Anda di halaman 1dari 30

BAHAN AJAR DIKLATPIM IV

OLEH : H.T.EFFENDY SUR4YANA.

PUSDIKLAT KEM DAALAM NEGERI REGIONAL BANDUNG 2010


1

DESKRIPSI

MATA DIKLAT INI MENJELASKAN SISTEM NILAI BUDAYA DAN POLA PERILAKU BIROKRASI YANG IDEAL YANG MEMBENTUK POLA ETIKA KEPEMIMPINAN BIROKRASI YANG HARUS DITERAPKAN DALAM PELAKSANAAN TUGAS DI INSTANSI MASING-MASING.
2

TUJUAN PEMBELAJARAN UMUM


SETELAH PEMBELAJARAN INI, PESERTA DIKLAT DIHARAPKAN DAPAT MEMILIKI PEMAHAMAN TENTANG NILAI-NILAI BUDAYA YANG BERPENGARUH TERHADAP BIROKRASI SERTA MENJADIKANNYA SEBAGAI ACUAN DALAM MEWUJUDKAN ETIKA KEPEMIMPINAN APARATUR.
3

TUJUAN PEMBELAJARAN KHUSUS


SETELAH MENGIKUTI PEMBELAJARAN INI, PESERTA DIKLAT DIHARAPKAN MAMPU MEMAHAMI : 1. NILAI-NILAI BUDAYA YANG BERPENGARUH TERHADAP ORGANISASI PEMERINTAH ; 2. ARTI DAN PENTINGNYA ETIKA DALAM ORGANISASI, POLA PERILAKU KEPEMIMPINAN, DAN CIRI-CIRI KEPEMIMPINAN APARATUR YANG IDEAL ; 3. ETIKA KEPEMIMPINAN APARATUR YANG IDEAL.
4

POKOK BAHASAN
1. NILAI-NILAI BUDAYA YANG BERPENGARUH TERHADAP ORGANISASI PEMERINTAH ; 2. ARTI DAN PENTINGNYA ETIKA DALAM ORGANISASI, POLA PERILAKU KEPEMIMPINAN, DAN CIRI-CIRI KEPEMIMPINAN APARATUR YANG IDEAL 3. ETIKA KEPEMIMPINAN APARATUR YANG IDEAL ; 4. PENYELENGGARAAN NEGARA YANG BERSIH DAN BEBAS K K N ; 5. ETIKA KEHIDUPAN BERBANGSA.
5

NILAI2 BUDAYA YANG BERPENGARUH TERHADAP ORGANISASI PEMERINTAH


PENDEKATAN EKOLOGIS DALAM STUDI ADMINISTRASI NEGARA/PUBLIK ; ORGANISASI DAN MANAJEMEN PEMERINTAHAN YANG TIDAK SESUAI DENGAN KONDISI LINGKUNGAN, TIDAK AKAN BERFUNGSI DENGAN EFEKTIF DAN EFISIEN ; PERLU PENGENALAN FAKTOR2 LINGKUNGAN YANG MEMPENGARUHI ; FAKTOR LINGKUNGAN ALAMI ; FAKTOR LINGKUNGAN SOSIAL ;
6

FAKTOR2 LINGKUNGAN
TRI GATRA : GEOGRAFI ; DEMOGRAFI ; KEKAYAAN ALAM ; PANCA GATRA : IDEOLOGI ; POLITIK ; EKONOMI ; SOSIAL BUDAYA ; HANKAM
7

RAPHAELI : KEBUDAYAAN MERUPAKAN VARIABEL YANG SIGNIFIKAN, DAN DITEGASKAN BAHWA PERILAKU ADMINISTRASI ADALAH HASIL INTERAKSI DARI CIRI2 DAN NILAI2 BUDAYA DENGAN ADMINISTRASI; BUDAYA ADMINISTRASI MERUPAKAN PERPANJANGAN DARI BUDAYA MASYARAKAT YANG LEBIH LUAS ; KUNCARANINGRAT : KEBUDAYAAN DAPAT DIARTIKAN SEBAGAI HAL2 YANG BERSANGKUTAN DENGAN BUDI DAN AKAL ; KESELURUHAN GAGASAN DAN KARYA MANUSIA, YANG HARUS DIBIASAKANNYA DENGAN BELAJAR, BESERTA KESELURUHAN HASIL BUDI DAN KARYANYA 8

LINTON : KEBUDAYAAN ADALAH SELURUH CARA KEHIDUPAN DARI MASYARAKAT YANG MANAPUN DAN TIDAK HANYA MENGENAI SEBAGIAN DARI CARA HIDUP ITU, YAITU BAGIAN YANG OLEH MASYARAKAT DIANGGAP LEBIH TINGGI ATAU LEBIH DIINGINKAN ; ENGEL, BLOKWELL DAN MINARD : BUDAYA ADALAH NILAI2, GAGASAN2, ARTEFAK DAN SIMBOL2 BERMAKNA LAINNYA YANG MEMBANTU INDIVIDU DALAM BERKOMUNIKASI, MEMBERIKAN TAFSIRAN DAN MELAKUKAN EVALUASI DALAM KEDUDUKANNYA SEBAGAI ANGGOTA SUATU KELOMPOK MASYARAKAT ;
9

SIR EDWARD BURNETH TYLOR : CULTURE OR CIVILIZATION IS THE COMPLEX WHOLE WHICH INCLUDE KNOWLEDGE, BELIEF, ART, MORALS, LAWS, CUSTOM, AND ANY OTHER CAPABILITIES AND HABITS ACQUIRED BY MAN AS MEMBER OF SOCIETY ; HARYATI SUBADIO : KEBUDAYAAN MERUPAKAN SISTEM NILAI DAN GAGASAN UTAMA, YANG DIHAYATI BENAR2 OLEH PARA PENDUKUNG KEBUDAYAAN BERSANGKUTAN DALAM KURUN WAKTU TERTENTU SEHINGGA MENDOMINASI KESELURUHAN KEHIDUPAN MEREKA, DALAM ARTI MENGARAHKAN TINGKAHLAKU MEREKA DIDALAM MASYARAKATNYA ;
10

SURYANTO MERANGKUM KESELURUHAN DEFINISI KEBUDAYAAN DIMAKSUD SBB : KEBUDAYAAN ADALAH KESELURUHAN PROSES DAN HASIL PERKEMBANGAN MANUSIA YANG DISALURKAN DARI GENERASI KE GENERASI UNTUK KEHIDUPAN MANUSIAWI YANG LEBIH BAIK ; BATASAN TSB MENCAKUP GAGASAN2 POKOK : KEBUDAYAAN MENCAKUP SEGALA PERKEMBANGAN DAN KEMAJUAN MASYARAKAT ; KEBUDAYAAN ADALAH HASIL BERSAMA ; KEBUDAYAAN PADA HAKEKATNYA ADALAH HUMANISASI, YAITU PROSES PENINGKATAN HIDUP YANG LEBIH BAIK DALAM LINGKUNGAN MASYARAKAT YANG MANUSIAWI.
11

A. WUJUD KEBUDAYAAN
KUNCARANINGRAT : ADA3 WUJUD KEBUDAYAAN SEBAGAI KOMPLEKSITAS DARI IDE2, GAGASAN, NILAI2, NORMA2, PERATURAN DSB; SEBAGAI SUATU KOMPLEKSITAS AKTIVITAS KELAKUAN BERPOLA DARI MANUSIA DALAM MASYARAKAT ; SEBAGAI BENDA2 HASIL KARYA MANUSIA (CANDI2, GEDUNG2 DSB2) ; WUJUD PERTAMA DISEBUT KEBUDAYAAN IDEAL; KEBUDAYAAN YANG BERSIFAT ABSTRAK, LOKASINYA ADA DIDALAM ALAM PIKIRAN MASYARAKAT ;
12

KEBUDAYAAN IDEAL DAPAT DISEBUT ADAT TATA KELAKUAN, ADAT ATAU ADAT ISTIADAT KUNCARANINGRAT MEMBAGI ADAT DALAM 4 TINGKAT : TINGKAT NILAI BUDAYA ; TINGKAT NORMA2 ; TINGKAT HUKUM ; TINGKAT ATURAN KHUSUS

13

WUJUD KEDUA, SISTEM SOSIAL : MENGENAI KELAKUAN BERPOLA DARI MANUSIA ITU SENDIRI ; WUJUD KETIGA DISEBUT KEBUDAYAAN FISIK : MERUPAKAN KESELURUHAN JUMLAH HASIL FISIK DARI AKTIVITAS , PERBUATAN, DAN KARYA SEMUA MANUSIA DALAM MASYARAKAT, MAKA SIFATNYA PALING KONGKRIT DAN BERUPA BENDA2 ATAU HAL2 YANG DAPAT DIRABA, DILIHAT DAN DIFOTO, BARANG BERGERAK DAN BARANG TIDAK BERGERAK, BESAR MAUPUN KECIL, SERTA KOMPLEKS DAN NJLIMET SEPERTI KOMPUTER DAN SATELIT MAUPUN YANG SANGAT SEDERHANA.
14

HARYATI SOEBADIO : SISTEM NILAI DAN GAGASAN UTAMA SEBAGAI HAKEKAT KEBUDAYAAN TERWUJUD DALAM TIGA SISTEM BUDAYA : SISTEM IDEOLOGI ; SISTEM SOSIAL ; SISTEM TEKNOLOGI
15

B. ASAL KEBUDAYAAN
MENURUT HARSYA W BACHTIAR : LIMA SISTEM BUDAYA DALAM BIROKRASI PEMERINTAH :
1. 2. 3. 4. 5. SISTEM SISTEM SISTEM SISTEM SISTEM BUDAYA BUDAYA BUDAYA BUDAYA BUDAYA BIROKRASI YANG UNIVERSAL NASIONAL ; DAERAH ; AGAMA ; ASING

16

ARTI DAN PENTINGNYA ETIKA DALAM ORGANISASI


BEBERAPA ALASAN MENGAPA NORMA MORAL DAN ETIKA ITU DIPERLUKAN DALAM ORGANISASI : 1. KARENA ETIKA BERKAITAN DENGAN PERILAKU MANUSIA ; 2. AGAR BISA MENGIKUTI KEHIDUPAN SOSIAL YANG TERTIB MANUSIA MEMERLUKAN KESEPAKATAN, PEMAHAMAN, PRINSIP DAN KETENTUAN LAIN YANG MENYANGKUT POLA PERILAKU ; 3. KARENA DINAMIKA MANUSIA DENGAN SEGALA KONSEKUENSINYA ;
17

4. PENTINGNYA ETIKA DALAM ERA MODERN SEKARANG INI LEBIH JELAS TERLIHAT BILA DIINGAT BAHWA ETIKA MENUNJUKKAN KEPADA MANUSIA NILAI2 HAKIKI DARI KEHIDUPAN SESUAI DENGAN KEYAKINAN AGAMA, PANDANGAN HIDUP DAN SOSIAL. DAPAT DIKATAKAN BAHWA ETIKA BERKAITAN LANGSUNG DENGAN SISTEM NILAI MANUSIA, ETIKA MENDORONG TUMBUHNYA NALURI MORALITAS, NILAI2 HIDUP YANG HAKIKI DAN MEMBERI INSPIRASI KEPADA MANUSIA UNTUK SECARA BERSAMA-SAMA MENEMUKAN DAN MENERAPKAN NILAI2 TERSEBUT BAGI KESEJAHTERAAN DAN KEDAMAIAN UMAT MANUSIA ;
18

BEBERAPA MANFAAT NILAI ETIKA BAGI ORGANISASI :


1. KEBERSAMAAN ; 2. EMPATI ; 3. KEPEDULIAN ; 4. KEDEWASAAN ; 5. ORIENTASI ORGANISASI ; 6. RESPECT ; 7. KEBAJIKAN ; 8. INTEGRITAS ; 9. INOVATIF ; 10. KEUNGGULAN ; 11. KELUWESAN ; 12. KEARIFAN
19

A. POLA PERILAKU KEPEMIMPINAN APARATUR

1. PERAN KEPEMIMPINAN APARATUR ; 2. KODE ETIK ; ASPA : a. PELAYANAN KEPADA MASYARAKAT ; b. RAKYAT ADALAH BERDAULAT ; c. HUKUM MENGATUR SEMUA TINDAKAN INST d. MANAJEMEN YANG EFEKTIF DAN EFISIEN ADALAH DASAR BAGI ADNEG ; e. SISTEM PENILAIAN KECAKAPAN ; f. PERLINDUNGAN TERHADAP KEPERCAYAAN RAKYAT ADALAH SANGAT PENTING ;
20

G. PELAYANAN KEPADA MASYARAKAT MENUNTUT KEPEKAAN KHUSUS ; H. HATI NURANI MEMEGANG PERANAN PENTING I. PARA ADMINISTRATOR NEGARA TIDAK HANYA TERLIBAT UNTUK MENCEGAH HAL YANG SALAH, TETAPI JUGA UNTUK MENGUSAHAKAN HAL YANG BENAR MELALUI PELAKSANAAN TANGGUNGJAWAB DENGAN PENUH SEMANGAT DAN TEPAT PADA WAKTUNYA (WAHYUDI KUMOROTOMO)
21

KODE ETIK ORGANISASI PEMERINTAH RI MEMUAT POKOK2 RUMUSAN SBB : a. PNS ADALAH WARGA NEGARA NKRI DST b. PNS SBG UNSUR APARATUR NEGARA DST C. PNS PENJUNJUNG TINGGI KEHORMATAN NEGARA ; D. PNS MEMBERIKAN PELAYANAN TERHADAP MASYARAKAT SEBAIKBAIKNYA ; E. PNS TETAP MEMELIHARA KEUTUHAN, KEKOMPAKAN, PERSATUAN, DAN KESATUAN NEGARA DAN BANGSA INDONESIA SERTA KORPS PNS.
22

B. CIRI2 KEPEMIMPINAN APARATUR YANG IDEAL


DITUNTUT KOMPETENSI KEPEMIMPINAN APARATUR SBB . : PERSEPSI DAN PEMAHAMAN TERHADAP KENYATAAN DUNIA DAN TENTANG KEPEMIMPINAN ITU SENDIRI ; TINGKAT MOTIVASI YANG TINGGI ; KEKUATAN DAN DAYA TAHAN EMOSI ; KETERAMPILAN BARU DALAM MENGKAJI BERBAGAI ASUMSI BUDAYA ; KESANGGUPAN DAN KESEDIAAN MENYERTAKAN PIHAK LAIN DAN UNTUK BERBAGI KEKUASAAN
23

PRINSIP2 KEPEMIMPINAN APARATUR :


1. 2. 3. 4. 5. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. AKUNTABILITAS, TANGGUNG GUGAT ; TRANSPARANSI ; KETERBUKAAN ; BERDASARKAN HUKUM ; JAMINAN FAIRNESS (BINTORO) CIRI2 KEPEMIMPIAN DARI SEGI KOMPETENSI : ( 8 ) KESADARAN DIRI ; KEMAMPUAN MENGELOLA ; MEMPUNYAI VISI KE DEPAN ; MEMPUNYAI KEJELASAN SISTEM NILAI ; PELANGGAN ORIENTED ; KETERBUKAAN (OPENNESS) ; KEPERCAYAAN ; KEMAMPUAN MENGGUNAKAN KEKUASAAN SCR ARIF
24

C. ETIKA KEPEMIMPINAN APARATUR YANG IDEAL : DIPERLUKAN PENINGKATAN KOMPETENSI SBB : 1. KEPEKAAN TERHADAP SITUASI LINGKUNGAN 2. PENGAYOM DAN PELINDUNG ATAS MORAL MASYARAKAT ; 3. KETERBUKAAN PIKIRAN ; 4. MEMPERHATIKAN ASPIRASI MASYARAKAT
25

PENYELENGGARAAN NEGARA YANG BERSIH DARI KKN, DAN ETIKA KEHIDUPAN BERBANGSA A. PENYELENGGARAAN NEGARA YANG BERSIH DAN BEBAS DARI K K N ; 1. ASAS2 UMUM PENYELENGGARAAN NEGARA : a. ASAS KEPASTIAN HUKUM ; b. ASAS TERTIB PENYELENGGARAAN NEGARA ; c. ASAS KEPENTINGAN UMUM ; d. ASAS KETERBUKAAN ; e. ASAS PROPORSIONALITAS ; f. ASAS PROFESIONALITAS ; g. ASAS AKUNTABILITAS.
26

2. HAK DAN KEWAJIBAN PENYELENGGARA NEGARA


a. HAK SETIAP PENYELENGGARA NEGARA (PS 4) MELIPUTI : MENERIMA GAJI, TUNJANGAN, FASILITAS LAIN ; HAK JAWAB TERHADAP TEGURAN DAN TINDAKAN ATASAN, ANCAMAN HUKUM, KRITIK MASYARAKAT ; MENYAMPAIKAN PENDAPAT DIMUKA UMUM SESUAI WEWENANGNYA ; HAK2 LAIN
27

b. KEWAJIBAN (PS 5), MELIPUTI :


SUMPAH JANJI SEBELUM MEMANGKU JABATAN ; BERSEDIA DIPERIKSA KEKAYAANNYA SEBELUM SELAMA DAN SESUDAH MENJABAT ; MELAPORKAN KEKAYAANNYA ; TIDAK MELAKUKAN KKN ; MELAKSANAKAN TUGAS TANPA MEMBEDAKAN RAS ; MELAKSANAKAN TUGAS DENGAN PENUH TANGGUNG JAWAB ; BERSEDIA MENJADI SAKSI DALAM PERKARA KKN DAN LAINNYA.
28

B. ETIKA KEHIDUPAN BERBANGSA


1. 2. 3. 4. ETIKA SOSIAL DAN BUDAYA ; ETIKA POLITK DAN PEMERINTAHAN ; ETIKA EKONOMI DAN BISNIS ; ETIKA PENEGAKAN HUKUM YANG BERKEADILAN ; 5. ETIKA KEILMUAN ; 6. ETIKA LINGKUNGAN.
29

. PENUTUP

A. RANGKUMAN ; B. LATIHAN DAN DISKUSI (HAL 73) C. SELESAI ; D. SAMPAI JUMPA..

30