Anda di halaman 1dari 25

Proses Industri Kimia

Proses-Proses Tipe Solvay


Dr. Tri Yuni Hendrawati
Institut Sains dan Teknologi Al Kamal Jakarta 2013
1

Produk utama proses Solvay asli : Na2CO3


Soda abu (soda ash); Mr = 106,00 g/mol. Volume perdagangan dunia 30 juta ton/tahun. Zat kimia dasar yang murah; cukup larut dalam air. Dua tipe komoditi : soda abu berat (heavy ash), ruah 1 kg/liter. soda abu ringan (light ash), ruah kg/liter. Penggunaan utama : s. a. berat : pembuatan gelas / kaca. s. a. ringan : pembuatan zat kimia komoditas.
2

Penggunaan Soda Abu Berat

Wadah gelas 63%

Aneka zat kimia 8%

Natrium silikat 9%

Pelat & serat gelas 20%

Penggunaan Soda Abu Ringan

Bahan kimia komoditas 57% Minyak, lemak, lilin, gula 16% Zat kimia adi Bahan celup & Makanan & pewarna minuman 3% 3%
(fine chemicals )

Lain-lain 15% Tekstil 3%

3%

Soda kue natrium bikarbonat (NaHCO3) mutu pangan; dibuat via penjenuhan lar. jenuh soda abu (ringan) dengan karbon dioksida : Na2CO3(ak) + H2O(ak) + CO2(g) 2 NaHCO3(p) NaHCO3 mengendap karena kelarutannya < Na2CO3; pada 40 oC : 2,7 mol NaHCO3/(100 mol H2O) versus 8,2 mol Na2CO3/(100 mol H2O). Di lain pihak, dalam proses Solvay, soda abu ringan dibuat via penohoran natrium bikarbonat mentah pada 150 200 oC : 2 NaHCO3(p) Na2CO3(p) + H2O(g) + CO2(g) Inti proses Solvay asli pembuatan NaHCO3 mentah.
5

Konsep generik proses tipe Solvay


Peristiwa generik : pengendapan garam yang paling terbatas daya larutnya dari suatu larutan akuatik yang mengandung 2 kation dan 2 anion. Misal : K, L kation dan A, B anion, maka (KA + LB) dan (KB + LA) pasangan garam kebalikan (reciprocal salt pair). Jika di antara KA, LB, KB, LA yang berkelarutan terkecil KB, maka bisa didapat kondisi reaksi dekomposisi ganda pasangan garam kebalikan : KA + LB KB + LA yang menyebabkan KB mengendap (sbg. presipitat).
6

Di dalam proses Solvay asli : K Na, L NH4, A Cl, B HCO3. NaCl(ak) + NH4HCO3(ak) NaHCO3 + NH4Cl(ak) Wawasan yang lebih kuantitatif (hasil : taksiran kasar/ awal) dapat diperoleh dengan anggapan bahwa kelarutan suatu garam di dalam air tak dipengaruhi oleh adanya garam lain yang terlarut. Kaji & bandingkan kelarutan garam-garam murni anggota pasangan kebalikan di dalam air pada berbagai temperatur !. Data (dapat) dikutip dari pustaka-pustaka acuan baku (Perry, Kirk-Othmer); tulis dlm mol/(100 mol H2O) !.
7

Kelarutan garam murni, mol garam/(100 mol H2O) t, oC NaCl NH4HCO3 NaHCO3 NH4Cl 0 11,0 2,7 1,5 9,9 10 11,0 3,7 1,8 11,2 20 11,1 4,9 2,1 12,5 30 11,2 6,5 2,4 13,9 40 11,3 8,3 2,7 15,4 50 11,4 10,5 3,1 17,0 60 11,5 13,5 3,5 18,6 70 11,6 (tak stabil) 3,9 20,3

Kelarutan NaHCO3 paling kecil !. Pilih t = 30 oC [mengapa bukan 10 oC ?]


8

Endapan NaHCO3 dapat diperoleh via pencampuran larutan jenuh NaCl dengan larutan jenuh NH4HCO3.

Tetapi, NH4HCO3 dapat dibentuk via absorpsi gas NH3 dan CO2

Sangat menguntungkan. Perolehan endapan melonjak !.


10

Perolehan lebih besar lagi jika gas NH3 & CO2 yang diabsorpsi berlebih.
Selain jenuh dgn NaHCO3, larutan relatif lebih jenuh dgn NH4HCO3 daripada dgn NH4Cl.

Lebih baik !. Pengotor endapan NH4HCO3; mudah hilang terdekomposisi pada tahap penohoran NaHCO3 menjadi Na2CO3.
11

Diagram Jnecke metode penyajian data kelarutan (jenuh) pasangan garam kebalikan.
Ada daerah kestabilan masing-masing garam. Endapan garam murni akan diperoleh jika komposisi larutan berada di dalam daerah kestabilannya !. Diagram dapat digunakan utk menggambarkan alur proses + peneracaan massa.
12

Proses Solvay di dalam diagram Jnecke


Pengaturan ke kondisi operasi terbaik : NH3 diabsorpsi lebih dahulu. NH3 sedikit berlebih. nilai z larutan awal juga berpengaruh.
13

Mengkreasi sumber CO2 dan pemboyong khlor.


Solvay memilih batukapur, bahan yang murah dan tersedia berlimpah, sebagai sumber CO2 : Kapur tohor yang terhasilkan dipadamkan dan digunakan sebagai pemboyong khlor dalam bentuk CaCl2 (penggunaan : refrijerasi, desikan, pengerasan beton, konsolidasi tanah, bahan kimia pembantu dalam industri alginat dan pengeboran minyak). CaO(p) + H2O(ak) Ca(OH)2(susp)
Ca(OH)2(susp) + NH4Cl(ak) CaCl2(ak) + H2O(ak) + NH3(g)

Gas amoniak di daur-ulang ke tahap absorpsi.


14

Diagram blok proses amoniak-soda

15

Tanur kapur

Distilator amoniak
16

Menara Solvay
Di daerah beriklim sedang/dingin, temperatur di dasar menara bisa mencapai 25 oC; di daerah tropik, temperatur dasar menara minimal 30 oC lebih masuk akal.

17

Kristal-kristal bikarbonat mentah

Kristal-kristal soda abu ringan


18

Kristal-kristal soda abu berat Kristal-kristal natrium karbonat monohidrat


19

Mutu tipikal soda abu ringan dan berat


Analisis kimia (%-b) : Na2CO3 99,3 %, NaCl 0,3 %, Na2SO4 0,04 %, NH3 0,02 %, SiO2 < 0,01 %, Fe2O3 < 0,003 %, Al2O3 < 0,01 %, CaO < 0,01 %, MgO 0,02 %, bahan tak larut dlm air 0,02 %, hilang berat penohoran (250 oC, 2 jam) 0,2 %. Distribusi ukuran partikel (%) : Soda abu ringan Soda abu berat >1 mm 0 5 10 0,5 1 mm 02 15 40 0,25 0,5 mm 5 10 30 50 0,125 0,25 mm 30 45 10 25 < 0,125 mm 2 10 0,063 0,125 mm 30 45 < 0,063 mm 15 25 Massa jenis (kg/liter) 0,5 0,6 1,05 1,15
20

Modifikasi proses Solvay (amoniak soda)


Permintaan produk samping proses Solvay asli (CaCl2) relatif tak besar. NH4Cl kini lebih banyak dibutuhkan : kualitas kimia salmiak ( 99,7 %-b, NaCl < 0,25 %-b, Fe < 3 ppm); penggunaan utk elektrolit sel kering, komponen bahan peledak (pertambangan), pengeras lem berbasis formaldehid, komponen etching solution pada pembuatan printed circuit board (PCB) dll. kualitas pupuk (> 97 %-b); penggunaan utk pupuk padi dan tanaman sereal lain. Modifikasi proses Solvay asli agar menghasilkan NH4Cl sebagai koproduk !.
21

NH4Cl dikristalisasi dengan memanfaatkan efek ion senama (common ion effect) dan pendinginan sampai 15 20 oC. Ada 2 tipe : koproduksi salmiak-soda abu, menghasilkan NH4Cl kualitas kimia. Proses BASF [a.l. paten Jerman (DE) no. 310 112 (1915) dan no. 349 384 (1920)]. koproduksi soda abu-salmiak, menghasilkan NH4Cl kualitas pupuk. Proses Asahi [ a.l. paten Amerika Serikat (US) no. 3 038 783 (1962).
22

23

24

Proses-proses tipe Solvay lainnya


Produksi KNO3 dari KCl dan NaNO3 [H.P. Meissner,
Processes and Systems in Industrial Chemistry, Prentice-Hall, 1971, bab 3; J.E. Ricci, The Phase Rule and Heterogeneous Equilibrium, Van Nostrand, 1952, bab 17]. Pemisahan mineral-mineral [Ricci, lihat di atas; R. Novak dan W. Schuster, US Patent no. 3 466 196, 9 September 1969]

Bahasan ilmiah lanjut : D. May dan D.F. Rudd, Development of Solvay clusters of chemical reactions, Chem. Eng. Sci. 31, 59 69 (1976). -----ooo----25