Anda di halaman 1dari 31

CSS HIPERTENSI

Yohanes Ferdinand Emmie I. shaharudin Gina Triana S. 1301-1208-0184 1301-1208-2161 1301-1206-0122

Klasifikasi
Klasifikasi tekanan darah terbaru (2003) menurut WHO-ISH
Kategori Optimal BP Normal BP High-Normal Grade 1 Hypertension (mild) Subgroup: Borderline Grade 2 Hypertension (moderate) Grade 3 Hypertension (severe) Isolated Systolic Hypertensio Subgroup: Borderline
10/17/2013

Tekanan darah sistolik Tekanan darah diastolik (mmHg) (mmHg) <120 <130 130-139 140-159 140-149 160-179 >180 >140 140-149 <80 <85 85-89 90-99 90-99 100-109 >110 <90 <90
2

add footer here (go to view menu and choose header)

Klasifikasi tekanan darah pada orang dewasa yang digunakan adalah menurut JNC VII tahun 2003 Klasifikasi Tekanan darah Tekanan sistolik (mmHg) diastolik (mmHg) < 120 < 80 120-139 80-89 140-159 90-99 > 160 > 100 darah

Normal Prehipertensi Hipertensi stage I Hipertensi stage II

10/17/2013

add footer here (go to view menu and choose header)

Kasus hipertensi paling banyak tidak diketahui (90-95%) penyebabnya yang disebut dengan hipertensi esensial atau hipertensi primer. Sedangkan hipertensi sekunder disebabkan oleh perubahan hemodinamik yang dihubungkan dengan penyakit primernya seperti penyakit ginjal. Meskipun banyak kasus yang menyebabkan hipertensi sekunder, tetapi bentuk hipertensi ini hanya 5%8% kasus.

10/17/2013

add footer here (go to view menu and choose header)

Faktor yang berhubungan dengan hipertensi primer


Riwayat hipertensi pada keluarga Umur Jenis kelamin ( laki-laki > 55 th, wanita > 74 th) Ras hitam Diet tinggi Natrium Intoleransi glukosa ( Diabetes Mellitus) Rokok Obesitas Konsumsi alkohol Diet rendah kalium, kalsium

10/17/2013

add footer here (go to view menu and choose header)

PATOGENESIS
Hipertensi ini timbul terutama karena interaksi antara faktor-faktor resiko di bawah ini: Faktor resiko, seperti: diet dan asupan garam, stress, ras, obesitas, merokok, genetis Sistem saraf simpatis
Tonus simpatis Variasi diurnal

Keseimbangan antara modulator vasodilatasi dan vasokontriksi: endotel pembuluh darah berperan utama, tetapi remodelling dari endotel, otot polos, dan interstisium juga memberikan kontribusi akhir baik dalam meningkatkan resistensi perifer maupun peningkatan darah (Yogiantoro, 2006; Brashers, 2006). Pengaruh sistem otokrin setempat yang berperan pada sistem renin, angiotensin, dan aldosteron

10/17/2013

add footer here (go to view menu and choose header)

10/17/2013

add footer here (go to view menu and choose header)

10/17/2013

add footer here (go to view menu and choose header)

ANGIOTENSINOGEN
Renin ANGIOTENSIN I Converting enzyme ANGIOTENSIN II

Macula densa signal Renal arteriolar pressure Renal nerve activity

ANGIOTENSIN III

ANGTIOTENSINASE A

Adrenal cortex

Kidney

Intestine

CNS

Peripheral nervous system Adrenergic facilitation

Vascular smooth muscle

Heart

Aldosterone Sympathetic discharge Distal nephron reabsorption

Contractility

Sodium and water reabsorption

Thirst salt appetite

Vasopressin release

Vasoconstriction

Maintain or increase ECFV

Total peripheral resistance

Cardiac output

10/17/2013

add footer here (go to view menu and choose header)

10

KERUSAKAN ORGAN TARGET


1. jantung hipertrofi ventrikel kiri angina atau infark miokardium gagal jantung 2. otak strok atau transient ischemic attack 3. penyakit ginjal kronis 4. penyakit arteri perifer 5. retinopati
10/17/2013 add footer here (go to view menu and choose header) 11

Adanya kerusakan organ target, terutama pada jantung dan pembuluh darah, akan memperburuk prognosis pasien hipertensi. Tingginya morbiditas dan mortalitas pasien hipertensi terutama disebabkan oleh timbulnya penyakit kardiovaskular.

10/17/2013

add footer here (go to view menu and choose header)

12

DIAGNOSIS HIPERTENSI
Evaluasi pasien hipertensi adalah dengan melakukan anamnesis tentang keluhan pasien, riwayat penyakit dahulu dan penyakit keluarga, pemeriksaan fisis serta pemeriksaan penunjang. Anamnesis meliputi: lama menderita hipertensi dan derajat tekanan darah indikasi adanya hipertensi sekunder keluarga dengan riwayat penyakit ginjal (ginjal polikistik) adanya penyakit ginjal, infeksi saluran kemih, hematuri, pemakaian obat-obat analgesik dan obat bahan lain berkeringat, sakit kepala, kecemasan, palpitasi (feokromositoma) lemah otot dan tetani (aldosteronisme)
10/17/2013 add footer here (go to view menu and choose header) 13

faktor-faktor risiko gejala kerusakan organ


otak dan mata: sakit kepala, vertigo, gangguan penglihatan, transient ischemic attacks, defisit sensoris atau motoris jantung: palpitasi, nyeri dada, sesak, bengkak kaki ginjal: haus, poliuria, nokturia, hematuri arteri perifer: ekstremitas dingin, klaudikasio intermiten

pengobatan antihipertensi sebelumnya faktor-faktor pribadi, keluarga dan lingkungan


add footer here (go to view menu and choose header) 14

10/17/2013

Pemeriksaan penunjang pasien hipertensi terdiri dari: test darah rutin glukosa darah (sebaiknya puasa) kolesterol total serum kolesterol LDL dan HDL serum trigliserida serum (puasa) asam urat serum kreatinin serum kalium serum urinalisis (uji carik celup serta sedimen urin) elektrokardiogram

10/17/2013

add footer here (go to view menu and choose header)

15

Beberapa pedoman penanganan hipertensi menganjurkan test lain seperti: ekokardiogram USG karotis (dan femoral) C-reactive protein mikroalbuminuria atau perbandingan albumin/kreatinin urin proteinuria kuantitatif (jika uji carik positif) funduskopi (pada hipertensi berat)

10/17/2013

add footer here (go to view menu and choose header)

16

Penatalaksanaan Hipertensi
Target tekanan darah yang berhubungan dengan penyakit kardiovaskular adalah 140/90 nnHg. Namun, pada penyakit diabetes atau penyakit ginjal target tekanan darah kurang dari 130/80 mmHg.

10/17/2013

add footer here (go to view menu and choose header)

17

Lifestyle modification
weight reduction sodium restriction dietary fat modification exercise alcohol restriction caffeine restriction relaxation techniques potassium supplementation

10/17/2013

add footer here (go to view menu and choose header)

18

Modification Weight reduction Adopt DASH eating Plan Dietary sodium reduction

Recommendation Maintain normal body weight (BMI, 18.5-24.9) Consume a diet rich in fruits, vegetables, and low-fat dairy products with a reduced content of saturated and total fat Reduce dietary sodium intake to no more than 100 mEg/L (2.4 g sodium or 6 g sodium chloride)

Approximate Systolic BP Reduction, Range 5-20 mm Hg/10-Kg weight loss 8-14 mm Hg

2-8 mm Hg

Physical activity

Engage in regular aerobic physical activity such as brisk walking (at least 30 minutes per day, most days of the week)
Limit consumption to no more than 2 drnks per day (1 oz or 30mL ethanol (eg. 24 oz beer, 10 oz wine, or 3 oz 80-proof whiskey) in most men and no more than 1 drink per day in women and lighter-weight persons

4-9 mm Hg

Moderation of alcohol consumption

2-4 mm Hg

Figure. Algorithm for Treatment of Hypertension


Lifestyle Modification

Not at Goal BP (<140/90 mm Hg or <130/80 mm Hg for Those With Diabetes Or Chronic Kidney Disease)

Initial Drug Choices

Hypertension Without Compelling Indications

Hypertension With Compelling Indications

Stage 1 Hypertension (systolic BP 140-159 mm Hg Or Diastolic BP 90-99 mm Hg) Thiazide type diuretics for most may consider ACE inhibitor, ARB, -blocker, CCB, or Combination

Stage 2 Hypertension (systolic BP 160 mm Hg Or Diastolic BP 100 mm Hg) 2-Drug combination for most (usually thiazide - type diuretic and ACE inhibitor or ARB or -blocker, CCB)

Drug(s) for the Compelling indication Other antihypertensive drugs (diuretics, ACE inhibitor, ARB, blocker, CCB) as Needed

Not at Goal BP

Optimize Dosages or Add Additional Drugs Until Goal BP is Achieved Consider Consultation With HypertensionSpecialist

Jenis-jenis obat anti hipertensi yang biasa digunakan antara lain : Thiazide diuretics Loop diuretics Potassium-sparing diuretics Aldosterone-receptor blockers -blockers -blockers with intrinsic sympathomimetic activity combined - and -blockers ACE inhibitors Angiotensin II antagonists Calcium channel blockers-non-dihydropyridines Calcium channel blockers dihydropyridines -blockers Central 2-agonists and other centrally acting drugs Direct vasodilators

10/17/2013

add footer here (go to view menu and choose header)

21

Jenis-jenis obat antihipertensi kombinasi ACE inhibitors and CCBs ACE inhibitors and diuretics ARBs and diuretics -blockers and diuretics alpha-blocker and betablocker
10/17/2013 add footer here (go to view menu and choose header) 22

Stratifying Risk - Quantifying Prognosis

10/17/2013

add footer here (go to view menu and choose header)

23

Pemantauan Pasien yang telah mulai mendapat pengobatan harus dating kembali untuk evaluasi lanjutan dan pengaturan dosis obat sampai pengaturan tekanan darah tercapai. Setalah tekanan darah tercapai dan stabil, kunjungan selanjutnya dengan interval 3-6 bulan, tetapi frekuensi kunjungan ini juga ditentukan oleh ada tidaknya komorbiditas seperti gagal jantung, diabetes, dan pemeriksaan laboratorium yang dibutuhkan.

10/17/2013

add footer here (go to view menu and choose header)

24

Penyebab hipertensi resisten :


1. pengukuran tekanan darah yang tidak benar 2. dosis belum memadai 3. ketidakpatuhan pasien dalam penggunaan obat antihipertensi 4. ketidakpatuhan pasien dalam memperbaiki pola hidup 5. kelebihan volume cairan tubuh : asupan garam berlebih terapi diuretic tidak cukup penurunan fungsi ginjal berjalan progresif 6. adanya terapi lain : masih menggunakan bahan/obat yang meningkatkan tekanan darah adanya obat lain yang mempengaruhi atau berinteraksi dengan kerja obat antihipertensi adanya penyebab hipertensi lain/sekunder

10/17/2013

add footer here (go to view menu and choose header)

25

Indications
Compelling Possible
Diabetes

Diuretics

Heart failure Elderly patients Systolic hypertension

Contraindications Compelling
Gout

Possible
Dyslipidaemia Sexually active males
26

10/17/2013

add footer here (go to view menu and choose header)

Indications

Beta-Blockers

Compelling Angina After myocardial infarct Tachyarrhythmias

Possible Heart failure Pregnancy Diabetes

Contraindications
Compelling Asthma and Chronic obstructive Pulmonary disease Heart block (AV 2,3) Possible Dyslipidaemia Athletes and Physically active Patients Peripheral

vascular disease
10/17/2013 add footer here (go to view menu and choose header) 27

Indications

Calcium Antagonists

Compelling

Possible

Angina Peripheral Elderly patients Vascular disease Systolic hypertension

Contraindications Compelling
Heart block (AV 2,3)
* verapimil or diltiazem

Possible
Heart failure*

10/17/2013

add footer here (go to view menu and choose header)

28

Indications

ACE Inhibitors

Compelling Heart failure Left ventricular dysfunct After myocardial infarct Diabetic nephropathy

Possible

Contraindications
Compelling Pregnancy Bilateral renal artery stenosis Hyperkalaemia
add footer here (go to view menu and choose header) 29

Possible

10/17/2013

Alpha-Blockers

Indications
Compelling Prostatic Hypertrophy Possible Glucose intolerance Dyslipidaemia

Contraindications
Compelling Possible Orthostatic

hypotension

10/17/2013

add footer here (go to view menu and choose header)

30

Indications

Angiotensin II Antagonists

Compelling ACE-I cough

Possible Heart failure

Contraindications
Compelling Pregnancy Possible

Bilateral renal artery stenosis Hyperkalaemia


add footer here (go to view menu and choose header) 31

10/17/2013