Anda di halaman 1dari 23

Anemia Aplastik

Definisi: adanya pansitopenia pada darah perifer yang disebabkan karena aplasia (hiposelularitas) sumsum tulang. Pansitopenia adalah penurunan jumlah semua sel darah (eritrosit, leukosit, dan trombosit)

Aplasia: Jaringan hematopoietik pada sumsum tulang digantikan oleh jaringan lemak.

1. 2.

Dunn DE. Bone Marrow failure, aplastic Anemia. In: Schiffman FJ, editor. Hematologic Pathophysiology. Philadelphia: Lippincot-Raven; 1998. p. 245. McKenzie SB. Hypoproliferative anemia. Textbook of hematology. Philadelphia: Williams & Wilkins; 1996. p. 201

Penyebab Pansitopenia
Kerusakan sumsum tulang oleh toksin produksi sel hematopoietik Penggantian jaringan sumsum tulang oleh jaringan abnormal atau keganasan penekanan pertumbuhan & diferensiasi sTL.

Williams.DM.Pancytopenia, Aplastic anemia, and Pure Red Cell Aplasia. In Wintrobes Clinical Hematology. Edited by : Greer, JP, Foerster J, Lukens JM, Rodgers GM, Paraskevas F, Glader B. Lippincott;2004. p. 1450

Etiologi
A. Primer
1) 2) Congenital (Fanconi & non-Fanconi) Idiopathic acquired

B. Sekunder
Obat-obatan
Sering menekan sumsum tulang : busulphan, cyclophosphamid, nitrosureas Jarang menekan sumsum tulang : chlorampenicol, sulphonamides

Hoffbrand A, Pettit J, Moss P. Aplastic anaemia and bone marrow failure. Essential Haematology: Blackwell Science; 2001. p. 92.

Radiasi Bahan kimia: benzene, TNT, insektisida, chlordane, DDT. Infeksi : Hepatitis ( non-A non-B), HIV, miliary TBC, parasit. Gangguan immune: hypoimmunoglobulinemia, thymoma, thymic carcinoma. Kehamilan PNH
Hoffbrand A, Pettit J, Moss P. Aplastic anaemia and bone marrow failure. Essential Haematology: Blackwell Science; 2001. p. 92.

Patofisiologi
Kerusakan pada sel induk pluripoten
Gangguan pada sel induk pluripoten ini menjadi penyebab utama terjadinya anemia aplastik. Sel induk pluripoten yang mengalami gangguan gagal membentuk atau berkembang menjadi sel-sel darah yang baru. Umumnya hal ini dikarenakan kurangnya jumlah sel induk pluripoten ataupun karena fungsinya yang menurun.

Hoffbrand A, Pettit J, Moss P. Aplastic anaemia and bone marrow failure. Essential Haematology: Blackwell Science; 2001. p. 91.

Kerusakan pada microenvironment Ditemukan gangguan pada mikrovaskuler, faktor humoral (misal eritropoietin) maupun bahan penghambat pertumbuhan sel. Hal ini mengakibatkan gagalnya jaringan sumsum tulang untuk berkembang. Gangguan pada microenvironment merupakan kerusakan lingkungan sekitar sel induk pluripoten sehingga menyebabkan kehilangan kemampuan sel tersebut untuk berdiferensiasi menjadi sel-sel darah.
Hoffbrand A, Pettit J, Moss P. Aplastic anaemia and bone marrow failure. Essential Haematology: Blackwell Science; 2001. p. 91.

Patofisiologi anemia aplastik sekunder

Young NS, Maciejewki J. The Pathophysiology of Acquired Aplastic Anemia. Mechanism of diseases; 1997. p. 1365-72

Young NS, Maciejewki J. The Pathophysiology of Acquired Aplastic Anemia. Mechanism of diseases; 1997. p. 1365-72

Young NS, Maciejewki J. The Pathophysiology of Acquired Aplastic Anemia. Mechanism of diseases; 1997. p. 1365-72

Patogenesis
Congenital
a) sering disertai retardasi mental, keterlambatan pertumbuhan, kelainan otot, kelainan ginjal, dan kelainan kulit. b) adanya pemecahan kromosom spontan tes: inkubasi darah perifer dgn diepoxybutane (DEB test) limfosit akan pecah.

Hoffbrand A, Pettit J, Moss P. Aplastic anaemia and bone marrow failure. Essential Haematology: Blackwell Science; 2001. p. 91.

Idiopathic acquired
a) tipe anemia aplastik paling sering b) adanya kerusakan struktur dan fungsional stem cell karena autoimun terhadap sel T.

Sekunder
a) adanya kerusakan langsung pd STL oleh radiasi, virus atau obat sitotoksik,
Hoffbrand A, Pettit J, Moss P. Aplastic anaemia and bone marrow failure. Essential Haematology: Blackwell Science; 2001. p. 94.

Epidemiologi
Jenis anemia yang jarang kasus terjadi pd < 20 thn, disebabkan idiopatik. 1/3 pd > 60 thn, merupakan bentuk sekunder. Asia > eropa pengaruh lingkungan.

McKenzie SB. Hypoproliferative anemia. Textbook of hematology. Philadelphia: Williams & Wilkins; 1996. p. 202

Gejala dan tanda


semua umur, paling banyak 30 thn, pria > wanita tergantung derajat anemia & komplikasi antara infeksi perdarahan Onset AA idiopatik: tjd saat ada serangan demam, Onset AA sekunder: bbrp minggu/bln stlh paparan agen toksik.
1. 2. Hoffbrand A, Pettit J, Moss P. Aplastic anaemia and bone marrow failure. Essential Haematology: Blackwell Science; 2001. p. 94. Williams.DM.Pancytopenia, Aplastic anemia, and Pure Red Cell Aplasia. In Wintrobes Clinical Hematology. Edited by : Greer, JP, Foerster J, Lukens JM, Rodgers GM, Paraskevas F, Glader B. Lippincott;2004. p. 1460

Gejala anemia: letih, lesu, nafas pendek Gejala granulositopenia: * infeksi mulut & tenggorok (adanya ulserasi di mulut dan pharing serta selulitis di leher) Gejala trombositopenia: * petekiae, purpura, epistaksis, perdarahan gusi, perdarahan saluran cerna (melena, hematochezia), menorragi.
Williams.DM.Pancytopenia, Aplastic anemia, and Pure Red Cell Aplasia. In Wintrobes Clinical Hematology. Edited
by : Greer, JP, Foerster J, Lukens JM, Rodgers GM, Paraskevas F, Glader B. Lippincott;2004. p. 1460

Pemeriksaan laboratorium
1. Darah perifer
Eritrosit:
Anemia, Hb < 7 g/dl Jumlah retikulosit absolut < 25 x 109 /L (25.000/L) Neutropenia, rasio batang:segmen Tanpa gambaran sel muda di darah tepi Bila leukosit < 1500 /L limfositopenia absolut Trombositopenia: bleeding time memanjang, tetapi parameter koagulasi normal

Leukosit;

Trombosit:

2. Sediaan hapus darah tepi

Eritrosit: normositik normokrom atau makrositik ringan, disertai anisopoikilositosis. Leukosit: * limfositosis 70-90% * Granula neutrofil > besar & berwarna merah gelap Trombosit: trombositopenia

McKenzie SB. Hypoproliferative anemia. Textbook of hematology. Philadelphia: Williams & Wilkins; 1996. p. 205 Williams.DM.Pancytopenia, Aplastic anemia, and Pure Red Cell Aplasia. In Wintrobes Clinical Hematology. Edited by : Greer, JP, Foerster J, Lukens JM, Rodgers GM, Paraskevas F, Glader B. Lippincott;2004. p. 1461

3. Pemeriksaan sumsum tulang penting untuk membedakan AA dan penyakit lain dgn pansitopenia.
Pada Anemia Aplastik: Sumsum tulang hiposeluler < 25%, terisi lemak >70% Stroma aseluler & lemak terisi oleh limfosit, sel plasma, & sel retikulum. Area hiperseluler hot spot: pd remisi awal & Anemia Aplatik berat Pewarnaan besi: terdapat granula besi di makrofag.

McKenzie SB. Hypoproliferative anemia. Textbook of hematology. Philadelphia: Williams & Wilkins; 1996. p. 206

4. Pemeriksaan lain, tidak spesifik tp sering ditemukan


HbF ( > 1,5 g/dl) terutama pd anak Erythropoietin : adanya hipoksia menstimulasi ginjal memproduksi lbh banyak EPO utk merangsang sumsum tulang. Serum Iron dengan saturasi transferrin > 50% yaitu menggambarkan adanya supresi erythroid

McKenzie SB. Hypoproliferative anemia. Textbook of hematology. Philadelphia: Williams & Wilkins; 1996. p. 206

Diagnosis
Klinis: tanda-tanda anemia, leukopenia trombositopenia tanpa Splenomegali GDT:
1) Tanpa gambaran abN neutrofil 2) Tanpa gambaran sel muda di darah tepi 3) Hitung Retikulosit

dan

Sumsum tulang :
Sel hematopoietik digantikan oleh lemak, tanpa gambaran invasi biopsi: selularitas < 25%

Behrens JA. Anemias of Bone Marrow Failure and Systemic Disorders. In: Stiene Martin, Lotspeich-Steininger CA, Koepke JA, eds. Clinical Hematology Principles, Procedures, Correlations. 2nd ed. Phildelphia: LippincottRaven; 1998. p.143

Kriteria Diagnosis
Berdasarkan International Aplastic Anemia Study Group Severe Aplastic Anemia : Gambaran Sumsum Tulang + 2-3 gambaran darah tepi 1) Darah Tepi : o Neutrofil < 500 / uL o Trombosit < 20.000 / uL o Retikulosit < 20.000/uL

2)

Sumsum Tulang: o Hiposeluler (<25% normal), atau o Moderate cellularity (25-50%), dgn <30% sel hematopoetik

Very Severe Aplastic Anemia a) Neutrofil < 200 / uL

Behrens JA. Anemias of Bone Marrow Failure and Systemic Disorders. In: Stiene-Martin, Lotspeich-Steininger CA, Koepke JA, eds. Clinical Hematology Principles, Procedures, Correlations. 2nd ed. Phildelphia: Lippincott-Raven; 1998. p.140

Penanganan
1) Mencari dan menghentikan penyebab (misalnya : radiasi,obat, agen toksik) 2) Transplantasi sumsum tulang
a) b) a) b) transplantasi Syngeneic: dari kembar identik transplantasi Allogeneic: dari unrelated donor ATG (antithymocyte globulin) ATG + CSA (cyclosporine)

3) Terapi immunosupresif
4) Methyl prednisolone (bolus i.v) dosis tinggi
Williams.DM.Pancytopenia, Aplastic anemia, and Pure Red Cell Aplasia. In Wintrobes Clinical Hematology. Edited by : Greer, JP, Foerster J, Lukens JM, Rodgers GM, Paraskevas F, Glader B. Lippincott;2004. p. 1463-9