Anda di halaman 1dari 8

Abortus Insipien

Sofi Indriana Martanti

Abortus Insipien
Peristiwa perdarahan uterus pada kehamilan < 20 minggu, dengan dilatasi serviks uteri yang meningkat, hasil konsepsi masih dalam uterus.

Patofisiologi

Pendarahan dalam Desidua basalis di ikuti dengan nekrosis jaringan

Hasil konsepsi terlepas sebagian atau seluruhnya

Hasil konsepsi sebagian benda asing dalam uterus

Uterus berkontraksi untuk mengeluarkan benda asing tsb

(Wiknjosastro. H, 2007, Hal 303-304)

Manifestasi Klinis
Mules sering & kuat, nyeri karena kontraksi rahim kuat Pendarahan pervagina, bahkan disertai gumpalan darah Pembukaan osteum uteri, Serviks terbuka dan teraba ketuban (ketuban menonjol) Tes kehamilan mungkin masih positif

Sumber: Sarwono,2010

Diagnosis abortus insipien

Buku Saku Obstetri dan Ginekologi, EGC, HAL 298

Gambaran Klinis

Patofisiologi Abortus (Wiknjosastro. H, 2007, Hal 303-304) Gejala awal yang di timbulkan terjadinya perdarahan dalam desidua basalis yang diikuti oleh nekrosis jaringan yang menyebabkan hasil konsepsi terlepas sebagian atau seluruhnya, sehingga bagian yang terlepas ini merupakan benda asing dalam uterus. Ini menyebabkan uterus berkontraksi untuk mengeluarkan benda asing tersebut, oleh karena adanya kontraksi uterus maka akan memberi gejala umum berupa nyeri perut karena kontraksi disertai perdarahan dan pengeluaran seluruh atau sebagian hasil konsepsi. Pada kehamilan kurang dari 8 minggu hasil konsepsi biasanya dikeluarkan seluruhnya karena villi korialis belum menembus desidua lebih dalam. Pada kehamilan antara 8 14 minggu villi korialis menembus desidua lebih dalam, sehingga umumnya plasenta tidak dilepaskan sempurna yang dapat menyebabkan banyak perdarahan. Pada kehamilan 14 minggu yang dikeluarkan setelah ketuban pecah ialah janin, disusul beberapa waktu kemudian plasenta. Perdarahan tidak banyak jika plasenta segera terlepas dengan lengkap.