Anda di halaman 1dari 31

Askep Klien Dengan Hernia

Kelompok 3
Badriyatul Suaeba Eka Saputra Fitri Yanti Slamet Laeliyah Muhammad Nasirudin Riyan Hidayat Sandra Yulia Tressiana Umi Nurjanah (P2.06.20.2.11.044) ( P2.06.20.2.11.047) ( P2.06.20.2.11.052) ( P2.06.20.2.11.062) ( P2.06.20.2.11.064) ( P2.06.20.2.11.068) ( P2.06.20.2.11.070) ( P2.06.20.2.11.077)

Definisi Hernia
Hernia adalah menonjolnya suatu organ atau struktur organ dan tempatnya yang normal melalui sebuah defek kongenital atau yang didapat. (Long, 1996 : 246). Hernia adalah penonjolan sebuah organ, jaringan atau struktur melewati dinding rongga yang secara normal memang berisi bagian-bagian tersebut (Nettina, 2001 : 253).

Etiologi Hernia
Hernia dapat terjadi karena ada sebagian dinding rongga lemah. Lemahnya dinding ini mungkin merupakan cacat bawaan atau keadaan yang didapat sesudah lahir. Pekerjaan angkat berat yang dilakukan dalam jangka lama juga dapat melemahkan dinding perut.

pathways

Hernia Inguinalis
Hernia inguinalis dibagi lagi menjadi : a. Indirek / lateralis: Hernia ini terjadi melalui cincin inguinalis dan melewati korda spermatikus melalui kanalis inguinalis. b. Direk / medialis: Hernia ini melewati dinding abdomen di area kelemahan otot, tidak melalui kanal seperti pada hernia inguinalis dan femoralis indirek.

Contoh Gambar

Hernia Umbilikalis
Hernia umbilikalis pada orang dewasa lebih umum pada wanita dan karena peningkatan tekanan abdominal.

Hernia Femoralis
Hernia femoralis terjadi melalui cincin femoral dan lebih umum pada wanita daripada pria. Ini mulai sebagai penyumbat lemak di kanalis femoralis yang membesar dan secara bertahap menarik peritoneum dan hampir tidak dapat dihindari kandung kemih masuk ke dalam kantung.

Gambar

Hernia Skrotalis
Hernia scrotalis adalah hernia yang melalui cincin inguinalis dan turun ke kanalis pada sisi funikulus spermatikus pada bagian anterior dan lateral, yang dapat mencapai scrotum, hernia ini disebut juga hernia inguinalis indirect

Klasifikasi Hernia
1. Menurut isinya : hernia usus halus. 2. Menurut terlibat/tidaknya : hernia eksterna (hernia ingunalis, hernia serofalis). 3. Hernia inferna tidak terlihat dari luar : hernia diafragmatika, hernia foramen winslowi, hernia obturatoria. 5. Menurut kausanya : hernia congenital, hernia traumatika, hernia visional dan sebagainya. 6. Menurut keadaannya : hernia responbilis, hernia irreponibilis, hernia inkarserata, hernia strangulata.

Tanda & Gejala


Umumnya penderita mengeluhkan burut atau kelingsir atau menyatakan adanya benjolan di selakanganya/kemaluan, benjolan itu bisa mengecil atau menghilang, dan bila menangis mengejan waktu defekasi/miksi, mengangkat benda berat akan timbul kembali.

Manifestasi Klinis
1. Tampak benjolan di lipat paha. 2. Bila terjadi hernia inguinalis stragulata perasaan sakit akan bertambah hebat serta kulit di atasnya menjadi merah dan panas. 3. Hernia femoralis kecil mungkin berisi dinding kandung kencing sehingga menimbulkan gejala sakit kencing (disuria) disertai hematuria (kencing darah) disamping benjolan di bawah sela paha.

Lanjutan...
4. Hernia diafragmatika menimbulkan perasaan sakit di daerah perut disertai sasak nafas. 5. Bila pasien mengejan atau batuk maka benjolan hernia akan bertambah besar.

Patofisiologi
Tekanan intra abdominal paling umum meningkat sebagai akibat dari kehamilan atau kegemukan. Mengangkat berat juga menyebabkan peningkatan tekanan, seperti pada batuk dan cidera traumatik karena tekanan tumpul. Bila dua dari faktor ini ada bersama dengan kelemahan otot, individu akan mengalami hernia.

Pemeriksaan Diagnostik
Sinar X abdomen menunjukkan abnormalnya kadar gas dalam usus/ obstruksi usus. Hitung darah lengkap dan serum elektrolit dapat menunjukkan hemokonsentrasi (peningkatan hematokrit), peningkatan sel darah putih dan ketidak seimbangan elektrolit.

Konsep Askep Klien dengan Hernia


1. Pengkajian a. Aktivitas/istirahat gejala : Riwayat pekerjaan yang perlu mengangkat berat, duduk, mengemudi dan waktu lama. Tanda : Atrofi otot pada bagian tubuh yang terkena gangguan dalam berjalan

b. Eliminasi Gejala : konstipasi dan adanya inkartinensia/retensi urine. c. Integritas Ego Gejala : ketakutan akan timbulnya paralisis, ansietas, masalah pekerjaan finansial keluarga. Tanda : tampak cemas, depresi, menghindar dari keluarga.

d. Neurosensori Gejala : kesemutan, kekakuan, kelemahan dari tangan/kaki. Tanda : penurunan reflek tendon dalam, kelemahan otot, hipotonia. Nyeri tekan/spasme otot paravertebralis, penurunan persepsi nyeri. e. Kenyamanan Gejala : nyeri seperti tertusuk pisau, yang akan semakin memburuk dengan adanya batuk, bersin, defekasi, nyeri yang tidak ada hentinya, nyeri yang menjalar ke kaki, bokong, bahu/lengan, kaku pada leher.

2. Diagnosa Keperawatan, Intervensi & Rasional


Dx : Nyeri (khususnya dengan mengedan) yang berhubungan dengan kondisi hernia atau intervensi pembedahan. Hasil yang diperkirakan : dalam 1 jam intervensi, persepsi subjektif klien tentang ketidaknyamanan menurun seperti ditunjukkan skala nyeri. Indikator objektif seperti meringis tidak ada/menurun.

Intervensi
Kaji dan catat nyeri, perhatikan lokasi, intensitas (skala 0 10) dan faktor pemberat/penghilang Beritahu pasien untuk menghindari mengejan, meregang, batuk dan mengangkat benda yang berat. Ajarkan pasien pemasangan penyokong skrotum/kompres es yang sering diprogramkan untuk membatasi edema dan mengendalikan nyeri.

Rasional
Nyeri insisi bermakna pada pasca operasi awal, diperberat oleh pergerakan, batuk, distensi abdomen, mual. Intervensi diri pada kontrol nyeri memudahkan pemulihan otot/jaringan dengan menurunkan tegangan otot dan memperbaiki sirkulasi Perdarahan pada jaringan, bengkak, inflamasi lokal atau terjadinya infeksi dapat menyebabkan peningkatan nyeri insisi.

Implementasi
1. Uraian persiapan terhadap keperawatan yang diidentifikasikan pada tahap perencanaan. a. Review terhadap keperawatan yang diidentifikasikan pada tahap perencanaan. b. Menganalisa pengetahuan dan ketrampilan keperawatan yang diperlukan. c. Mengetahui komplikasi dan tindakan keperawatan yang mungkin timbul. 2. Dokumentasi Mencatat semua tindakan yang dilakukan dan hasil dari tindakan tersebut dan waktu yang ditentukan.

Evaluasi
1. Evaluasi Proses (Formatif) Adalah aktivitas dari proses keperawatan dan hasil kualitas pelayanan tindakan keperawatan.
2. Evaluasi Hasil (Sumatif)

Adalah perubahan perilaku atau status kesehatan klien pada akhir tindakan keperawatan secara sempurna.

3. Dokumentasi Perawat mendokumentasikan hasil yang telah atau belum dicapai pada Medical Record penggunaan istilah yang tepat perlu ditekankan pada penulisannya untuk menghindari salah persepsi pemelasan dalam menyusun tindakan keperawatan lebih lanjut sudah tercapai atau tidak. Evaluasi dicatat dalam bentuk S.O.A.P

Penatalaksanaan Hernia
1. Pada hernia inguinalis lateralis reponibilis maka dilakukan tindakan bedah efektif karena ditakutkan terjadi komplikasi. 2. Pada yang ireponibilis, maka diusahakan agar isi hernia dapat dimasukkan kembali. 3. Pada inkerserasi dan strangulasi maka perlu dilakukan bedah darurat.

4. Hernia yang terstrangulasi atau inkarserata dapat secara mekanis berkurang. 5. Perbaikan hernia dilakukan dengan menggunakan insisi kecil secara langsung di atas area yang lemah.

Terima Kasih Atas Perhatiannya