Anda di halaman 1dari 36

PRSENTASI KASUS SKABIES

pembimbing : Dr. Rudianto Sutarman, Sp.KK disusun oleh :

I. Identitas Pasien

Nama : Usia : Jenis kelamin : Pekerjaan Agama : Suku Alamat : NO.CM :

An. D 10 th Laki-laki : Pelajar Islam : Banten Warnasari Rt.04/07 41.56.13

II. Anamnesis Diambil secara autoanamnesis pada tanggal 13 September 2012 Keluhan Utama : Gatal-gatal disertai bintik-bintik kemerahan pada derah sela-sela jari, lipatan paha dan lutut dirasakan sejak 2 bulan yang lalu. Gatal-gatal hebat terutama dirasakan pada malam hari.

Keluhan tambahan: Tampak kemerahan dan muncul bintik-bintik gelembung berair pada kulit. Riwayat Penyakit Sekarang: Pasien seorang laki-laki berusia 10 tahun datang ke poli klinik penyakit kulit kelamin RSUD Cilegon diantar oleh ayahnya dengan keluhan gatalgatal di daerah sela-sela jari tangan, lipatan paha, dan lutut dirasakan sejak

Awalnya pasien mengaku timbul bintik-bintik kemerahan. Pasien juga mengeluh timbul bintik-bintik gelembung berair pada kulit. Bila gatal timbul digaruk sampai lecet. Gatal yang hebat dirasakan pada malam hari.

Riwayat Penyakit Dahulu : pasien mengaku tidak pernah mengalami seperti ini sebelumnya. Riwayat Penyakit Keluarga : Tidak ada anggota keluarga yang menderita penyakit yang sama dengan pasien. Riwayat atopi : Penyakit alergi, asthma, dan eksim disangkal oleh pasien.

Riwayat Pengobatan : Sebelumya pasien menggunakan salep yang dibeli di apotik (ayah pasien lupa nama obatnya). Namun tidak ada perubahan. Riwayat lingkungan : Pasien tinggal di pesantren ( asrama ) dengan lingkungan yang padat dan kurang sirkulasi. Dan teman pesantrennya pun mengalami keluhan yang sama seperti pasien.

III. Pemeriksaan Fisik Status Generalis Keadaan Umum : Baik Kesadaran : Compos Mentis Tanda-tanda Vital Tekanan darah : Tidak dilakukan Nadi : 80 x/menit. Respirsi : 20 x/menit. Suhu : 37 C Berat badan : 34 kg

Kepala : Normocephali. Mata : konjungtiva Anemis(-/-), Sklera Ikterik (-/-). KGB : Tidak Ada Pembesaran KGB. THT : Tidak ada kelainan. Cor : BJ I/II reguler, Murmur (-), Gallop(-). Pulmo : Vesikuler di kedua lapang paru, Ronkhi (-/-),Wheezing(-/-). Abdomen : Datar, supel, bising usus (+) normal.

IV. Status Dermatologis - Tampak papul berbatas tegas di interdigitalis dextra dan sinistra, bentuk irreguler. - Terdapat krusta pada lipatan paha -Terdapat vesikel dan papul pada patella dextra.

V. Resume
Pasien seorang laki-laki berusia 10 tahun datang ke poli klinik penyakit kulit kelamin RSUD Cilegon diantar oleh ayahnya dengan keluhan gatal-gatal di daerah selasela jari tangan, lipatan paha, dan lutut dirasakan sejak 2 bulan yang lalu. Awalnya pasien mengaku timbul bintik-bintik kemerahan. Pasien juga mengeluh timbul bintik-bintik gelembung berair pada kulit. Bila gatal timbul, digaruk sampai lecet. Gatal yang hebat dirasakan pada malam hari.

pasien mengaku tidak pernah mengalami seperti ini sebelumnya. Dan tidak ada anggota keluarga yang menderita penyakit yang sama dengan pasien. Riwayat penyakit alergi, asthma, dan eksim disangkal oleh pasien. Pasien pernah menggunakan obat salep yang di beli di apotik (ayah pasien lupa nama obatnya). Namun tidak ada perubahan. Pasien tinggal di pesantren ( asrama ) dengan lingkungan yang padat dan kurang sirkulasi. Dan teman pesantrennya pun mengalami keluhan yang sama seperti

VI. Diagnosis Banding


1.Skabies 2.Prurigo 3.Dermatitis

VII. Diagnosis Penunjang tidak dilakukan saran - pemeriksaan mikroskopis - Biopsi Kulit

VIII. Diagnosis
Skabies

IX. Penatalaksanaan
1.

Non medikamentosa

-Meningkatkan kebersihan perorangan dan lingkungan. -Menghindari kontak langsung dan tidak langsung dengan orang

yang terkena.
-Menjemur alat alat tidur dan jangan memakai pakaian / handuk

bersama sama.

Merebus pakaian, handuk, sprei, dan selimut. serumah) bila ada yang menderita keluhan yang sama

- Mengobati orang terdekat (anggota keluarga yang lain yang

2. Medikamentosa
- Krim permetrin 5% ( didiamkan selma 10 jam), bila belum

sembuh diulang setelah 1 minggu. - Interhistin 2 x 1 / 2 tab.

X. Prognosis Quo ad Vitam: ad bonam Quo ad Functionam : ad bonam Quo ad Sanationam : dubia ad bonam

TINJAUAN PUSTAKA SKABIES

Definisi Suatu infestasi tungau Sarcoptes scabiei var. hominis dan produknya (Derber, 1971). yang menyebabkan berbintil-bintil kecil kemerahan dan rasa gatal yang sangat hebat . Scabies merupakan

+ ditemukan di semua negara

dengan prevalensi yang bervariasi. Paling banyak daerah tropis dan subtropis seperti Afrika,Mesir, Amerika Tengah, Amerika Selatan, Amerika Utara, Australia, Kepulauan Karibia, India dan Asia Tenggara. + Prevalensi 6% - 27 % dan cenderung tinggi pada anak dan remaja dan tidakdipengaruhi oleh jenis kelamin, ras, dan umur.

disebabkan oleh infestasi dan sensitisasi terhadap Sarcoptes scabiei varian hominis. Secara morfologik merupakan tungau kecil, berbentuk oval, punggungnya cembung dan bagian perutnya rata. Tungau ini transient, berwarna putih kotor, dan tidak bermata. Bentuk dewasa mempunyai 4 pasang kaki, 2 pasang kaki di

Lokalisasi

+ Dengan memperhatikan pemilihan

dan cara pemakaian obat serta syarat pengobatan dan menghilangkan faktor predisposisi, penyakit ini dapat di berantas dan memberikan prognosis yang baik.

+ Pemakaian lotion atau krem : Permetrin,

Malation, Sulfur, Emulsi Bezil-Benzoas(2025%), Monosulfiran, Krotamin 10%, Gama Benzena HeksaKlorida (Gameksan)

+ Jenis obat topikal :


1. Belerang endap (sulfur presipitatum) dengan kadar 4-20

% dalam bentuk salep atau krim. Preparat ini karena tidak efektif terhadap tidak stadsium kurang telur, dari 3 maka hari. penggunaanya boleh

Kekurangan yang lain ialah berbau dan mengotori pakaian dan kadang kadang menimbulkan iritasi. Dapat dipakai pada bayi berumur kurang dari 2 tahun.

2. Emulsi benzyl benzoas (20-25%), efektif terhadap semua stadium, diberikan setiap malam selama tiga hari. Obat ini sulit makin gatal setelah dipakai. 3. Benzena Heksa Klorida (gameksan = diperoleh,

sering menimbulkan iritasi dan kadang kadang

gammexane) kadarnya 1 % dalam krim atau losio, termasuk obat pilihan karena efektif terhadap semua stadium, mudah digunakan dan jarang menimbulkan ritasi.

Obat ini tidak dianjurkan pada anak dibawah 6 tahun dan wanita hamil, karena toksik pada susunan saraf pusat. Pemberiannya cukup sekali, kecuali jika masih ada gejala diulangi seminggu kemudian. 4. Krotamiton 10 % dalam krim atau losio juga merupakan obat pilihan mempunyai dua efek sebagai antiskabies dan antigatal; harus dijauhkan dari mata, mulut dan uretra.

5. Permetrin dengan kadar 5 % dalam krim, kurang toksik dibandingkan gameksan, efektifitasnya sama, aplikasi hanya sekali dan dihapus setelah 10 jam. Bila belum sembuh diulangi setelah seminggu. Tisak dianjurkan pada bayi di bawah umur 2 bulan.

PENATALAKSANAAN - Mengoleskan cream atau lotion dengan perhatian khusus. - Pakaian,handuk dan kasur tempat tidur penderita harus dicuci bersih dan diganti. - Semua yang berkontak dengan penderita harus diobati termasuk pasangannya - Penyediaan kemudahan air bersih

1. Djuanda A, Hamzah M. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Ed.5 Jakarta: FKUI; 2007. 2. Mansjoer A, Suprophaita, Wardhani, Wahyu Ika, dkk. Editor. Kapita Selekta Kedokteran Jilid 2. Edisi III. Jakarta: Media Aesculapius; 2000. 3. Siregar RS, Wijaya C, Anugerah P. Saripati Penyakit Kulit dan Kelamin. Ed.3.Jakarta: EGC; 1996. 4. http://www.dermatologionlinejurnal.com