Anda di halaman 1dari 69

PILAR KEBANGSAAN INDONESIA

Materi disampaikan dalam Pengenalan Kehidupan Kampus (PK-2) Mahasiswa Baru Universitas Jember Tahun akademik 2011 2012

UPT BS MKU UNIVERSITAS JEMBER September, 2011

PILAR KEBANGSAAN INDONESIA

DR.SUKATMAN, M.PD

PILAR KEBANGSAAN INDONESIA


Materi Pengenalan Kehidupan Kampus (PK-2) Mahasiswa Baru Universitas Jember Tahun Akademik 2011 2012

UPT BS MKU UNIVERSITAS JEMBER September, 2011

Latar belakang
Pemerintah dewasa ini berusaha untuk membangun karakter bangsa, disebabkan oleh sikap sebagian bangsa Indonesia mengalami fase destorsi dalam memahami dan mengimplementasikan empat pilar kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari.

Berbagai persoalan yang dihadapi oleh bangsa kita dewasa ini makin mendorong semangat dan upaya pemerintah untuk memprioritaskan pendidikan karakter sebagai dasar pembangunan pendidikan.

Semangat itu secara implisit ditegaskan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) tahun 2005-2025, dimana Pemerintah menjadikan pembangunan karakter sebagai salah satu program prioritas pembangunan nasional.

Dalam rangka mendukung program pemerintah, Universitas Jember berusaha mensosialisasikan Pilar Kebangsaan Indonesia yang diimplementasikan dalam materi Pengenalan Kehidupan Kampus (PK2) bagi mahasiswa baru.

Tujuan
Tujuan PK2 menyajikan materi Pilar Kebangsaan Indonesia adalah sebagai upaya membangun suatu karakter bangsa melalui pendidikan, yaitu pendidikan nilai, pendidikan budi pekerti, pendidikan moral, pendidikan watak yang bermaksud mengembangkan kemampuan seluruh warga kampus utamanya mahasiswa baru sebagai generasi muda masa depan bangsa untuk menjaga tegaknya empat pilar negara kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, dapat mengimplementasikan nilai-nilai positif dalam kehidupan kampus dan kehidupan sehari-hari sebagai warga negara Indonesia

Ada 9 pilar yang diharapkan menunjang karakter bangsa :


1. Cinta Tuhan dengan segenap ciptaan-Nya; 2. Tanggung jawab, kedisiplinan dan kemandiriaan; 3. Kejujuran/amanah dan kearifan; 4. Hormat dan santun; 5. Dermawan, suka menolong, dan gotong royong / kerjasama; 6. Percaya diri, kreatif dan pekerja keras; 7. Kepemimpinan dan keadilan; 8. Baik dan rendah hati; 9. Toleransi, kedamaian dan kesantunan.

Apa yang dimaksud dengan Pilar Kebangsaan Indonesia ?

PENGERTIAN PILAR KEBANGSAAN


PILAR KEBANGSAAN = ADA 2 KATA YAITU PILAR DAN KEBANGSAAN. PILAR = TIANG PENYANGGA UTAMA/ PENGUAT. LETAKNYA DI TENGAH BANGUNAN BERHUBUNGAN LANGSUNG DENGAN ATAP DAN FONDASI. KEBANGSAAN = BERASAL DARI KATA BANGSA ATAU WANGSA DALAM BAHASA INGGERIS NATION

BANGSA = WAMA Pertama, kata bangsa berasal dari bahasa sansekerta wama yang akar katanya wamca. Dari kata wama melahirkan kata wangsa atau bangsa. Wama berarti keturunan, rumpun, keluarga yang berasal dari satu keturunan darah (geneologis), sehingga memiliki ciri-ciri badaniah yang sama, misalnya bentuk rambut, warna kulit, dalam Bahasa Inggris disebut race. Seperti bangsa Mongol, Melayu, Semit, dan sebagainya.

BANGSA = PEOPLE
Pengertian kedua, bangsa yang berarti kumpulan orang yang memiliki persamaan sejarah, citacita, suka duka, atau yang sering disebut senasibseperjuangan atau senasibsepenanggungan. Dalam Bahasa Inggeris disebut people. Seperti Arab, Yahudi, dan sebagainya.

BANGSA = NATION
Bangsa merupakan sekelompok orang yang memiliki tujuan atau kehendak bersama yaitu untuk hidup di suatu wilayah yang sama, membentuk pemerintahan bersama, suatu pemerintahan yang berdaulat mengayomi seluruh warga. Dalam Bahasa Inggeris disebut nation. Contohnya Indonesia, Malaysia, Amerika Serikat. Negara yang dibangun di atas nation ini disebut nation state. Jadi, kebangsaan Indonesia tidak dibangun di atas persamaan agama, persamaan ras, atau persamaan ideology, melainkan di atas kesadaran bersama untuk hidup bersama, dengan perbedaanperbedaan sehingga disebut Bhinneka Tunggal Ika (berbeda-beda tetap satu jua), sebab di atas perbedaan kita membangun kebersamaan.

INDONESIA SEBAGAI NEGARA BANGSA


SEBAGAI SEBUAH NEGARA BANGSA, INDONESIA MEMILIKI CIRI KHAS UTAMA YAKNI: KETUNGGALAN DALAM KEANEKAAN = BHINNEKA TUNGGAL IKA. UNSUR UTAMA DI DALAM BHINNEKA TUNGGAL IKA ADALAH KOHESI SOSIAL = KEREKATAN SOSIAL. KOMPONEN KOMPONEN BANGUNAN ITU HARUS MEMILIKI DAYA PEREKAT YANG KUAT = KESADARAN UNTUK BERSATU. DALAM PENGERTIAN UMUM, BANGUNAN SELALU TERDIRI DARI: FONDASI, PILAR, DAN ATAP. FONDASI SEBAGAI LANDASAN/DASAR, PILAR SEBAGAI TIANG PENYANGGA UTAMA ATAP SEBAGAI PENGAYOM/PELINDUNG.

SEBAGAI SEBUAH BANGUNAN YANG MEGAH DIBUTUHKAN: FONDASI YANG KOKOH; PILAR YANG TANGGUH; DAN ATAP YANG KUAT. FONDASI = PANCASILA; PILAR = KONSTITUSI; ATAP = PEMERINTAH YANG BERDAULAT. ALAT PEREKATNYA ADALAH KESADARAN UNTUK BERSATU DALAM KERANGKA MEMPERTAHANKAN NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA = YANG DIWUJUDKAN DALAM BENTUK PENEGAKAN HUKUM YANG KONSISTEN; DALAM RANGKA ITULAH DIBUTUHKAN PEMAHAMAN KITA TENTANG HUBUNGAN ANTAR KOMPONEN. PEMAPARAN DI ATAS ADALAH PEMAHAMAN UMUM. AKAN TETAPI, DALAM KONTEKS YANG SEDANG DIBICARAKAN KOMPONEN PILAR KEBANGSAAN ITU TELAH DITENTUKAN YAITU: PANCASILA, UUD NKRI, NKRI, DAN BHINNEKA TUNGGAL IKA . JADI, BANGUNANNYA = KEBANGSAAN INDONESIA. OLEH KARENA ITU, HUBUNGAN ANTAR KOMPONEN PILAR INI PERLU DIPAHAMI.

PANCASILA UUD PROKLAMASI


JIKA DIIBARATKAN BAHWA KEBANGSAAN INI SEBAGAI SEBUAH BANGUNAN, MAKA ADA 3 HAL POKOK YANG PERLU DIBICARAKAN, YAITU: FONDASI, PILAR, DAN ATAP = KETIGANYA HARUS SALING MEREKAT; FONDASI SEBAGAI DASAR/LANDASAN BERNEGARA, PILAR SEBAGAI TIANG PENYANGGA UTAMA, DAN ATAP SEBAGAI PENGAYOM TERHADAP PANAS DAN HUJAN. OLEH KARENA KONSEP PILAR KEBANGSAAN SUDAH DITETAPKAN YAITU: PANCASILA, UUD NKRI, NKRI, DAN BHINNEKA TUNGGAL IKA, MAKA YANG DIBUTUHKAN SEKARANG ADALAH KESEPAHAMAN UNTUK MEMBANGUN KESADARAN SEBAGAI SEBUAH BANGSA, NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA (NKRI) SEBAGAI PEREKAT.

SEBELUM PEMBAHASAN TENTANG ARTI PENTING PILAR KEBANGSAAN, MAKA TERUTAMA DIPAHAMI ADALAH HUBUNGAN ANTAR KOMPONEN YANG MEMBENTUK PILAR KEBANGSAAN ITU. UNTUK MEMAHAMI KORELASI PILAR KEBANGSAAN, KIRANYA PERLU DIKEMUKAKAN: 1) HUBUNGAN ANTARA: PROKLAMASI PANCASILA PEMBUKAAN UUD NKRI, SEBAB KETIGANYA MERUPAKAN SATU KESATUAN YANG TIDAK DAPAT DIPISAHKAN. 2) HUBUNGAN ANTARA: PANCASILA NKRI BHINNEKA TUNGGAL IKA

HUBUNGAN: PANCASILA PROKLAMASI 17 AGUSTUS 1945 PEMBUKAAN UUD NKRI


PROKLAMASI 17 AGUSTUS 1945

PANCASILA

PEMBUKAAN/PREAMBULE UUD NKRI

PENJELASAN
1. Hubungan antara Proklamasi 17 Agustus 1945 Pancasila:
a. Proklamasi 17 Agustus 1945 merupakan titik kuliminasi (tertinggi/batas akhir) Perjuangan Bangsa Indonesia untuk memperjuangkan dan menyelamatkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila; b. Pancasila dengan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya menjiwai dan mendasari perjuangan bangsa Indonesia untuk mencapai kemerdekaan melalui Proklamasi 17 Agustus 1945;

2. Hubungan antara Proklamasi 17

a.

b.

Agustus 1945 Pembukaan UUD 1945: Proklamasi 17 Agustus 1945 sebagai Dasar Hukum Formal harus diberi landasan hukum secara formal, dan landasan hukum formal itu terdapat dalam Pembukaan UUD 1945 alinea III; Untuk mencapai masyarakat adil makmur dan sejahtera sebagaimana tertuang dalam Tujuan Nasional yang terdapat di dalam Alinea IV Pembukaan UUD 1945. Tujuan itu diperoleh melalui pembangunan nasional. Pembangunan nasional dapat terlaksana diperlukan kemerdekaan yang dinyatakan melalui Proklamasi 17 Agustus

3.Hubungan antara Pancasila dengan Pembukaan UUD 1945.


a. Pancasila adalah landasan filosofis atau landasan falsafah bangsa dan negara Indonesia. Sebagai landasan falsafah bangsa dan negara ia harus diberi landasan hukum formal. Landasan hukum formalnya itu diatur dalam Pembukaan UUD 1945 Alinea IV; b. Pembukaan UUD NKRI 1945 memuat Landasan Hukum terbentuknya Negara, Tujuan Negara, Proklamasi, dan Dasar Negara. Oleh karena itu, Pembukaan UUD NKRI 1945 harus dijiwai oleh nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila.

FUNGSI PANCASILA SEBAGAI FONDASI


FUNGSI PANCASILA SANGAT PENTING, KARENA: A. PANCASILA SEBAGAI DASAR/FONDASI SEKALIGUS SEBAGAI PILAR. B. DARI PANCASILA MENGALIR/LAHIR PERATUAN PERUNDANG-UNDANGAN = STUFFENBAU THEORI C. PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN YANG DILAKSANAKAN SECARA KONSISTEN AKAN MENJADI PEREKAT PILAR-PILAR LAINNYA D. JIKA PELAKSANAAN HUKUM KONSISTEN, MAKA KULTUR HUKUM KITA TINGGI, DAN FUNGSI PEMERINTAH SEBAGAI PENGAYOM AKAN TERWUJUD.

HUBUNGAN ANTARA: PANCASILA NKRI BHINNEKA TUNGGAL IKA


PANCASILA

NKRI

BHINNEKA TUNGGAL IKA

PENJELASAN:
JIKA DILIHAT DARI TEORI SEJARAH DAN KEBUDAYAAN VON SAVIGNY, MAKA PANCASILA ADALAH VOLKGEEIST = JIWA/ROH, SEDANGKAN NKRI ADALAH WADAH DIMANA ROH ITU BERSEMAYAM; A) HUBUNGAN ANTARA: PANCASILA NKRI B) HUBUNGAN ANTARA: PANCASILA BHINNEKA TUNGAL IKA

BANGSA INDONESIA TERDIRI DARI BERANEKA RAGAM SUKU, RAS, BAHASA, ADAT-ISTIADAT DAN AGAMA (BHINNEKA), TETAPI TETAP BERADA DALAM SATU KESATUAN NKRI (TUNGGAL IKA). KEANEKARAGAMAN INI AKAN MENJADI SUMBER PETAKA JIKA TIDAK DIIKAT OLEH PEREKAT YANG KUAT, PEREKATNYA ADALAH PENEGAKAN HUKUM YANG DILANDASI OLEH KESADARAN UNTUK BERSATU YAITU KESADARAN HUKUM YANG BERSUMBER DARI NILAI-NILAI HUKUM YANG HIDUP DALAM MASYARAKAT (THE LIVING LAW). NILAI-NILAI HUKUM YANG HIDUP INI TERDAPAT DALAM PANCASILA SEBAGAI JIWA BANGSA/VOLKGEEIST SEKALIGUS SEBAGAI GRUNDNORM.

C. HUBUNGAN ANTARA: NKRI BHINNEKA TUNGGAL IKA NKRI ADALAH WADAH DIMANA SEMUA ANGGOTA MASYARAKAT YANG BERANEKARAGAM ITU BERKUMPUL DAN BERSATU SEBAGAI SUATU NEGARA BANGSA (NATION STATE) YANG MERDEKA, BERSATU, BERDAULAT, ADIL DAN MAKMUR. KEANEKARAGAMAN (SUKU, RAS, BAHASA, ADATISTIADAT DAN AGAMA) TELAH MEMILIKI SUATU KESADARAN UNTUK BERSATU MELALUI SUATU SUMPAH PEMUDA DALAM SEBUAH KONGRES PEMUDA TANGGAL 28 OKTOBER 1928 YANG MENCAPAI PUNCAKNYA TANGGAL 17 AGUSTUS 1945 YANG BERBENTUK NKRI DAN DIIKAT DALAM SEBUAH KONSTITUSI YAITU UUD NKRI.

BHINNEKA TUNGGAL IKA


366 ETNIS 450 BAHASA DAERAH 6 AGAMA BESAR DAN 300 AGAMA LOKAL SERTA 569 ALIRAN KEPERCAYAAN /KEBATINAN YANG TERSEBAR DI 13.000 AN PULAU BESAR DAN KECIL YANG TERBENTANG DARI : MERAUKE (TIMUR) SABANG (BARAT) DAN DARI * SANGIERTALAUD (UTARA) ROTE (SELATAN).

Perlunya mempertahankan

Mengapa perlu mempertahankan nilai-nilai Pancasila dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Mengapa perlu mempertahankan isi yang terkandung dalam UUD 1945 dalam bermasyarakat dan bernegara. Mengapa perlu mempertahankan keutuhan NKRI dalam bermasyarakat dan bernegara. Mengapa perlu mempertahankan semboyan Bhinneka Tunggal Ika dalam bermasyarakat dan bernegara.

Mempertahankan Pancasila

Penerapan Pancasila belum berhasil seperti yang diharapkan

Demi mempertebal kepribadian bangsa baik secara individu maupun bersama

Keberhasilan suatu bangsa ditentukan oleh proses regenerasi dalam memelihara identitas nasional

Mempertahankan UUD 45

Pancasila sebagai falsafah bangsa yang tersirat dalam UUD 45

Pembukaan UUD 45 memiliki aspek yang sangat fundamental

Pembukaan UUD 45 dengan batang tubuhnya merupakan rangkaian kesatuan nilai dan norma yang terpadu

Pembukaan, batang tubuh dan penjelasannya merupakan rangkaian kesatuan yangb bersifat kausal organis

Mempertahankan NKRI
NKRI harus dipertahan kan demi eksistensi bangsa dan keutuhan wilayah

Kepulauan Nusantara sebagai satu


kesatuan sosial budaya dalam bentuk budaya nasional berdasarkan Bhineka Tunggal Ika

Kepulauan Nusantara sebagai


satu kesatuan pertahanan dan keamanan memandang setiap pulau memiliki nilai strategi yang sama

Mempertahankan Bhineka Tunggal Ika

Semangat Bhineka Tunggal Ika adalah bawaan kodrat yang menjelma menjadi kesatuan bangsa dan kesatuan negara

Semangat mempertahankan kebhinekatunggalikaan itulah sesungguhnya merupakan pedoman pembinaan generasi muda sebagai penerus bangsa yang beragam namun tetap satu jua

Cara-cara yang dipandang efektif untuk mempertahankan Pilar Kebangsaan Indonesia, disusun berdasarkan selain adanya kesadaran perlunya Pilar Kebangsaan Indonesia dipertahankan, hal-hal yang lain adalah sebagai berikut

REFELEKSI TERHADAP KONDISI MSYARAKAT INDONESIA

Simbul-simbul yang terkandung dalam pilar kebangsaan bangsa Indonesia telah mengalami distorsi dan semakin luntur

Sepuluh tanda-tanda sebuah bangsa sedang menuju kehancuran


1. 2. 3. 4. meningkatnya kekerasan di kalangan remaja, penggunaan bahasa dan kata-kata yang buruk, pengaruh peer-group yang kuat dalam tindak kekerasan, meningkatnya perilaku merusak diri, seperti penggunaan narkoba, alkohol, seks bebas. semakin kaburnya pedoman moral baik dan buruk, menurunnya etos kerja, semakin rendahnya rasa hormat kepada orang tua dan guru, rendahnya rasa tanggung jawab individu dan warga negara, membudayanya ketidakjujuran, dan adanya rasa saling curiga dan kebencian di antara sesama. (Thomas Lickona)

5. 6. 7. 8. 9. 10.

Kesepuluh hal tsb terus tumbuh dalam kenyataan praktek selama 13 tahun reformasi Jika dibiarkan akan dapat membahayakan eksistensi integrasi nasional dan berakibat:
a) disintegrasi sosial b) disintegrasi nasional c) apresiasi terhadap ide demokrasi dan kebebasan justru mengalami kontra-produktif.

Bagaimana cara mempertahankan pilar kebangsaan?

Eksistensi suatu bangsa sangat ditentukan oleh karakter yang dimiliki. Hanya bangsa yang memiliki karakter kuat yang mampu menjadikan dirinya sebagai bangsa yang bermartabat dan disegani oleh bangsa-bangsa lain

Salah satu cara mempertahankan pilar kebangsaan adalah melalui pendidikan karakter Tujuan pendidikan karakter dilakukan dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional yaitu: berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab

Pendidikan karakter dalam rangka mempertahankan pilar kebangsaan melalui dua pendekatan yaitu:
1) Keteladanan 2) Pembelajaran

Keduanya harus didukung institusi pendidikan


1) Pendidikan Informal (keluarga) 2) Pendidikan Nonformal (lembaga kursus, pendidikan keaksaraan, kepramukaan, dll) 3) Pendidikan Formal (TK, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK, MAK dan PT)

PENDALAMAN PILAR KEBANGSAAN MELALUI KURIKULUM PERGURUANTINGGI


Secara ilmiah pemahaman Pilar Kebangsaan diselenggarakan di PT melalaui dua kelompok mata kuliah:
1) Kelompok Matakuliah Pengembang Kepribadian (MPK), yaitu Pendidikan Agama, Pendidikan Pancasila, Pendidikan Kewarganegaraan dan Bahasa Indonesia 2) Kelompok Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB), yaitu ISBD, IKD)

Penyelenggaraan kedua kelompok matakuliah tersebut dilaksanakan oleh Unit Pelaksana Teknis Bidang Studi Mata Kuliah Umum (UPT BS MKU) Universitas Jember

Implementasi mempertahankan Pilar Kebangsaan Indonesia dalam kehidupan sehari-hari

mempersiapkan diri dengan baik tiga faktor yang ada dalam diri kita masing-masing, yaitu apa yang ada dalam hati, perkataan dan perbuatan harus sama. Kita tidak boleh membedakanbedakan antara yang satu dengan yang lain. Artinya antara apa apa yang ada dalam pikiran tidak sama dengan perbuatannya atau apa yang dikatakan tidak sesuai dengan perbuatannya.atau sering disebut munafik ( orang yang mencla-mencle)

harus tahu tempat dimana berada dan dapat menempatkan diri sesuai dengan keberadaannya, misalnya mahasiswa berada di kampus berbeda dengan yang sedang ada didalam masyarakat atau keluarga, sedang yang ketiga hendaknya perkataan dan tindakan hendaknya diperhitungkan kemungkinan kemungkinan yang dapat terjadi (kehati hatian didalam perkataan dan tindakan). Dengan sikap yang demikian sehingga perkataan dan tindakan mudah-mudahan dapat diterima dimanapun dan kapanpun.

Seorang pemimpin harus memberikan contoh perkataan dan perbuatan yang baik jangan sampai memberikan contoh yan tidak baik karena masyarakat Indonesia dikenal sebagai masyarakat patronclan, yang artinya masyarakat yang suka meniru perkataan dan perbuatan pemimpinnya sebagai contoh atau acuan untuk melaksanakan perkataan dan perbuatannya. Misal seorang pemimpin tidak boleh melakukan korupsi sehingga masyarakat atau rakyatnya akan ikut melaksanakan perbuatan yang tidak betul tersebut.

Pendalaman Pilar Kebangsaan Indonesia melalui kurikulum Perguruan Tinggi


Secara ilmiah pemahaman Pilar

Kebangsaan Indonesia diberikan secara pendidikan formal di Perguruan Tinggi. Beberapa mata kuliah yang disusun dalam kurikulum yang mempunyai misi capaian kompetensi yang berkaitan dengan pembentukan karakter (termasuk didalamnya kompetensi yang berkaitan dengan Pilar Kebangsaan), terdapat dalam kelompok Matakuliah Pengembang Kepribadian (MPK) dan kelompok Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) yang berstatus kurikulum nasional yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa dari semua Fakultas / progam studi.

Kelompok Matakuliah Pengembang Kepribadian (MPK) terdiri dari matakuliah : Pendidikan Agama, Pendidikan Pancasila, Pendidikan Kewarganegaraan dan Bahasa Indonesia. Kelompok ini merupakan kelompok bahan kajian dan pelajaran untuk mengembangkan manusia Indonesia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME dan berbudi pekerti luhur, berkepribadian mantap dan mandiri, serta mempunyai rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.

Kelompok Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) terdiri dari matakuliah : Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD) dan Ilmu Kealaman Dasar (IKD) Adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang diperlukan seseorang untuk dapat memahami kaidah berkehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dalam berkarya

Pendidikan Agama : Menguasai ajaran agama dan mampu menjadikannya sebagai sumber nilai dan pedoman serta landasan berpikir dan berperilaku dalam menerapkan ilmu dan profesi yang dikuasainya Menjadi intelectual capital yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia dan berkepribadian religius.

Pendidikan Pancasila
Memiliki kemampuan untuk mengambil sikap yang bertanggung jawab sesuai dengan hati nuraninya sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Mengenali masalah hidup dan kesejahteraan serta cara-cara pemecahannya Mengenali perubahanperubahan dan perkembangan IKTEK dan seni. Memaknai peristiwa sejarah dan nilai-nilai budaya bangsa untuk menggalan Persatuan Indonesia

Pendidikan Kewarganegaraan

Memiliki kemampuan dan pengertian tentang rasa cinta terhadap tanah air Memiliki kemampuan dan pengertian tentang rasa memiliki terhadap keberadaan bangsa yang majemuk Memiliki kemampuan dan pengertian tentang rasa tanggung jawab terhadap kelangsungan hidup bangsa dan negara Memiliki wawasan yang luas terhadap negara yang berada dalam posisi silang

Ilmu Sosial dan Budaya Dasar dan Ilmu Kealaman Dasar

Mengembangkan kemampuan pemahaman serta penguasaan tentang : Keanekaragaman, kesederajatan, dan kemartabatan manusia sebagai individu dan makhluk sosial di dalam kehidupan bermasyarakat dengan berpedoman kepada kebudayaan melalui pranata pendidikan. Tanggung jawab manusia terhadap sumberdaya alam dan lingkungannya dalam berkehidupan bermasyarakat baik nasional maupun global, yang membatasi tindak kekaryaan seseorang sesuai dengan kompetensi keahliannya.

Keberhasilan upaya mempertahankan, mengimplementasikan Pilar Kebangsaan Indonesia dalam kehidupan sehari-hari oleh seluruh komponen bangsa ditandai oleh menjelmanya nilai-nilai yang terkandung dalam keempat Pilar Kebangsaan Indonesia menjadi tatanan yang ditaati oleh segenap anggota masyarakat sebagai tatanan untuk hidup bersama, berbangsa dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Mahasiswa adalah merupakan bagian masyarakat elit ilmiah yang berdasarkan pengalaman sejarah kebangsaan Indonesia, telah dan akan selalu mampu menjadi agent of change dan agent of control dalam penyelenggaraan sistem pemerintahan kebangsaan yang ditopang oleh 4 pilar kebangsaan tersebut.

Maka, dipundakmulah hai para mahasiswa Indonesia terletak tanggung jawab untuk tetap mempertahankan Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai pilar yang kokoh dalam kebangsaan untuk mencapai tujuan negara yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Suatu keadaan yang menggambarkan kehidupan rakyat Indonesia yang hidup makmur dalam keadilan dan hidup adil dalam kemakmuran. Semoga.