Anda di halaman 1dari 58

Pembimbing: dr. Harinto Sp.

Nikita R.Arimami FK TRISAKTI Kepaniteraan Klinik Bedah RSUD Budhi Asih

Identitas
Nama Usia Jenis Kelamin Alamat Pendidikan : An. M : 10 thn : Laki-laki : Jl. Kalibata Tengah Rt 03/05 : SD

Status Perkawinan: Belum Menikah Agama Suku Bangsa : Islam : Betawi

Tanggal masuk RS: 25 April 2013

Anamnesis
Dilakukan alloanamnesis dengan ayah pasien tanggal 27 April 2013 jam 12.00

Keluhan Utama
Tidak bisa BAB dan buang angin sejak 5 hari SMRS

Keluhan Tambahan
Nyeri perut, mual, muntah

Riwayat Penyakit Sekarang


6 hari SMRS pasien mengeluh tidak bisa BAB dan nyeri perut. Nyeri perut melilit dan dirasakan disemua bagian perut. Berobat ke Puskesmas, diberi obat sirup dan obat .Setelah minum obat pasien bisa BAB, BAB keras, warna kecoklatan, tidak ada lendir atau darah. Demam(-), diare (-)
5 hari SMRS pasien mengeluh perutnya sakit lagi, kali ini pasien tidak bisa BAB lagi, dan tidak bisa buang angin. Sakit perut, mual dan muntah setiap kali makan. Muntah berisi makanan yang dimakan, kemudian menjadi hanya cairan kekuningan saja

2 hari SMRS, BAB (-), tidak mau makan karena perutnya sakit dan terasa mual. OS diantar ke IGD RSUD Budhi Asih oleh orang tua pasien, diberi obat mikrolax dan obat mual . OS diminta kontrol ke poli anak RSUD Budhi Asih

1 hari SMRS OS datang ke poli anak RSUD Budhi Asih . OS tidak bisa BAB, tidak bisa buang angin,muntah-muntahsetiap kali makan dan perutnya terasa sangat sakit, kemudian OS disarankan untuk dirawat.

Keluhan yang sama Benjolan Diare, obat antidiare

RPD
Operasi Cacingan

Usus buntu

Sulit BAB

Riwayat Penyakit Keluarga

Keluhan yang sama

DM

Hipertensi

Asma

Riwayat Pengobatan

Puskesmas

IGD

Poli

Pemeriksaan Fisik
Keadaan Umum
Tampak Sakit Sedang, Compos Mentis, Status Gizi Baik, Tampak Lemah

Status Generalis
Dalam batas normal , bibir kering (+)

Status Lokalis Regio Abdomen


Inspeksi

Cembung, hernia umbilikalis (-), sikatriks (-), bekas luka operasi (-)

BU (+) , metallic sound (+)


Auskultasi

Palpasi

Distended, nyeri tekan (+) diseluruh kuadran abdomen terutama supraumbilikus, nyeri tekan epigastrium (+), Nyeri tekan titik Mc Burney (+), defans muscular (-)

hipertimpani, nyeri ketuk (+)


Perkusi

Rectal Toucher
Tonus sfingter ani baik
Mukosa rektum licin Feses (-), lendir (-), darah (-), massa (-), nyeri (+)

Pemeriksaan Penunjang
Laboratorium darah tanggal 26/4/2013 Hematologi Leukosit Hemoglobin Hematokrit Hasil 26.2 ribu/L 12.4 g/dL 39 % Nilai normal 3.8- 10.6 13.2 17.3 40 52 Interpretasi

Trombosit
Hitung Jenis Basofil Eosinofil Neutrofil Batang Neutrofil segmen Limfosit Monosit

396 ribu/L

150 440

dbn

1 1 1 62 19 16

0-1 1-5 3-6 25-60 25-50 1-6

dbn dbn

Elektrolit serum Natrium (Na) Kalium (K) Klorida (Cl) Ginjal

Hasil 138 mmol/L 4.7 mmol/L 100 mmol/L Hasil

Nilai normal 135 155 3.6 5.5 98 109 Nilai normal

Interpretasi Dbn Dbn Dbn Interpretasi

Ureum
Kreatinin Asam urat Faal hemostasis Waktu perdarahan

12 mg/Dl
0.36 mg/dL 6.7 mg/dL

17 49
<1.2 <7

dbn
dbn dbn

2.00 menit

16

dbn

Waktu pembekuan 12.00 menit


Hati Albumin 3.6 g/dL

5 15

dbn

3.8 5.4

Urinalisis
Urinalisis Warna Hasil Kuning tua Nilai normal Kuning Interpretasi

Kejernihan
Glukosa Bilirubin Keton Ph Berat jenis Albumin urin Urobilinogen

Agak Keruh
Negatif Negatif +3 6 1.020 +1 0.2 EU/dL

Jernih
Negatif Negatif Negatif 4.6 6 1.005 1.030 Negatif 0.1 1 Dbn Dbn Dbn Dbn Dbn Dbn Dbn

Nitrit
Darah Esterase leukosit

Negatif
Negatif Negatif

Negatif
Negatif Negatif

Dbn

Dbn

Foto Abdomen 3 Posisi


Foto Supine

Didapatkan gambaran peningkatan udara pada usus, coiled spring appearance, dan herring bone appearence

Foto AP Duduk

Didapatkan gambaran air fluid level

Foto LLD

Didapatkan gambaran step ledder pattern, tidak tampak free air sickle.

Resume
Seorang

anak laki-laki 10 tahun datang diantar orangtuanya dengan keluhan utama tidak bisa BAB dan buang angindisertai nyeri perut dan muntah-muntah. 6 hari SMRS BAB dan nyeri perut. Nyeri perut melilit dan dirasakan disemua bagian perut. Berobat ke Puskesmas, diberi obat sirup dan obat tablet. Setelah minum obat pasien bisa BAB, BAB keras, warna kecoklatan, tidak ada lendir atau darah. Demam dan riwayat diare sebelumnya disangkal.

Resume
5 hari SMRS perutnya sakit lagi, kali ini pasien tidak

bisa BAB lagi, dan tidak bisa buang angin. mual dan muntah setiap kali makan. Muntah berisi makanan yang dimakan, kemudian menjadi hanya cairan kekuningan saja 2 hari SMRS, belum bisa BAB , tidak mau makan. OS diantar ke IGD RSUD Budhi Asih oleh orang tua pasien, diberi obat mikrolax dan obat mual . OS diminta kontrol ke poli anak RSUD Budhi Asih.1 hari SMRS OS datang ke poli anak RSUD Budhi Asih . Tidak bisa buang angin,muntah-muntah dan perutnya terasa sangat sakit, kemudian OS disarankan untuk dirawat.

Status Lokalis Regio Abdomen


Cembung
Inspeksi

BU (+) , metallic sound (+)


Auskultasi

Palpasi

Distended, nyeri tekan (+) diseluruh kuadran abdomen terutama supraumbilikus, nyeri tekan epigastrium (+), Nyeri tekan titik Mc Burney (+), defans muscular (-)

hipertimpani, nyeri ketuk (+)


Perkusi

Resume
Pemeriksaan penunjang ditemukan:

Laboratorium Darah
Leukositosis, anemia, hipoalbuminemia, hitung jenis shift to the left

Urinalisis
warna urin kuning tua, agak keruh , ketonuria dan albuminuria

Foto Abdomen 3 Posisi


Didapatkan tanda obstruksi usus tanpa perforasi

Diagnosis Banding
Ileus Obstruksi Total

Ileus Paralitik

Appendicitis Akut

Gasroenteritis

Diagnosis Banding
e.c fekalit

e.C massa

e.c adhesi

Ileus Obstruktif
e.C hernia inkarserata e.C bolus Ascaris

Diagnosis Kerja
Pra Bedah

Ileus Obstruktif Total

Tatalaksana
Konservatif
IVFD Asering 2cc/kg bb/jam Injeksi Ranitidin 2x25 mg Injeksi Ceftriakson 2 x 1 gr Injeksi Metronidazol 2x 500 mg Injeksi Tradoksic 2x 50 mg Injeksi Alinamin F 2x ampul Injeksi Neurobion 2x ampul Pasang NGT Pasang DC Pasien dipuasakan

Tatalaksana
Operatif
Laparotomi Eksplorasi

Diagnosis Kerja
Post Bedah

Ileus Obstruktif Total e.c Ductus Omphalomesenterikus Meradang

Follow Up
Nyeri luka operasi, BAB (+), buang angin (+)

27 April 2013

N : 80 x/menit RR : 20 x/menit S : 36,4 C BU + 2x/menit Tampak luka tertutup perban kering, rembesan (-), nyeri (+)

P P

TD: 90/70 mmHg

Post op Laparotomi H+1

Infus D5:NaCl 2:1 /24 jam Injeksi Fosmycin 2 x 1 gr Injeksi Metronidazol 2x500 mg Injeksi Tradoksic 2x50 mg Injeksi Neurobion 2x ampul Injeksi Alinamin f 2x1/2 ampul Puasa

28 April 2013

Nyeri luka operasi, BAB (+), buang angin (+)

N : 84 x/menit RR : 28 x/menit S : 36,7 C BU + 1x/menit Tampak luka tertutup perban kering, rembesan (-), nyeri (+)

TD: 90/70 mmHg

Post op Laparotomi H+2

Infus D5:NaCl 2:1 /24 jam


Injeksi Fosmycin 2 x 1 gr Injeksi Metronidazol 2x500 mg Injeksi Tradoksic 2x50 mg

Injeksi Neurobion 2x ampul


Injeksi Alinamin f 2x1/2 ampul Puasa

Hasil laboratorium 27/4/2013


Hematologi
Leukosit Hemoglobin Hematokrit Trombosit Elektrolit Natrium Kalium Klorida 149mmol/L 2.9 mmol/L 93 mmol/L 135 155 3.6 5.5 98 109 Dbn

Hasil
16,4 11,2 35 283

Nilai Normal 3.8- 10.6


13.2 17.3

Interpretasi

40 52
150 440

dbn

Follow Up
Nyeri luka operasi , BAB (+), buang angin (+)

29 April 2013

N : 88 x/menit RR : 28 x/menit S : 36,7 C BU + 1x/menit Tampak luka tertutup perban kering, rembesan (-), nyeri (+)

P P

TD: 90/70 mmHg

Post op Laparotomi H+3

Infus KaEn Mg3 + Kcl 10 Meq 46 cc/jam Injeksi Fosmycin 2 x 1 gr Injeksi Metronidazol 2x500 mg Injeksi vit K 2x ampul Injeksi transamin 2x ampul Injeksi Dycinone 2x ampul Injeksi Adona 2x ampul Injeksi Ranitidin 2x 25 mg Propiretik supp 2x 240 mg Diet Ensure via NGT

30 April 2013

Nyeri luka operasi , BAB (+), buang angin (+), batuk

TD: 110/70 mmHg


N : 84 x/menit RR : 28 x/menit S : 36,4 C BU + 1x/menit Tampak luka tertutup perban kering, rembesan (-), nyeri (+)

Post op Laparotomi H+4

Infus KaEn Mg3 + Kcl 10 Meq 46 cc/jam Injeksi Fosmycin 2 x 1 gr Injeksi Metronidazol 2x500 mg Injeksi vit K 2x ampul Injeksi transamin 2x ampul Injeksi Dycinone 2x ampul Injeksi Adona 2x ampul Injeksi Ranitidin 2x 25 mg Propiretik supp 2x 240 mg Aff NGT Diet ML

Follow Up
1 Mei 2013

Nyeri luka operasi (-), BAB (+), buang angin (+), batuk

N : 120 x/menit RR : 28 x/menit S : 36 C BU + 2x/menit Tampak luka tertutup perban kering, rembesan (-), nyeri (+)

TD: 110/70 mmHg

Post op Laparotomi H+5

Infus KaEn Mg3 + Kcl 10 Meq 46 cc/jam Injeksi Fosmycin 2 x 1 gr Injeksi Metronidazol 2x500 mg Injeksi Ranitidin 2x 25 mg Propiretik supp 2x 240 mg Boleh Pulang (Bedah)

Hasil laboratorium 2/5/2013


Hematologi
Leukosit Hemoglobin Hematokrit Trombosit Elektrolit Natrium Kalium Klorida 137mmol/L 4.8 mmol/L 106 mmol/L 135 155 3.6 5.5 98 109 Dbn

Hasil
9.5 11,8 35 411

Nilai Normal
3.8- 10.6 13.2 17.3 40 52 150 440

Interpretasi
dbn dbn

Prognosis
Ad Bonam Ad Vitam
Ad Fungsionam

Ad Bonam

Dubia Ad Bonam
Ad Sanationam

Tinjauan Pustaka

Anatomi

Vaskularisasi

Ileus

Ileus Paralitik

Ileus Obtruktif

Ileus Obstruktif
Ileus obstuktif merupakan penyumbatan intestinal

mekanik yang terjadi karena adanya daya mekanik yang mempengaruhi dinding usus sehingga menyebabkan penyempitan atau penyumbatan lumen usus.

Klasifikasi
Menurut Letak Obstruksi

Klasifikasi
Menurut Stadium
Strangulata

Komplit

Parsial

Adhesi Hernia Inkarserata

Tumor

Radang

Etiologi

Askariasis

Kongenita;

Invaginasi

Volvulus

Patofisiologi
Obstruksi Dilatasi Stimulasi sel sekretori

Kompresi saluran limfe

Penimbunan intralumen

Distensi

Tekanan hidrostatik intralumen

Cairan, elektrolit, protein masuk ke lumen usus


Kehilangan cairan, ehidrasi

Konstipasi
Muntah Tidak bisa flatus

Nyeri Abdomen

Manifestasi Klinis

Kembung

Diagnosis
Anamnesis

Pemeriksaan fisik

Penunjang

Radiologi
Foto BNO 3 Posisi

Diagnosis Banding
Ileus Paralitik
Appendicitis Akut Pakreatitis Akut Gastroenteritis Akut

Tatalaksana Konservatif
Terapi cairan Dekompresi lambung Kateter Antibiotik

Operatif
Simple Correction By pass Reseksi

Komplikasi

Nekrosis

Perforasi

Syok Septik

Kematian

Prognosis
Angka kematian pada ileus obstruksi usus non-

strangulasi adalah < 5 %, dengan banyaknya kematian terjadi pada pasien usia lanjut dengan komorbid. Angka kematian pada operasi ileus obstruksi usus strangulasi berkisar 8-25%. (3) Pada ileus obstruksi kolon, biasanya angka kematian berkisar antara 15 30 %. Perforasi sekum merupakan penyebab utama kematian. Prognosisnya baik bila diagnosis dan tindakan diakukan dengan cepat.

Duktus Omphalomesenterikus Persistent


Divertikel Meckel

Fistula Vitellina Tali Fibrosa

Kesimpulan
Ileus obstruksi adalah hilangnya atau adanya gangguan

pasase isi usus yang disebabkan oleh sumbatan mekanik. Ileus obstruksi pada usus halus dapat disebabkan oleh adhesi, hernia inkarserata, askariasis, invaginasi, volvulus, kelainan kongenital, radang kronik, neoplasma, benda asing. Sedangkan ileus obstruksi pada kolon dapat disebabkan oleh karsinoma, volvulus, divertikulum meckel, intsusuepsi, penyakit Hirchsprung.

Ileus obstruksi dapat disebabkan oleh kelainan kongenital

seperti duktus omphalomesenterikus persisten yang membentuk tali fibrosa, divetikulum Meckel atau bentuk lain yang mengalami inflamasi sehngga mengakibatkan perlengketan. Gejala umum yang timbul ialah syok, oligouri, gangguan elektrolit. Selanjutnya gejala dari ileus obstruksi ialah nyeri kolik abdomen, mual, muntah, tidak dapat buang air besar, tidak dapat flatus, perut kembung (distensi). Terapi pada ileus obstruksi meliputi tindakan konservatif tindakan operatif

Daftar Pustaka
Lindseth Glenda. Gangguan Usus Halus. In : Price Slyvia,

Wilson Lorraine,editors. Patofisiologi Konsep Kinis Proses Proses Penyakit. Ed 6. Jakarta : EGC ; 2006. p 437-52 Sjamsuhidajat R,Dahlan M, Jusi Djang. Gawat Abdomen. Dalam : Sjamsuhidajat R, Karnadiharja W, Rudiman R, Prasetyono Theddeus, editors. Buku Ajar Ilmu Bedah. Ed 3. Jakarta : EGC ; 2012. P 237-45 Whang E E, Ashley Stanley, Zinner J Michael. Small Intestine. In :Charles F Brunicardi. Schwartzs Manual of Surgery. Ed 8. USA : McGraw-Hill. 2006. P 702-11 Sherwood Lauralee. Sistem Pencernaan. Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem. D 2. Jakarta ; EGC ; 2001. p 570-88