Anda di halaman 1dari 17

GLAUKOMA SIMPLEKS

Dr. NOVIANI PRASETYANINGSIH Sp.M Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Glaukoma Simpleks
Disebut juga Glaukoma Primer Sudut Terbuka Onset : umur > 50 th Insiden : 1 dari 100 orang Merupakan penyebab kebutaan kedua setelah katarak Penyebab tidak diketahui Bilateral Gejala awal : tak ada ( thief of sight ) Bila telah lanjut :
Pasien sering mengalami nyeri kepala dan nyeri sekitar mata yang ringan dan hilang timbul Kesulitan membaca (sering ganti kacamata dekat) karena kerusakan pada otot siliar Adaptasi gelap lebih lambat

TIO > 21 mmHg Gambaran fundus yang khas Lapang pandang menyempit

Glaukoma Simpleks
Patogenesis meningkatnya TIO :
Meningkatnya TIO disebabkan terhambatnya mekanisme drainage aquous humor

Mekanisme drainage aquous humor :


Trabecular (conventional) outflow Uveoscleral (unconventional) outflow

Glaukoma Simpleks
Ciliary processes

Aqueous in the posterior chamber (through pupil)


Anterior chamber Trabecular meshwork Ciliary body

Schlemms canal

Suprachoroidal space

Collector channels

Venous circulation of ciliary body, choroid and sclera

Trabecular (conventional) Outflow = 90 %

Uveoscleral (unconventional) Outflow = 10 %

Glaukoma Simpleks

Glaukoma Simpleks
TIO :
Normal 10 21 mmHg Faktor yang mempengaruhi peningkatan TIO pada glaukoma simpleks :
Herediter Umur Ras kulit berwarna Gender (sex) perempuan Variasi diurnal (tinggi pada pagi hari) Fluktuasi pada mata normal < 5 mmHg sedangkan pada mata glaukoma > 8 mmHg Variasi postural posisi duduk ke posisi terlentang

Glaukoma Simpleks
Pemeriksaan oftalmologis :
TIO meningkat > 21 mmHg Segmen anterior normal, refleks pupil baik, COA dalam. Pada stadium lanjut, refleks pupil lebih lambat Defek pada papil N. II
Disebabkan karena efek mekanik tekanan tinggi yang menekan saraf terus menerus

Defek lapang pandangan

Glaukoma Simpleks
Gambaran fundus normal

Glaukoma Simpleks

Glaukoma Simpleks

Glaukoma Simpleks

normal

Skotoma sentral Skotoma sekosentral

Skotoma parasentral

Skotoma arcuata

Skotoma anular

Glaukoma Simpleks
Pemeriksaan penunjang :
Tes provokatif (water drinking test)
Dilakukan pada kasus meragukan Pasien meminum 1 liter air, TIO diukur setiap 15 menit selama 1 jam Maksimum peningkatan TIO terjadi pada menit ke 15 30 dan kembali normal setelah 60 menit Peningkatan 8 mmHg dari sebelum test mendukung D/ glaukoma simpleks

Gonioskopi

Glaukoma Simpleks
Derajat keparahan glaukoma simpleks :
Ringan : defek papil N. II sesuai gambaran glaukoma simpleks tetapi lapang pandangan masih normal Sedang : lapang pandangan menyempit pada setengah sisi pandangan tetapi tidak melebihi 5 derajat dari fiksasi sentral Berat : lapang pandangan menyempit pada kedua sisi pandangan dan lebih dari 5 derajat dari fiksasi sentral

Glaukoma Simpleks
Penatalaksanaan :
Obat-obatan topikal :
Beta blockers :
Bekerja dengan cara menurunkan produksi aquous Timolol 0,25 %, 0,5 % 1 2 kali sehari . Pilihan utama pada pasien dengan sosial ekonomi kurang. Kontra indikasi pada penderita jantung dan asma Betaxolol 0,25 % 2 kali sehari. Boleh diberikan pada pasien jantung dan asma

Parasimpatomimetik (miotikum) :
Pupil menjadi miosis sehingga sudut bilik mata depan menjadi lebih terbuka (meningkatkan trabecular outflow) Pilokarpin 1 %, 2 % 3 kali sehari

Glaukoma Simpleks
Penatalaksanaan :
Obat-obatan topikal (lanjutan)
Derivat Prostaglandin :
Latanoprost 0,005 % 1 kali sehari Bekerja dengan cara meningkatkan uveo-scleral outflow

Penghambat Karbonik Anhidrase :


Dorzolamide 2 % 2 3 kali sehari Bekerja dengan cara menurunkan produksi aquous

Obat-obatan oral :
Penghambat Karbonik Anhidrase :
Acetazolamide 250 mg tablet 2 3 kali sehari

Glaukoma Simpleks
Penatalaksanaan :
Laser trabekuloplasti
Bila dengan terapi obat, TIO tetap tinggi

Operasi
Bila dengan terapi obat dan laser, TIO tetap tinggi Bila pasien tidak patuh Bila penyakit sudah stadium lanjut Trabekulektomi