Anda di halaman 1dari 9

UNSUR UNSUR TRANSISI PERIODE KEEMPAT

Oleh : Ferifa Khidin Hadian Ardiansah Oriza Febri Irianti Reni Puji Rahayu (12) (15) (22) (23)

UNSUR-UNSUR TRANSISI PERIODE KEEMPAT SIFAT FISIS

SIFAT KIMIA

UNSUR-UNSUR TRANSISI PERIODE KEEMPAT


Unsur-unsur transisi adalah unsur-unsur yang pengisian elektronnya berakhir pada orbital-orbital subkulit d. unsur-unsur transisi periode keempat terdiri dari : 1. Sc (Skandium) 6. Fe (Besi) 2. Ti (Titanium) 7. Co (Kobalt) 3. V (Vanadium) 8. Ni (Nikel) 4. Cr (Kromium) 9. Cu (Tembaga) 5. Mn (Mangan) 10. Zn (Seng)

UNSUR

NOMOR ATOM

KONFIGURASI ELKTRON

ORBITAL 3d

4s

Sc
Ti V

21
22 23

[Ar] 3d1 4s2


[Ar] 3d2 4s2 [Ar] 3d3 4s2

Cr
Mn Fe

24
25 26

[Ar] 3d5 4s1


[Ar] 3d5 4s2 [Ar] 3d6 4s2

Co
Ni Cu

27
28 29

[Ar] 3d7 4s2


[Ar] 3d8 4s2 [Ar] 3d10 4s1

Zn

30

[Ar] 3d10 4s2

SIFAT FISIS
UNSUR Jari-jari atom Titik Leleh Sc 1,61 1.53 9 2.73 0 631 Ti 1,45 1.66 0 3.31 8 658 V 1,32 1.91 7 3.42 1 650 Cr 1,25 1.85 7 2.68 2 652 Mn 1,24 1.24 4 2.12 0 717 Fe 1,24 1.53 7 2.87 2 759 Co 1,25 1.49 1 2.89 7 758 Ni 1,25 1.45 5 2.92 0 737 Cu 1,28 1.08 4 2.58 2 745 Zn 1,33 420 911 906

Titik didih
Energi Ionisasi

Keelektronegatifa 1.3 1.5 1.6 1.6 1.5 1.5 1.8 1.8 1.9 1.6 n Sifat Magnetik Adanya elektron-elektron yang tidak berpasangan pada sub kulit d menyebabkan unsur-unsur transisi bersifat paramagnetik (sedikit ditarik ke dalam medan magnet). Makin banyak electron yang tidak berpasangan, maka makin kuat pula sifat paramagnetnya. Pada seng (Zn) dimana orbital pada sub kulit d terisi penuh, maka bersifat diamagnetic (sedikit ditolak keluar medan magnet).

Tingkat Oksidasi Unsur transisi periode keempat memiliki berbagai tingkat oksidasi. Keberagaman tingkat oksidasi ini disebabkan elektron valensinya menempati subkulit 3d dan 4s. Tingkat energi ke 2 subkulit itu sangat berdekatan sehingga unsur transisi periode keempat dapat menggunakan elektron pada sub kulit 3d dan 4s untuk membentuk ikatan. TINGKAT OKSIDASI UNSUR TINGKAT OKSIDASI YANG STABIL Sc Ti V Cr Mn Fe Co Ni Cu +3 +2 , +3 , +4 +2 , +3, +4 , +5 +2 , +3 , +4 , +5 , +6 +2 , +3 , +4 , +6 , +7 +2 , +3 +2 , +3 +2 +1 , +2 +3 +4 +5 +3 , +6 +2 , +4, +7

+2 , +3
+2 , +3 +2 +1 , +2 +2

Zn

+2

SIFAT KIMIA

Kereaktifan Unsur-unsur transisi periode keempat memiliki harga potensial elektroda negatif kecuali Cu. Ini menunjukkan logam-logam tersebut dapat larut dalam asam kecuali tembaga. Kebanyakan logam transisi dapat bereaksi dengan unsur-unsur nonlogam, misalnya oksigen, dan halogen. Unsur E0 red X2+ E0 red X3+ Sc -2.1 Ti -1.2 V -1,2 Cr Mn Fe Co Ni Cu +0,3 4 Zn -0,76 -

-0,91 -1,19 -0,44 -0,28 -0,25 -0.4 -

-0.86 -0.74 -0.28

Pembentukan Ion Kompleks Ion kompleks adalah ion yang berbentuk dari suatu kation (biasanya ion logam transisi) yang mengikat beberapa anion atau molekul netral. Selanjutnya, kation itu disebut ion pusat dan anion atau molekul netral yang terikat pada ion pusat disebut ligan. Contoh : Ion kompleks [Cu(CN)4]2- , Cu2+ adalah ion pusat, sedangkan CNadalah ligan Ion kompleks [Fe(H2O)6]2+, Fe2+ adalah ion pusat, sedangkan H2O adalah ligan.

Ligan adalah spesi yang memiliki atom yang dapat menjadi donor sepasang elektron pada ion pusat. Ligan merupakan basa Leuwis, sedangkan ion pusat sebagai asam Leuwis. Ligan dapat berupa ion monoatomik (tapi bukan atom netral), seperti ion halida ; berupa anion, seperti CN- dan NO2- ,berupa molekul sederhana, seperti NH3 dan H2O ; berupa molekul kompleks ; seperti piridin (C5H5N). Bilangan koordinasi menyatakan jumlah ligan atau jumlah atom donor yang terkait pada ion pusat. Bilangan koordinasi ion Cu2+ pada [Cu(CN)4]2- adalah 4 dan bilangan koordinasi ion Fe2+ pada [Fe(H2O)6]2+ adalah 6. Biasanya, bilangan koordinasi suatu ion pusat sama dengan 2 kali bilangan oksidasinya.

Warna Senyawa Kompleks

Unsur transisi periode keempat membentuk senyawa berwarna karena adanya subkulit 3d yang terisi tidak penuh. Jika tidak ada pengaruh luar, semua orbital pada sub kulit yang sama memiliki tingkat energi sama. Setelah mengikat ligan, terjadilah pemisahan tingkat energi pada orbital (splitting) sehingga terjadi perbedaan energi tingkat orbital. Perbedaan itu sama dengan energi sinar tampak, dengan demikian ion pusat dari ion kompleks yang memiliki sub kulit d yang tidak penuh dapat menyerap radiasi dari sinar tampak. Jika sinar itu dipancarkan, ion kompleks menjadi tampak berwarna. Unsur Sc Ti V Cr Mn Fe Co Ni Cu Zn +1 +2 Ungu Ungu Biru Mera hmud a Hijau Mera h muda Hijau TB Biru TB

+3
+4 +5

TB
-

Hijau
TB -

Hijau
Biru Mera h

Ungu
-

Mera h
Cokla t tua Biru

Jingg a
-

Biru
-

Mera h
-