Anda di halaman 1dari 45

Plato memulai budaya ilmiah dari taman academos pada 2000 tahun silam, tepatnya jaman Yunani purba.

Kebiasaan yang tak lazim di zamannya ini, kemudian merembak menjadi pola hidup manusia modern.

Sekitar tahun 1400, ilmu mulai lepas dari kekangan teologi. Kebebasan berpikir terus berkembang, mencapai puncaknya pada sekitar tahun 1700.

Filsafat
Filsafat adalah pandangan hidup seseorang atau sekelompok orang yang merupakan konsep dasar untuk menuju kehidupan yang dicita-citakan.

Apa kata filsuf

Plato (427348 SM) menyatakan filsafat ialah pengetahuan yang bersifat untuk mencapai kebenaran yang senyatanya Aristoteles (382322 SM) mendefenisikan filsafat ialah ilmu pengetahuan yang meliputi kebenaran yang terkandung di dalamnya ilmu-ilmu metafisika, logika, retorika, etika, ekonomi, politik, dan estetika. Cicero (106043 SM) filsafat ialah ilmu pengetahuan terluhur dan keinginan untuk mendapatkannya. Descartes (15961650), filsafat ialah kumpulan segala pengetahuan di mana Tuhan, alam dan manusia menjadi pokok penyelidikannya. Immanuel Kant (17241804) berpendapat filsafat ialah ilmu pengetahuan yang menjadi pokok dan pangkal segala pengetahuan yang tercakup di dalamnya 4 persoalan: Apakah yang dapat kita ketahui? Apakah yang seharusnya kita kerjakan? Sampai di manakah harapan kita? Apakah yang dinamakan manusia itu?

Ciri-ciri berfikir filosofis :


Memiliki pijakan keilmuan.

Berfikir sistematis.

Mendalam

Komprehensif.

Pertanyaan ini dipelajari dalam Metafisika

Apakah sebenarnya hakikat hidup itu?

Permasalahan ini dikupas dalam Epistemologi.

Apakah yang dapat saya ketahui?

Apakah manusia itu?


Masalah ini dibahas dalam Antropologi Filsafat.

Metafisika Metafisika (Bahasa Yunani: (meta) = "setelah atau di


balik", (phsika) = "hal-hal di alam") adalah cabang filsafat yang mempelajari penjelasan asal atau hakekat objek (fisik) di dunia. Metafisika adalah studi keberadaan atau realitas. Metafisika mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti: Apakah sumber dari suatu realitas? Apakah Tuhan ada? Apa tempat manusia di dalam semesta?

(wikipedia)

Ontologis
Cabang

ini menguak tentang objek apa yang di telaah


ujud yang hakiki dari objek tersebut ?

ilmu?
Bagaimana

Bagaimana

hubungan antara objek tadi dengan daya tangkap manusia (seperti berpikir, merasa dan mengindera) yang membuatkan pengetahuan?

Epistimologis
Menjawab

bagaimana proses timbulnya pengetahuan yang berupa ilmu? Bagaimana prosedurnya? Hal-hal apa yang harus di perhatikan agar kita mendapatkan pengetahuan yang benar? Apa yang disebut kebenaran itu sendiri? Apakah kriterianya? Cara/tehnik/sarana apa yang membantu kita dalam mendapatkan pengetahuan yang berupa ilmu?

Menjawab,

untuk apa pengetahuan yang berupa ilmu itu di pergunakan? Bagaimana kaitan antara cara penggunaan tersebut dengan kaidah-kaidah moral? Bagaimana penentuan objek yang ditelaah berdasarkan pilihan-pilihan moral? Bagaimana kaitan antara teknik prosedural yang merupakan operasionalisasi metode ilmiah dengan norma-norma moral/professional?

Aksiologis

Manfaat filsafat dalam kehidupan

Untuk memberi dasar pijakan dalam bertindak

Untuk memperkirakan akibat dari sebuah tindakan.

Melihat sesuatu lebih dalam

Behaviour

Attitude

Science

Filsafat

Religi

Faham Filsafat
Idealisme : Filsafat yang menganggap bahwa realitas ini terdiri atas roh-roh (sukma) atau jiwa, ide-ide dan pikiran atau yang sejenis dengan itu.
Tokoh-tokohnya: Plato (477 -347 Sb.M), B. Spinoza, Liebniz, Berkeley, Immanuel Kant, G. Hegel.

Rasionalisme: Filsafat yang berpandangan bahwa kebenaran yang sangat sejati berasal dari rasio, sehingga pengenalan inderawi merupakan suatu bentuk pengenalan yang kabur.
Tokoh-tokohnya: Rene Descartes (1596 -1650), Nicholas Malerbranche, B. De Spinoza, G.W.Leibniz, Blaise Pascal.

Empirisme: Filsafat yang menekankan bahwa kebenaran yang sempurna tidak diperoleh melalui akal, melainkan di peroleh atau bersumber dari panca indera manusia, yaitu mata, lidah, telinga, kulit dan hidung.
Tokoh-tokoh: Francis Bacon (1210-1292), Thomas Hobes,John Locke dan David Hume.

Eksistensialisme:

Filsafat yang mengusung ide bahwa manusia menciptakan makna dan hakekat hidup mereka sendiri.
Tokoh: Kierkegaard (1813-1855), Nietzsche, Berdyaev, Jaspers, Heidegger, Sartre, dan Camus.

15

Rasionalisme Idealisme
Kebenaran itu adalah apa yang dapat dijelaskan oleh pikiran sebagaimana keyakinan 1 Kebenaran itu adalah keyakinan yang terbentuk oleh kekuasaan manusia 3 Kebenaran itu adalah apa yang terjadi dan dapat dijelaskan oleh akal sehat 2 Kebenaran itu adalah berada pada siapa yang berkuasa saat ini 4

Empirisisme

Eksistensialisme

16

Idealisme dan Rasionalisme


1. Untested Opinion, Intuition/A Priori Method:
Angka 13 adalah angka sial Hujan adalah rohmat- Hujan adalah bencana

2. Self-Evident Truth atau Method of Tenacity:


Semua mahluk hidup akan mati Semua kejahatan akan mendapat balasan

17

Eksistensialisme dan Idealisme


3. Method of Authority:
Pangeran Diponegoro adalah Pahlawan Komunis itu jahat

4. Literary Style:
Hemat pangkal kaya Manusia lahir dalam keadaan bersih

5. Postulational Style:
Sikap mempengaruhi perlaku Tidak ada kurikulum yang baik atau jelek, yang ada guru yang kreatif dan tidak kreatif

18

Eksistensialisme dan Empirisme


1. Pragmatic Style:
Pokoknya lakukan yang diperintahkan atasan Dahulukan yang paling menguntungkan

2. Hedonism Style:
Harta (benda) dan kedudukan yang paling penting Menjalankan tugas dengan baik pasti mendapat imbalan

Induktif

Empirisme dan Rasionalisme dan deduktif

Deductif,

hipotesis, Induktif Metode Ilmiah

Metode Ilmiah

Fenomena, Fakta, Data

Hipotesis, Model, Konsep

Ilmuwan pada dasarnya adalah manusia yang memiliki ciri dasar, al:

(1) selalu ingin tahu dan bertany a,

(2) mencari jawaban atas keingintahuanny a,

(3) memilih jalan untuk memperoleh jawaban atas keingintahuanny a.

HAKIKAT

MATEMATIKA DAN SATISTIKA

METODE ILMIAH

KEBENARAN

PENALARAN

BAHASA

Ilmu

Terformulasikan secara kuantitatif maupun kualitatif Berpijak pada satu atau lebih teori sentral dan sejumlah prinsip umum (pengalaman masa lalu)

Dapat digunakan untuk memprediksi dan mengatasi masalah atau situasi yang serupa di masa datang

Pengetahuan (body of knowledge) yang terklasifikasi dan tersistematisasi

Sifat Ilmu dan Ilmuwan


Ilmu bersifat umum tidak memihak dan parsial.

Ilmu itu dinamis dan llmuwan harus mengorganisir pandangannya untuk eksis dalam dinamika.

Ilmuwan harus netral dan terbuka terhadap hal-hal baru.

Ilmu adalah milik bersama sehingga harus dipublikasikan dan akuntabel

Ilmu itu objektip. Kegiatan ilmiah harus mengutamakan kejujuruan

Manusia mencari kebenaran

(a) faham rasionalisme,


(b)faham empirisme,

Pendekatan

Pengetahuan (Knowledge)

Penelitian (Research)

Ilmu Pengetahun (Science)

Pra-posititivistik

Positivistik Post-posititivistik

A. Paradigma positivisme ukuran kebenarannya tergantung pada jumlah (atau seberapa besar) serta bersifat probalistik. B . Paradigma postpositivisme ukuran kebenaran didasarkan pada esensi (sesuai dengan hakekat obyek) dan kebenarannya bersifat holistik.

berakar pada paham ontologi realisme yang menyatakan bahwa realitas berada (exist) dalam kenyataan dan berjalan sesuai dengan hukum alam (natural law).

metodologi pendekatan eksperimental melalui observasi dipandang tidak mencukupi, tetapi harus dilengkapi dengan triangulasi, yaitu penggunan beragam metode, sumber data, periset dan teori.

Perbedaan Aksioma Paradigma Positivisme dan Post-Positivisme

No
1

Aksioma
Hakikat kenyatan Hubungan pencari

Paradigma Positivisme
Kenyataan adalah tunggal, nyata

Paradigma Post Positivistik


Kenyataan adalah ganda,dibentuk,

dan fragmentaris
Pencari tahu dengan yang tahu adalah bebas, jadi ada dualisme

dan merupakan keutuhan


Pencari tahu dengan yang tahu aktif bersama, jadi tidak dapat dipisahkan

tahu dan yang tahu

Kemungkinan Generalisasi

Generalisasi atas dasar bebas-waktu


dan bebas-konteks (pernyataan nomotetik) Terdapat penyebab sebenarnya yang secara temporer terhadap, atau secara simultan terhadap akibatnya Inkuirinya bebas nilai
(Sumber : Lexy J. Moleong : 2000 : 31)

Hanya waktu dan konteks yang


mengikat hipotesis kerja (pernyataan idiografis) yang dimungkinkan Setiap kejadian berada dalam keadaan kompleks sehingga sukar membedakan mana sebab dan mana akibat Inkuirinya terikat nilai

Kemungkinan 4 hubungan sebab akibat 5 Peranan nilai

Quantitative and Qualitative Research : Alternative Labels

Quantitative
Rasionallistic

Qualitative
Naturalistic

Authors
Guba &Lincoln (1982)

Inquiry from the

Inquiry from the inside

Evered & Louis (1981)

Outside
functionalist Interpretative Burrel & Morgan (1979)

Positivist Positivist

Constructivist Naturalistic-ethnographic

Guba (1990) Hoshmand (1989)

Sumber : Julia Brannen (Ed): 1992 : 58) dari Uhar Suharsaputra

Positivistik

PostPositivistik
Metode Kualitatif Analisis Kualitatif

Metode Kuantitatif Analisis Kuantitatif

Penelitian eksploratif (exploratory research) merupakan jenis penelitian yang sesuai untuk situasi di mana tujuan penelitian bersifat umum dan data yang dibutuhkan belum jelas.

Penelitian konklusif (conclusive research), sesuai untuk situasi sebaliknya, yaitu di mana tujuan penelitian sudah spesifik dan data yang dibutuhkan sudah jelas.

Ragam Jenis Penelitian

Masalah

Metodologi

Proposal Penelitian

Substansi

Pengumpulan Data

Pelaksanaan
Pengolahan data dan Pembahasan

Teori (Tesis)

Luaran

Identifikasi masalah!
Harapan Mengapa prestasi belajar siswa berbeda padahal dalam sistem pembelajaran yang sama?
Mengapa perubahan kurikulum tidak menyebabkan prestasi belajar siswa menjadi lebih baik?

Kesenjangan

Kenyataan

Dari mana ide masalah ditemukan?


Fakta empiris yang ditangkap pancaindra

Telaah dokumentasi,
Temu ilmiah, misal: diskusi ahli Pendapat pihak otoritas Hasil Penelitian yang lain, dlsb.

misal: Laporan Kemajuan Belajar

Pengkajian Gejala (Fenomena)

untuk melihat duduk persoalan gejala tersebut dalam kerangka keilmuan calon peneliti,

korespondensi paradigma ilmu yang akan dijadikan patokan langkah penelitian.

Dapat dilakukan dalam dua pendekatan, pada (a) substansi, (b) struktur.

1. Human Development

Metode Ilmiah

Rendahnya Mutu Fenomena Hasil Belajar

Disiplin Ilmu

Apa penyebab rendahnya Identifikasi pencapaian nilai matematika? Masalah

Faktor mana sajakah Pembatasan penyebab rendahnya nilai Masalah UAN bidang matematika?

Index (HDI) Indonesia menduduki peringkat 102 dari 106 yang disurvei 2. Hasil survei PERC ( The Political Economic Risk Consultation), Indonesia berada pada peringkat ke 12 dari 12 negara yang disurvei 3. The Third international Mathematics and Science study-Repeat (TIMSS-R : 1999) menemukan bahwa Siswa SLTP Indonesia menempati peringkat 32 Pertimbanga untuk IPA dan 34 untuk n Teknis Matematika, dari 38 negara yang distudi di Asia, Australia, dan Afrika.

1. Faktor internal belajar manakah yang Rumusan mempengaruhi pencapaian nilaiMasalah mp matematika pada UAN 2010 di SMA kota Bandung? 2. ....dst

Teori Pendukung

Resume
Kerisauan calon peneliti yang dibenarkan oleh fakta dan pendapat umum;
Bermanfaat; Relevan

Aktual;

Menarik bagi calon peneliti;