Anda di halaman 1dari 32

PENYAKIT PARASIT HEWANI

0 0 L L

E E
H H

GUNAWAN HOSTIADI

PENYAKIT PARASIT HEWANI


1. Pedikulosis. 2. Skabies. 3. Creeping disease.
Banyak dijumpai dinegara berkembang , penduduk padat, higiene jelek.

PEDIKULOSIS
INFEKSI KULIT/RAMBUT MANUSIA OLEH PEDIKULUS. PENULARAN MELALUI KONTAK LANGSUNG. PHTIRUS PUBIS BIASANYA DITULARKAN MELALUI HUB. KELAMIN.

KLASIFIKASI. 1. Pediculus humanus var capitis Ped. Kapitis. 2. Pediculosis humanus var corporis Pedik. Korporis 3. Phthirus pubis Pedik. Pubis.

PEDIKULOSIS KAPITIS

- INFEKSI KULIT & RAMBUT KEPALA OLEH PEDICULUS HUMANUS VAR CAPITIS. - PENULARAN : SISIR, BANTAL, KASUR, TOPI.

ETIOLOGI. - PEDICULUS HUMANUS VAR CAPITIS.


-SIKLUS HIDUP : TELUR, LARVA, NIMFA, DEWASA. TELUR DILE TAKKAN DISEPANJANG RAMBUT, MENGIKUTI TUMBUHNYA RAMBUT.

TOMBOL

PATOGENESA.
-KELAINAN KULIT KARENA GARUKAN, GATAL TIMBUL KRN PENGARUH LIUR DAN EKSKRETA KUTU MASUK KULIT WAKTU NGISAP DARAH.

GEJALA KLINIK.
-GIGITAN PAPULA KEMERAHAN, GATAL. PREDILEKSI : OKSIPITAL, PARIETAL, SELURUH KEPALA BISA INFEKSI SEKUNDER KRN GARUKAN. -BISA ATERDAPAT KRUSTA TEBAL, PUS, RAMBUT BERGUM PAL, BAI BUSUK DISEBUT PLIKAPOLONIKA

PEMERIKSAAN LABORATORIUM.
-MENEMUKAN TELUR, DIPERIKSA DIMIKROPKOP BERRWARNA ABU-ABU MENGKILAT.

DIAGNOSA BANDING. - TINEA KAPITIS, PIODERMA, DERMATITIS SEBORHOIKA.

PENGOBATAN.
1. 2. 3. 4. PERMETHRIN 1% KRIM. GAMA BENSEN HEKSA KLORIDA 1% (AGAMEKSAN). LOSIO MALATHION 0,5%. EMULSI BENZIL BENZOATE 25%.

PENCEGAHAN.
-MENJAGA KEBERSIHAN RAMBUT, CUKUR PENDEK. -BARANG PEND : SISIR, TOPI DLL DICUCI, DIDESINFEKSI. -ANGGOTA KELUARGA ATAU MURID LAIN DIPERIKSA.

PROGNOSA.
BAIK JIKA HIGIENE DIPERHATIKAN

PEDIKULOSIS KORPORIS
DEFINISI.
-INFEKSI KULIT YANG DISEBABKAN OLEH PEDICULUS HUMANUS VAR CORPOPRIS. -PADA ORANG YG BERAMBUT TERMINAL, KUTU DAPAT M,ELEKAT PD RAMBUT TERSEBUT. -BIASANYA KUTU TERDAPAT PD SELA2 KAPAS, SELA2 LIPATAN PAKAIAN HANYA KELUAR UNTUK MENGISAP DARAH. -KUTU MATI BILA TIDAK MENGISAP DARAH SELAMA 10 HARI.

PATOGENESA.
-KELAINAN KULIT KARENA GARUKAN UNTUK M,ENMGHILANG KAN RASA GATAL. -RASA GATAL KRN SENSITISASI TERHADAP ALERGEN LIUR KUTU SERTA EKSKRETANYA WAKTU MENGISAP DARAH.

GEJALA KLINIK.
- PADA UMUMNYA GATAL SATU-SATUNYA GEJALA, DAPAT JUGA ASIMTOMATIK. - PADA AWAL MAKULA KECIL KEMERAHAN PD PUNGGUNG DAN DAN BAGIAN DALAM LENGAN. - RASA GATAL GARUKAN, MERUPAKAN GAMBARAN GARIS2 SEJAJAR PD PUNGGUNG ATAS, SEKITAR PINGGANG, BOKONG TANDA KARAKTERISTIK. - KASUS KRONIS TERLIHAT EKSKOREASI, URTIKARIA, PERUBAHAN PIGMENTASI (VAGABOND DISEASE). - KASUS BERAT, INFEKSI SEKUNDER PUS, KRUSTA DAN LIMFADE NOPATI.

PEMERIKSAAN LABORATORIUM
MENEMUKAN KUTU DAN TELUR PD SERAT KAPAS PAKAIAN PERIKSA DIBAWAH MIKROSKOP.

TOMBOL

DIAGNOSA BANDING.
SKABIES, PIODERMI, GIGITAN PINJAL, KUTU BUSUK, EKSKOREASI NEOROTIK.

PENGOBATAN.
-PERBAIKI HIGIENE. -KUTU PD KULIT/RAMBUT DIBADAN BUNUH DGN GAMEKSAN 1%-OLESKAN TIPIS2 PD SELURUH TUBUH BIARKAN 24 JAM MANDI. CARA INI ULANG 1 MINGGU KEMUDIAN.

PENCENGAHAN.
PERHATIKAN HIGIENE PERORANGAN DAN LINGKUNGAN.

PROGNOSA.
BAIK DENGAN MENJAGA HIGIENE.

PEDIKULOSIS PUBIS
DEFINISI.
INFEKSI RAMBUT PUBIS DAN SEKITARNYA OLEH PHTHIRUS PUBIS.

EPIDEMIOLOGI.
-BIASANYA MENYERANG DEWASA DAN DIGOL. PHS., DAPAT MENYERANG JENGGOT DAN KUMIS. -DAPAT JUGA MENYERANG ANAK-ANAK PD ALIS DAN BULU MATA DAN TEPI BATAS RAMBUT.

ETIOLOGI.
PHTHIRUS PUBIS, PANJANGNYA 1-2 MM, PUNYA 3 PASANG KAKI, UJUNG SEPERTI CAKAR UNTUK MENCENGKRAM RAMBUT DAN KEPALANYA MASUK DALAM FOLIKEL.

PATOGENESA.
GATAL YANG DITIMBULKAN PROSESNYA SAMA DENGAN PEDIKULOSIS KORPORIS.

GEJALA KLINIK.
-GIGITAN PERTAMA BISA TAMPA GEJALA, SENSITISASI ALERGIK TIMBUL BEBERAPA HARI KEMUDIAN GATAL GARUKAN ERITEMA, IRITASI, INFLAMASI, SEKUNDER INFEKSI. -KADANG ADA MACULAE CERULAE PD TEMPAT GIGITAN, HILANG SETELAH BEBERAPA HARI. -GEJALA PATOGNOMONIK -- BLACK DOT BERCAK2 HITAM PD CELANA DALAM PUTIH, DILIHAT PENDERITA WAKTU BANGUN PAGI. -KALAU INFEKSI SEKUNDER, PEMBESARAN KEL. LIMFE REGIONAL.

TOMBOL

PEMERIKSAAN LABORATORIUM.
MENEMUKAN KUTU DEWASA ATAU TELUR MENEMPEL PD RAMBUT PD PEMERIKSAAN MIKROSKOP.

DIAGNOSA BANDING.
PIODERMA, PRURITUS VULVA, FOLIKULITIS, DERMATITIS KONTAK EKSKOREASI NEUROTIK, DERMATITS SEBORHOIKA, DERMATOMIKOSIS.

KOMPLIKASI.
AKIBAT GARUKAN TERJADI ERITEMA, IRITASI, INFEKSI SEKUNDER.

PENGOBATAN.
-SAMPO GAMEKSAN 1%, BIARKAN 5 MNT, LALU CUCI. SISA TELUR HILANGKAN PAKAI SISIR RAPAT. APLIKASI KE 2 DIBERIKAN 7-10 HR KEMUDIAN UNTUK BUNUH NIMFA YG BARU MENETAS. -KRIM PERMETHRIN 1% OLESKAN 10 MENIT LALU CUCI, DAPAT DIULANG 7 10 HR KEMUDIAN.

PENCEGAHAN.
-CARI PENY. MENULAR SEKSUAL LAINNYA YG MUNGKIN TERJADI BERSAMAAN.UNTUK CENGAH REINFEKSI TELUR PD BATANG RAMBUT BERSIHKAN PAKAI SISIR RAPAT. -PASANGAN SEKSUAL PERIKSA KALAU PERLU DITERAPI, -PAKAIAN DALAM, HANDUK, SPREI CUCI DGN AIR PANAS DAN STRIKA ATAU TIDAK DIPAKAI SEDIKITNYA 72 JAM.

SKABIES
DEFINISI.
PENYAKIT KULIT KRN INFESTASI DAN SENSITISASI TERHADAP SARCOPTES SCABIEI VAR HOMINIS DAN PRODUKNYA.

EPIDEMIOLOGI.
-DIJUMPAI PD HAMPIR SEMUA NEGARA DIDUNIA, INSIDEN TERTINGGI PD ANAK USIA SEKOLAH DAN REMAJA. -FAKTOR YG MENUNJANG PERKEMBANGANNYA : SOSIAL EKONOMI RENDAH, HIGIENE BURUK, HUB. SEKSUAL PROMISKUITAS, KESALAH AN DIAGNOSA. -PENYAKIT INI DIMASUKKAN DALAM PHS.

CARA PENULARAN.
-KONTAK LANGSUNG : JABAT TANGAN, TIDUR BERSAMA, HUB. SEKSUAL. -KONTAK TAK LANGSUNG : PAKAIAN, HANDUK, SPREI, BANTAL. -PENULARAN BIASANYA OLEH SARCOPTES SCABIEI BETINA YG SUDAH DIBUAHI ATAU KADANG2 BENTUK LARVA.

ETIOLOGI.
-SARCOPTES SCABIEI VAR HOMINIS. -TUNGAU JANTAN DAN BETINA KOPULASI DIPERMUKAAN KULIT, YG JANTAN BIASANYA MATI. YG BETINA MEMBUAT TEROWONGAN PD LAP. TANDUK BERTELUR 2-4 BUTIR SEHARI 40 50 BUTIR. DALAM 3 10 HR MENETAS LARVA - 2 3 HR JADI NIMFA YG PUNYA BEN TUK JANTAN DAN BETINA. WAKTU DR MENETASNYA TELUR DEWASA 8 - 17 HR. DILUAR HOST TUNGAU HANYA DAPAT HIDUP 2 3 HR PD SUHU KAMAR.

PATOGENESA.
-TUNGAU BETINA YG SUDAH DIBUAHI MENGGALI TEROWONGAN DILAP. TANDUK MELETAKKAN TELUR DISANA. -TUNGAU MENGSEKRESI DAN MENGEKSKRESI BAHAN2 YG BISA MENSENSITISASI HOST. RASA GATAL BARU TIMBUL SETELAH 1 BULAN INFESTASI. -KELAINAN KULIT BERUPA PAPULA, VESIKULA, URTIKA, SEDANG KAN EROSI, EKSKOREASI, KRUSTA DAN SEKUNDER INFEKSI KRN GARUKAN.

DIAGNOSA.
-DIAGNOSA TERSANGKA. -DIAGNOSA PASTI/IDEAL.

TOMBOL

DIAGNOSA TERSANGKA.
1. PRURITUS NOCTURNAL. 2. INFEKSI KELUARGA/KELOMPOK. 3. ADANYA TEROWONGAN ATAU PAPULA, VESIKULA PADA PREDILEKSI.

DIAGNOSA IDEAL.
- MENEMUKAN ADANYA TUNGAU.

BENTUK-BENTUK KHUSUS SKABIES.


1. SKABIES PD ORANG BERSIH. LESI SANGAT MINIMAL SERING SALAH DIAGNOSA. 2. SKABIES PD BAYI DAN ANAK. DAPAT MENGENAI SELURUH TUBUH. 3. SKABIES YG DITULARKAN OLEH HEWAN. SELF LIMITED, LESI PD TEMPAT KONTAK. 4. SKABIES NODULER. KRN REAKSI HIPERSENSITIVITAS, AKARUS SUDAH JARANG. 5. SKABIES INCOGNITO. KRN KORTIKOSTEROID TOPIKAL ATAU SISTEMIK, GEJALA SAMAR. 6. SKABIES KRUSTOSA (NORWEGIAN SCABIES) GAMBARAN ERITRODERMI, KRUSTA BANYAK SEKALI, POPULASI AKARUS TINGGI SEKALI, GATAL TIDAK MENONJOL.

LABORATORIUM.
PEMERIKSAAN LAABORATORIUM UNTUK MENEMUKAN TUNGAU DENGAN PEMERIKSAAN MIKROPKOP, CARA : 1. DGN JARUM. 2. KURETASE SUPERFISIAL. 3. BIOPSI PAPULA YG UTUH. 4. SWAB KULIT. 5. BURROW INK TEST. 6. PENGOLESAN TETRASIKLIN PD DAERAH TEROWONGAN. 7. BIOPSI PUNCH.

DIAGNOSA BANDING.
ATOPIK DERMATITIS, DERMATITIS KONTAK ALERGIKA, INSECT BITES, URTIKARIA PAPULAR, IMPETIGO, PRURIGO PEDIKULOSIS KORPORIS.

KOMPLIKASI.
SEKUNDER INFEKSI.

PENGOBATAN.
SYARAT OBAT YG IDEAL : 1. HARUS EFEKTIF TERHADAP SEMUA STADIUM TUNGAU. 2. HARUS TIDAK MENIMBULKAN IRITASI DAN TIDAK TOKSIK. 3. TIDAK BERBAU ATAU KOTOR, TIDAK MERUSAK, MEWARANAI PAKAIAN. 4. MUDAH DIPEROLEH DAN MURAH.

JENIS OBAT TOPIKAL:


1. 2. 3. 4. 5. 6. GAMA BENZENE HEKSAKLORID. KROTAMITON 10%. SULFUR 5 10 %. BENSIL BENSOAT 20 35 %. PERMETRIN 5 %. IVERMECTIN.

PENCENGAHAN.
-PENDERITA, SELURUH ANGGOTA KELUARGA, PASANGAN SEKSUIAL PERIKSA, K.P. OBATI. -PAKAIAN, HANDUK SPREI CUCI DENGAN AIR PANAS. -MANDI TERATUR 2 KALI SEHARI, PAKAI SABUN.

CREEPING ERUPTION
PENDAHULUAN.
SERING TERJADI PD ANAK-ANAK, TANPA ALAS KAKI, SERING BERHUB. DGN TANAH, PASIR. JUGA PARA PETANI ATAU TENTARA. BANYAK TERDAPAT DIDAERAH TROPIS, SUBTROPIS.

DEFINISI.
ERUPSI KULIT KHAS, DISEBABKAN ANEKA MACAM PENYEBAB, KLINIS BERYUPA LESI LINIER ATAU BERKELOK-KELOK, MENIMBUL DAN PROGRESIF KRN ADANYA LARVA PARASIT.

SINONIM
CUTANEUS LARVA MIGRANS, DERMATOSIS LINEARIS MIGRANS, SANDWORM DISEASE.

ETIOLOGI.
PENYEBAB PALING BANAYAK LARVA CACING TAMBANG ANJING DAN KUCING (ANCYLOSTOMA BRAZILIENSE) DI AMERIKA SEL. AMERIKA SERIKAT (BAG. TENGGARA) DAN DERAH TROPIS. PENYEBAB LAINNYA ANCYLOSTOMA CANINUM, ANATRICHOSOMA CUTANEUM, STRONGYLOIDES STERCORALIS, DIRIFILARIA REPENS, LOA-LOA, GASTEROPHYLUS HYPODERMA. LARVA PENETRASI KEKULIT MIGRASI PD EPIDERMIS BAG.BAWAH, TIDAK DAPAT MENEMBUT DERMIS TIDAK TERJADI SIKLUS HIDUP NORMAL LARVA MATI.

MANIFESTASI KLINIS.
MASUKNYA LARVA KEDALAM KULIT DISERTAI GATAL & PANAS. MULA2 TIMBUL PAPULA BENTUK KHAS LESI LINIER ATAU BERKELOK-KELOK, MENIMBUL, DIAMETER 2 3 MM, KEMERAHAN. RASA GATAL MALAM HARI LEBIH HEBAT. PREDILEKSI : TUNGKAI, PLANTAR, TANAGAN, ANUS, BOKONG DAN PAHA. LARVA CURRENS BENTUK KHUSUS PENYAKIT INI. PENYEBABNYA STRONGYLOIDES STERCORALIS, BERUPA ERUPSI PAPULAR HEBAT PD TEMPAT PENETRASI DIIKUTI URTIKARIA, PAPULOVESIKULER, EDEMATOSUS, SERING PD PERIANAL ATAU BOKONG.

DIAGNOSA.
BERDASARKAN BENTUK KHAS, KELAINAN SEPERTI BENANG YG LURUS ATAU BERKELOK-KELOK, MENIMBUL DAN TERDA PAT PAPUL ATAU VESIKEL DIATASNYA.

TOMBOL

DIAGNOSA BANDING.
SKABIES, DERMATOFIT, INSECT BITE.

PENGOBATAN.
TIABENDAZOL TOPIKAL 10 %, APLIKASI 4 KALI SEHARI 1 MGG. SOLUSIO TIABENDAZOL 2 % DLM DMSO ATAU TIABENDAZOL TOPIKAL DITAMBAH KORTIKOSTEROID TOPIKAL OKLUSI 24 48 JAM. TERAPI LAMA : ETIL KLORIDA ADAU DRY ES, INI BARU EFEKTIF BILA EPIDERMIS TERKELUPAS BERSAMA LARVA. TIABENDAZOL SISTEMIK, DOSIS 25 -50 MG/KG BB, 2 KALI SEHARI SELAMA 2 4 HARI, DOSIS MAKSIMUM 2 4 GR SEHARI. ALBENDAZOL 400 MG PERORAL, DOSIS TUNGGAL SELAMA 2 HARI BERTURUT-TURUT.

KEMBALI

KEMBALI

KEMBALI

KEMBALI

KEMBALI