Anda di halaman 1dari 12

RINITIS VASOMOTOR

Ika Putri P.S 07700201


Free Powerpoint Templates Page 1

DEFINISI
Keadaan idiopatik yang didiagnosa tanpa adanya infeksi, alergi, eosinofilia, perubahan hormonal, dan pajanan abat. Nama lain : - Vasomotor catarrh - Vasomotor rinorhea - Nasal vasomotor instability - non-allergic perennial rhinitis
Free Powerpoint Templates

Page 2

ETIOLOGI DAN PATOFISIOLOGI


Neurogenik

Hipotesis Patofisiologi

Neuropeptida

Nitrik Oksida

Trauma Free Powerpoint Templates Page 3

Neurogenik
Serabut Simpatis
Menginervasi PD mukosa dan sebagian kelenjar Melepaskan ko transmiter noradrenalin dan neuropeptida Y vasokontriksi dan penurunan sekresi hidung.

Serabut Parasimpatis
Menginervasi PD kel eksokrin
melepaskan ko transmiter asetilkolin dan vasoaktif intestinal peptida

peningkatan sekresi hidung dan vasodilatasi

kongesti hidung

Normalnya, serabut simpatis lebih dominan dibanding serabut parasimpatis. Dengan tidak seimbangnya implus saraf otonom dimukosa hidung karena bertambahnya aktivitas parasimpatis. Free Powerpoint Templates

Page 4

Neuropeptida
Rangsangan sensoris serabut C dihidung
Disfungsi hidung Pelepasan neuropeptida substance P dan calcitonin generelated protein

Respon
hiperreaktifitas hidung

Permeabilitas vaskular dan sekresi kelenjar

Free Powerpoint Templates

Page 5

Nitrik Oksida
Peningkatan NO dan persisten dilapisan epitel hidung. rangsangan non spesifik berinteraksi dengan sub epitel
Peningkatan reaktifitas serabut trigeminal + recruitment refleks vaskular + kelenjar mukosa hidung.

Kerusakan dan nekrosis epitel hidung

Free Powerpoint Templates

Page 6

Pencetus : asap rokok, suhu ekstreme, bau menyengat, parfum, minuman beralkohol, makanan pedas, kelelahan, stres/emosi

Bersin (sneezers)

Gejala klinik

Rinore (runners) mukoid atau serosa

Hidung tersumbat (blockers) kongesti kanan dan kiri secara bergantian tergantung posisi pasien, Free Powerpoint Templates

Page 7

DIAGNOSIS
Ditegakkan dengan eksklusi : menyingkirkan adanya rhinitis infeksi, alergi dll. Pada rongga hidung tampak secret mukoid sedikit. Tetapi pada gol. Rinore sekret ditemukan serosa banyak. Rinoskopi anterior : edema mukosa hidung konka berwarna merah gelap atau merah tua atau pucat. Permukaan konka licin atau benjol-benjol ( hipertrofi). Lab : kadang ditemukan eosinofil pada sekret hidung dalam jumlah sedikit. Pada test cukit kulit (-), kadar IgE spesifik tidak meningkat.

Free Powerpoint Templates

Page 8

PENATALAKSANAAN
Menghindari stimulus/faktor pencetus Pengobatan simtomatis dengan obat-obatan : - Dekongestan oral - Cuci hidung dengan lar garam fisiologis - Kauterisasi konka hipertrofi dengan lar AgNO3 25% atau triklo-asetat pekat. - Kortikosteroid topikal 100-200 mikrogram.Max 400 mikrogram (2minggu). Operasi : bedah beku, elektro kauter, atau konkotomi parsial konka inferior.
Free Powerpoint Templates Page 9

LANJUTAN
Neurektomi N. Vidianus jika terapi diatas tidak optimal. Komplikasi sinusitis, diplopia buta, gg.lakrimasi, neuralgia atau anestesi infraorbita dan palatum. Dapat juga dilakukan tindakan blocking ganglion sfenopalatina.

Free Powerpoint Templates

Page 10

PROGNOSIS
Prognosis pengobatan gol obstruksi lebih baik dibanding rinore. Karena gol rinore mirip seperti rinitis alergi, perlu anamnesis dan pemeriksaan yang teliti untuk memastikan diagnosanya

Free Powerpoint Templates

Page 11

TERIMA KASIH

Free Powerpoint Templates

Page 12