Anda di halaman 1dari 30

Torsio Testis

Kelompok 11

Pendahuluan
Akut skrotum merupakan suatu keadaan timbulnya gejala nyeri dan bengkak pada skrotum beserta isinya yang bersifat mendadak dan disertai gejala lokal dan sistemik. Gejala nyeri ini dapat semakin menghebat atau malah hilang perlahan-lahan seiring dengan berjalannya waktu. Gejala nyeri pada skrotum yang menetap, semakin menghebat, dan disertai dengan mual dan muntah merupakan keadaan darurat yang memerlukan penanganan medis secepatnya.

Timbulnya nyeri pada salah satu ataupun kedua skrotum merupakan hal yang memerlukan perhatian secara serius serta penanganan medis karena skrotum dan testis merupakan glandula reproduksi dari seorang pria yang menghasilkan sperma sehingga kesalahan penanganan akan menimbulkan ketidaknyamanan sepanjang hidup seorang lelaki. Bila keadaan ini tidak ditangani akan menimbulkan gangguan-gangguan seperti infertilitas, disfungsi ereksi, bahkan kematian jaringan testis yang mengakibatkan testis tersebut harus dibuang untuk selamanya.

Tinjauan Pustaka

Definisi
Torsio testis adalah suatu keadaan dimana funikulus spermatikus terpuntir sedemikian rupa sehingga terjadi gangguan vaskulariasi dari testis dan struktur jaringan di dalam skrotum.

Anatomi
Testis adalah organ genitalia pria yang terletak di skrotum. Ukuran testis pada orang dewasa adalah 432,5 cm dengan volume 15-25 ml berbentuk ovoid. kedua buah testis terbungkus oleh jaringan tunika albuginea yang melekat pada testis. Diluar tunika albuginea terdapat tunika vaginalis yang terdiri atas lapisan viseralis dan parietalis, serta tunika dartos. Otot kremaster yang berada disekitar testis memungkinkan testis dapat digerakan mendekati rongga abdomen untuk mempertahankan temperatur testis agar tetap stabil.

vaskularisasi
Testis mendapatkan darah dari beberapa cabang arteri, yaitu : Arteri spermatika interna yang merupakan cabang dari aorta Arteri deferensialis cabang dari arteri vesikalis inferior Arteri kremasterika yang merupakan cabang arteri epigastrika. Pembuluh vena yang meninggalkan testis berkumpul membentuk pleksus Pampiniformis. Plesksus ini pada beberapa orang mengalami dilatasi dan dikenal sebagai verikokel.

Patofisiologi

Torsio testis terjadi akibat perkembangan abnormal dari funikulus spermatikus atau selaput yang membungkus testis. Insersi abnormal yang tinggi dari tunika vaginalis pada struktur funikulus akan mengakibatkan testis dapat bergerak, sehingga testis kurang melekat pada tunika vaginalis viseralis. Testis yang demikian mudah memuntir dan memutar funikulus spermatikus.

Arah dari torsi testis (dilihat dari kaudal) yaitu : Testis kanan : arah puntiran mengikuti atau searah dengan jarum jam Testis kiri : arah puntiran berlawanan dengan arah jarum jam

Gambaran klinis dan diagnosis

Pasien mengeluh nyeri hebat di daerah skrotum, yang sifatnya mendadak dan diikuti pembengkakan pada testis. Pemeriksaan sedimen urine tidak menunjukkan adanya leukosit dalam urine dan pemeriksaan darah tidak menunjukkan tanda inflamasi, kecuali pada torsio testis yang sudah lama dan telah mengalami keradangan steril.

Pemeriksaan penunjang yang berguna untuk membedakan torsio testis dengan keadaan akut skrotum yang lain adalah dengan memakai: stetoskop Doppler, ultrasonografi Doppler, dan sintigrafi testis yang kesemuanya bertujuan menilai adanya aliran darah ke testis. Pada torsio testis tidak didapatkan adanya aliran darah ke testis sedangkan pada keradangan akut testis, terjadi peningkatan aliran darah ke testis.

Pembahasan kasus

LAPORAN KASUS
Sesi 1 Pada jam 06.30, saat saudara sedang bertugas sebagai dokter umum jaga UGD, datang seorang laki-laki berusia 17 tahun dengan keluhan nyeri di kantong pelir. Penderita adalah seorang pelajar SMU di jakarta,belum menikah. Penderita menunjukkan keadaan genitalia eksternanya seperti pada gambar di bawah ini.

Masalah yang dihadapi pasien ini antara lain: Adanya nyeri di kantung pelir Scrotum membesar

Anamnesis tambahan
Riwayat Perjalanan Penyakit Sifat nyeri, menjalar atau tidak Sejak kapan nyeri mulai dirasakan Adanya nanah atau tidak Adanya nyeri pada perubahan posisi atau tidak Pembesaran skrotum terus menerus atau tidak Rasa mual, muntah atau demam ringan Riwayat Penyakit Sebelumnya Riwayat trauma Riwayat nyeri seperti ini sebelumnya Riwayat oedem

Pemeriksaan fisik dan penunjang

Inspeksi
Warna Elevasi testis

Palpasi
Nyeri tekan Sifat pembesaran saat palpasi

Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukann antara lain: Sedimen urine Darah

Auskultasi
Bising usus Aliran darah testis

Diagnosa kerja

Torsio testis

Anamnesis Timbul mendadak, nyeri hebat dan pembengkakan dalam skrotum, sakit perut hebat, kadang-kadang disertai dengan rasa mual dan muntah. Testis yang bersangkutan dan dirasakan membesar. Terjadi retraksi retraksi dari testis kearah kranial, karena funikulus spermatikus terpuntir tadi memendek

Pemeriksaan fisik Testis pada sisi yang terkena sering lebih tinggi jika dibandingkan dengan sisi testis yang lain. Testis umumnya sangat nyeri tekan dan elevasi tidak menghilangkan nyeri seperti sering terjadi pada epididimis akut. Funikulus menebal, kadang-kadang dapat diraba suatu simpul

Diagnosis banding
Diagnosis banding yang memungkinkan dalam laporan kasus ini antara lain: Epididimitis akut Orkhitis Hidrokel Tumor Testis Varikokel

Pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan penunjang yang dilakukan pada pasien ini bertujuan untuk memperkuat diagnosis kerja dan menyingkirkan diagnosis banding. Ada pun pemeriksaan yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut : Pemeriksaan darah lengkap Dimaksudkan untuk mengetahui ada tidaknya infeksi Pemeriksaan urinalisa USG Dimaksudkan untuk menyingkirkan diagnosis banding Aspirasi Dimaksudkan untuk melihat jenis cairan Radio nucleotide memakai TCggM

Pemeriksaan laboratorium
Hasil pemeriksaan darah lengkap : Hb : 14,1 gr% Ht : 42% Leukosit : 7500 Trombosit : 345000 Hitung jenis : 0/0/10/65/20/5 Waktu pendarahan : 2 Waktu pembekuan : 7 Hasil pemeriksaan urinalisa

Bj : 1015 PH : 6,7 Warna : kuning muda Jernih Protein : Reduksi : Benda keton : Bilirubin : Urobilinogen : Nitrit : Sedimen urin : Eritrosit : 1 Leukosit : 3 Sel epitel : Kristal : Bakteri : Sel yeast : Lain lain : -

Terapi
Diagnosis kerja dari pasien ini adalah torsio testis. Maka terapi yang dapat dilakukan adalah : Detorsi Manual Operasi

Jika pasien menolak diberikan penanganan, maka sebagai dokter wajib memberikan edukasi tentang betapa pentingnya terapi yang harus dilakukan pada torsio testis ini. Seperti menjelaskan bahwa torsio testis merupakan suatu kegawatdaruratan yang merupakan akibat dari terpuntingnya funikulus spermatikus. Terpuntingnya saluran tersebut berbahaya karena di dalam saluran itu terdapat pembuluh darah yang mensuplai nutrisi bagi buah pelir laki laki, jadi jika pembuluh darah tersebut terpuntir maka buah pelir akan mati karena tidak mendapatkan nutrisi. Tentu saja buah pelir sangat penting bagi yang mau menghasilkan keturunan.

Kesimpulan
Pada kasus ini, pasien ini mengalami suatu keadaan akut dari skrotum yang harus dipikirkan kemungkinan suatu torsio testis. Torsio terstis merupakan keadaan kegawatdaruratan sehingga pertolongan terlambat dapat mengakibatkan infark testis yang bersangkutan. Pertolongan yang dapat dilakukan segera yaitu meliputi tindakan eksplorasi bila harus ditunggu dicoba detorsi manual terlebih dahulu.

Daftar pustaka

http:/bedahurologi.wordpress.com/2008/06/21/tortio_ testis/ http:/medicom.blogdetik.com/2009/03/07/torsiotestis Widaja AR. Buku Kelainan Urogenital pada Laki-Laki. Bagian Ilmu Bedah FK Universitas Trisakti ; 2009. Sjamsuhidajat R, Jong W. Buku Ajar Ilmu Bedah. Edisi 2. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC ; 2003.

Terima kasiih