Anda di halaman 1dari 19

Nama phyllodes diambil dari bahasa Yunani phullon yang artinya daun, karena bentuknya seperti daun.

Tumor phyllodes payudara adalah suatu neoplasma fibroepitelial yang jarang ditemukan, insidennya hanya sekitar 1% dari seluruh neoplasma payudara sedangkan frekuensi lesi maligna bervariasi sekitar 5-30%. Beberapa penelitian melaporkan kejadian tumor phyllodes 2%- 4,4% dari jumlah kasus yang awalnya didiagnosis fibroadenoma. Rata- rata usia pasien dengan tumor ini adalah pada dekade empat.

Tumor phyllodes merupakan suatu neoplasma fibroepitelial yang jarang ditemukan dan hanya didapatkan pada payudara. Tumor phyllodes bersifat menyusup secara lokal dan mungkin ganas (10-15%), pertumbuhannya cepat dan dapat ditemukan dalam ukuran besar.

Tumor phyllodes insidensinya hanya sekitar 1% dari seluruh neoplasma payudara dan frekuensi lesi maligna bervariasi sekitar 5-30%. Tumor ini kebanyakan pada usia 40-45 th. Beberapa penelitian melaporkan kejadian tumor phyllodes 2%-4,4% dari jumlah kasus yang awalnya didiagnosis fibroadenoma.

Payudara terletak setinggi kosta ke-2 sampai ke-6 dan menutupi kartilago kosta di anterior dan dari batas lateral sternum ke garis mid-aksilaris. Payudara normal mengandung jaringan kelenjar, duktus, jaringan otot penyokong lemak, pembuluh darah, saraf dan pembuluh limfe.

Perdarahan payudara terutama berasal dari cabang a.perforantes anterior dari a.mamaria interna, a.torakalis lateralis yang bercabang dari a.aksilaris, dan beberapa a.interkostalis. Persarafan kulit payudara diurus oleh cabang pleksus servikalis dan n. interkostalis. Saluran limfe dari seluruh payudara menyalir ke kelompok anterior aksila, kelompok sentral aksila, kelenjar aksila bagian dalam, yang lewat sepanjang v.aksilaris dan yang berlanjut langsung ke kelenjar servikal bagian kaudal dalam fosa supraklavikuler.

Payudara mengalami tiga macam perubahan yang dipengaruhi oleh hormone. Perubahan pertama ialah mulai dari masa hidup anak melalui masa pubertas, masa fertilitas, masa klimacterium, sampai masa menopause. Perubahan kedua adalah perubahan yang sesuai dengan siklus menstruasi. Perubahan ketiga terjadi sewaktu hamil dan menyusui.

Kebanyakan beranggapan bahwa tumor phyllodes denovo berasal dari parenkim payudara, hanya sedikit yang percaya bahwa berasal dari suatu fibroadenoma yang telah ada bertahun-tahun. Reseptor hormon terhadap estrogen dan progesteron ternyata sangat bervariasi hanya terdapat pada komponen epitelialnya, sehingga pengobatan hormonal pada kasus metastase tidak banyak gunanya, karena yang bermetastase hanyalah komponen stromanya.

Benjolan dapat tumbuh lambat tetapi akhirnya tumbuh lebih cepat Benjolan dapat sangat besar (5-40 cm) Benjolan biasanya tidak nyeri, dapat disertai ulkus Tidak ditemukan pembesaran KGB (Kelenjar Getah Bening) aksila ipsilateral walau tumor sudah sangat besar dan disertai ulkus Bentuk bulat/lonjong Konsistensi tidak sama, ada bagian yang kenyal ada bagian yang kistik Batas tegas, mobile Bila sangat besar, kulit tegang dan mengkilat + phleboektasia (pelebaran vena subkutan) kadang sampai timbul ulkus.

Benign

Borderline

Malig
nant infiltra tive

Tumor margins

Pushing

Stroma cellularity Mitotic rate (per 10 hpf)

low sedikit

moderate < hpf 10/10

high >10/10 hpf

pleomorphism

mild

moderate

severe

Anamnesis Pemeriksaan fisik Pemeriksaan penunjang

FAM Ca mammae

Eksisi luas 2-3 cm dari tepi tumor Mastektomi sederhana Radioterapi dan kemoterapi kurang berperan.

Mempunyai dua gambaran yang khas yaitu epitel dan stroma. Epitel biasanya tampak proliferatif sehingga memberi gambaran berlapis-lapis kadangkadang juga tampak metaplasia apokrin dan metaplasia skuamous. Stromanya hiperseluler dan dapat berbeda-beda di dalam tumor yang sama.

Berbatas jelas, warna putih keabu-abuan dengan ukuran bervariasi dan dapat mencapai ukuran 30 40 cm tapi banyak juga peneliti yang menemukan tumor ini dengan ukuran kurang dari 5 cm. Jika tumor besar pada penampang tampak celah-celah yang memanjang (leaf-like appearance ) yang merupakan tanda khas pada tumor phyllodes dan kadangkadang tampak daerah nekrotik, perdarahan dan degenerasi kistik.

Tumor phyllodes baik yang jinak maupun ganas mempunyai kecenderungan untuk kambuh (rekurens) secara lokal setelah suatu eksisi sederhana. Tempat metastase yang sering adalah pada paru-paru dan tulang, jarang pada kelenjar lymph dan hanya komponen stroma yang bermetastase.

Terima Kasih