Anda di halaman 1dari 81

Pembimbing : Andri A.Rusman, dr., M.Kes., Sp.F.

Disusun oleh :

Yuli Ayu Diani

(41091035)

Sylvia Triana
Ouve Rahadiani P Dian Aprilia Eka S Anggie Mutmainnah Ghina Aghniya

(41091036)
(41091037) (42091039) (41091041) (41091043)

Abortus = pengguguran kandungan Menurut medis Berakhirnya suatu kehamilan (oleh sebab tertentu) pada atau sebelum kehamilan berusia 22 minggu atau buah kehamilan belum mampu untuk hidup di luar kandungan ( Sarwono Prawirohardjo,2007)

Menurut Hukum :
Tidak mempersoalkan lahir hidup atau mati, yang penting : sewaktu pengguguran kehamilan dilakukan, kandungan masih hidup

Tindakan menghentikan kehamilan atau mematikan janin sebelum waktu kelahiran tanpa melihat usia kandungannya.

Ada Unsur Kesengajaan

1. Abortus Spontan 2. Abortus provokatus

abortus yang terjadi secara spontan (natural), bisa disebabkan penyakit atau kelainan ibu maupun janin.

abortus yang didahului oleh suatu tindakan yang disengaja, dapat berupa : a. Legal (untuk kepentingan terapetik) b. Ilegal (kriminalis)

3. Abortus akibat kecelakaan

abortus yang didahului suatu trauma yang tidak disengaja

ABORTUS PROVOKATUS
Legal/ilegal tergantung norma hukum yang berlaku di negara : Abortus provokatus medicinalis (karena alasan medik) dinyatakan legal di Perancis atau Pakistan. Abortus provokatus sosio-medicinalis (karena alasan sosio-medik) dinyatakan legal di Swedia,Inggris atau India. Abortus provokatus karena alasan sosial dinyatakan legal di Jepang atau Yogoslavia

KUHP ps 346 : Maksimum 4 th, Wanita yang sengaja menggugurkan kandungannya atau menyuruh orang lain melakukannya KUHP ps 347 : Maksimum 12 th, bagi seseorang yang menggugurkan kandungan wanita tanpa seizinnya dan bila wanita tersebut meninggal, hukuman maksimum 15 tahun.

Lanjutan......
KUHP ps 348 : maksimum 5 tahun 6 bulan bagi seseorang yang menggugurkan kandungan wanita dengan seizin wanita tersebut dan bila wanita tersebut meninggal, maksimum 7 tahun. KUHP ps 349 : Hukuman ditambah sepertiga & pencabutan hak pekerjaannya, bagi dokter, bidan / juru obat yg melakukan kejahatan di atas.

Lanjutan.....
KUHP ps 283 : hukuman maksimum 9 bulan, bagi yang mempertunjukan alat / cara menggugurkan kandungan kepada anak di bawah usia 17 tahun / di bawah umur. KUHP ps 299 : hukuman maksimum 4 tahun bagi yang menganjurkan / merawat / memberi obat kepada seorang wanita dengan memberi harapan agar gugur kandungannya. KUHP ps 535 : hukuman maksimum 3 bulan bagi barang siapa yang mempertunjukkan secara terbuka alat / cara menggugurkan kandungan.

Pasal 15
ayat 1 : Dalam keadaan darurat sebagai upaya untuk menyelamatkan jiwa ibu hamil dan atau janinnya, dapat dilakukan tindakan medis tertentu. ayat 2 : Tindakan medis tertentu sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) hanya dapat dilakukan : berdasarkan indikasi medis yang mengharuskan diambilnya tindakan tersebut; oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan untuk itu dan dilakukan sesuai dengan tanggung jawab profesi serta berdasarkan pertimbangan tim ahli; dengan persetujuan ibu hamil yang bersangkutan atau suami atau keluarganya; pada sarana kesehatan tertentu.

a. b.

c. d.

Pasal 80 : Barang siapa dengan sengaja melakukan tindakan medis tertentu terhadap ibu hamil yang tidak memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 ayat (1) dan ayat (2), dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan pidana denda paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

Merupakan terminasi kehamilan tanpa indikasi medis. Untuk kepentingan pelaku atau si ibu. Dapat akibat ajakan/bujuk rayu seseorang atau orang lain, Bisa dilakukan sendiri atau dengan bantuan orang lain

1. Kekerasan umum atau kegiatan fisik yang berlebihan

Menunggang kuda Lari-lari Loncat

2. Dengan menggunakan kekerasan lokal

a. Tanpa menggunakan alat (instrumen) - memijat perut bagian bawah - menginjak perut bagian bawah - meninju perut bagian bawah b. Dengan menggunakan alat-alat medis berupa : sonde, kateter, tang kuret c. Dengan menggunakan alat-alat non medis : kawat, tongkat, kayu. d. Dengan menggunakan zat-zat kimia : air hangat, air dicampur kreolin atau lysol atau carbol dll

3. Menggunak an obatobatan abortifisien

Obat emetika Obat purgativa atau laxantia : castor oli Obat emenagoga atau obat pelancar haid : apiol, minyak pala, oleum rutae. Ecbolica atau obat perangsang otot rahim : ergotamin, pituitrin, kinina

Ibu selamat, hasil konsepsi keluar

Komplikasi s/d bisa menyebabkan kematian

1. Kematian Segera (immediate) :


Vagal refleks : terjadi karena adanya rangsangan pada permukaan sebelah dalam dari canalis cervikalis. Emboli udara : sering terjadi pada abortus dengan alat semprot.

2. Kematian yang tidak begitu cepat (moderate) :


Emboli cairan : jika menggunakan cairan (air sabun atau antiseptik), kematian tidak terjadi segera melainkan menunggu sampai terjadinya nekrosis jaringan atau hemolisis. Perdarahan : akibat robeknya vagina, servik, atau uterus.

3. Kematian lambat (late) :


Sepsis , dapat terjadi karena alat-alat tidak steril, uterus tidak bersih, robeknya usus besar. Gagal ginjal akut ( acute renal failure) :

PEMERIKSAAN KORBAN ABORTUS :


Pada korban hidup perlu diperhatikan tanda kehamilan misalnya perubahan pada payudara, pigmentasi, hormonal, dll. Usaha penghentian kehamilan, misalnya tanda kekerasan pada genitalia interna/eksterna, daerah perut bagian bawah. Pemeriksaan toksikologik dilakukan untuk mengetahui adanya obat/zat yang dapat mengakibatkan abortus.

Dalam aborsi kriminal hanya terungkap jika wanita yang diaborsi meninggal dunia. Pemeriksaan postmortem menjadi sangat penting untuk menentukan : 1. Wanita tersebut hamil atau tidak 2. Adanya tanda-tanda upaya aborsi 3. Sebab-sebab kematian

1.

Wanita tersebut hamil atau tidak : Pada wanita yang hamil akan terlihat tandatanda : a) Payudara : tampak besar akibat proliferasi kelenjar susu. b) Uterus : - tampak besar - ditemukan sisa-sisa janin pada aborsi yang tidak berhasil - ditemukan sel-sel trofoblas dan sel-sel desidua c) Ovarium : terdapat corpus luteum persisten

2. Adanya tanda-tanda upaya aborsi : Jika aborsi menggunakan kekerasan lokal akan dapat ditemukan tanda-tanda : - Memar, laserasi atau perdarahan pada alat kelamin dalam dan sekitarnya. - Infeksi atau sepsis akibat alat-alat yang tidak steril Jika digunakan obat oral atau suntikan maka obat-obatan tersebut dapat dilacak melalui pemeriksaan toksikologik.

3. Sebab-sebab kematian - dilakukan pemeriksaan otopsi yang teliti disertai pemeriksaan penunjang.

Dapat diketahui sebab kematian ( refleks vagal, perdarahan,sepsis, gagal ginjal akut,dll)

PEMBUNUHAN ANAK SENDIRI

(INFANTICIDE)
DEFINISI

Umum Pembunuhan bayi Setiap perbuatan merampas nyawa bayi di luar kandungan
Khusus (berbeda secara spesifik di tiap negara hukum)
Inggris : tindakan merampas nyawa bayi yang belum berumur 12 bulan oleh ibu kandungnya. Skotlandia : tidak ada sama sekali pengkhususan pembunuhan bayi oleh ibu kandungnya

INDONESIA
Infanticide adalah pembunuhan yang
dilakukan oleh seorang ibu atas anak kandungnya pada saat lahir atau tidak lama kemudian karena takut ketahuan telah melahirkan anak.

KUHP Pasal 341 (Kinderdoodslag) KUHP Pasal 342 (Kindermoord)

KUHP Pasal 341 Seorang ibu yang karena takut akan ketahuan melahirkan anak pada saat anak dilahirkan atau tidak lama kemudian, dengan sengaja merampas nyawa anaknya,diancam karena membunuh anak sendiri dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun. (Kinderdoodslag) KUHP Pasal 342 Seorang ibu yang untuk melaksanakan niat yang ditentukan karena takut akan ketahuan bahwa ia akan melahirkan anak, pada saat anak dilahirkan atau tidak lama kemudian merampas nyawa anak sendiri diancam karena melakukan pembunuhan anak sendiri dengan rencana, dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun. (Kindermoord)

Korban adalah anak kandung

Alasan adalah takut ketahuan telah melahirkan anak

Pelaku adalah ibu kandung


SYARAT INFANTICIDE

Waktu pembunuhan, (tepat pada saat melahirkan atau beberapa saat setelah melahirkan)

IBU
Hanya ibu kandung yang dapat dihukum karena melakukan pembunuhan anak sendiri. Tidak dipersoalkan apakah ibu telah menikah atau belum. Bagi orang lain yang turut membunuh anak tersebut dihukum karena pembunuhan berencana, dengan hukuman yang lebih berat:
15 tahun penjara (pasal 338 pembunuhan tanpa rencana) 20 tahun, seumur hidup/hukuman mati (pasal 339 dan 340, pembunuhan dengan rencana).

WAKTU
Dalam UU tidak disebutkan batasan waktu yang tepat, tetapi hanya dinyatakan pada saat dilahirkan atau tidak lama kemudian. (sebelum ada rasa kasih sayang/ sebelum ada yang mengetahui kelahiranya)

PSIKIS
Ibu membunuh anaknya karena terdorong oleh rasa ketakutan akan diketahui orang lain telah melahirkan anak itu, biasanya anak yang dilahirkan tersebut didapatkan dari hubungan tidak sah.

DITEMUKAN BAYI di tempat yang tidak semestinya

1. Korban pembunuhan anak sendiri (Pasal 341, 342) 2. Pembunuhan (Pasal 338, 339, 340, 343) 3. Lahir mati kemudian dibuang (Pasal 181) 4. Bayi ditelantarkan sampai mati (Pasal 308)

PERAN DOKTER PADA KASUS

INFANTICIDE

Memeriksa jenazah bayi (diminta oleh penyidik secara resmi) :


1.Apakah anak tersebut dilahirkan hidup atau lahir mati? 2.Apakah terdapat tanda-tanda perawatan? 3. Apakah ada luka-luka yang dapat dikaitkan dengan penyebab kematian? 4. Apakah anak yang dilahirkan itu cukup bulan dalam kandungan? 5. Apakah pada anak tersebut didapatkan kelainan bawaan yang dapat mempengaruhi kelangsungan hidup bagi si anak?

1. LAHIR HIDUP ATAU LAHIR MATI


Lahir hidup (live birth) adalah keluar atau dikeluarkannya hasil konsepsi yang lengkap, bernapas atau menunjukkan tanda kehidupan lain tanpa mempersoalkan usia gestasi, sudah atau belumnya tali pusat dipotong dan plasenta dilahirkan.
Lahir mati (stillbirth) adalah kematian hasil konsepsi sebelum keluar atau dikeluarkan oleh ibunya, tanpa mempersoalkan usia kehamilan (baik sebelum ataupun setelah kehamilan berumur 28 minggu dalam kandungan).

Tanda-tanda Kehidupan Bayi Baru Lahir


1. Pernapasan (paru mengembang dan terdapat udara dalam lambung atau usus) 2. Menangis 3. Pergerakan otot 4. Sirkulasi darah 5. Denyut jantung 6. Perubahan hemoglobin 7. Isi usus 8. Keadaan tali pusat

Pernapasan
Pernapasan spontan terjadi akibat rangsangan atmosfer dan adanya gangguan sirkulasi plasenta menimbulkan perubahan penting paru (letak diafragma dan sifat paru-paru). a. Letak Diafragma - Setinggi costa ke-5 atau ke-6 (bayi sudah bernafas) - Setinggi costa ke-3 atau ke-4 (bayi belum bernafas) b. Gambaran Makroskopik - Warna paru-paru merah muda tidak homogen namun berbercakbercak dengan konsistensi seperti spons dan berderik pada perabaan (bayi sudah bernafas) - Warna paru-paru merah ungu tua seperti warna hati bayi dan homogen, dengan konsistensi kenyal seperti hati atau limpa (bayi belum bernafas) c. Uji Apung Paru - Uji apung paru dilakukan dengan no touch technique

PEMERIKSAAN PARU-PARU
Paru-paru Belum Bernafas 1. Volume kecil, kolaps, menempel vertebrata, konsistensi padat, tdk ada krepitasi Paru-paru Sudah Bernafas Volume 4-6x lebih besar, sebagian menutupi jantung, konsistensi spt karet busa (ada krepitasi). Tepi paru tumpul Warna merah muda Gelembung gas yang keluar halus & rata ukurannya Tampak air sac, kadang-kadang terpisah sendiri-sendiri Bila diperas keluar byk darah berbuih walaupun belum ada pembusukan (volume drh 2x volume sblm nafas) Berat paru 1/35 bb Bagian-bagian paru yg mengembang terapung dlm air

2. 3. 4.

Tepi paru tajam Warna homogen, merah kebiruan/ungu Kalau diperas dibawah permukaan air tdk keluar gelembung gas, atau bila sudah ada pembusukan gelembungnya besar, tak rata Tdk tampak alveoli yg berkembang (air sac) pd permukaan. Bila diperas hanya keluar darah sedikit & tdk berbuih (kecuali .bila sudah ada pembusukan) Berat paru 1/70 bb Seluruh bagian paru tenggelam dlm air

5. 6.

7. 8.

Menangis & Pergerakan Otot


Bernapas dapat terjadi tanpa menangis, tetapi menangis tidak dapat terjadi tanpa bernapas. Suara tangis yang terdengar belum berarti bayi tersebut lahir hidup (tangisan dapat terjadi dalam uterus atau vagina) masuknya udara dalam uterus dan kadar oksigen dalam darah menurun dan atau kadar CO dalam darah meningkat. Pergerakan otot harus disaksikan oleh saksi mata, karena tidak dapat dibuktikan post mortem.

Kaku mayat dapat terjadi pada bayi yang lahir hidup kemudian mati maupun yang lahir mati.

Peredaran Darah, Denyut Jantung, dan Perubahan pada Hemoglobin


Bukti fungsional : denyut tali pusat dan detak jantung (saksi mata) Bukti anatomis : perubahan Hb serta perubahan duktus arteriosus, foramen ovale dan d duktus venosus
Foramen ovale menutup : 1 hari hingga beberapa minggu Duktus arteriosus menutup : 3-4 minggu Duktus venosus menutup : lebih dari 4 minggu

Perubahan pada Hb (Barcrofft) :


Waktu lahir : Hb 20 %, 80 % Foetal Hb, Erythrocyt 6,2 juta. Hari ke 8 : Hb 18 %, foetal Hb menurun, Erytrocyt 5,4 juta. Bulan ke 3 : foetal Hb 7 8 % Bulan ke 6 : foetal Hb habis.

Isi Usus dan Lambung


Benda asing dalam lambung reflek menelan, maka ini merupakan bukti kehidupan (lahir hidup). Udara dalam lambung dan usus dapat terjadi akibat pernapasan wajar, pernapasan buatan, atau tertelan. Cara pemeriksaan:
esophagus diikat, dikeluarkan bersama lambung yang diikat pada jejunum lekuk pertama, kemudian dimasukkan ke dalam air. Semakin jauh udara usus masuk dalam usus, makin kuat dugaan adanya pernapasan.

24-48 jam post mortem mekonium sudah keluar semua seluruhnya dari usus besar.

Keadaan Tali Pusat


Diperhatikan ada atau tidak adanya denyut tali pusat setelah kelahiran (harus saksi mata) Pengeringan tali pusat, letak & sifat ikatan, bagaimana tali pusat itu diputus (secara tajam atau tumpul) 18 24 jam post natal : pengeringan tali pusat di daerah melekatnya tali pusat pada dinding abdomen. 30-36 jam post natal : kemerahan melingkari pusat 5 8 hari post natal : tali pusat terlepas. 10 12 hari post natal : penyembuhan tempat bekas melekatnya tali pusat pada dinding abdomen.

Keadaan Kulit
Tidak ada keadaan kulit dapat membuktikan adanya kehidupan setelah bayi lahir. Tanda yang dapat memastikan bahwa bayi tidak lahir hidup maserasi (terjadi bila bayi sudah mati in utero beberapa hari, 810 hari)

Harus dibedakan dengan proses pembusukan pada maserasi tidak terbentuk gas karena terjadi secara steril.
Bila bayi yang mengalami maserasi dibiarkan dalam udara terbuka akan mengalami proses pembusukan biasa. Bayi yang mati waktu dilahirkan , bakteri belum masuk ke dalam paru atau GIT proses pembusukan lambat, sering terjadi mummifikasi.

Kematian Pada Bayi Yang Terjadi Saat Bayi Dilahirkan, Sebelum Dilahirkan, Atau Setelah Terpisah Sama Sekali Dari Ibu
Bukti kematian dalam kandungan adalah: a. Ante partum rigor mortis yang sering menimbulkan kesulitan waktu melahirkan

b.Maserasi, yaitu perlunakan janin dalam air ketuban dengan ciri-ciri: Warna merah kecoklatan (pada pembusukan warnanya hijau). Kutikula putih, sering membentuk bula berisi cairan kemerahan. Tulang-tulang lentur dan lepas dari jaringan lunak. Tidak ada gas, baunya khas. Maserasi ini terjadi bila bayi sudah mati 8-10 hari dalam kandungan.

Tanda Perawatan
Penentuan ada tidaknya tanda perawatan sangat penting artinya dalam kasus pembunuhan anak Keadaan baru lahir dan belum dirawat merupakan petunjuk dari bayi tersebut tidak lama setelah dilahirkan

Menurut Ponsold, bayi baru lahir (neugeborenen) adalah bayi yang baru dilahirkan dan belum dirawat Jika sudah dirawat, maka bayi itu bukan bayi baru lahir dan tidak dapat disebut sebagai pembunuhan anak sendiri

Tanda-Tanda Bayi yang Baru Lahir dan Belum Mendapatkan Perawatan


Tubuh masih berlumuran darah. Ari-ari (plasenta) masih melekat dengan tali pusat dan masih berhubungan dengan pusat (umbilikus) Adanya lemak bayi (vernix caseosa), pada daerah dahi serta di daerah yang mengandung lipatan-lipatan kulit, seperti daerah lipat ketiak, lipat paha dan bagian belakang bokong

Tali pusat belum terpotong dan masih terhubung dengan ari-ari

Viabilitas
Bayi yang viable adalah bayi yang sudah mampu untuk hidup di luar kandungan ibunya atausudah mampu untuk hidup terpisah dari ibunya (separate existence) Viabilitas mempunyai beberapa syarat, yaitu: Umur 28 minggu dalam kandungan Panjang badan 35 cm Berat badan 2500 gram Tidak ada cacat bawaan yang berat Lingkaran fronto-ocipital 32 cm

Penentuan umur janin/embrio dalam kandungan rumus De Haaas, adalah untuk 5 bulan pertama, panjang kelapa-tumit (cm) = kuadrat umur destasi (bulan) dan selanjutnya = umur gestasi (bulan) x 5 Umur 1 bulan 2 bulan 3 bulan 4 bulan 5 bulan 6 bulan 7 bulan 8 bulan 9 bulan Panjang badan (kepala-tumit) 1x1=1 (cm) 2x2=4 (cm) 3x3=9 (cm) 4x4=16 (cm) 5x5=25 (cm) 6x5=30 (cm) 7x5=35 (cm) 8x5=40 (cm) 9x5=45 (cm)

Perkiraan umur janin dapat pula dilakukan dengan melihat pusat penulangan (ossification centers)
Pusat penulangan pada: Klavikula Tulang panjang (diafisis) Iskium Pubis Kalkaneus Manubrium sterni Talus Sternum bawah Distal femur Proksimal tibia Kuboid Umur (bulan) 1,5 2 3 4 5-6 6 Akhir 7 Akhir 8 Akhir 9 / setelah lahir Akhir 9/ setelah lahir Akhir 9/setelah lahir Bayi perempuan lebih cepat

Cukup Bulan dalam Kandungan


Bayi yang cukup bulan (matur, term) adalah bayi yang lahir setelah dikandung selama 37minggu atau lebih tetapi kurang dari 42 minggu penuh Pengukuran bayi cukup bulan dapatdinilai dari: Ciri-ciri eksternal Pusat penulangan Penaksiran umur gestasi

Ciri Eksternal
Daun telingaPada bayi yang lahir cukup bulan, daun telinga menunjukkan pembentukan tulangrawan yang sudah sempurna SusuPada bayi yang matur putting susu sudah berbatas tegas, areola menonjol diatas permukaan kulit dan diameter tonjolan susu itu 7 milimeter atau lebih

Kuku jari tanganKuku jari tangan sudah panjang, melampaui ujung jari, ujung distalnya tegas danrelatif keras sehingga terasa bila digarukkan pada telapak tangan Garis telapak kakiPada bayi yang matur terdapat garis-garis pada seluruh telapak kaki, dari depanhingga tumit

Alat kelamin luar Pada bayi laki-laki matur, testis sudah turun dengan sempurna yakni pada dasar skrotum dan rugae pada kulit skrotum sudah lengkap. Pada bayi perempuan yangmatur, labia minor sudah tertutup dengan baik oleh labia mayor Rambut kepalaRambut kepala relatif kasar, masing-masing helai terpisah satu sama lain dantampak mengkilat

Skin opacity. Pada bayi matur, jaringan lemak bawah kulit cukup tebal sehingga pembuluhdarah yang agak besar pada dinding perut tidak tampak atau tampak samar-samar Processus xiphoideus, Pada bayi yang matur processus xiphoideum membengkok ke dorsal, sedangkan pada yang prematur membengkok ke ventral atau satu bidang dengan korpusmanubrium sterni.

Alis mataPada bayi yang matur, alis mata sudah lengkap, yakni bagian lateralnya sudahterdapat, sedangkan pada yang prematur bagian itu belum terdapat

Pusat penulangan
Pusat-pusat penulangan khususnya pada tulang paha (femur) mempunyai arti yangcukup penting. Bagian distal femur dan proksimal tibia akan menunjukkan pusat penulangan pada umur kehamilan 36 minggu talus dan calcaneus pusat penulangan akan tampak padaumur kehamilan 28 minggu

Penaksiran umur gestasi


Rumus De Haas: untuk 5 bulan pertama panjang kepala-tumit dalam sentimeter adalah sama dengan kuadrat angka bulan. Untuk 5 bulan terakhir, panjang badan adalah sama dengan angka bulan dikalikan dengan angka 5 Rumus Arey: menggunakan panjang kepala, tumit dan bokong. Umur (bulan) = panjang kepala - tumit (cm) x 0,2Umur (bulan) = panjang kepala - bokong (cm) x 0,3

Rumus Finnstrom : menggunakan panjang lingkar kepala oksipitofrontal. Umur gestasi = 11,03 + 7,75 (panjang lingkar kepala)

Penyebab Kematian
Kematian Wajar Kematian akibat kecelakaan Kematian karena tindakan pembusukan

Kematian Wajar
Kematian secara alami Perdarahan Malformasi Spasme laring Penyakit plasenta Eritoblastosis fetalis

Kematian Secara Alami


Imunitas : Terjadi jika bayi yang lahir belum cukup matang dan mampu hidup di luar kandungan sehingga mati setelah beberapa saat sesudah lahir. Penyakit kongenital : Seringkali terjadi jika ibu mengalami sakit ketika sedang mengandung sepertisifilis, tifus, campak sehingga anak memiliki cacat bawaan yang menyebabkankelainan pada organ internal seperti paru-paru, jantung dan otak

Perdarahan : Perdarahan dapat terjadi dari umbilikus, perut, anus dan organ genital Malformasi : Kadangkala bayi tumbuh dengan kondisi organ tubuh yang tidak lengkap sepertianensefali. Jika kelainan tersebut fatal, maka bayi tidak akan bisa bertahan hidup Penyakit plasenta : Penyakit plasenta atau pelepasannya secara tidak sengaja dari dinding uterus akandapat menyebabkan kematian dari bayi dan ibu, dan dapat diketahui jika sang ibumeninggal dan dilakukan pemeriksaan dalam

Spasme laring : Hal ini dapat terjadi karena aspirasi mekonium ke dalam laring atau akibat pembesaran kelenjar timus Eritroblastosis fetalis : dapat terjadi karena ibu yang memiliki rhesus negatif mengandung anak dengan rhesus positif

Kematian akibat kecelakaan


Akibat persalinan yang lama : Ini dapat menyebabkan kematian pada bayi akibat ekstravasasi dari darah keselaput otak atau hingga mencapai jaringan otak akibat kompresi kepala dengan pelvis, walaupun tanpa disertai dengan fraktur tulang kepala Trauma lahir : Kaput suksedenum Sefalhematom Fraktur tulang tengkorak Perdarahan intrakranial Perdarahan subarachnoid Perdarahan epidural

Jeratan tali pusat : Tali pusat seringkali melingkar di leher bayi selama proses kelahiran. Hal ini dapatmenyebabkan bayi menjadi tercekik dan mati karena sufokasi

Trauma Hantaman : yang keras pada perut wanita hamil dengan menggunakan senjata tumpul, terjatuhnya ibu dari ketinggian juga merupakan penyebab kematian bayi intrauterin. Untuk kasus seperti ini harus diperiksa tanda-tanda trauma pada ibu

Kematian dari ibu : Ketika ibu mati saat proses melahirkan ataupun sebelum melahirkan, maka anak tidak akan bertahan lama di dalam kandungan sehingga harus dilahirkan sesegeramungkin

Kematian karena tindakan pembunuhan


Pembekapan (sufokasi) : merupakan tindakan yang paling sering dilakukan. Bayi baru lahir sangat mudah dibekap dengan menggunakan handuk, sapu tangan atau dengan tangan.Dapat juga ditemukan benda asing yang menyumbat jalan napas, seringkali karenaibu berusaha mencegah agar anak tidak menangis dan justru menyebabkan kematian

Penjeratan (strangulasi) : Penjeratan juga merupakan cara pembunuhan anak yang cukup sering ditemui.Sering ditemukan tanda-tanda kekerasan yang sangat berlebihan dari yangdibutuhkan untuk membuat bayi mati. Tanda-tanda bekas jeratan akan ditemukandi daerah leher disertai dengan memar dan resapan darah. Kadang juga ditemukan penjeratan dengan menggunakan tali pusat sehingga terlihat bahwa bayi matisecara alami

Penenggelaman (drowning ) : Ini dilakukan dengan membuang bayi ke dalam penampungan berisi air, sungai dan bahkan toilet Kekerasan tumpul pada kepala : Jika ditemukan fraktur kranium, maka dapat diperkirakan bahwa terjadi kekerasanterhadap bayi. Pada keadaan panik, ibu memukul kepala bayi hingga terjadi patahtulang

Kekerasan tajam : Kematian pada bayi baru lahir yang dilakukan dengan melukai bayi dengan senjatatajam seperti gunting atau pisau dan menyebabkan luka yang fatal hinggamenembus organ dalam seperti hati, jantung dan otak

Keracunan : Jarang dilakukan, tetapi pernah terjadi dimana ditemukan sisa opium pada puttingsusu ibu, yang kemudian menyusui bayinya dan menyebabkan bayi tersebut mati.Penentuan penyebab kematian dapat ditunjang dari pemeriksaan patologi anatomiyang diambil dari jaringan tubuh mayat bayi

PEMERIKSAAN PADA MAYAT BAYI


Pada prinsipnya sama saja dengan orang dewasa,hanya saja harus lebih diperhatikan hal-hal berikut : Pada pemeriksaan luar : Bayi cukup bulan/premature/nonviable Kepala : suksedaneum,molase tulang tengkorak Kulit : tanda-tanda perawatan, keadaan verniks kaseosa, warna, keriput atau tidak Mulut : ada benda asing yang menyumbat

PEMERIKSAAN PADA MAYAT BAYI

Tali pusat : sudah terputus/masih melekat pada uri,sudah terikat dan diberi antiseptik Tanda kekerasan : pembekapan disekitar mulut dan hidung,memar pada mukosa bibir dan pipi, tanda pencekikan/jerat pada leher.

PEMERIKSAAN PADA MAYAT BAYI


Pada pembedahan jenazah : Leher : tanda-tanda penekanan,resapan darah pada kulit sebelah dalam,benda asing pada jalan nafas. Mulut : benda asing dan perhatikan palatum mole apakah terdapat robekan

PEMERIKSAAN PADA MAYAT BAYI


Rongga dada : pengeluaran organ rongga mulut,leher dan dada dilakukan dengan tehnik tanpa sentuhan. Perhatikan makroskopik paru dan difiksasi dalam larutan formalin 10% histopatologi dan pada pada paru yang dilakukan uji apung paru.

PEMERIKSAAN PADA MAYAT BAYI

Tanda asfiksia : tardieus spots pada permukaan paru, jantung , timus dan epiglotis. Tulang belakang : kelainan kongenital dan tanda kekerasan. Periksa pusat penulangan pada femur, tibia, kalkaneus, talus dan kuboid.

Pemeriksaan terhadap pelaku pembunuhan anak sendiri


Pemeriksaan terhadap wanita yang disangka sebagai ibu dari bayi. Pada pemeriksaan juga perlu dicatat keadaan jalan lahir untuk menjawab pertanyaan Apakah mungkin wanita tersebut mengalami partus presipitatus?. Dengan melihat tanda-tanda partus : 1. Tanda telah melahirkan anak a.Robekan baru pada alat kelamin b.ostium uteri dapat dilewati ujung jari c.keluar darah dari rahim

d.ukuran rahim saat post partum setinggi pusat, 6-7 hari post partum setinggi tulang kemaluan e. payudara mengeluarkan air susu dan hiperpigmentasi aerola mamma g. striae gravidarum dari warna merah menjadi putih

2. Berapa lama telah melahirkan


a.ukuran rahim kembali ke ukuran semula 2-3 minggu b.getah nifas : 1-3 hari post partum berwarna merah4-9 hari post partum berwarna putih10-14 hari post partum getah nifas habis c.robekan alat kelamin sembuh dalam 8-10 hari

3. Mencari tanda-tanda partus precipitatus


a.robekan pada alat kelamin b.inversio uteri (rahim terbalik) yaitu bagian dalam rahim menjadi keluar, lebih-lebih bila tali pusat pendek c.robekan tali pusat anak yang biasanya terdapat pada anak atau pada tempat lekat tali pusat. Robekan ini harus tumpul dibuktikan dengan pemeriksaan histopatologi d.luka pada kepala bayi menyebabkan perdarahan di bawah kulit kepala, perdarahandi dalam tengkorak

4. Pemeriksaan histopatologi yaitu sisa plasenta dalam darah yang berasal dari rahim.

membuktikan seorang tersangka sebagai ibu dari anak yang diperiksa. Beberapa cara dapat digunakan, yaitu: Mencocokkan waktu partus ibu dengan waktu lahir anak yang diperiksa, apakah memang baru melahirkan (tinggi fundus uteri, lochia, kolostrum dan sebagainya). Sedangkan saat lahir si anak dilihat dari usia pasca lahir ditambah lama kematian.

Memeriksa golongan darah ibu dan anak Hal ini juga sulit karena tidak adanya golongan darah ayah. Contohnya adalah bila golongan O sedangkan si anak golongan AB. Penggunaan banyak jenis golongan darah akan lebih memungkinkan mencapai tujuan, tetapi oleh karena kendala biaya maka cara ini tidak merupakan prosedur rutin. Pemeriksaan DNA Cara ini merupakan cara yang canggih dan membutuhkan dana yang besar

1.

2.

3. 4. 5. 6.

Ilmu Kedokteran Forensik. Jakarta: Bagian Ilmu Kedokteran Forensik, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 1997 : 159-64. Sofwan Dahlan. Ilmu Kedokteran Forensik Pedoman Bagi Dokter dan Penegak Hukum. Semarang: Diponegoro,2008 : 135-39. Sarwono P. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka, 2007 : 145. Shepherd, Richard. Simpson`s Forensic Medicine. 2003. London: Arnoldpublishers. www.affaveti.org/wpcontent/uploads/2010/09/uu23_1992_ind.pdf http://www.bbc.co.uk/ethics/abortion/medical /infanticide_1.shtml