Anda di halaman 1dari 12

DIARE

Wabah Diare Di Indonesia


Sejak dua bulan terakhir ribuan pasien penderita diare dirawat di Rumah Sakit Daerah Kabupaten Sidoarjo, Jawa timur. Tercatat sebanyak 1.061 pasien diare (70 persen balita dan anak-anak) dirawat hampir di semua kelas pelayanan. "Peningkatan jumlah penderita diare ini disebabkan oleh kurangnya kebersihan lingkungan akibat faktor musim hujan" kata Wakil Direktur Pelayanan Pasien Rumah Sakit Daerah Sidoarjo, dr. Atok Irawan, Kamis, 24 Januari 2013

Ia mengatakan dari jumlah 1.061 pasien tercatat sejumlah 19 pasien penderita diare meninggal dunia. Sebanyak 14 pasien meninggal dunia pada Desember 2012 dan lima pasien meninggal di minggu ketiga bulan Januari 2013. Kebanyakan yang meninggal adalah balita akibat infeksi saluran pencernaan sudah menyebar dan atau diikuti oleh

Definisi
Diare adalah adalah kondisi di mana terjadi frekuensi defekasi yang abnormal (lebih dari 3 kali per hari) serta perubahan dalam isi (lebih dari 200 gram per hari) dan konsistensi (feses cair). Pada definisi ini jelas menyebutkan frekuensi diare terjadi lebih dari 3 kali dalam sehari. (Smeltzer, 2002).

Epidemiologi Diare
Penyebab diare berkisar dari 70% sampai 90% dapat diketahui dengan pasti.
infeksi 1. Agent Malabsorbsi parenteral enteral

Faktor makanan

Faktor Psikologis

a. Faktor Infeksi
1. Infeksi enternal infeksi saluran pencernaan makanan yang merupakan penyebab utama diare pada anak, disebabkan oleh bakteri E. Coli, rotavirus, cacing, protozoa dan jamur, 2. Infeksi parenteral infeksi diluar alat pencernaan makanan seperti Tonsilitis,

Infeksi pada saluran pencernaan merupakan penyebab utama diare pada anak. Jenis-jenis infeksi yang umumnya menyerang antara lain: 1)Infeksi oleh bakteri : Escherichia coli, Salmonella thyposa, Vibrio cholerae (kolera), dan serangan bakteri lain yang jumlahnya berlebihan dan patogenik seperti pseudomonas 2)Infeksi basil (disentri) 3)Infeksi virus rotavirus 4)Infeksi parasit oleh cacing (Ascaris lumbricoides) 5)Infeksi jamur (Candida albicans) 6)Infeksi akibat organ lain, seperti radang tonsil, bronchitis, dan radang tenggorokan 7)Keracunan makanan.

b. Faktor malabsorbsi
Misalnya malabsorbsi karbohidrat dan lemak. Malabsorpsi karbohidrat, pada bayi kepekaan terhadap lactoglobulis dalam susu formula dapat menyebabkan diare. Sedangkan malabsorpsi lemak, terjadi bila dalam makanan terdapat lemak yang disebut triglyserida. Triglyserida dengan bantuan kelenjar lipase, mengubah lemak menjadi micelles yang siap diabsorpsi usus. Jika tidak ada lipase dan terjadi kerusakan mukosa usus, diare dapat muncul karena lemak tidak terserap dengan baik.

c. faktor makanan yaitu apabila seseorang mengkonsumsi seperti makanan basi, beracun, dan alergi terhadap makanan. d. faktor psikologis Apabila seseorang mengalami ketakutan atau rasa cemas yang juga dapat menyebabkan diare, biasanya terjadi pada orang yang lebih besar (Ngastiyah, 2005).

2. Faktor pemjamu(Host)

Keadaan Gizi

Perilaku Masyarakat

3. Faktor Lingkungan

yaitu sanitasi lingkungan yang buruk dan lingkungan sosial ekonomi (Anne, 2008). Sedangkan menurut Fenioktaviani (2010) Penyebab tingginya kejadian diare kemungkinan besar disebabkan oleh adanya berbagai macam faktor resiko penyakit diare antara lain kondisi sanitasi lingkungan yang kurang baik, hygiene perorangan yang kurang baik, sanitasi makanan yang kurang baik, masalah nutrisi dan imunitas tubuh, pemberian ASI eksklusif yang rendah, pemberian

Diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat utama. Hal ini disebabkan karena masih tingginya angka kesakitan dan kematian terutama pada bayi dan balita, serta sering menimbulkan kejadian luar biasa (KLB) (Depkes RI, 2002). Penyakit diare ditularkan secara fecal-oral melalui makanan dan minuman yang tercemar atau kontak langsung dengan tinja penderita (Depkes, 2000).