Anda di halaman 1dari 65

KEBUTUHAN NUTRISI

FAJAR YOUSRIATIN

Tubuh

memerlukan energi untuk fungsi-fungsi organ tubuh, pergerakan tubuh, mempertahankan suhu tubuh, fungsi enzim, pertumbuhan, dan pergantian sel yang rusak. Metabolisme merupakan semua proses biokimia pada sel tubuh. Proses metabolisme dapat berupa anabolisme (membangun) dan katabolisme (pemecahan). Masalah nutrisi erat kaitannya dengan intake, makanan dan metabolisme tubuh serta faktor faktor yang mempengaruhinya.

Secara umum faktor yang mempengaruhi kebutuhan nutrisi adalah faktor fisiologis untuk kebutuhan metabolisme basal, faktor patopsiologi seperti adanya penyakit tertentu yang mengganggu pencernaan atau meningkatkan kebutuhan nutrisi, faktor sosio ekonomi, seperti adanya kemampuan individu dalam memenuhi kebutuhan nutrisi.

KONSEP DASAR
NUTRISI

merupakan proses pemasukan & pengolahan zat makanan oleh tubuh yg bertujuan menghasilkan energi & digunakan dlm aktivitas tubuh. NUTRIENT merupakan zat gizi yg terdapat dalam makanan. Kebutuhan energi seseorang ketika istirahat disebut : Laju metabolisme basal (BMR) adalah energ yg diperlukan pd tingkat terendah fungsi selular.

Pengertian
Nutrisi

Selasa, 01 Oktober 2013

gizi seimbang yg mengandung semua zat gizi & mampu membuat seseorang u/tumbuh sehat, tumbuh kembang & produktif.

AKP YSI PTK

Nutrisi

merupakan rangkaian proses dmn s/organisme memasukkan makanan kedlm tubuhnya, dicerna, diubah menjadi sel jar.baru & energi yg sangat penting u/ bbgai aktivitas manusia.
5

ELEMEN NUTRIENT/ZAT GIZI TERDIRI ATAS :

1. Karbohidrat 2. Protein 3. Lemak 4. Vitamin 5. Mineral 6. Air

FUNGSI ZAT GIZI ADALAH :


1. 2. 3. Menghasilkan energi bagi fungsi oragan, gerakan, dan kerja fisik Sebagai bahan dasar untuk pembentukan dan perbaikan jaringan sel-sel dalam tubuh Sebagai pelindung dan pengatur suhu tubuh

Dalam memenuhi aktifitas kebutuhan tubuh diperlukan energi yang berasal dari hasil metabolisme. Besarnya energi yang dihasilkan dari metabolisme diukur dengan satuan kalori. Kebutuhan energi seseorang pada saat istirahat disebut Basal Metabolik Rate (BMR).

1. KARBOHIDRAT
Karbohidrat merupakan sumber energi utama. Setiap 1 gr karbohidrat menghasilkan 4 kilokalori (KKAL). Karbohidrat yang disimpan dalam hati dan otot berbentuk glikogen dengan jumlah yang sangat sedikit. Glikogen adalah sintesis dari glukosa pemecahan energi selama masa istirahat atau puasa. Kelebihan energi karbohidrat berbentuk asam lemak.

Karbohidrat

diklasifikasi menurut unit gula atau sakarida. Monosakarida seperti ; glukosa (dektrosa) atau fruktosa tdk dpt dipecah menjadi unit gula yg lebih dasar. Disakarida seperti : sukrosa, laktosa, maltosa dibentuk dari monosakarida & air. Polisakarida (glikogen) dibentuk dari byk unit gula & tdk dpt dilarutkan dlm air.

METABOLISME KARBOHIDRAT MENGANDUNG 3 PROSES YAITU :


1. 2. 3. Katabolisme glikogen menjadi glukosa, karbondioksida dan air disebut glikogenolisis Anabolisme glukosa terbentuk glikogen disebut proses glikogenesis Perubahan dari asam amino dan kliserol terjadi glukosa disebut glukoneogenesis

2. PROTEIN
Protein berfungsi untuk pertumbuhan, mempertahankan dan mengganti jaringan tubuh. Setiap 1 gram protein menghasilkan 4 kkal. Bentuk sederhana dari protein adalah asam amino. Asam amino disimpan dalam jaringan berbentuk hormon dan enzim. Asam amino esensial tidak dapat disintesis dalam tubuh tetapi harus didapat dari makanan.

3. LEMAK
Lemak

merupakan sumber energi paling

besar. Satu gram lemak akan menghasilkan 9 kkal. Lipid adalah lemak yang dapat membeku pada suhu ruangan tertentu, dimana lipid tersebut terdiri atas trigliserida dan asam lemak. Proses terbentuknya asam lemak disebut lipogenesis.

Asam

lemak dapat jenuh, dimana tiap karbon dlm rantai memiliki 2 atom hidrogen yg melekat. Atau tidak jenuh dimana sejumlah atom hdrogen tdk sama dilekatkan & atom karbon melekat dgn yg lain dgn ikatan ganda. Asam lemak tidak jenuh tunggal memiliki 2 atau lebih ikatan ganda. Asam lemak tdk jenuh ganda memiliki 2 ikatan ganda karbon atau lebih.

4. AIR

Air menyusun 60% - 70% dari seluruh BB.

5. VITAMIN

Vitamin merupakan substansi organik dlm jmlh kecil pd makanan yg esensial utk metabolisme normal . Jenis Vitamin :
1.

2.

Vitamin larut air Vitamin larut lemak

VITAMIN LARUT AIR :


VIT C VIT B1 (TIAMIN) VIT B2 (RIBOFLAVIN) NIASIN VIT B6 (PIRIDOKSIN) FOLASIN,ASAM FOLAT, FOLAT VIT B12 (KOBALAMIN) ASAM PANTOTENAT BIOTIN

VITAMIN LARUT LEMAK :


VIT A ( RETINOL,RETINAL, ASAM RETINOAT) VIT D (KOLEKALSIFEROL, ERGOSTEROL) VIT E (TOKOFEROL) VIT K

6. MINERAL
MINERAL merupakan elemen esensial non organik pd tubuh sebagai katalis dlm reaksi biokimia. CONTOH MINERAL :

Kalsium Magnesium Fosfor

Enzim merupakan substansi seperti protein yg bertindak sbg katalis utk memacu reaksi kimia.

KESEIMBANGAN ENERGI
Energi

merupakan kapasitas utk melakukan sebuah aktivitas, dpt diukur melalui pembentukan panas. ENERGI pd manusia dpt diperoleh dari : zat gizi diantaranya : protein, Lemak & bahan makanan yg disimpan dlm tubuh. Metabolisme Basal merupakan

KEGIATAN YANG MEMBUTUHKAN ENERGI ANTARA LAIN :


1. Vital kehidupan, pernapasan, sirkulasi darah, suhu tubuh, dll. 2. Kegiatan mekanik oleh otot 3. Aktivitas otak dan saraf 4. Energi kimia untuk membangun jaringan, enzim, dan hormon 5. Sekresi cairan pencernaan 6. Absorpsi zat-zat gizi di saluran pencernaan 7. Pengeluaran hasil metabolisme

Factor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan energi :


1. Basal metabolisme meningkat 2. Aktifitas tubuh 3. Faktor usia 4. Suhu lingkungan 5. Penyakit

JENIS METABOLISME
1.

Metabolisme karbohidrat

Metabolisme karbohidrat berbentuk monosakarida & disakarida diserap melalui mukosa usus. Lemak serap dlm bentuk gliserol asam lemak. Gliserol larut dlm air shg dpt diserap dgn scr pasif. Trigliserida yg dialirkan kedlm pembuluh darah disebut : lipoprotein. Metabolisme lemak menghasilkan tenaga berbentuk : ATP & sisanya disebut hidrogendioksida & karbondioksida. Hasil sampingan lemak yg dibakar disebut kolesterol Protein diserap dalam bentuk asam amino.

2.

Metabolisme lemak

3.

Metabolisme protein

MACAM-MACAM DIET
1. 2.

Diet wanita hamil Diet ibu menyusui

MASALAH KEBUTUHAN NUTRISI


1.

2.
3. 4.

5.
6. 7. 8. 9.

Kekurangan nutrisi Kelebihan nutrisi Obesitas Malnutrisi Diabetes melitus Hipertensi Penyakit jantung koroner Kanker Anoreksia nervosa

1. KEKURANGAN NUTRISI
Kekurangan nutrisi mrpkn keadaan yg dialami seseorang dlm keadaan tdk berpuasa (normal) atau risiko penurunan BB akibat ketidakcukupan asupan nutrisi utk kebutuhan metabolisme. Tanda klinis :

Bb 10-20% dibawah normal Tinggi badan dibawah ideal Lingkar kulit trisep lengan tengah kurang dari 60% uk. Standar. Ada kelelahan & nyeri tekan pd otot Adanya penurunan albumin serum Adanya penurunan transferin

LANJUTAN KEKURANGAN NUTRISI

Kemungkinan penyebab :

Meningkatnya kebutuhan kalori & kesulitan dlm mencerna kalori akibat penyakit infeksi /kanker Disfagia karena adanya kelainan persyarafan Penurunan absorpsi nutrisi akibat penyakit crohn atau intoleransi laktosa. Nafsu makan menurun

2. KELEBIHAN NUTRISI
Kelebihan

nutrisi merupakan suatu keadaan yg dialami seseorang yg mempunyai resiko peningkatan BB akibat asupan kebutuhan metabolisme secara berlebih. Tanda klinis :

BB lebih dari 10% berat ideal Obesitas (lebih dari 20% berat ideal) Lipatan kulit trisep lebih dari 15 mm pd pria dan 25 mm pd wanita Adanya jumlah asupan yg berlebihan Aktivitas menurun atau monoton.

LANJUTAN KELEBIHAN NUTRISI.

Kemungkinan penyebab :

Perubahan pola makan Penurunan fungsi pengecapan & penciuman.

3. OBESITAS

Obesitas merupakan masalah peningkatan BB yg mencapai lebih daro 20% BB normal. Status nutrisi adalah melebihi kebutuhan metabolisme karena kelebihan asupan kalori & penurunan dalam penggunaan kalori.

4. MALNUTRISI
Malnutrisi

merupakan masalah yg berhubungan dgn kekurangan zat gizi pada tingkat seluler / dapat dikatakan sebagai masalah asupan gizi yg tdk sesuai dengan kebutuhan tubuh. Gejala umumnya adalah BB rendah dgn kelemahan asupan makanan yg cukup/asupan kurang dari kebutuhan tubuh, adanya kelemahan otot & penurunan energi, pucat pd kulit, membran mukosa, konjungtiva dll.

4. DIABETES MELITUS

DM merupakan gangguan kebutuhan nutrisi yg ditandai dgn adanya gangguan metabolisme karbohidrat akibat kekurangan insulin / penggunaan kerbohidrat berlebihan.

5. HIPERTENSI

Hipertensi merupakan gangguan nutrisi yg disebabkan oleh berbagai masalah pemenuhan kebutuhan nutrisi seperti penyebab dari adanya obesitas serta asupan kalsium, natrium & gaya hidup yg berlebihan.

6. PENYAKIT JANTUNG KORONER


Penyakit jantung koronen merupakan gangguan nutrisi yg sering disebabkan oleh adanya peningkatan kolesterol darah & merokok. Gangguan ini dialami karena adanya perilaku /gaya hidup yg tdk sehat, obesitas dll.

7. KANKER

Kanker merupakan gangguan kebutuhan nutrisi yg disebabkan oleh pengonsumsian lemah secara berlebihan.

8. Anoreksia Nervosa

Merupakan penurunan BB scr mendadak & berkepanjangan, ditandai dgn adanya konstipasi, pembengkakkan badan, nyeri abdomen, kedinginan, letargi & kelebihan energi.

FAKTOR YG MEMPENGARUHI KEBUTUHAN NUTRISI


1. 2. 3. 4.

5.

PENGETAHUAN PRASANGKA KEBIASAAN KESUKAAN EKONOMI

CONTOH DIAGNOSA NANDA UTK PERUBAHAN


STATUS NUTRISI

Ketidakseimbangan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh yg berhubungan dgn :


Peningkatan laju metabolik Asupan nutrient yg tdk adekuat dlm diet Peningkat kehilangan nutrient melalui cairan gastrointestinal. Kebutuhan energi tinggi akibat latihan yg berlebihan.

Ketidakseimbangan nutrisi : lebih dari kebutuhan tubuh yg berhubungan dgn :


Penurunan laju metabolik Asupan nutrient & kilokalori yg berlebihan dlm diet Latihan atau aktivitas yg tdk adekuat.

Risiko ketidakseimbangan nutrisi : Lebih dari kebutuhan tubuh

ASKEP PD MASALAH KEBUTUHAN NUTRISI


A.

PENGKAJIAN KEPERAWATAN
1.
2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

Riwayat makan Kemampuan makan Pengetahuan nutrisi Nafsu makan, jumlah asupan Tingkat aktivitas Pengkonsumsian obat Penampilan fisik Pengukuran antropometrik laboratorium

B.

DIAGNOSIS KEPERAWATAN
1.

Ketidakseimbangan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh, berhub dgn :

Meningkatkan kebutuhan kalori & keselitan mencerna scr berkelanjutkan akibat penyakit infeksi, luka bakar / kanker. Disfagia akibat kelumpuhan sereberal Penurunan absopsi nutrisi akibat intoleransi laktosa Penurunan nafsu makan Sekresi berlebihan Ketidak cukupan absopsi Kesulitan mengunyah

2.

Ketidakseimbangan nutrisi : lebih dari kebutuhsan tubuh, berhub dgn :


Perubahan pola kenyang akibat efek obat Penurunan fungsi pengecap Kurangnya pengetahuan ttg nutrisi Penurunan kebutuhan metabolisme Kelebihan asupan Perubahan gaya hidup

C. PERENCANAAN KEPERAWATAN

Tujuan :
1. 2. 3.

Meningkatkan nafsu makan Membantu memenuhi kebutuhan nutrisi Mempertahankan nutrisi mellaui oral/parenteral Monitor perubahan Kurangi faktor yg mempengaruhi perubahan nutrisi Anjarkan utk merencanakan makanan Kaji TTV & bising usus Monitor glukosa, elektrolit, albumin & hemoglobin Berikan pendidikan ttg cara diet, kebutuhan kalori/tindk lainya.

Rencana tindakan
1. 2.

3. 4. 5.

6.

Tindakan pada gangguan kekurangan nutrisi :


Mengurangi kondisi & gejala menyebabkan penurunan nafsu makan Memberikan makanan yg disukai Menata ruangan senyaman mungkin Menurunkan stres psikologis Menjaga kebersihan mulut Menyajikan makanan mudah cerna Hindari makanan yg mengandung gas.

Tindakan pd gangguan obstruksi mekanis scr umum


Lakukan kebersihan mulut Ajarkan teknik mempertahankan nafsu makan Gunakan suplemen tinggi kalori

Tindakan pd gangguan kesulitan makan scr umum :


Atur posisi spt duduk tegak Pertahankan posisi Fleksikan kepala kedepan pd garis tengah tubuh 45 derajat utk mempertahankan esofagus Mulai dari jumlah yg kecil Anjurkan utk membersihkan mulut

Tindakan gangguan kelebihan nutrisi scr umum


Hindari makanan yg berlemak Berikan motivasi utk turunkan BB Lakukan program olah raga

D. PELAKSANAAN TINDAKAN
1.

Pemberian nutrisi melalui oral


TIndakan ini dilakukan pd pasien yg tdk mampu memenuhi kebutuhan nutrisi sendiri dgn cara membantu memberikan makanan melalui mulut.

2.

Pemberian nutrisi melaui pipa penduga/lambung


Tindakan yg dilakukan pd pasien yg tdk mampu memenuhi kebutuhan nutrsis scr oral/tdk mampu menelan makan dpt dgn cara memberi makan melalui pipa lambung/pipa menduga.

3.

Pemberian makanan melalui parenteral (infus)


1. 2. 3.

Nutrisi parenteral parsial Nutrisi parenteral total Nutrisi parenteral melaui vena sentral

E. EVALUASI
Meningkatkan

nafsu makan ditunjukkan dgn adanya kemampuan dlm makan Terpenuhinya kebutuhan nutrisi ditunjukkan dgn tdk adanya tanda kekurangan / kelebihan BB Mempertahankan nutrisi mellaui oral / parenteral ditunjukkan adanya proses pencernaan scr adekuat.

CONTOH ASUHAN KEPERAWATAN

Pengkajian
1.

Riwayat keperawatan dan diet

Anggaran makan, makan kesukaan, waktu maka. Apakah ada diet yang di lakukan secara khusus Adakah penurunan dan peningkatan berat badan dan berapa lama periode waktunya? Adakah status pisik pasien yang dapat meningkatkan diet seperti luka bakar dan demam? Adakah toleransi makan atau minum tertentu?

2. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DIET

a)
b) c) d)

e)

Status kesehatan Kultur dan kepercayaan Status social ekonomi Faktor psikologis Informasi yang salah tentang makanan dan cara berdiet

3. PEMERIKSAAN FISIK
a.

b.
c. d.

e.

Keadaan fisik : apatis, lesu. Berat badan : obesitas, underweight Otot : flaksia/lemah, tonus kurang, tenderness, tidak mampu bekerja. Sistem saraf : bingung, rasa terbakar, pharesthesia, reflek menurun. Fungsi gastrointestinal : anoreksia, konstipasi, diare, flatulensi, pembesaran liver/lien.

f.

g.

h.

i.

j.

k.
l.

Kardiovaskuler : denyut nadi < 100 x/m, irama abnormal, tekanan darah rendah atau tinggi Rambut : kusam, kering, pudar, kemerahan, tipis, pecah atau patah-patah Kulit : kering, pucat, iritasi, lemak disubkutan tidak ada Bibir : kering, pecah-pecah, bengkak, lesi, stomatitis, membrane mukosa pucat Gusi : pendarahan, peradangan Lidah : edema, hiperemis Gigi : karies, nyeri, kotor

m. n. o. p.

Mata : konjungtiva pucat, kering, exotalamus, tanda-tanda infeksi Kuku : mudah patah Pengukuran antopometri : Berat badan ideal ( TB -100)kurang lebih 10%

Lingkar pergelangan tangan Lingkar lengan atas (MAC) : Nilai normal wanita : 28,5 cm Pria :28,3 cm Lipatan kulit pada otot trisep (TSF) : Nilai normal Wanita : 16,5-18 cm Pria : 12,5-16,5 cm

4. LABORATORIUM
a) b) c) d)

e)

Albumin (N : 4-5,5 mg/100 ml) Transfersin (N : 170-25 mg/100 ml) Hb (N:12 mg %) BUN (N : 10-20 mg/100 ml) Ekskresi kreatinin untuk 24 jam (N : laki-laki : 0,6-1,3 mg/100 ml, wanita : 0,5-1,0 mg/100 gram)

DIAGNOSA KEPERAWATAN DAN INTERVENSI

1.

Ketidakseimbangan nutiri : kurang dari kebutuhan tubuh Defenisi : keadaan dimana intake nutrisi kurang dari kebutuhan metabolisme tubuh.

KEMUNGKINAN BERHUBUNGAN DENGAN :

a) b) c) d) e)

Efek dari pengobatan Mual/muntah Gangguan intake makanan Radiasi / kemoterapi Penyakit kronis

KEMUNGKINAN DITEMUKAN DATA :


a) b) c) d)

e)
f)

berat badan menurun kelemahan kesulitan makan nafsu makan berkurang ketidak seimbangan elektolit kulit kering

MASALAH KLINIK BERHUBUNGAN DENGAN :


a.

anureksia nervosa b. AIDS c. pembedahan d. kehamilan e. kanker f. animea g. marasmus

Tujuan yang di harapkan : terjadi peningkatan berat badan sesuai batasan waktu peningkatan status nutrisi

INTERVENSI 1.Tingkatkan intake makanan melalui : Mengurangi gangguan dari lingkungan seperti berisik dll Jaga privasi pasien Jaga kebersihan ruanagan (barangbarang seperti sputum pot, urinal tidak berada di tempat tidur) Berikan obat sebelum makan apjika ada indikasi 2. Jaga kebersihan mulut pasien 1.

RASIONAL Cara khusus untuk meningkatkan napsu makan

2.

Mulut yang bersih meningkatkan nafsu makan

INTERVENSI 3. 4. Bantu pasien makan jika tidak mampu Sajikan makanan yang mudah di cerna dalam keadaan hanga, tertutup, dan berikan sedikit-sedikit tetapi sering Selingi makan dengan minum Hindari makan yang banyak mengandung gas Ukur intake makanan dan timbang berat badan 3. 4.

RASIONAL Membantu pasien makan Meningkatkan selera makan dan intake makan

5.
6.

5.
6.

Memudahkan makanan masuk Mengurangi rasa nyaman


Observasi kebutuhan nutrisi

7.

7.

INTERVENSI
8. Lakukan latihan pasif dan aktif 9. Kaji tanda vital, sensori, bising usus 10. Monitor hasil lab, seperti glukosa elektrolik, albumin, hemoglobin, kolaborasi dengan dokter 11. Berikan feed back yang positif tentang peningkatan intake, berat badan 12. Berikan pendidikan kesehatan tentang ; cara diet, kebutuhan kalori dan tindakan keperawatan yang berhubungan dengan nutrisi apabila pasien menggunakan NGT.

RASIONAL

8.

Menambah nafsu makan 9. Membantu mengkaji keadaan pasien 10. Monitor status nutrisi 11. Meningkatkan kepercayaan untuk meningkatkan makanan 12. Meningkatkan pengetahuan agar pasien lebih kooperatif

INTERVENSI 13. Cek kepatenan tube 14. Pemberian cairan atau makanan tidak lebih 150 cc sekali pemberian 15. Cek temperatur makanan agar tidak terlalu panas atau dingin 16. Atur posisi semi Fowler saat memberikan makanan 17. Jelaskan bagaimana tube bekerja dan perawatannya

RASIONAL 13. Menghindari aspirasi dan obstruksi tube 14. Menghindari aspirasi

15. Mengurangi kram dan terbakar pada abdomen 16. mengurangi regurtasi

17. Mencegah komplikasi

II.

KETIDAKSEIMBANGAN NUTRISI : LEBIH


DARI KEBUTUHAN TUBUH

Defenisi : pasien dengan resiko atau actual mengkonsumsi makanan melebihi dari kebutuhan metabolisme tubuh. Kemungkinan berhubungan dengan
a) b) c)

d)

Kelebihan intake Gaya hidup Perubahan kultur Psikologi untuk konsumsi tinggi kalori.

Kemungkinan data yang di temukan :


1. 2.

20 % lebih berat dari badan ideal Pola makan yang berlebihan

Kondisi klinis kemukinan terjadi pada :


a. b. c. d. e. f.

Obesitas Hipotiroidisme Pasien dengan pemakaian kortikosteoid Imobilisasi yang sama Cushings syndrome Bulimia

TUJUAN YANG DI HARAPKAN :


a.

b.

c.

Teridentifikasinya kebutuhan nutrisi dan berat badan yang terkontrol Perencanaan control berat badan untuk yang akan datang Tidak terjadinya penurunan berat badan yang berlebihan

INTERVENSI 1. Lakukan pengkajian pola makan pasien 2. Diskusikan dengan pasien tentang kelebihan makan 3. diskusikan motipasi untuk menurunkan berat badan 4. Kolaborasi dengan ahli diet yang tepat

RASIONAL 1. Informasi dasar untuk perencanaan awal 2. Membantu mencapai tujuan

3. Membantu memecahkan masalah 4. Menentukan makanan yang sesuai dengan pasien

INTERVENSI 5. 6. 7. 8. Ukur intake makanan dalam 24 jam Buat program latihan untuk olahraga Hindari makanan yang banyak mengandung lemak Berikan pengetahuan kesehatan tentang : Program diet yang benar Akibat yang mungkin timbul pada kelebihan berat badan 5. 6. 7. 8.

RASIONAL Mengetahui jumlah kalori yang masuk Meningkatkan kebutuhan energi Makanan berlemak banyak menghasilkan energi Memberikan informasi dan mengurangi komplikasi