Anda di halaman 1dari 28

Asti Anindya I. 030.04.033 Astriska A. Kusuma 030.04.

035

STRUKTUR MOLEKUL HEMOGLOBIN


Hemoglobin adalah komponen utama dari eritrosit dan fungsi utamanya adalah transpor O2 dan CO2 Heme tdd : Empat struktur pirol dengan atom Fe di tengahnya Globin tdd : dua pasang rantai polipeptida

Hemoglobin
Heme Globin

Anak > 1 tahun ~ dewasa normal : - HbA 98 % - HbF 2 % - HbA2 3 % Bayi baru lahir : HbF 90 % HbA : 2 rantai dan 2 rantai (22) HbF : 2 rantai dan 2 rantai (22) HbA2 : 2 rantai dan 2 rantai (22)

Rantai terdiri dari 141 asam amino Rantai dan terdiri dari 146 asam amino Perbedaan antara rantai-rantai tersebut terletak pada susunan asam aminonya Pembentukan rantai-rantai tersebut diatur oleh gen masing-masing dalam kromosom

Gangguan Pembentukan Hemoglobin


1. Gangguan Struktural/Kualitas (Hemoglobinopati) : perubahan dalam urutan asam amino rantai globin HbS (anemia sel sabit), HbE, HbC 2. Gangguan Kuantitas : sintesis satu atau lebih rantai globin menurun /tertekan total Thalassemia

THALASSEMIA
DEFINISI : Thalassemia adalah sekelompok penyakit keturunan yang merupakan akibat dari ketidakseimbangan pembuatan salah satu dari keempat rantai asam amino yang membentuk hemoglobin. Thalassemia merupakan penyakit anemia hemolitik herediter yang diturunkan secara resesif menurut hukum Mendel.

KLASIFIKASI MOLEKULER 1.Thalassemia 2.Thalassemia

Thalassemia
KLASIFIKASI KLINIS 1. Silent Carrier State bentuk paling ringan, hanya 1 protein alpha yang hilang/abnormal. Umumnya tak ada gejala, tapi tetap dapat diturunkan. 2. Alpha Thalassemia Minor 2 protein alpha hilang/abnormal. Biasanya tak menyebabkan gejala klinis utama, penderita mungkin mengalami anemia ringan saja. 3. Hemoglobin H-disease hanya mempunyai 1 protein alpha normal yang dapat mengakibatkan penghancuran eritrosit. Penderita alami anemia ringan sedang & masih dapat hidup normal. Kadang terjadi komplikasi seperti splenomegali dan batu empedu. Penderita pada tingkat ini harus menerima pengobatan teratur untuk mengatasi komplikasi tersebut. Beberapa kasus perlu dilakukan transfusi darah.

Thalassemia (2)
4. Hemoglobin H-Constant Spring bentuk yang lebih parah dari Hemoglobin H-disease. Penderita memiliki 1 protein alpha normal dan 1 protein alpha abnormal yang membawa mutasi spesifik disebut Constant Spring. Umumnya alami anemia sedang berat dan dapat terjadi komplikasi seperti splenomegali. Diperlukan transfusi darah teratur. Alpha Thalassemia Mayor bentuk paling parah, karena tidak memproduksi satu pun protein alpha. Sebabkan anemia berat dan gagal jantung. Janin biasanya lahir mati, tapi beberapa dapat hidup sampai 1 jam pertama setelah lahir.

5.

Thalassemia
KLASIFIKASI KLINIS 1. Thalassemia Minor kelainan akibat kekurangan protein beta yang jumlahnya tak terlalu signifikan sehingga fungsi tubuh dapat tetap normal. 2. Thalassemia Intermedia kelainan akibat kekurangan protein beta yang jumlahnya signifikan. Gejala anemia, pengapuran tulang & pembesaran pembuluh darah dapat muncul pada tingkat ini. Thalassemia Mayor (Cooleys Thalassemia) kelainan serius yang disebabkan karena tubuh sangat sedikit memproduksi protein beta sehingga hemoglobin yang terbentuk akan cacat/abnormal. Rentang gejala mirip dengan Thalassemia Intermedia, sehingga sering kerancuan diagnosis. Indikator yang sering menjadi acuan adalah jumlah transfusi darah yang diberikan. Semakin sering penderita mendapat transfusi darah, maka dapat dikategorikan sebagai Thalassemia Mayor.

3.

PATOFISIOLOGI
Penyebab anemia pada thalassemia adalah berkurangnya sintesis HbA dan eritropoesis yang tidak efektif disertai penghancuran sel-sel eritrosit intramedular Penelitian biomolekular menunjukkan adanya mutasi DNA pada gen sehingga rantai atau dari hemoglobin berkurang Terjadinya hemosiderosis merupakan hasil kombinasi antara transfusi berulang, peningkatan absorbsi besi dalam usus karena eritropoesis yang tidak efektif, anemia kronis, serta proses hemolisis

ANAMNESIS :
Lesu, lemah, anorexia, riwayat penyakit pada Keluarga

MANIFESTASI KLINIS :
Pucat, anemis Facies Cooley Tidak nafsu makan, gizi jelek, tumbuh kembang terhambat Hepatosplenomegali, ikterus ringan Kardiomegali (anemia lama dan berat)

PEMERIKSAAN RADIOLOGIS
Tulang akan memperlihatkan medula yang lebar, korteks tipis, dan trabekula kasar Brush appearance pada tulang tengkorak Gangguan pneumatisasi rongga sinus paranasalis

PEMERIKSAAN LABORATORIUM Darah tepi : anisositosis, poikilositosis, hipokromia berat, sel target, normoblas Retikulosit meningkat, HbF meningkat Kadar Hb menurun ( 3-9 g/dl) Kadar besi dalam serum (SI) meningkat dan daya ikat serum terhadap besi (IBC) menurun/dapat mencapai nol Gambaran sumsum tulang memperlihatkan eritropoesis yang hiperaktif sebanding dengan anemianya.

Peripheral Blood Film

THALASSEMIA MAYOR

THALASSEMIA MINOR

PENATALAKSANAAN
Transfusi darah (Packed Red Cell) Indikasi : - kadar Hb < 6 g% - anak tidak mau makan & lemah Iron Chelating Agent (Deferoksamin) Splenektomi Imunisasi terhadap virus Hepatitis B, C,dll Vitamin, As. Folat Transplantasi sumsum tulang

SPLENEKTOMI
Indikasi : meningkatnya kebutuhan transfusi yang menunjukkan unsur hipersplenisme (>240 ml/kg PRC/tahun) sebaiknya dilakukan pada usia > 2 tahun

KOMPLIKASI Gagal jantung Hemokromatosis Ruptur limpa Infeksi (terutama pasca splenektomi) Kematian terutama disebabkan oleh infeksi dan gagal jantung

TRAIT THALASSEMIA
Thalassemia trait = thalassemia minor adalah carrier thalassemia yang dapat menurunkan penyakit ini kepada keturunan mereka jika pasangannya juga seorang carrier thalassemia.

MARRIAGE COUNSELLING
Pemeriksaan kesehatan bagi setiap pasangan yang akan menikah, untuk mengetahui apakah ia memiliki gen pembawa thalassemia Prenatal diagnosa : pemeriksaan DNA melalui cairan ketuban

PERJALANAN PENYAKIT
Sampai saat ini, thalassemia merupakan penyakit yang belum bisa disembuhkan 100 % Umumnya pasien memerlukan transfusi darah seumur hidupnya. Walaupun diberikan transfusi ditambah obat-obat lain, harapan hidup pasien hanya sekitar 30-40 tahun.