Anda di halaman 1dari 40

Radiografi Kelainan Gigi dan Mulut akibat Infeksi dalam Tulang Rahang

Kelompok A-1 : Trianike Nur A (12-02) Yusron Haries (12-10) Herlin Sriwahyuni (12-17)

Radiografi Kelainan Gigi dan Mulut akibat Infeksi dalam Tulang Rahang

Perikoronal
Periapikal Periodontal

KELAINAN JARINGAN PERIKORONAL

PERIKORONITIS
DEFINISI : Peradangan jaringan lunak disekitar mahkota gigi yang erupsi sebagian, terjadi karena terkumpulnya debris dan bakteri di poket perikorona gigi yang sedang erupsi atau impaksi. ETIOLOGI : Infeksi flora normal rongga mulut yang terdapat dalam siklus

gingival
Trauma dari gigi antagonis Tanda : Gingiva kemerahan dan bengkak di region gigi yang impaksi

Rasa sakit pada waktu mengunyah makanan


Halitosis akibat adanya pus

Ro Foto :
Radiolusen berbatas tidak jelas di sekitar bagian distal mahkota gigi molar ketiga yang impaksi

operkulum

KELAINAN JARINGAN PERIAPIKAL

PERIAPIKAL ABSES AKUT


DEFINISI : radang supuratif akut atau proses inflamasi pada jaringan periapikal gigi ETIOLOGI :

Kuman yang berasal dari saluran akar gigi gangren


Kuman yang berasal dari jaringan periodontal Apikal seal yang kurang baik

Tanda : Nyeri yang spontan, adanya pembentukan nanah, dan pembengkakan.

Ro Foto :
Lamina dura terputus Daerah sekitar apikal gigi tampak kehitam-hitaman (radiolusen), batas diffuse, tidak gelap sekali

penebalan pada ligamen periodontal dengan lesi pada


jaringan periapikal.

PERIAPIKAL ABSES KRONIK


DEFINISI : Radang Kronis dari tulag alveolar akibat lesi yang berjalan lama di

sekitar apeks gigi dan mengandung nanah.


ETIOLOGI Kuman nekrosis pulpa yang meluas ke jaringan periapikal Kelanjutan periapikal abses akut

GEJALA berkembang dan membesar tanpa gejala yang subjektif

Ro Foto :
Gambaran radiolusen diffuse terlihat putusnya lamina dura hingga kerusakan jaringan periradikuler dan interradikuler.

FIBROUS HEALING DEFECT


DEFINISI : lesi diperiapikal akibat tindakan kuretase pada perawatan apek reseksi sehingga terjadi ruang kosong ETIOLOGI kuretase GEJALA: RO - Radiolusen lebih pekat bulat atau oval pada apikal - Akar gigi ada bekas pemotongan gigi non vital

FOCAL SCLEROSING OSTEOMYELITIS (initially lession)


DEFINISI : Daerah tulang yang mengalami sklerosis di bawah gigi yang menunjukkan adanya tanda pembengkakan

ETIOLOGI
Inflamasi (Osteomielitis kronis) dengan pulpitis kronis GEJALA: Yang paling umum di premolar dan molar mandibula asimtomatik, atau kronis nyeri intensitas rendah

Ro Foto :
-Early lession : area radiolusen yang menyebar (lebih dari 1 pusat infeksi) , seperti sarang lebah -Advance lession : terdapat bentukan squaster (potonganpotongan kecil tulang nekrotik yang membentuk gambaran pulau-pulau tulang)

EARLY LESSION

ADVANCE LESSION

KISTA PERIAPICAL
DEFINISI : kista yang terbentuk pada ujung apeks (akar) gigi yang jaringan pulpanya sudah nonvital/mati (lanjutan dari pulptis) ETIOLOGI

Rangsangan fisik, kimia, kuman


Rangsangan bekas epitel malassez disekitar jaringan periodonsium GEJALA: gigi non vital Asymptomatik Tes perkusi dan tekanan (-)

Ro Foto :
-Gambaran radiolusen sekitar apeks -Bentuk oval

-Batas jelas : putih terdapat epithelial lining


-Kontinuitas lamina dura terputus - Gigi: Karies dalam, restoration besar

HYPERCEMENTOSIS
DEFINISI : Sementum yang berlebihan di sekitar akar gigi karena kelainan lokal atau sistemik. ETIOLOGI Inflamasi pulpa atau gangguan metabolik Biasanya juga berhubungan dengan tekanan oklusal atau tekanan berlebih pada pemakaian alat orto Herediter GEJALA: Akar gigi menyatu dengan tulang sehingga sulit untuk

dicabut

Ro Foto :
Pembesaran apikal gigi seprti bola lampu / alat pemukul Kadang outline asli akar masih dapat diamati dalam masa

hipersementosis tersebut

KELAINAN JARINGAN PERIODONTAL

1. PERIODONTITIS KRONIS
DEFINISI : penyakit infeksi yang menyebabkan keradangan pada jaringan penyangga gigi, kehilangan perlekatan yang progresif dan kehilangan tulang alveolar GEJALA: Painless Berdarah saat menggosok gigi Diastema Gigi lepas Gigi sensitive (resesi gingiva) Discomfort (food impaction)

Ro Foto :

Bone loss Pelebaran periodontal space

1a. Slight / mild periodontitis kronis


DEFINISI : Periodontitis ringan dengan terbentuk pocket yang

kedalamannya tidak lebih dari 1 hingga 2 mm. GEJALA: Gusi akan menjadi lebih lunak Lebih mudah berdarah terutama saat dilakukan probing terjadi bone loss tipe horisontal.

1b. Moderate periodontitis kronis


DEFINISI : Destruksi periodontal dengan terbentuk pocket sedalam 3 hingga 4 mm. GEJALA: Jaringan gingiva menjadi lebih merah dan bengkak, Gingiva lebih mudah berdarah terjadi bone loss tipe horisontal atau vertikal.

1c. Severe periodontitis kronis


DEFINISI : Destruksi periodontal dengan ciri

terbentuknya pocket sedalam 5 mm atau lebih. GEJALA: Terjadi bone loss tipe horisontal dan vertikal.

1d. Furcation Periodontitis


DEFINISI : Destruksi periodontal dimana terjadi Bone loss hingga ke daerah furkasi dari akar gigi ( molar dan premolar).

GEJALA:
Terjadi bone loss tipe furcation tipe vertikal, horizontal dan keduanya

Resesi gingival hingga bagian akar

Gambaran radiografi
Pelebaran ligament periodontal space pada puncak furkasi. Jika lesi yang terus berkembang, bone loss akan berkembang hingga apikal gigi.

2. PERIODONTITIS AGRESIF
DEFINISI :

Periodontitis yang menyerang secara sistemik pada individu sehat yang berumur kurang dari 30 tahun. GEJALA: Pasien sehat Loss attachment cepat Bone loss cepat Actinomycetem-comitans tinggi

2a. Localized Agressive Periodontitis


Etiologi Infeksi bakteri A.actinomycetemcomitans.

Gejala Klinis M1 dan I1 goyang Plak minimal, tetapi mengandung banyak

A.actinomycetemcomitans. Deep periodontal pocket Migrasi distolabial dari insisivus rahang atas diikuti dengan diastema Bertambahnya mobility molar satu , sensitivitas akar terhadap panas, dan sentuhan, serta adanya nyeri saat mastikasi

Ro Foto :

Resorbsi tulang berbentuk lengkung Dari distal P2 sampai mesial M2 Terlihat adanya vertical loss pada tulang alveolar di sekitar molar pertama dan insisivus

2b. GeneralizedAgressive Periodontitis


Etiologi Infeksi bakteri P gingivalis, A a, T forsythia Gejala Klinis Kehilangan perlekatan interproksimal Kadang ada manifestasi sistemik (Px lemah,BB berkurang) P gingivalis, A a, T forsythia tinggi Sedikit plak yang menepel pada gigi yang terinfeksi Menyerang setidaknya tiga gigi permanen selain insisivus dan molar pertama Inflamasi akut, merah, ulserasi, supurasi Inflamasi ringan, coral pink

Ro Foto :
Dapat dilihat kerusakan terjadi 25% menjadi 60% dalam 9 minggu. Resorbsi tulang alveolar menyeluruh

3. PERIODONTITIS APIKALIS AKUT (PAA)


DEFINISI : Peradangan lokal yang terjadi pada ligamentum periodontal didaerah apikal. ETIOLOGI

Infeksi lanjut pulpa (pulpitis/nekrosis)


Traumatic Occlusion Over instrumen / overfilling

Bahan irigasi

GEJALA: - Gigi vital/non-vital, perkusi , tekanan - Karena pulpitis : peka terhadap dingin, panas dan elektrik - Nyeri saat mengunyah

Ro Foto :
pelebaran space periodonsium bagian apikal

4. PERIODONTITIS APIKALIS KRONIS / GRANULOMA


DEFINISI : pembentukan jaringan granulasi sebagai respon pertahanan terhadap infeksi periapikal yang tidak dirawat ETIOLOGI Rangsangan ringan dalam waktu yang lama - Kimia - Trauma - Kuman

GEJALA:
Tanpa ada tanda dan gejala

Ro Foto :
Gambaran radiolusen berbatas jelas di sekitar apeks
Bentuk bulat maupun oval Lamina dura terputus Pada stadium lanjut makin gelap

6. TRAUMA OKLUSAL
Definisi

Perubahan patologis atau adaptif pada jaringan periodontal yang


disebabkan oleh kekuatan oklusal berlebihan (traumatogenik oklusi) yang melebihi kapasitas reparatifnya Etiologi

Trauma yang disebabkan oleh oklusi


Gejala penurunan perlekatan periodontal pada pasien peningkatan mobilitas dan migrasi atau penyimpangan gigi

fremitus,
ketidaknyamanan saat makan

Ro Foto :
diskontinuitas dan penebalan lamina dura,
perlebaran ruang ligamen periodontal, radiolusen dan kondensasi tulang alveolar atan resorpsi akar

7. Necrotizing Ulcerative Periodontitis (N.U.P)


Definisi

bentuk periodontitis yang biasanya terjadi setelah episode berulang dari


gingivitis ulseratif nekrosis akut dalam jangka waktu lama, yang tidak dirawat atau dirawat tetapi tidak tuntas. Etiologi

belum

ditentukan,

walaupun

campuran

bakteri

fusiform-

spirochete dianggap memegang peran utama. Gejala Klinis rasa nyeri, kemerahan pada margin gingival dan ginggiva yng mudah

berdarah
kehilangan perlekatan dan kehilangan tulang terdapat lesi periodontal

Ro Foto :

8. Necrotizing ulcerative gingivitis


Definisi

Acute necrotizing ulcerative gingivitis (ANUG) adalah penyakit infeksi inflammatory


(peradangan) akut pada gusi. Gejala . Tingkat lanjut (acute stage):

Terasa nyeri (mungkin rasa nyeri yang hebat).


Terasa rasa logam. Bau busuk. Tiba-tiba terasa nyeri.

Perdarahan.
Meningkatnya saliva. Keputihan-keputihan, mengelupas keabu-abuan pada marginal gingival - psedomembran. Berhubungan dengan kedua labial marginal gingival terlihat merah, mengkilap, dan bagian

lingual terjadi perdarahan.


Attached gingival (gusi cekat) jarang terserang.

Ro Foto :
Tidak memperlihatkan tanda radiografik tetapi dengan inlammatori eksaserbasi yang dapat menyebabkan kerusakan struktur tulang. Jika

terjadi defomitis tulang akan memperlihatkan tanda radiografik yaitu


hilangnya lamina dura dan tulang alveolar.