNYA 6) PERKEMBANGAN LANJUT SEL KANKER MENEROBOS PEMBULUH DARAH
27 JULI 2006
SUBOWO

42

TEORI MODIFIKASI DOGMA


LAWRENCE A. LOEB
1974 LAWRENCE A. LOEB MEMPERKIRAKAN BAHWA ORANG HANYA MENGALAMI SEKALI MUTASI ACAK PADA GENA SEPANJANG UMURNYA KALAU ADA MUTASI BERULANG-ULANG, HARUS ADA SESUATU YANG DAPAT MEMPERCEPAT KEJADIAN MUTASI SELANJUTNYA SESUATU DAPAT BERUPA SUBSTANSI KARSINOGEN, OKSIDAN REAKTIF, ATAU ADANYA MALFUNGSI DUPLIKASI DNA ATAU GANGGUAN PERBAIKAN KERUSAKAN DNA TERJADINYA MUTASI PADA PROTO-ONKOGENA DAN GENA SUPRESOR (DOGMA SEBELUMNYA) , HARUS DIDAHULUI OLEH MUTASI ACAK SEBANYAK 10 000 - 100 000 KALI DALAM SETIAP SEL OLEH SESUATU TRANSFORMASI SEL BERLANGSUNG, BILA ADA MUTASI PROTO-ONKOGENA DAN GENA SUPRESOR.
27 JULI 2006
SUBOWO

43

URUTAN PERISTIWA
1) TERJADI GANGGUAN PADA SATU ATAU BEBERAPA GENA YANG DIPERLUKAN UNTUK SINTESIS DAN PERBAIKAN DNA SECARA CERMAT OLEH SESUATU 2) PADA SAAT MEMBELAH, BERLANGSUNG PULUHAN RIBU MUTASI ACAK TANPA DIIKUTI PROSES PERBAIKAN AKHIRNYA MUTASI YANG TERKAIT KANKER TERKENA JUGA 3) ELIMINASI GENA SUPRESOR DAN AKTIVASI ONKOPROTEIN (= TEORI GENETIK) MENYEBABKAN HILANGNYA KEMAMPUAN SEL UNTUK APOPTOSIS 4) KELEBIHAN ONKOPROTEIN DAN LENYAPNYA PROTEIN SUPRESOR MENYEBABKAN PEMBELAHAN SEL SANGAT CEPAT 5) SETELAH MENGALAMI BANYAK MUTASI DAN PEMBELAHAN, SEBUAH SEL DI ANTARA KUMPULAN SEL MUTAN MELEPASKAN DIRI DARI HAMBATAN LINGKUNGANNYA UNTUK MENGINVASI SEL-SEL NORMAL DI DEKATNYA 6) PERKEMBANGAN LANJUT: SEL KANKER MENEROBOS PEMBULUH DARAH
27 JULI 2006
SUBOWO

44

TEORI INSTABILITAS DNA


CRISTOPHER LENGAUER & VOGELSTEIN TERDAPAT INSTABILITAS KHROMOSOM SEJAK DINI TERDAPAT MASTER GENES YANG BERFUNGSI AGAR BERLANGSUNG PEMBELAHAN SEL SECARA BENAR
o JIKA FUNGSI MASTER GENES TERGANGGU OLEH MUTASI ATAU MEKANISME EPIGENETIS, MAKA AKAN MENIMBULKAN PERCEPATAN HILANGNYA ALEL-ALEL SAMPAI 100 000 KALI HINGGA BERAKHIR DENGAN ANEUPLOIDI o KEHILANGAN ALEL-ALEL TERSEBUT MENCAKUP JUGA ONKOGENA DAN/ATAU GENA SUPRESOR

TETAPI BELUM DAPAT DITUNJUKKAN IDENTITAS MASTER GENES


o 30 - 72 % DARI PERTUMBUHAN GANAS DITEMUKAN KERUSAKAN SENTROSOM o MUNGKIN MASTER GENES MERUPAKAN SALAH SATU GENA YANG MENGENDALIKAN PEMBENTUKAN DAN FUNGSI SENTROSOM
27 JULI 2006
SUBOWO

45

URUTAN PERISTIWA
1) SATU ATAU BEBERAPA MASTER GENES YANG DIPERLUKAN UNTUK PEMBELAHAN SEL DI-INAKTIFKAN OLEH SESUATU 2) PADA SAAT KHROMOSOM MENGALAMI DUPLIKASI, TERJADI KESALAHAN BERBENTUK ABERASI KHROMOSOM:
JUMLAHNYA TIDAK NORMAL, BEBERAPA KHROMOSOM KEHILANGAN LENGAN ; ABERASI SEMAKIN BANYAK PADA SETIAP PEMBELAHAN SEL.

3) JUMLAH GENA BERUBAH:


PADA SAAT TERTENTU JUMLAH GENA SUPRESOR BERADA DI BAWAH HARGA AMBANG KOPI EXTRA ONKOGENA DAPAT MENINGKATKAN KADAR ONKOPROTEIN DI ATAS TINGKAT BERBAHAYA

4) KELEBIHAN ONKOPROTEIN DAN LENYAPNYA PROTEIN SUPRESOR MENYEBABKAN PEMBELAHAN SEL SANGAT CEPAT 5) SETELAH MENGALAMI BANYAK MUTASI DAN PEMBELAHAN, SEBUAH SEL DI ANTARA KUMPULAN SEL MUTAN MELEPASKAN DIRI DARI HAMBATAN LINGKUNGANNYA UNTUK MENGINVASI SEL-SEL NORMAL DI DEKATNYA 6) PERKEMBANGAN LANJUT: SEL KANKER MENEROBOS PEMBULUH DARAH
27 JULI 2006
SUBOWO

46

TEORI ANEUPLOIDI
PETER H. DUESBERG & RUHONG LI
SEBELUM BERKEMBANG MENJADI GANAS TERJADI ANEUPLOIDI DAHULU
ALASAN: KECUALI LEUKEMIA HAMPIR SEMUA KANKER MENUNJUKKAN ADANYA ANEUPLOIDI

SELAMA BERLANGSUNG MITOSIS BANYAK HAL YANG DAPAT MENGGANGGU, SEHINGGA HASIL PEMBELAHAN MENDAPATKAN IMBASNYA SEBAGIAN BESAR SEL-SEL ANEUPLOIDI AKAN MATI ATAU MENGALAMI PERLAMBATAN PERTUMBUHAN
SEL YANG BERHASIL HIDUP DISERTAI PERUBAHAN RIBUAN GENA PUTUSNYA DNA TERJADI DI MANA-MANA (MENGHASILKAN ANEUPLOIDI) SEMAKIN BANYAK ANEUPLOIDI SEL SEMAKIN MENJADI TIDAK STABIL
27 JULI 2006 47

URUTAN PERISTIWA
1) KESALAHAN SELAMA PEMBELAHAN SEL DAPAT MENGHASILKAN ANEUPLOIDI 2) PENEMPATAN PENGGAL KHROMOSOM YANG SALAH ATAU PEMENGGALAN KHROMOSOM MENGUBAH JUMLAH RELATIF RIBUAN GENA. ENZIM-ENZIM YANG TERLIBAT DALAM DUPLIKASI DNA MENGALAMI KEGAGALAN FUNGSI. SEBAGIAN BESAR SEL ANEUPLOIDI MATI 3) SEL ANEUPLOIDI YANG BERHASIL HIDUP AKAN MELANJUTKAN PEMBELAHAN ANAK SEL YANG DIHASILKAN JUGA ANEUPLOIDI 4) AKHIRNYA SATU ATAU LEBIH SEL MEMILIKI CAMPURAN BENTUK ABERASI KHROMOSOM YANG MENGEKSPRESIKAN SATU ATAU BEBERAPA CIRI SEL KANKER 5) DALAM WAKTU BEBERAPA TAHUN ATAU DASAWARSA, SECARA BERTAHAP SEL KANKER MAMPU MENGINVASI JARINGAN SEKITARNYA 6) PERKEMBANGAN LANJUT: SEL KANKER MENEROBOS PEMBULUH DARAH
48

27 JULI 2006

SEJARAH PERKEMBANGAN TEORI ONKOGENESIS


1914 : BOVERI MENYARANKAN BAHWA KHROMOSOM DAPAT MENYEBABKAN KANKER 1927 : HERMAN J. MULLER MENGAMATI BAHWA RADIASI MENIMBULKAN MUTASI 1951 : MULLER MENGUSULKAN TEORI BAHWA ADANYA MUTASI GANDA MENYEBABKAN KEGANASAN SEL 1960 : PENEMUAN ADANYA TRANSLOKASI ANTARA KHROMODSOM 9 DAN 22 MENYEBABKAN LEKEMIA KRONIK 1971 : ALFRED G. KNUDSON MENJELASKAN PERBEDAAN RASIO ANTARA RETINOBLASTOMA DENGAN SUATU HIPOTESIS: 2 KALI MUTASI DIBUTUHKAN UNTUK MELUMPUHKAN GENA RB, SEDANGKAN 1 KALI MUTASI PADA GENA RB AKAN DIWARISKAN KEPADA KETURUNANNYA. 1974 : LOEB BERALASAN BAHWA PADA KEGANASAN, KEHARUSAN ADANYA MUTASI ACAK YANG MENYEBABKAN PERCEPATAN YANG JAUH LEBIH DIBANDINGKAN DALAM SEL NORMAL 1986 : WEINBERG ET AL MENGISOLASI GENA RB (GENA SUPRESOR PERTAMA) 1990 : VOGELSTEIN& ERIC R. FEARON MENGUMUMKAN SEBUAH MODEL RANGKAIAN MUTASI BERTURUT-TURUT MENUJU KANKER KOLON 1997 : LENGAUER, VOGELSTEIN & ET AL. MENYARANKAN BAHWA INSTABILITAS KHROMOSOM MERUPAKAN PERISTIWA MENENTUKAN YANG MENGARAH KE MUTASI ONKOGENA DAN GENA SUPRESOR 1999 : DUESBERG ET AL MENGUMUMKAN SECARA CERMAT BAHWA ANEUPLOIDI SENDIRI SUDAH CUKUP UNTUK TERJADINYA KEGANASAN 2002 : REID MENGIDENTIFIKASI POLA REKURENSI ANEUPLOIDI PADA KANKER SERVIKS DAN KOLON 2003 : TELAH DIIDENTIFIKASI LEBIH DARI 100 GENA KANKER

27 JULI 2006

49

TERIMA KASIH ATAS PERHATIANNYA


27 JULI 2006 50