Anda di halaman 1dari 29

BIOETIKA DALAM

PEMBANGUNAN KESEHATAN
NASIONAL

Taufik Suryadi
Pembangunan Kesehatan
 Pembangunan Kesehatan adalah upaya
yang diselenggarakan oleh semua
komponen bangsa secara sinergistik
dengan tujuan untuk meningkatkan
KESADARAN, KEMAUAN, dan KEMAMPUAN
HIDUP SEHAT bagi setiap orang agar
terwujud derajat kesehatan masyarakat
yang setinggi-tingginya.
 Pembangunan kesehatan pada
hakekatnya adalah proses yang terus-
menerus dan progresif untuk meningkatkan
derajat kesehatan masyarakat.
MASAL AH NAS IO NAL YAN G
BE RP ENGAR UH PADA
PEMBAN GUNAN KESEHAT AN

 KEMISKINAN
 KEADAAN DAN KEMAMPUAN ANTAR
DAERAH YG SANGAT BERBEDA
 DESENTRALISASI KESEHATAN YG
BELUM OPTIMAL
 PROSES PEMBELAJARAN
DEMOKRATISASI
 BENCANA ALAM/ FLU BURUNG
 KESADARAN MASARAKAT UTK PHBS
MASIH SANGAT RENDAH
ISU STRATEGIS
PEMBANGUNAN KESEHATAN (1)
1. Banyak masalah kesehatan seharusnya

dapat dideteksi dan diatasi secara dini

pada tingkat paling bawah (“GRASS


ROOT”)
2. MASALAH TENAGA KESEHATAN: belum
merata, tdk sinkron antara kebutuhan

didaerah dan anggaran yg disiapkan.


ISU STRATEGIS
PEMBANGUNAN KESEHATAN (2)

1. MASALAH SARANA PELAYANAN: belum


jelas betul antara kebutuhan &
kemampuan(Pustu,Puskesmas,puskplus)
RS masih mahal, BLU belum mulus
2. Pembiayaan kesehatan belum fokus dan
belum sinkron.Masih ada penggunaan
hasil pelay kesehatan utk PAD.
3. ASKESKIN : belum semua dapat, TT
kelas 3 RS kurang; sistem pengelolaan
belum optimal
4. Masih tingginya angka kesakitan
penyakit menular
PER HATIAN KH USUS
PEMB ANGUNAN K ES EH ATAN

PE NDUD UK
RENT AN
KONSEP
BIOETIK DALAM
PEMBANGUNAN
KESEHATAN
Bioetika bersifat interdisipliner
 ILMU-ILMU BIOLOGI
 KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU
KESEHATAN LAIN
 ETIKA, TEOLOGI, DAN
PSIKOLOGI
 HUKUM, POLITIK,
KEPENDUDUKAN DAN ILMU
PEMERINTAHAN.
Bioetika juga mencakup
perhatian pada:
 RISET BIOMEDIS DAN RISET
TENTANG PERILAKU MANUSIA, BAIK
DENGAN TUJUAN TERAPI ATAU
TIDAK.
 ISU BIOETIK JUGA MENCAKUP
SECARA LUAS ISU-ISU SOSIAL
SEPERTI KESEHATAN MASYARAKAT,
LINGKUNGAN KERJA DAN
DEMOGRAFI.
EMPAT PRINSIP BIOETIK

 AUTONOMY
 BENEFICENCE
 NONMALEFICENCE
 JUSTICE
KONTEKS HAM
 FULFILL  NONMALEFICENCE,
BENEFICENCE
 PROTECT  NONMALEFICENCE,
JUSTICE
 RESPECT  AUTONOMY, JUSTICE
PENYELENGGARAAN PEMBANGUNAN
KESEHATAN

BIDANG-BIDANG UTAMA PEMBANGUNAN


KESEHATAN:
A.UPAYA KESEHATAN
B.PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
C.SUMBER DAYA KESEHATAN
D.LINGKUNGAN SEHAT
E. PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA
F. MANAJEMEN KESEHATAN
G.PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
H.DERAJAT KESEHATAN MASYARAKAT
Gambar 1 BIDANG-BIDANG UTAMA PEMBANGUNAN KESEHATAN
DAN LINGKUNGAN STRATEGIK YANG
MEMPENGARUHINYA

LINGKUNGAN ILMU LINGKUNGAN


DAN TEKNOLOGI SOSIAL, AGAMA
DAN BUDAYA

FUNDAMEN
PENELITIAN DAN MORAL/ETIK
PENGEMBANGAN
KESEHATAN

LINGKUNGAN DERAJAT
SUMBER DAYA PEMBERDAYAAN UPAYA KESEHATAN
EKONOMI
KESEHATAN MASYARAKAT KESEHATAN MASYARAKAT

LINGKUNGAN
SEHAT MANAJEMEN
Kesehatan

LINGKUNGAN
PERUBAHAN
LINGKUNGAN POLITIK DAN
SOSIAL BUDAYA HUKUM
FISIK DAN
Sumber : R.Hapsara.HR.1999
BIOLOGI
LINGKUNGAN STRATEGIS PEMBANGUNAN
KESEHATAN

1) POLITIK DAN HUKUM


2) EKONOMI
3) SOSIAL, AGAMA DAN BUDAYA
4) ILMU PENGETAHUAN DAN
TEKNOLOGI
5) FISIK DAN BIOLOGI
SOSIAL, AGAMA DAN BUDAYA

 PENDEKATAN BUDAYA DALAM


MEMBERDAYAKAN MASYARAKAT
MERUPAKAN UNSUR UTAMA
 ASPEK AGAMA SANGAT BERPENGARUH
 TINGKAT SOSIAL-EKONOMI DAN
PENDIDIKAN YANG RENDAH
BERPENGARUH PADA UPAYA KESEHATAN
/ PROMOSI KESEHATAN
 PEMBENTUKAN NORMA DALAM
MASYARAKAT
PEMBENTUKAN NORMA
 DALAM BERMASYARAKAT, TERDAPAT
INTERAKSI ANTARA SATU WARGA
DENGAN WARGA LAIN
 ORANG AKAN MENILAI SUATU
PERBUATAN TERTENTU ADALAH
PERBUATAN YANG BAIK ATAU TIDAK
 BILA KEBANYAKAN ORANG SUDAH
MEMILIKI PENILAIAN YG SAMA
MAKA TERJADILAH SUATU “NILAI”
 Masyarakat kemudian menggunakan
“nilai” tersebut dalam kehidupan
sehari-hari, mengajarkannya kepada
anaknya, dst, sehingga menjadi
kebiasaan
 Kebiasaan yg sudah diterima secara
umum (kadang memiliki sanksi bila
dilanggar) akan dianggap sebagai
suatu “norma”
 Norma tersebut dapat berupa
“perintah”, dapat pula berupa
“larangan” dan “anjuran”A
NORMA

 NORMA AGAMA
 Mengatur kehidupan transendental

 NORMA KESUSILAAN
 Mengatur hidup orang pribadi

 NORMA KESOPANAN
 Mengatur hidup antar manusia

 NORMA HUKUM
 Mengatur ketertiban hidup masyarakat
NORMA AGAMA
 Norma yang “berasal” dari tuhan
atau kitab atau diajarkan oleh
pembawa agama
 Yang utama adalah norma yg
mengatur hubungan antara manusia
dengan tuhannya
 Dalam ajaran agama juga terdapat
norma yg mengatur hubungan antar
manusia (muamalat)
 Norma agama bersifat umum dan
universal
NORMA KESUSILAAN

 Norma yg berasal dari hati nurani


 Norma ini mengatur cara hidup dan
cara berperilaku orang pribadi
 Misalnya “berkata jujur”, “berbuat
baik”, “menghormati orang tua”
 Norma kesusilaan biasanya juga
bersifat umum dan universal
NORMA KESOPANAN
 Norma kesopanan timbul dalam
pergaulan antar manusia dalam
suatu kelompok masyarakat
tertentu
 Misalnya “menghormati orang tua”,
“mempersilahkan wanita”, “bertutur
kata yg lembut kepada orang tua”
 Dapat tidak universal, bergantung
kepada adat istiadat / budaya
setempat
NORMA HUKUM
 Dalam menjaga ketertiban
hubungan antar manusia,
diperlukan norma yg tegas dan
dapat dipaksakan, serta memiliki
sanksi nyata di dunia
 Dibuatlah norma hukum
 Norma hukum juga tidak selalu
universal, meskipun ada
kecenderungan kesana
PROFESIONALISME
PROFESIONALISME DILAKSANAKAN
MELALUI PENERAPAN KEMAJUAN
ILMU DAN TEKNOLOGI, SERTA
MELALUI PENERAPAN NILAI-NILAI
MORAL DAN ETIKA.
PELAYANAN YANG BERMUTU
 PENERAPAN PELBAGAI KEMAJUAN ILMU
DAN TEKNOLOGI KEDOKTERAN.
 PERLU PENGEMBANGAN SUMBER DAYA
MANUSIA KESEHATAN
 PELAYANAN KESEHATAN PROFESIONAL
TIDAK AKAN TERWUJUD APABILA TIDAK
DIDUKUNG OLEH TENAGA PELAKSANA
YANG MENGIKUTI PERKEMBANGAN ILMU
DAN TEKNOLOGI.
PELAYANAN YANG BERMUTU
 Penerapan nilai-nilai moral dan etika profesi
yang tinggi.
 Semua tenaga kesehatan dituntut untuk
selalu menjunjung tinggi sumpah dan kode
etik profesi.
 Penentuan standar kompetensi bagi tenaga
kesehatan, pelatihan berdasarkan
kompetensi, akreditasi dan legislasi tenaga
kesehatan, serta kegiatan peningkatan
kualitas lainnya.
PROGRAM PENGEMBANGAN HUKUM
KESEHATAN
Program Pengembangan Hukum Kesehatan bertujuan untuk meningkatkan peranan
Hukum di bidang kesehatan agar Pembangunan kesehatan menuju Indonesia Sehat 2010
dapat berjalan dengan baik.

Sasaran program ini adalah:


4. Tersusunnya berbagai perangkat hukum bidang kesehatan
secara meyeluruh baik yang menyangkut upaya kesehatan
maupun sumber daya kesehatan;
5. Terlaksananya inventarisasi, kajian dan analisis secara akademis
seluruh perangkat hukum yang berhubungan dengan
penyelenggaraan upaya kesehatan dan sumber daya kesehatan.
6. Tersedianya dokumentasi hukum bidang kesehatan dan bidang
lainnya dalam satu Sistem Jairingan Dokumentasi Hukum;
7. Terlaksananya penyebarluasan program hukum bidang
kesehatan;
8. Tersedianya perangkat guna dilaksanakannya proses litigasi dan
mitigasi dalam penyelesaian konflik hukum di bidang kesehatan.
PROGRAM PENGEMBANGAN HUKUM
KESEHATAN
Kegiatan program ini terdiri dari:
2. Peningkatan kesadaran hukum para aparatur jajaran
kesehatan agar penyelenggaraan upaya kesehatan
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan yang ada;
3. Penggerakan partisipasi masyarakat dalam
penyelenggaraan berbagai upaya kesehatan;
4. Pembuatan berbagai produk hukum untuk mengatasi
persoalan pembiayaan kesehatan melalui JPKM;
5. Penataan kembali berbagai produk hukum yang
mampu mengatasi hambatan-hambatan dalam
mendukung program reformasi bidang kesehatan
antara lain tenaga kesehatan, sarana kesehatan dan
rumah sakit.
MASALAH DAN HAMBATAN

1). SINERGI LEMAH


2) KURANGNYA KETERKAITAN DI
ANTARA BERBAGAI PROGRAM
3) SUKARNYA MERUBAH POLA PIKIR
MASYARAKAT
4) KEMAMPUAN METODOLOGI
TERBATAS
5) KEMAMPUAN ANTISIPASI MASA
DEPAN KURANG