Anda di halaman 1dari 21

SAMPLING : Pengambilan sebagian kecil material dari suatu material yang besar, sedemikian rupa, sehingga mewakili (representatif

) kualitas keseluruhan material yang besar tersebut

CONTO

CONTOH

Bahasa Inggeris : Sample Kata kerja : Sampling Bahasa Indonesia : Pemerconto Ada material yang didapat

Bahasa Inggeris : Example Tidak ada kata kerjanya baik dalam bahasa Ing atau Ind Tak ada material yang didapat

Posisi Kegiatan Sampling


EKSPLORASI/ PENYELIDIKAN UMUM

Out Cropping : channel Test Pit : channel Trenching : channel Drilling : core, cutting

EKPLOITASI

Coal Eksposed : channel Run off mine : bulk/grab Stockpile : bulk/grab Belt Conveyor/grab Ponton/Barge/Tongkang : grab Kapal/Ship/Vessel : grab

Metode Sampling
Channel Sampling Core Sampling Cutting Sampling

Insitu Sampling

Bulk Sampling

Manual Sampling Mechanical Sampling

Insitu Sampling
Insitu Sampling : sistim pengambilan sample yang dilakukan pada suatu material yang belum diganggu atau masih dalam kondisi asli

1. Channel Sampling :
Pengambilan sample dengan sistim ini biasanya dilakukan pada singkapan batubara (out crop) dan face dari lapisan batubara yang sudah terbuka di lokasi tambang (coal exposed)
Tata cara pengambilan sample dengan sistim Channel sampling :
Bersihkan bagian yang akan diambil Catat kondisi lapisan Buat garis pengambilan Berat pengambilan 2,5 4 kg/m Masukkan sample kedalam plastik Beri indentitas yang jelas
20 cm

10 cm

Arah pengambilan sample

Pada Out Crop : Pengambilan sample dapat diambil di semua out crop manapun yang ada, namun karena merupakan bagian yang tersingkap biasanya out crop tersebut merupakan lapisan batubara yang lapuk atau sudah teroksidasi sangat parah. Untuk itu sebaiknya dilakukan pengambilan 2 unit sample pada lokasi yang sama, dimana 1 unit diambil dan dianalisis sesuai dengan kondisi aslinya dan 1 unit lainnya diambil kemudian dibersihkan lalu dianalisis. Hal ini dilakukan untuk melihat perbandingan hasil analisisnya. Namun jika out crop tersebut pada saat dibersihkan dapat diperoleh sample batubara pada kondisi fresh, maka sample cukup diambil 1 unit sample saja. Pada Coal Exposed : Pengambilan sample dilakukan dengan mempertimbang hal-hal sebagai berikut : 1. Pengambilan sample dilakukan sesuai dengan keperluan, mis : skala tambang, kemajuan blok , analisis per produksi untuk memonitor pergerakan kualitas ROM 2. Sistim pengambilan : Pada lokasi cropline Pada lokasi setelah cropline

Pada lapisan batubara berparting : -Parting tipis ( < 5 cm ) -Parting tebal ( > 5 cm ) Pada lapisan batubara dengan ketebalan tipis-sedang ( <2 m) : Pekerjaan sampling dapat dilakukan dengan mudah Dapat dilakukan pada satu lintasan

Pada lapisan batubara tebal ( >2 m ) : Pekerjaan sampling akan menjadi sulit Peralatan apapun tidak akan dapat membantu untuk melakukan sampling sesuai dengan kaedah/aturan yang ada Hasil sampling (sample) menjadi bertebaran Coba dibayangkan jika anda diinstruksi untuk melakukan sampling pada ketebalan batubara setebal 10 meter (studi kasus out cropping)

Ply / Ply by Ply / Part by Part -- Sampling :


Tujuan : Mengingat sifat batubara yang heterogen maka perlu diketahui distribusi kualitas pada sepanjang ketebalan lapisan batubara

Mempermudah pekerjaan sampling pada lapisan batubara tebal


Perlu dilakukan jika ditemui indikasi perbedaan kualitas yang sangat mencolok pada 2 titik bor coring yang berdekatan

2. Core Sampling :
Pengambilan sample dengan sistim ini dilakukan pada inti bor (core) yang ada dalam core barrel pada kegiatan drilling.

Water pump

Permukaan tanah
Sump 1 Sump 2

coal seam (lapisan batubara)

Mata bor (bit) yang biasa digunakan :

Diamond Bit

Sawtooth bit

Hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan ply sampling :


1. Parting 2. Core Recovery 3. Kondisi fisik

2. Cutting Sampling :
Pengambilan sample batubara dari hancuran mata bor (bit). Biasanya mata bor yang digunakan adalah Roller Rock Bit (batuan keras) dan Drag Bit (batuan lebih lunak) :

Perlu diperhatikan : - Sebaiknya tidak mengambil sample untuk keperluan komersial - Sample tidak dapat mencerminkan kondisi batubara secara keseluruhan

Bulk /Run Off Mine Sampling


Bulk Sampling : sistim pengambilan sample yang dilakukan pada suatu material yang sudah diganggu atau pada kondisi tumpukan dan curah Menggunakan tenaga manusia langsung Hanya cocok digunakan untuk produksi kecil Kesalahan terbesar terletak pada pekerja Mampu menyesuaikan diri pada kondisi apapun Keakuratan dan disiplin berbeda antar personil

Manual Sampling

Mechanical Sampling

Memerlukan biaya yang sangat besar Cocok diterapkan untuk kapasitas besar Tingkat keakuratan sangat tinggi kondisi aliran material menjadi masalah utama Unbias

Ruang lingkup kerja/Lokasi kerja Bulk Sampling : Dump Truck Sampling/Wagon Sampling Stockpile Sampling Belt Sampling Barge Sampling Grab Sampling

MANUAL SAMPLING
1. Stockpile Sampling

Zona oksidasi 7

1 8 9

3 10

4 11

12 13 14 20 28 21 22 29 30 36

15 16

17

18 19 26 27

COAL STOCK

23 24 25

31 32 33

34 35

Tampak Samping Tampak Atas

2. Sampling from Stop Belt


Metode ini adalah metode yang paling akurat dari semua metode sampling karena seluruh material yang berada di atas belt dapat diambil keseluruhan. Sistim ini hanya dapat diterapkan pada produksi kecil. Kerugian sistim ini adalah dapat mengganggu jalannya operasi karena serinya belt dimati-hidupkan sehingga selain dapat memperkecil produksi dapat juga merusak mesin karena setelah sampling belt dipaksa kembali bergerak pada saat posisi belt terisi batubara. Cara Kerja : Belt Conveyor yang berisi material batubara pada saat akan dilakukan sampling terlebih dahulu harus dihentikan operasinya. Selanjutnya Sampling Frame dengan lebar 3 x top size diletakkan dan ditekan pada batubara yang ada di belt tersebut sampai menyentuh belt. Kemudian seluruh material yang ada dalam frame diambil keseluruhan dengan menggunakan sekop/cangkul kecil dan sisa fine coal diambil dengan menggunakan kain atau kuas hingga belt tersebut bersih.

3. Sampling from Falling Stream


Pada sistim ini, pengambilan sample dilakukan dengan menggunakan Cup Sample dengan ukuran bukaan 3 x top size pada posisi di ujung conveyor tertinggi atau tempat jatuhnya material Cara Kerja : Gerakkan cup sample (sample collector) di sepanjang lebar curahan material pada sekali jalan dengan kecepatan yang tetap. Usahakan kecepatannya diatur sedemikian rupa sehingga cup sample tidak sampai melimpah ataupun tidak terlalu sedikit. Perlu dilakukan secara hati-hati mengingat beratnya batubara

Ellips cup

Kelemahan : Faktor kesehatan sampler sangat mempengaruhi keakuratan sample

2. Sampling from Moving Belt


Pada sistim ini, pengambilan sample dilakukan dengan menggunakan Ellips Cup Sampler dengan ukuran bukaan 3 x top size pada posisi di ujung conveyor tertinggi atau tempat jatuhnya material Cara Kerja : Gerakkan cup sample (sample collector) di sepanjang lebar curahan material pada sekali jalan dengan kecepatan yang tetap. Usahakan kecepatannya diatur sedemikian rupa sehingga cup sample tidak sampai melimpah ataupun tidak terlalu sedikit. Perlu dilakukan secara hati-hati mengingat beratnya batubara

Kelemahan : Faktor kesehatan sampler sangat mempengaruhi keakuratan sample