Anda di halaman 1dari 46

SISTEM PENYALURAN TENAGA LISTRIK

PLT.. TRAFO PENAIK TEGANGAN

PEMBANGKIT

GI
SALURAN TRANSMISI TT/TET

TT/TET
TRAFO PENURUN TEGANGAN

GI

PERAN APD

TM

SALURAN DISTRIBUSI PRIMER SALURAN DISTRIBUSI SEKUNDER

TRAFO DISTRIBUSI

TR-SR kWh METER

UTILISASI INSTALASI PENGGUNA TR


NEXT


GI C
Sekelompok pelanggan

TINGKAT AKIBAT GANGGUAN

KORBAN SATU KOTA

BLACK OUT SELURUH SISTEM


GI A
Sekelompok pelanggan

GI B

Sekelompok pelanggan

KORBAN HANYA SEKELOMPOK KECIL PLG

GI D
PELANGGAN INDUSTRI BESAR

BEBERAPA DIFINISI MAGNET


MAGNET :
Adalah benda yang mempunyai sifat menarik besi atau logam tertentu. FERRO MAGNET : Adalah benda yang mudah menjadi magnet bila di magnetisasi seperti : besi, nikel dan lain sebagainya KUTUB MAGNET : Sisi yang menunjuk arah utara disebut KUTUB UTARA sedangkan sisi yang menunjuk arah selatan disebut KUTUB SELATAN MEDAN MAGNET : Adalah kumpulan garis gaya magnet yang mengalir dari kutub utara ke kutub selatan

PETA SISTEM KELISTRIKAN JAWA TIMUR


ke UNGARAN
KEREK MWANG TUBAN TUBAN 3 BABAT LNGAN PKMIA PLTGU BKLAN GRSIK SMNEP

ke CEPU

BJGRO

BRATA SMSIK

GLMUR MNYAR BBDAN CERME SGMDU ALPMA UDAAN KJTIM SWHAN DGRAN SBRAT BENDO KTSNO MJAAGN MRGEN MNRJO BNRAN DLOPO JKTAS SPM GGRAM SLRJO SKLNG KGUNG PLHAN GPGAN LDOYO PLTA TLGNG WLNGI TUREN STAMI KKTES SGRUH SYZAG SIMAN MDLAN BMKRO SKRJO BLKDG LWANG BLBNG PAKIS LJANG TNGUL JMBER GTENG BWNGI ASARI GRATI BDWSO PMRON PNRGO TLGNG TRGLK PCTAN BLTAR GLNUK NGARA BRITI PYANG KAPAL SANUR
Daftar Kapasitas Terpasang Pembangkit di Jawa Timur No 1 Pusat Listrik PLTU Gresik5 Unit / Blok 1 2 3 4 2 PLTU Perak5 3 4 3 PLTU Paiton7 1 2 5 6 7 8 Total PLTU Daya (M W) 100 200 200 5 PLTG Gilitimur5 600 50 50 400 400 615 615 610 610 3,250 3,950 Total PLTGU 1,816.6 PLTGU Gresik7 Blok 2 2.1 2.2 Total PLTG 1.1 1.2 1.3 1.0 Blok 1 100 6 PLTGU Gresik5 1 2 No Pusat Listrik Unit / Blok 1 2 Daya (M W) 20.10 20.10 40.20 21.35 21.35 7 PLTGU Grati7 42.70 82.9 112.5 112.5 112.5 188.9 526.3 112.5 112.5 PLTGU Grati5 Blok 2 2.1 2.2 2.3 Blok 1 1.1 1.2 1.3 1.0 100.75 9 PLTA Wlingi5 100.75 100.75 159.58 10 PLTA Lodoyo 461.83 100.75 11 PLTA Seng100.75 100.75 302.25 12 PLTA Selorejo4 13 PLTA Tulungagung4 1 1 guruh4 1 2 1 1 2 No Pusat Listrik Unit / Blok 2.3 2 Daya (M W) 188.91 526.26 No Pusat Listrik Unit / Blok 1 2 3 Daya (M W) 35.0 35.0 35.0 14 PLTA Wono105.0 27.0 54.0 4.50 4.50 14.50 16 PLTA Siman4 14.50 29.00 4.48 4.48 17 PLTA Golang 18.0 1 2 1 2 3 rejo 1 2 3 4 dalan4 27.0 15 PLTA M en1 No Pusat Listrik Unit / Blok 2 Daya (M W) 18.00 36.00 6.30 6.30 18 PLTA Giring5.60 5.80 5.80 5.80 19 PLTA Ngebel 23.00 3.60 3.60 3.60 10.80 0.90 0.90 Total PLTA 281.16 6,130.7 1 an 1 2 3 1.061 1.061 1.061 3.183 2.20 2.20 No Pusat Listrik Unit / Blok 3 Daya (M W) 0.900 2.700

GBONG KPANG PERA K MKBAN SAMPG UJUNG PKSAN

ke PALUR
MIWON CKMIA

DYRJO BNGU N

KJRAN TNDES SIMPG NGAGL RNKUT SLILO WKRMO

TARIK

ke PEDAN

NGAWI

PLOSO NGJUK

AJMTO SKTIH

KLANG WARU

MPION BDRAN

MGTAN

CRBAN

NGORO

ISPDO PRONG BNGIL PDAAN RJOSO PIER KRSAN GDTAN PBLGO GDING PATON STBDO

GNYAR

AMPRA

PGRAN

100 4 PLTG Gresik5

112.45 8 PLTA Sutami5

NSDUA

Supd Tengah ( Metropolis & Madura ) Supd Timur ( Scada Pasuruan & Scada Blimbing ) Supd Barat ( Nganjuk ) Bali

Keterangan : : Sistem Tegangan 70 kV : Sistem Tegangan 150 kV : Sistem Tegangan 500 kV

Total Pembangki Jatim

SISTEM INTERKONEKSI KETENAGALISTRIKAN JAWA - BALI

Macet Karena tuntutan Ganti Rugi belum ada titik temu

Ke pulau Madura dan pulau Bali melalui kabel laut 150 kV

SALURAN UDARA TEGANGAN EKSTRA TINGGI 500 KV SISTEM TENAGA LISTRIK JAWA BALI

~
SGLNG

~ ~
GRSIK MDRCN BDSLN UNGRN PEDAN KRIAN KDIRI GRATI

~
SRLYA GANDUL CIBNG CWANG

~
MTWAR CBATU

~
CRATA

~
PITON

CLGON

KMBNG

BKASI

BKASI

KSBRU CBATU CBATU CNJUR

REGION - 1
JAKARTA DAN BANTEN

SUB SISTEM 150KV

JBEKA GDMKR

SRAGI

KBSEN

CEPU

BJGRO

BGBRU

REGION - 2
JAWA BARAT

SUB SISTEM 150KV

BNJAR

MJNNG

REGION - 3

SUB SISTEM 150KV

JAWA TENGAH DAN DIY SRGEN

NGAWI

REGION - 4
JAWA TIMUR DAN BALI

SUB SISTEM 150KV

~
KETERANGAN : SISTEM TEGANAN 150KV SISTEM TEGANAGAN 500 kV

JALUR SUTET SELATAN DARI TENGAH KE BARAT MASIH BELUM SELESAI

ILUSTRASI BEBAN ILUSTRASI BEBAN TENAGA LISTRIK


BEBAN BEBAN BEBAN TENAGA LISTRIK BEBAN TENAGA LISTRIK BEBAN TENAGA LISTRIK BEBAN TENAGA LISTRIK

~ ~

NEXT

SISTEM INTERKONEKSI PEMBANGKIT SKALA BESAR JAWA - BALI BEBANINTERKONEKSI SISTEM INTERKONEKSI SISTEM KELISTRIKAN PLN TIDAK DIBANGUN BERDASARKAN BANTEN JABAR DKI JATENG DIY JATIM BALI KONSUMEN TENAGA LISTRIK BATAS WILAYAH SUATU PROPINSI atau KABUPATEN ATAU JAWA KOTA NAMUN TENAGA LISTRIK - BALI DIBANGUN ATAS DASAR PERSYARATAN TEKNIS : LETAK PUSAT PEMBANGKIT PUSAT BEBAN ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ LETAK JARINGAN TENAGA LISTRIK GRATI MUARA TAMBAK TAMBAK SAGULING SAGULING TJ. PRIOK MUARA

~ ~

KARANG KARANG

~ ~

~ ~

LOROK LOROK

~
NEXT

SURALAYA SURALAYA SURALAYA

CIRATA CIRATA JATILUHUR JATILUHUR

MUARA MUARA TAWAR TAWAR

GRESIK GRESIK

PAITON PAITON

KONDISI SISTEM SAAT NORMAL

Last Update: ( Create and Design By IT P3B )


NEXT

KONDISI SISTEM SAAT SIAGA

Last Update: ( Create and Design By IT P3B )


NEXT

KONDISI SISTEM SAAT DEFISIT


Last Update: ( Create and Design By IT P3B )

NEXT

KURVA BEBAN 18 AGUSTUS 2005 (BLACK OUT)

REGION I (DKI & BANTEN)

REGION JATIM & BALI

SCOPE JARINGAN DISTRIBUSI


SISI SUMBER

150/20 kV

20 kV/220 V

KONSUMEN : Industri, perkantoran, mal, rumah tangga dll

Sistem Distribusi Tenaga Listrik menyalurkan tenaga listrik kepada Konsumen secara tepat serta menjamin kelangsungan pelayanan TEGANGAN - FREKUENSI yg stabil serta AMAN bagi konsumen dan lingkungannya
NEXT

FAKTOR FAKTOR YG BERPENGARUH DALAM KELANGSUNGAN PENYALURAN TENAGA LISTRIK :


Adanya pekerjaan jaringan dan gangguan jaringan. Adanya gangguan pada tegangan normal. Jatuh tegangan yg diluar + 5 % / - 10% dari nominalnya. Kompetensi SDM dalam mengoperasikan sistem distribusi baik saat kondisi normal maupun saat ada gangguan, pemeliharaan, ketaatan pada aturan (SOP, Instruction Manual book dll) dan lain sebagainya Kegagalan sistem proteksi Manajemen : ketersediaan material pengganti, sistem operasi dan pemeliharaan dll Lain-lain : pencurian (PJU liar, sambungan ilegal), jaringan tertabrak kendaraan, jaringan bawah tanah terkena penggalian oleh instansi lain dll
NEXT

PERTIMBANGAN DESAIN SISTEM DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK


Jenis sistem kelistrikannya (searah atau bolak balik), jumlah fasa bila sistemnya bolak balik Konfigurasi : radial, loop dll Konstruksi : saluran udara atau kabel tanah Faktor Keamanan, syarat teknis Ekonomis Paling banyak digunakan dalam sistem distribusi di Jawa Timur adalah saluran udara sistem 3 fasa Distribusi Primer (TM) sedang sistem distribusi sekunder memakai tiga fasa empat kawat.

NEXT

JARINGAN DISTRIBUSI :
Jaringan distribusi yang terdapat di PLN adalah jaringan distribusi dengan menggunakan standart tegangan 20 kV utk JTM /SKTM sedangkan tegangan 110 / 220 / 380 V untuk JTR dan SKTR.
a. b. c. d. a. b. Komponen Fungsional jaring distribusi Tegangan Menengah meliputi : Sumber Pengisian : dari Gardu Induk setelah diturunkan dari tegangan tinggi menjadi tegangan distribusi primer (20 kV) Sumber Langsung dari Genset (PLTD) melalui Step Up Transformer. Saluran Tegangan Menengah. Transformator Distribusi Komponen Fungsional jaring Distribusi Tegangan Rendah meliputi : Saluran Tegangan Rendah setelah keluar dari trafo distribusi. SLP / sambungan rumah yg langsung ke rumah / konsumen lainnya.

SKEMA PENYALURAN TENAGA LISTRIK


GI / PLTD. TRANSFORMATOR. JTR / SKTR

DISTRIBUSI PRIMAIR

DISTRIBUSI SKUNDAIR
NEXT

PENGHANTAR TENAGA LISTRIK


Penghantar 20 kV terdiri dari : Saluran Udara : umum dipasang di jaringan 20 kV PLN Telanjang Terbungkus Saluran Kabel Tanah : dipasang karena sebab tertentu (harga lebih mahal dari Saluran Udara)

KONSTRUKSI

KONSTRUKSI KABEL TANAH : outgoing penyulang dari kubikel 20 kV hingga pangkal pole. crossing : KA, SUTT, SUTET dll tata kota KONSTRUKSI SALURAN UDARA : SALURAN KAWAT ISOLASI SALURAN KAWAT TELANJANG

NEXT

KONSTRUKSI KABEL TANAH DI PLN

Kabel isolasi kertas minyak (oil filled cable) Kabel isolasi plastik (crosslink polyethilene : XLPE)
R > 15 x d
R
d

NEXT

KONSTRUKSI

KONSTRUKSI KABEL TANAH : outgoing penyulang dari kubikel 20 kV hingga pangkal pole. crossing : KA, SUTT, SUTET dll tata kota KONSTRUKSI SALURAN UDARA : SALURAN KAWAT ISOLASI SALURAN KAWAT TELANJANG

NEXT

KONSTRUKSI KABEL TANAH DI PLN

Kabel isolasi kertas minyak (oil filled cable) Kabel isolasi plastik (crosslink polyethilene : XLPE)
R > 15 x d
R
d

NEXT

KONSTRUKSI PENANAMAN KABEL


Patok as kabel

Urugan terakhir yang disesuaikan dengan konstruksi lapisan atas Warning tape

Urugan tanah yg dipadatkan

Urugan tanah yg dipadatkan Plat beton Pasir urug

kabel
Pasir halus

NEXT

STRUKTUR / SISTEM JARINGAN DISTRIBUSI Pada dasarnya sistem / struktur jaring distribusi tsb sangat disesuaikan dengan kondisi perkembangan serta kepadatan beban didaerah tsb antara lain: a. Sistem jaringan Radial terbuka. b. Sistem jaringan Open loop (radial inter interconection). c. Sistem Jaringan Spindel. d. Sistem jaringan bintang. e. Sistem jaringan bunga mayang. f. Sistem jaringan Cluster.

NEXT

KONFIGURASI JARINGAN DISTRIBUSI PRIMER SISTEM RADIAL : Paling banyak digunakan dimana penyulang keluar dari sumber secara radial

NEXT

SISTEM LOOP

NEXT

SISTEM SPINDEL
Express Feeder

GD

GD

GD

GD

GD

GD

GD rel GI 1 Atau GH 1

GD

GD rel GI 2 Atau GH 2

NEXT

Struktur Bintang ( Star Net Work)


Struktur Radial Star (Bintang) ini sama halnya dengan radial hanya beban yang terletak pada titik ujung jaringan menyerupai bintang.

GD

GD

GD

Gardu Induk

Gd. Hubung

GD

GD

GD

GD

NEXT

JARINGAN BUNGA MAYANG

GARDU INDUK

NEXT

JARINGAN SARANG LABA-LABA

NEXT

CARA MENJAGA TEGANGAN MUTU PELAYANAN


Pengaturan tegangan Distribusi dapat dilakukan dari sisi GI maupun di Jaringan Distribusi sendiri antara lain dengan cara : Pengaturan tegangan sumber (tap changer trafo daya GI). Mengatur tap changer di trafo distribusi. Memasang kapasitor pada JTM / AVR. Memasang kapasitor pad JTR Memperbesar penampang konduktor Menambah trafo sisipan. Mengatur penyeimbangan beban sisi pelanggan dll.

NEXT

SISTEM TEGANGAN RENDAH (JTR SR) Setelah JTM berada di daerah pusat beban, agar tegangan dapat digunakan untuk sistem tegangan pelanggan, maka TM diturunkan disamakan dengan besar tegangan yang digunakan oleh pelanggan biasanya disebut TR. Untuk menurunkannya digunakan Transformator Distribusi. Beberapa Hal Tentang Trafo Distribusi : Satu trafo distribusi yang digunakan untuk 1 pelanggan Satu trafo distribusi yang digunakan untuk sejumlah pelanggan. Besar traro distribusi disesuaikan dengan jumlah daya yang dipergunakan oleh pelanggan. Satu trafo distribusi maksimum melayani beban 80 % dari kemampuan maksimal trafo distribusi.
NEXT

KONSTRUKSI GTT
CO LA

LV PANEL
S
N

GROUNDING
NEXT

GARDU INDUK

PENGAMAN LAPIS KETIGA


TRAFO MENGALAMI SHOCK !!!

NH FUSE JURUSAN BERPERAN SANGAT PENTING SEBAGAI PENJAGA UTAMA SAAT TERJADI GANGGUAN !!!

PENGAMAN LAPIS KEDUA PENGAMAN LAPIS PERTAMA


NEXT

Contoh panel yang tidak dilengkapi dengan sekering saklar utama. Bagaimana akibatnya bila sekering jurusan gagal bertugas mengamankan gangguan dari sisi TR/SR ???
Aduuhhh

Sekering jurusan gagal lebur

Kok tega ya..

Sekering utama tidak ada

RINGKASAN TRANSFORMATOR :
Transformator adalah suatu alat listrik yang dapat memindahkan dan mengubah energi listrik dari satu atau lebih rangkaian listrik ke rangkaian listrik yang lain melalui suatu gandengan magnet dan berdasarkan prinsip induksi elektromagnet.

Transformator :
1. Trafo Daya :

berfungsi untuk menyalurkan tenaga/daya listrik dengan cara menaikkan atau menurunkan tegangan
2. Trafo Pengukuran : CT, PT CT (Current Transformer) : mentransformasikan besaran arus dari arus yang besar menjadi kecil guna keperluan pengukuran dan proteksi PT (Potential Transformer) mentransformasikan besaran tegangan dari tegangan yang tinggi menjadi kecil guna keperluan pengukuran dan proteksi

RINGKASAN LIGHTNING ARRESTER :

Pengaman / pelindung peralatan listrik terhadap tegangan lebih seperti surja petir
PEMUTUS (PMT / CB = CIRCUIT BREAKER) Pemutus atau memasukkan kembali rangkaian listrik dalam keadaan berbeban (baik saat normal maupun saat terjadi gangguan) PEMISAH (PMS / DS = DISCONNECTING SWITCH) Pemisah rangkaian listrik dalam keadaan tidak berbeban ALAT UKUR : Arus, tegangan, tahanan, tahanan pembumian, tahanan isolasi, daya, energi BAHAN PEMADAM BUSUR API PMT : SF6, Udara, oli BAHAN ISOLATIF : karet, plastik, kaca, kayu kering dll BAHAN KONDUKTIF : besi, aluminium, tembaga dll

CONTOH PERHITUNGAN ARUS CO DAN SEKERING


20 kV
IP 100 200 kVA kVA P (DAYA) = V (TEGANGAN) x I (ARUS) DAYA (VA) I= TEGANGAN (V) DAYA 3 FASA = 3 x VL x IL DAYA 3 FASA IL = 3 x VL 200 kVA IPrimer (ILp)= = 5,7 A ~ 6 A Is 3 x 20 VL kV 200.000 200 kVAVA ISekunder (ILs)= = 289 A S 3 x 400 VL V ISekunder (ILs)= 100 kVA 100.000 VA (ILp)= = 2,89 A = 144,5 A 3 x 400 V 3 x 20 kV

IPrimer

NEXT

KONFIGURASI GD - TR

380 Volt 380 Volt

220 Volt
380 Volt 220 Volt 220 Volt

NEXT

TEGANGAN TRAFO SISI SEKUNDER HUBUNGAN Y R 380 V S

380 V
220 V T 220 V

220 V

NEXT

TEGANGAN TRAFO SISI SEKUNDER HUBUNGAN Y R

S
? Volt

JABON VILLAGE

TUMPANG VILLAGE MADYOPURO VILLAGE BURING VILLAGE

PAKIS VILLAGE

EAST MALANG SUBSTATION 150 kV system

Example of Developing the Grid System

OTHERS VILLAGE

POLEHAN SUBSTATION 70 kV system

SISTEM TEGANGAN RENDAH (JTR SR) 20 kV


TRAFO DISTRIBUSI

JTM

JTR

SR

SR

SR
R S T
NEXT

SEKIAN PENJELASAN KAMI

Semoga penjelasan ini ada manfaatnya


Semoga keberhasilan senantiasa mengiringi langkah kehidupan kita semua
Selamat mempersiapkan diri menghadapi uji kompetensi.