Anda di halaman 1dari 30

PEMICU 1 Tn.

U, laki-laki, 2 tahun, datang ke praktek dokter dengan keluhan menangis saat buang air kecil sejak 1 minggu yg lalu. Saat berkemih orang tua pasien mengeluh anaknya mengedan dan kulit di ujung kemaluannya menggelembung PEMICU 2 Orang tua pasien mengeluhkan anaknya sering demam, demam hilang jika diberikan obat penghilang demam. Kadang-kadang urine berwarna keruh. Riwayat hematuria tdk ada, riwayat BAK batu tdk ada, dijumpai riwayat penggunaan salep kulit pd prepusium

PEMICU 3

Berdasarkan hasil: Pemeriksaan fisik: Daerah sudut costovertebra tdk dijumpai kelainan, supra simfisis tdk ada kelainan. Genitalia eksterna tampak muara uretra eksterna tertutup prepusium, prepusium penis hiperemis, nyeri pd perabaan. Pemeriksaan laboratorium Darah lengkap: Hb 12,5g/dl;leukosit 10.800/mm ; Diff count 1/1/8/63/24/3; LED 4mm/jam Urine lengkap :warna kuning keruh; pH6,5 ;protein negatif ; reduksi negatif ,billirubin negatif, nitrit positif Sedimen urine: eritrosit 5-10/LPB, epitel 1-3/LPK,cast negatif kristal:negatif Kimia darah: Ureum 21mg/dl ; Kreatinin 0,6mg/dl Radiologi USG Ginjal dan kandung kemih: tidak ditemukan kelainan

LEARNING ISSUE
1. 2. 3. 4.

Anatomi genitalia eksterna DD Dysuria Patofisiologi urine keruh Fimosis a)Definisi,etiologi,epidemiologi b)Klasifikasi,faktor resiko c)Patofisiologi d)Manifestasi klinis e)Diagnosis differensial f)Penegakkan diagnosa g)Interpretasi lab h)Penatalaksanaan i)Indikasi sirkumsisi pada pasien fimosis j)Indikasi rujuk, ,Komplikasi

ANATOMI PENIS

Traumatic urethra Phimosis Anatomic malformation Neprolithiasis Urologic cancer Pain due to external lessions on the genitalia Urinary tract infection

Batu ginjal
Vitamin yang berlebihan: vit C dan B DM:proteinria

Fosfat

Inflamasi leukosit ekstravasasi melawan neutrophil dan makrofag bakteri mati keluar pusurine keruh

DEFINISI Fimosis adalah suatu kelainan dimana prepusium penis yang tidak dapat di retraksi (ditarik) ke proksimal sampai ke korona glandis. ETIOLOGI Infeksi EPIDEMIOLOGI Kebanyakan anak yang baru lahir mengalami fimosis. 90% anak berumur 3 tahun prepusium sudah dapat di retraksi 1% anak berumur 17 tahun masih mengalami fimosis

KLASIFIKASI
Fisiologis Patologis

FAKTOR RESIKO
Umur Hygiene Diabetes

Perkembangan ruang antara Preputium dan penis tidak air kecil . baik.

Hygenitas rendah saat buang

Penumpukan

kotoran pada Lubang preputium sempit preputium Preputium tidak bisa diretraksi

glans penis dan Infeksi

Meninggalkan jaringan
parut

FIMOSIS

Penis membesar dan menggelembung akibat tumpukan urin Kadang-kadang keluhan dapat berupa ujung kemaluan

menggembung saat mulai buang air kecil yang kemudian menghilang setelah berkemih. Hal tersebut disebabkan oleh karena urin yang keluar terlebih dahulu tertahan dalam ruangan yang dibatasi oleh kulit pada ujung penis sebelum keluar melalui muaranya yang sempit. Biasanya bayi menangis dan mengejan saat buang air kecil karena timbul rasa sakit. Kulit penis tak bisa ditarik kea rah pangkal ketika akan dibersihkan Air seni keluar tidak lancar. Kadang-kadang menetes dan kadang-kadang memancar dengan arah yang tidak dapat diduga Bisa juga disertai demam Iritasi pada penis. Pada kasus Parafimosis biasanya kulup tertarik ke belakang kepala penis disertai udem, jeratan, dan nyeri pada penis

DIAGNOSIS DIFFERENTIAL
Balanitis
Penile carcinoma Penile fracture

Angioedema
Celllulitis Anasarca Balanitis xerotica obliterans

PENEGAKKAN DIAGNOSIS
Anamnesis
Pemeriksaan fisik

PEMERIKSAAN LAB Hb Leukosit Eosinophil Basophil Netrophil batang Netrophil segmen Limfosit Monosit LED Eritrosit

KASUS 12,5 g/dl 10,800/mm3 1 1 8 63 24 3 4 5-10/LPB

NILAI NORMAL 11-13,8g/dl 6,000-17,000/mm3 1-4 0-1 0-3 40-60 20-40 2-8 3-13mm/jam 0-2/LPB

INTERPRETASI LAB

Lekosit Ureum
Kreatinin Epitel Cast Kristal

Penuh/LPB 21mg/dl
0,6mg/dl 1-3/LPK -

4-5/LPB 5-18mg/dl
0,2-1,0mg/dl -

FARMAKALOGI

1. Bethamethasone cream 0.05%(topikal)


2. Erithromycin

Menghambat sintesis protein dari bakteri

Dosis: 25-40mg/kgBB/D dalam 4 dosis


3. Penicilin
Merusak dinding bakteri

Diberi dgn dosis:35-50mg/kg/D dalam 4 dosis

NON-FARMAKOLOGI Fimosis dengan keluhan miksi,menggelumbungnya ujung prepusium pd saat miksi atau saat infeksi postitis merupakan indikasi utk dilakukan sirkumsisi,dimana pd fimosis disertai balantis/postitis harus diberikan antibiotika terlebih dahulu.

Indikasi sirkumsisi (pembuangan foreskin) Agama Medis Sirkumsisi Balanitis Fimosis Parafimosis Karsinoma skuomosa pada prepusium Sirkumsisi pada fimosis Ujung penis menggelembung(mengedan) langsung sirkumsisi Fimosis+ balanitis xerotica obliterans beri salep dexamethasone 0,1%sirkumsisi Fimosis + infeksi(postitis) beri antibiotik terlebih dahulu sirkumsisi

KOMPLIKASI Ketidaknyamanan/nyeri saat berkemih Akumulasi sekret dan smegma di bawah preputium yang kemudian terkena infeksi sekunder dan akhirnya terbentuk jaringan parut. Pada kasus yang berat dapat menimbulkan retensi urin. Penarikan prepusium secara paksa dapat berakibat kontriksi dengan rasa nyeri dan pembengkakan glans penis yang disebut parafimosis. Pembengkakan/radang pada ujung kemaluan yang disebut ballonitis. Timbul infeksi pada saluran air seni (ureter) kiri dan kanan, kemudian menimbulkan kerusakan pada ginjal. Fimosis merupakan salah satu faktor risiko terjadinya kanker penis. INDIKASI RUJUK Tingkat Kemampuan 4

Adik,U, laki-laki 2 tahun didiagnosa menderita fimosis

disertai infeksi