Anda di halaman 1dari 12

H3C H H

H3C
C=C C=C
H2C H2C
H2C H2C

Poli isoprena

POLIMER KARET ALAMI

HEMAT R BRAHMANA [GURUBESAR USU] },2005.


LATEKS : partikel padat polimer karet alami [ lonjong & bulat,
ukuran 0,04 – 3 µ, jumlah 0,2 miliar per ml lateks] yang terdispersi
dalam cairan berair.

1. Polimer Karet Alami


Karet Alami [90-95%]
Mentah [CNR]
[25-40%] 1. Protein
[ 2-3%]
Asam Lemak
[1-2 %]
LATEKS Logam [K,Mg,Ca,
Mn,Fe,Fe] & P
Serum & [ca 0,5%]
Material Gula /aldehida
terlarut [0,2%]
[60-75%]

Permasalahan :untuk pemisahan


Polimer dari pencampur sebagai
Natural polymer Isoprene
O
PROTEIN, reaksi Millard,browning,
C Berekasi dengan pencoklatan warna.
H
Aldehida
Poli isoprena, ada ikatan π dan
metil pada posisi α ene, akan
terjadi reaksi ene konjugasi
yang membentuk rantai cabang,
karet menjadi keras.

han : Pemberian Sulfit atau pereaksi kimia lainnya yang telah d


encegah terjadinya reaksi pencoklatan Millard , atau mengubah
cara eposidasi seperti telah dilakukan dalam pembuatan karet e
δ + O
C
H

δ-
H3C H H
H3C
C = C δ- C=C
δ+ H2C H2C
H2C H2C

n
O
C
δ + H

Kondensasi diikuti
eliminasi
OH dan H menghasilkan air.

Poli isoprena yang bercabang dan memiliki ikatan


ene konjugasi., dapat dibuktikan dengan spektroskopi.
Epoksidasi ,dengan H2O2,
seperti pada bleaching pulp

H3C H H
H3C
C=C C=C
H2C H2C
H2C H2C

alahan pada epoksidasi ini ,karena adanya logam transisi Cu,Fe


ada pulp merusak efektifitas perhidrrosida pada proses bleachin
H2O2 + M  HO- + HO- + M+
H202 + OH-  HO2- + H2O
HO2- + M+  HO2. + M
HO2 . + OH-  O2 -. + H2O
O2 -. + M+  O2 + M
O2 -. + HO.  O2 + HO-
2O -. + H2O  O2 + OH- + HO2-
HO- + HO2-  O2 -. + H2O
HO. + M  OH- + M.
HO. + HO.  H2O2
MEKANISME DEGRADASI PEROKSIDA DENGAN ADANYA
LOGAM TRANSISI Cu,Fe,TERUTAMA Mn PADA
PROSES BLEACHING PULP KRAFT
[ SOURCE: Smith,PK : dan McDonough,TJ, 1985, Svensk Papperstiding”, 12, r106 ]
FRAKSI PUTI “CREAM”,70-80% DARI ISI LATEKS,
STABIL,KOAGULASI SETELAH BEBERAPA HARI.
MENGANDUNG LIPIDA [ TOKOFEROL,STEROL,ASAM LEMAK,
FOSFOLIPIDA] DAN RESIN.

SERUM C , ZAT TERLARUT SEPERTI PROTEIN DAN


ASAM AMINO, ASAM ORGANIK SEPERTI ASKORBAT,GLUKOSA,
FRUKTOSA,GALAKTOSA. ALPHA GLOBULIN YANG SEBAGAI
PENSTABIL KARET

FRAKSI KUNING, LUTOID DARI SERUM B,20% DARI


JUMLAH LATEKS,WARNA KUNING SAMPAI ABU-ABU,
1-2 JAM MENGGUMPAL,MENGANDUNG LOGAM.

Fraksi hasil sentrifugasi lateks


Elektro
Kinetis H O H O H O
potensial R C C R C C R C C
NH2 O- NH3+ O- NH3+ OH
pH > 4,7 pH = 4,7 pH < 4,7
Daerah
Tdk
stabil
Daerah stabil (-) [cair I]
Daerah
stabil (+)
[cair II]
titik iso elektrik

0 1 2 3 4 5 6 7 8

pH lateks
Family Tree Karet Alam
Sarung tangan,busa matras,
Lateks Lateks pekat Kondom,benang karet,balon
Cuaca,alat medis.

Karet modifikasi Karet eposki (ENR], pliofilm [


Karet khlor],karet siklo.

Karet
konvensioanl

Ban otomotif(70%), komponen


Hevea Karet spesifikasi Otomotif,belt conveyer, tapak
brasiliensis Teknis (SIR:SCV, Sepatu, bantalan jambatan &
3l,3). rel kereta api,dermaga,mesin.

Koagulum Karet spesifikasi


(Limp,Skrap, Teknis (SIR :5,10,
Slab,dll) 20).
Kayu asap untuk RSS
Kayu karet
Log kayu : wood working,
pulp.particle board.
Biji karet Minyak biji
karet Minyak cat,surfaktan,pelumas

Bungkil & cangkang [Sumber : Ompusunggu,M & Dalimunthe,R,1995,Seminar Lustrum


FMIPA,Agustus.}.
Peluang NRCI[Natural Rubber based chemical industry]:

H3C H H
H3C O
C C C C
H2C H2C
H2C O H2C

Sebagai karet alami epoksi (Epoxy Natural Rubber)


mudah secara graft polimer maupun kondensasi mengubahnya
ke polimer lain untuk material baru.
H3C H H
H3C O
C C C C
H2C H2C
H2C O H2C

H HO OH
H3C H3C H
C C C C
H2C H2C
H2C HO OH H2C

Diol Isoppropana yang bersifat seperti selulosa, n


Water conditioner, matras nyaman. [?]
1985-1998 : kayu ukuran kecil yang tidak dapat lagi digunakan
sebagai bahan plywood & wood working,dijadikan bahan baku pulp.
Timbul hutan tanaman industri ukuran pas untuk pabrik pulp,kadar
selulosa tinggi serta dapat menghasilkan 1 ton pulp dari 4,2 ton kayu
(Acacia mangium dan Eucalypthus sp).
Ledakan di Indonesia,Brasilia,Thailand,India membuat negara industri
Berang

1992-1995 : kebangkitan industri oleo kimia,setelah sebelumnya


restrukturisasi minyak kelapa sawit dengan minyak cair seperti minyak
Kemiri menggeser posisi minyak soya amaerika serikat dan latin termasuk
Minyak biji bunga matahari dan minyak biji kapas.
Stearin yang 30-40% dari RBDPO,dijadikan bahan baku oleo kimia
untuk deterjen dan kosmetika,disamping dijadikan menjadi margarin.
Posisi industri petrokimia dalam menghasilkan bahan deterjen dan surfaktan
tergeser.

2010 [?] : produk petrokimia polietilena atau poliglikol serta sejenisnya


akan digeser oleh turunan Epoxy Natural Rubber ?
Atau Cina daratan lagi memulai pengembangannya ,dan kita
Cuma berkata itulah?