Anda di halaman 1dari 31

DALAM BIDANG FORENSIK

DISUSUN OLEH :
Eduwardo Libel S. , S. Ked. Yunita Sari, S. Ked. Silvia Christiani, S. Ked.

Pembimbing :
dr. Reinhard John D. Hutahaean, S.H. , Sp. F.

DEFINISI
Menurut Kamus Kedokteran (Kamali dan Pamuncak,1987), etika adalah pengetahuan tentang perilaku yang benar dalam satu profesi.
Secara terminologis, para ahli memberi pengertian etika dengan ungkapan yang berbeda-beda sesuai dengan sudut pandang masing-masing. Secara etimologis, Etika berasal dari bahasa Yunani ethos yang berarti watak kesusilaan atau adat. (Zubair, 1980:13). Dalam Bahasa Indonesia (1991), etika diartikan sebagai ilmu pengetahuan tentang asas-asas akhlak (moral). (Poewadarminta:1991:278).

Dari beberapa definisi etika tersebut dapat diketahui bahwa etika berhubungan dengan 4 hal sebagai berikut:

Dilihat dari segi objek pembahasannya, etika berupaya membahas perbuatan yang dilakukan oleh manusia.
Dilihat dari segi sumbernya, etika bersumber pada akal pikiran atau filsafat. Sebagai hasil pemikiran maka etika tidak bersifat mutlak, , tidak universal, terbatas. Dilihat dari segi fungsinya, etika berfungsi sebagai penilai, penentu dan penetap terhadap suatu perbuatan yang dilakukan oleh manusia. Dilihat dari segi sifatnya, etika bersifat relative yakni dapat berubah-ubah sesuai dengan tuntutan zaman.

MACAM MACAM ETIKA

Etika Deskriptif

Etika Normatif

1. Etika umum 2. Etika khusus

etika profesi

DEFINITION OF

BIOS

BIOETIKA

ETHOS

kehidupan

norma-norma atau nilai-nilai moral

Bioetika merupakan studi interdisipliner tentang masalah yang ditimbulkan oleh perkembangan di bidang biologi dan ilmu kedokteran baik skala mikro maupun makro, masa kini dan masa mendatang.

DEFINISI

KEDOKTERAN

merupakan prinsip prinsip moral atau asas asas akhlak yang harus diterapkan oleh para dokter dalam hubungannya dengan pasien, teman sejawat dan masyarakat pada umumnya.

KAIDAH DASAR

(Tidak merugikan )
(Sikap/berbuat baik )

BENEFICENCE

NON MALEFICENCE

(Keadilan)

JUSTICE

AUTONOMY

I. Beneficence
General beneficence
melindungi & mempertahankan hak yang lain mencegah terjadi kerugian pada yang lain menghilangkan kondisi penyebab kerugian pada yang lain

Specific beneficence
menolong orang cacat menyelamatkan orang dari bahaya

1.1. Prinsip prinsip yang terkandung didalam BENEFICENCE adalah:

Mengutamakan Alturisme Menjamin nilai pokok harkat dan martabat manusia Memandang pasien atau keluarga bukanlah suatu tindakan tidak hanya menguntungkan seorang dokter Tidak ada pembatasan goal based Mengusahakan agar kebaikan atau manfaatnya lebih banyak dibandingkan dengan suatu keburukannya

1.1. Prinsip prinsip yang terkandung didalam BENEFICENCE adalah: (LANJUTAN)

Paternalisme bertanggung jawab/kasih sayang Menjamin kehidupan baik-minimal manusia Memaksimalisasi hak-hak pasien secara keseluruhan Menerapkan Golden Rule Principle, yaitu melakukan hal yang baik seperti yang orang lain inginkan Memberi suatu resep berkhasiat namun murah Mengembangkan profesi secara terus menerus Minimalisasi akibat buruk

II. NON-MALEFICENCE
Tidak berbuat yang merugikan (nonmaleficence). Praktik Kedokteran haruslah memilih pengobatan yang paling kecil risikonya dan paling besar manfaatnya. Pernyataan kuno: first, do no harm, tetap berlaku dan harus diikuti.

2.1.Prinsip prinsip yang terkandung didalam non malficence adalah:

Menolong pasien emergensi Mengobati pasien yang luka Tidak membunuh pasien Tidak memandang pasien sebagai objek

2.1.Prinsip prinsip yang terkandung didalam non malficence adalah: (LANJUTAN)

Tidak menghina/mencaci maki/memanfaatkan pasien Melindungi pasien dari serangan Manfaat pasien lebih banyak daripada kerugian dokter Tidak membahayakan pasien karena kelalaian Menghindari misrepresentasi Memberikan semangat hidup Tidak melakukan white collar crime

CONTOH KASUS
TINDAKAN PENGHENTIAN KEHAMILAN PADA KEHAMILAN EKTOPIK PEMBERIAN MORFIN KEPADA PASIEN TERMINAL DENGAN NYERI YANG BERLEBIHAN MENGHENTIKAN ALAT BANTU PADA PASIEN TERMINAL (Futility issue)

III. AUTONOMI
3.1. Prinsip prinsip yang terkandung didalam Autonomi adalah:

Menghargai hak menentukan nasib sendiri Tidak mengintervensi pasien dalam membuat keputusan Berterus terang menghargai privasi Menjaga rahasia pasien Menghargai rasionalitas pasien Melaksanakan Informed Consent Membiarkan pasien dewasa dan kompeten mengambil keputusan sendiri

3.1. Prinsip prinsip yang terkandung didalam Autonomi adalah: (LANJUTAN)

Tidak mengintervensi atau menghalangi autonomi pasien Mencegah pihak lain mengintervensi pasien dalam membuat keputusan, termasuk keluarga pasien sendiri Sabar menunggu keputusan yang akan diambil pasien pada kasus non emergensi Tidak berbohong kepada pasien meskipun demi kebaikann pasien Mejaga hubungan atau kontrak

IV. Justice
Keadilan atau Justice adalah suatu prinsip dimana seorang dokter wajib memberikan perlakuan sama rata serta adil untuk kebahagiaan dan kenyamanan pasien tersebut. Perbedaan tingkat ekonomi, pandangan politik, agama, kebangsaan, perbedaan kedudukan sosial, kebangsaan, dan kewarganegaraan tidak boleh mengubah sikap dan pelayanan dokter terhadap pasiennya

4.1. Prinsip prinsip yang terkandung didalam JUSTICE adalah:

Memberlakukan segala sesuatu secara universal Mengambil porsi terakhir dari proses membagi yang telah ia lakukan Memberikan kesempatan yang sama terhadap pribadi dalam posisi yang sama Menghargai hak sehat pasien Menghargai hak hukum pasien Menghargai hak orang lain Menjaga kelompok rentan Tidak membedakan pelayanan terhadap pasien atas dasar SARA, status social, dan sebagainya

4.1. Prinsip prinsip yang terkandung didalam JUSTICE adalah: (LANJUTAN)


Tidak melakukan penyalahgunaan Memberikan kontribusi yang relatif sama dengan kebutuhan pasien Meminta partisipasi pasien sesuai dengan kemampuannya Kewajiban mendistribusikan keuntungan dan kerugian secara adil Mengembalikan hak kepada pemiliknya pada saat yang tepat dan kompeten Tidak memberi beban berat secara tidak merata tanpa alasan sah atau tepat Menghormati hak populasi yang sama sama rentan penyakit atau gangguan kesehatan Bijak dalam makroalokasi

Perilaku dokter spesialis forensik bersandar pada etika kedokteran forensik, suatu kekhususan etika kedokteran yang menitikberatkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut :
a. Imparsialitas (dalam prosedural & penyajian fakta ilmiahforensik) c. Obyektivitas medikolegal (berbasis fakta, keterikatan pada dasar ilmu pengetabuan hukum dan kedokteran)

b. Pengabdian khusus untuk penegakan keadilan

d. Profesionalitas atau kemampuan dialogis etika interprofesional dengan norma utama kejujuran ilmiah.

Ethical Method of Reasoning : langkah-langkah yang harus diikuti untuk menentukan keputusan yang paling tepat dalam menghadapi konflik moral dari suatu kasus

Langkah-langkah Ethical Method of Reasoning :


1. FACT DELIBERATION The Case Deliberation about of the fact 3.DUTY DELIBERATION 4.TEST OF CONSISTENSY Test of legality Test of publicity Test of time 5.FINAL DECISION

2.VALUE DELIBERATION Value of stage

PELANGGARAN ETIK

PELANGGARAN DISIPLIN STANDAR PROFESI

PELANGGARAN HUKUM

IDI - MKEK

MAJELIS DISIPLIN MDTK - MKDKI

PERADILAN UMUM

SANKSI MDTK - MKDKI HATI NURANI ORGANISASI


SANKSI DISIPLIN PIDANA PERDATA

RASA MALU PERINGATAN

PERINGATAN PENCABUTAN SIP/STR RE-SCHOOLING FISIK / MATERI

PEMECATAN SEMENTARA

Kasus 1
Dokter menyarankan operasi ke pasien. Pasien menolak. Lalu pasien koma. Dokter minta izin keluarga untuk operasi itu pasien lalu diijinkan untuk operasi. Apakah prinsip dasar terkait dalam kasus ini? a. b. c. d. Beneficience Maleficence Non beneficience Non maleficience

Kasus 2
Seorang perempuan berusia 40 tahun datang ke poliklinik untuk meminta dilakukan tindakan penyedotan lemak. Pasien adalah seorang yang cantik dengan tubuh yang gemuk. Pasien selalu merasa rendah diri karena keadaan tubuhnya. Apakah prinsip dasar terkait dalam kasus ini? a. Beneficence b. Non-maleficence c. Autonomy d. Justice e. Confidential

Kasus 3
Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun penyandang Thalasemia sejak 5 tahun yang lalu, menerima transfusi darah 2 kali seminggu. Setelah beberapa tahun orang tua tidak sanggup lagi meneruskan pengobatan karena alasan keuangan. Apakah tindakan yang paling tepat untuk kondisi ini?

a. Menghargai keputusan orang tua dan mengikuti keinginan mereka. b. Menghubungi keluarga yang lain untuk membujuk orang tuanya melanjutkan pengobatan c. Melanjutkan pengobatan dengan menggunakan uang pribadi dokter d. Membujuk orang tua melanjutkan pengoabtan dengan menerangkan manfaat pengobatan e. Mencari sponsor untuk membiayai pengobatan sehingga pengobatan bisa dilanjutkan

Kasus 4
Seorang laki-laki berusia 25 tahun dibawa ke unit gawat darurat akibat kecelakaan motor yang berat. Pasien membutuhkan transfusi darah untuk mengganti darah yang hilang. Dokter melakukan transfusi tanpa melakukan pemeriksaan cross match dan pemeriksaan penyakit yang bisa ditularkan melalui transfusi darah. Apakah prinsip bioetika yang dilanggar oleh dokter tersebut? a. Nonmaleficence b. Beneficence c. Autonomy d. Integrity e. Dignity

Kasus 5
Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke praktik dokter umum untuk konsultasi pra-nikah. Dia memiliki saudara yang penyandang thalassemia. Pada saat dia tidak memiliki gejala dan ingin tahu apakah dia karier atau normal. Dia datang bersama tunangannya dan menanyakan hasilnya. Apakah tindakan yang paling tepat?

a. Tidak menjelaskan sekarang dan memintanya datang lagi sendiri b. Menjelaskan hasil dan akibat penyakit tersebut didepan keduanya c. Tidak menjelaskan sekarang dan memintanya datang bersama keluarganya d. Tidak menjelaskan sekarang, tetapi merujuknya ke seorang hematologist e. Bertanya terlebih dahulu apakah dia mau hasil tersebut dijelaskan didepan tunangannya

Kasus 6
Seorang laki-laki berusia 35 tahun dirawat di RS dengan diagnosis AIDS. Pasien dalam keadaan sekarat. Tidak ada keluarganya yang tahu tentang penyakitnya dan mereka bertanya kepada dokter yang merawat tentang diagnosis pasien, tetapi dokter menolak untuk memberi tahu keluarga. Apakah prinsip bioetika yang paling sesuai dengan tindakan dokter tersebut? a. Justice b. Beneficence c. Autonomy d. Integrity e. Confidential

DAFTAR PUSTAKA
Hanafiah, J., Amri amir. 2009. Etika Kedokteran dan Hukum\Kesehatan (4th ed). Jakarta: EGC. Hartono, Budiman., Salim Darminto. 2011. Modul Blok 1 Who Am I? Bioetika, Humaiora dan Profesoinalisme dalam Profesi Dokter. Jakarta: UKRIDA. Jonsen, A.R., Siegler, M, Winslade, W.J. (2002). Clinical Ethics. A Practical Approach to Ethical Decisions in Clinical Medicine. McGraw-Hill. New York. Konsil Kedokteran Indonesia.2006.Standar Kompetensi Dokter.Jakarta Kepaniteraan Klinik Kedokteran Forensik dan Medikolegal.Banda Aceh: FK Unsyiah/RSUDZA Limpo. 2009 .Hak Pasien atas Informasi Medis. http:// WordPress.com. Akses Agustus 2009. Mulyo,R Cahyono Adi.2006.Perananan Dokter dalam Proses Penegakan Hukum Kesehatan.Universitas Negeri Semarang Majalah Farmacia Edisi Desember 2007 , Halaman: 62 Robert C. Solomon. (1984). Etika, Suatu Pengantar. Erlangga. Jakarta.Suseno, F.M. Mimeograf Kuliah Etika. Program Pascasarjana Filsafat UI. 2000. Sampurna,Budi.2009.Malpraktek Kedokteran Pemahaman Dari Segi Kedokteran dan Hukum.www.freewebs.com.

TERIMA KASIH