Anda di halaman 1dari 17

NIM:110600160

Traumatik ulser

PATRICK A/L SAVARI DASS

DEFINISI
Ulser adalah suatu defek pada jaringan epitel berupa

lesi cekung berbatas jelasyang telah kehilangan lapisan epidermis (Greenberg dan Glick, 2003). MenurutMosby's Dental Dictionary (2008), ulser traumatik adalah ulserasi yang disebabkankarena trauma. Ulser traumatik biasanya terasa sakit dan lesinya berupa ulser tunggal berbatas eritema dengan dasar yang dilapisi pseudomembran. Jika lesi multipeldisebabkan karena stomatitis apthous rekuren. Ulser traumatik terjadi karena tergigit,adanya gigi yang tajam, atau gigi tiruan yang kasar (Thomas, 2010).

ETIOLOGI

TRAUMA FISIK
Trauma fisik yang biasa terjadi termasuk pipi atau lidah yang tergigit, iritasi gigitiruan yang

tidak sesuai, trauma dari benda asing atau bahkan trauma dari sebuah sikat gigi karena terlalu bersemangat menyikat gigi (Cunningham, 2002). Situasi yang jugakadang-kadang muncul di mana pasien dengan masalah psikologi mungkin sengaja menyebabkan ulserasi di dalam mulut mereka (ulser factitial) (Jordan and Lewis,2004)

TRAUMA KIMIA
Trauma kimia dapat merusak berbagai daerah pada membran mukosa. Contoh trauma kimia: aspirin, hydrogen peroksida.

TRAUMA TERMAL
Injuri thermal mencakup trauma terbakar listrik yang biasanya ditemukan pada anak-anak yang

tidak sengaja menelan kabel listrik. Sumber injuri thermal yang lebih sering berasal dari makanan atau minuman yang panas, misalnya kopi atau lelehan keju dari pizza, dan biasanya ulkus terdapat pada palatum. Selain itu, injuri thermal juga dapat terjadi secara iatrogenik, yaitu overheat instrument yang mengenai mukosa. Efek lebih parah terjadi pada mukosa yang dianestesi, karena pasien tidak dapat merasakan sakit pada mukosa yang berkontak dengan instrumen tersebut.

FAKTOR INTROGENIK
Traumatik ulser juga dapat bersifat iatrogenik

(disebabkan oleh praktisi kesehatan yang kurang hati-hati, akibat perawatan medis, atau akibat prosedur diagnosis). Tentu saja memperhatikan jaringan lunak rongga mulut yang rapuh merupakan hal yang penting dalam perawatan dental. Manipulasi jaringan secara berlebihan dalam perawatan dental dapat menyebabkan lesi pada jaringan lunak yang seharusnya bisa dihindari. Ulser yang muncul bisa disebkan oleh pengambilan sisa cotton roll yang menempel, alat penyedot saliva yang menekan mukosa, atau jaringan lunak dan mukosa yang terkena rotary instrument secara tidak sengaja.

GAMABARAN KLINIS

Acute reactive ulcers


inflamasi akut, memiliki berbagai tingkatan

rasa nyeri, kemerahan dan terdapat pembengkakan. Ulser dilapisi dengan eksudat fibrin berwarna putih kekuningan dan kemerahan di sekelilingnya.

Chronic reactive ulcers


sedikit atau tanpa ada rasa nyeri. Ulser

dilapisi oleh membran berwarna kuning dan dikelilingi oleh lapisan hiperkeratosis sehingga permukaan lesi keras. Terlihat formasi bekas luka, dan infiltrasi sek inflamatori kronik

Benign chronic ulcers


Biasa dikenal dengan traumatic granuloma (traumatic ulcerative granuloma dengan stromal

eosinophilia). Pada umumnya dikaitkan dengan injuri mukosa yang dalam. Ulser seperti kawah dengan diameter 1-2 mm. Memerlukan waktu penyembuhan selama beberapa minggu. Ulser ini biasanya ditemukan di lidah. Chronic ulcer yang ditemukan pada lidah dikenal dengan nama necrotizing sialometaplasia, dikaitkan dengan iskemik nekrosis dari kelenjar saliva minor dan penyembuhan terjadi secara spontan dalam beberapa minggu.

PERAWATAN

Menurut Houston (2009), perawatan lesi ulserasi

bermacam-macam tergantung dariukuran, durasi dan lokasi. Ulserasi akibat trauma mekanis atau termal dari makanan biasanya sembuh dalam 1014 hari dengan menghilangkan penyebabnya.Penatalaks anaan terbaik untuk ulserasi yang berhubungan dengan trauma kimiawi yaitu dengan mencegah kontak dengan bahan kimia penyebabnya. Trauma elektris pada mukosa oral biasanya dirawat pada bagian luka bakar dan dipertimbangkanuntuk pemberian vaksin jika perlu. Terapi antibiotik (biasanya penisilin) diberikanuntuk mencegah adanya infeksi sekunder jika lesi yang terjadi parah dan dalam.Kebanyakan ulser traumatik sembuh tanpa memerlukan terapi antibiotik.

Antiseptik topikaL
Chlorhexidine gluconate 0,2 %

Cara penggunaan: kumur selama 1 menitsebanyak

10 ml Waktu: 2x sehari selama masih terdapat lesisampai 2 hari setelah lesi sembuh
Povidon iodine 1 % Cara penggunaan: kumur selama 30 detik sebanyak

10 ml Waktu: 3-4x sehar

Analgesik topikaL
Benzydamine hydrochloride Cara penggunaan: kumur selama 1 menitseba

nyak 15 ml Waktu: 2-3x sehari, tidak boleh lebih dari 7 hari

Kortikosteroid topikal
Triamcinolone acetonide 0,1% Cara penggunaan: dioles tipis pada luka Waktu: setelah makan dan sebelum tidur

Antibiotik topikal
Chlortetracycline Cara penggunaan: larutkan 1 kapsul dalam 10

mlair, kumur selama 3-5 menit Waktu: 4x sehari namun tidak untuk terapi ja ngka panjang