Anda di halaman 1dari 18

VIII.

ANALISIS SAMBUNGAN PAKU

I. Tahanan Lateral Acuan

Sambungan satu irisan dan dibebani tegak lurus sumbu alat pengencang dan dipasang tegak lurus sumbu komponen struktur diambil sebagai nilai terkecil dari persamaan yang dihitung sesuai Tabel 1 dan dikalikan dengan jumlah alat pengencang (nf). Sambungan dua irisan, diambil sebesar dua kali tahanan lateral acuan satu irisan terkecil. Nilai kuat tumpu kayu untuk beberapa nilai berat jenis dpt dilihat pd Tabel 2.

Kuat lentur paku bulat dpt dilihat pd Tabel 3 (ASCE, 1997).


Dimensi paku yg meliputi diameter, panjang, dan angka kelangsingan, dpt dilihat pd Tabel 4.

Tabel 1. Tahanan lateral acuan satu paku (Z) pada sambungan dengan satu irisan yang menyambung dua komponen
Moda Kelelehan Is

Persamaan yang berlaku


Z 3,3Dt s Fes KD

IIIm
Z 3,3k1 DpFem K D (1 2 Re )

dengan:
2 Fyb 1 2 Re D 2 3Fem p 2

k1 1 21 Re

IIIs

21 Re 2 Fyb 1 2 Re D k 2 1 Re 3Femt s2

3,3k 2 Dt s Fem K D (2 Re )

dengan:
2

Catatan: Re = Fem/Fes p = kedalaman penetrasi efektif batang alat pengencang pada komponen pemegang(lihat Gambar 20), KD = 2,2 untuk D 4,3 mm, = 0,38 D + 0,56 untuk 4,3 mm < D < 6,4 mm, = 3,0 untuk D 6,4 mm.

IV
Z

3,3D 2 KD

2 Fem Fyb 3(1 Re )

Tabel 2. Kuat tumpu paku untuk berbagai berat jenis kayu Berat jenis kayu (G) 0,40 Nilai Fe (N/mm2) 21,21 0,45 26,35 0,50 31,98 0,55 38,11 0,60 44,73 0,65 51,83 0,70 59,40

Tabel 3. Kuat lentur paku untuk berbagai diameter paku bulat Kuat lentur paku Fyb (N/mm2) 3,6 mm 3,6 mm < D 4,7 mm 4,7 mm < D 5,9 mm 5,9 mm < D 7,1 mm 7,1 mm < D 8,3 mm D > 8,3 mm 689 620 552 483 414 310

Tabel 4. Berbagai ukuran diameter dan panjang paku

Diameter paku

Nama paku

Diameter (mm)

Panjang (mm) 51 63 76 89 102

2"BWG12 2,5"BWG11 3"BWG10 3,5"BWG9 4"BWG8

2,8 3,1 3,4 3,8 4,2

18 20 22 23 24

4,5"BWG6

5,2

114

22

II. Geometrik Sambungan Paku


Spasi dlm satu baris (a). Pd semua arah garis kerja gaya thd arah serat kayu: spasi minimum antar alat pengencang dlm satu baris diambil sebear 10 D bila digunakan pelat sisi dari kayu dan minimal 7 D untuk pelat sisi dari baja. Spasi antar baris (b). Pada semua arah garis kerja gaya thd arah serat kayu, spasi minimum antar baris adalah 5 D.
Jarak ujung (c). Jarak minimum dr ujung komponen str ke pusat alat pengencang terdekat diambil sbb: a. untuk beban tarik lateral: b. untuk beban tekan lateral: - 15 D : pelat sisi dari kayu - 10 D : pelat sisi dari kayu - 10 D : pelat sisi dari baja - 5 D : pelat sisi dari baja

Jarak tepi (jarak tepi dg beban, d, dan jarak tepi tanpa beban, e). Jarak minimum dari tepi komponen str ke pusat alat pengencang terdekat diambil sbb: - 5 D pada tepi yg tidak dibebani - 10 D pada tepi yg dibebani

III. Faktor Koreksi Sambungan Paku


1. Kedalaman penetrasi (Cd).

Tahanan lateral acuan dikalikan dg faktor kedalaman penetrasi (p), sbb: - p 12D , Cd = 1,00 - 6D p 12D , Cd = p/12D - p 6D , Cd = 0,00

2.

Serat ujung (Ceg). Tahanan lateral acuan harus dikalikan dengan faktor serat ujung Ceg = 0,67, untuk alat pengencang yg ditanam ke dalam serat ujung kayu.

3.

Sambungan paku miring (Ctn). Pada sambungan spt ini, tahanan lateral acuan hrs dikalikan dg faktor paku miring Ctn = 0,83.

4.

Sambungan diafragma (Cdi). Faktor koreksi ini hanya berlaku untuk sambungan rangka kayu dg plywood spt pd str diafragma atau shear wall. Nilai faktor koreksi ini umumnya lebih besar dari 1,00.
Contoh soal 1. Rencanakan sambungan perpanjangan (lihat Gambar) dg menggunakan alat sambung paku. Kayu penyusun sambungan memiliki berat jenis 0,5. Asumsikan nilai () = 0,8.

Penyelesaian : Dicoba paku 4BWG8 (diameter 4,2 mm dan panjang 102 mm). Menghit tahanan lateral acuan satu paku (Z). Diameter paku (D) = 4,2 mm Kuat lentur paku (Fyb) = 620 N/mm2 Kuat kayu samping dan utama dianggap memiliki berat jenis yg sama, maka Fes = Fem = 31,98 N/mm2 dan Re = 1,00. Tebal kayu samping (ts) = 25 mm Penetrasi pd komponen pemegang (p) = 102 25 50 = 27 mm KD = 2,2 (untuk paku dg diameter < 4,3 mm) Moda kelelehan Is .

3,3Dt s Fes 3,3 x 4,2 x 25 x31,98 10074 N KD 2,2

Moda kelelehan IIIm


k1 1 21 Re 2 Fyb (1 2 Re ) D 2 3Fem p 2
2

2 x620 x1 2 x14,2 1 21 1 1,22 2 3 x31,98x 27 3,3k1DpFem 3,3 x1,22 x 4,2 x 27 x31,98 Z 4432 N K D 1 2 Re 2,21 2 x1

Moda kelelehan IIIs


k2 1 1 Z
2 21 Re 2 Fyb (1 2 Re ) D Re 3Femt s2

21 1 2 x620 x1 2 x14,2 1,26 2 1 3 x31,98 x 25


2

3,3k2 Dts Fem 3,3 x1,26 x 4,2 x 25 x31,98 4221 N K D 2 Re 2,22 1

Moda kelelehan IV
3,3D 2 Z KD 31 Re 2 Fem Fyb 3,3x(4,2) 2 2,2 2 x31,98x620 4302 N 31 1

Jadi tahanan lateral acuan terkecil : IIIs = 4221 N Tahanan lateral acuan untuk dua irisan, Z = 2 x 4221 = 8442 N Tahanan lateral acuan terkoreksi (Z). Nilai koreksi penetrasi (Cd) p = 27 mm > 6D (6 x 4,2 = 25,2 mm) < 12D (12 x 4,2 = 50,4 mm), maka: Cd = p/12D = 27/50,4 = 0,536 Z = Cd.Z (Cdi , Ceg , dan Ctn tdk diperhitungkan) = 0,536 x 8442 = 4525 N

Tahanan lateral ijin satu paku (Zu). Zu = .z.Z = 0,8 x 0,65 x 4525 = 2353 N Menghit jumlah paku (nf).
nf P 20000 8,5 bh Zu 2353

(dipasang 10 bh paku spt Gambar)

Ketent penempatan paku: - spasi dlm 1 baris (a) - jarak antar baris (b) - jarak ujung (c) - jarak tepi tdk dibebani (e)

: 10D = 42 mm ~ 50 mm : 5D = 21 mm ~ 30 mm : 15D = 63 mm ~ 75 mm : 5D = 21 mm ~ 30 mm

Contoh soal 2. Hitunglah gaya tarik Pmaks yg dijinkan dari sambungan satu irisan spt gambar. Paku yg digunakan 3BWG10, berat jenis kayu 0,55 dan faktor waktu () = 1,00.

Penyelesaian: Tahanan lateral acuan satu baut (Z). Paku 3BWG10, diameter 3,4 mm dan panjang 76 mm Kuat lentur paku (Fyb) = 689 N/mm2 Kuat tumpu kayu Fes = Fem = 38,11 N/mm2 dan Re = 1,00 Tebal kayu penyambung (tebal kayu terkecil) = 30 mm Kedalaman penetrasi (p) = 76 30 = 46 mm KD = 2,2 (diameter paku < 4,3 mm)

Tahanan lateral acuan (N) 5831 3126

Moda Kelelehan Is IIIm

2163
1622

IIIs
IV

Tahanan lateral acuan terkoreksi (Z). Nilai koreksi penetrasi (Cd) p = 46 mm > 12 D (12 x 3,4 = 40,8 mm) , Z = Cd. Z = 1,00 x 1622 = 1622 N Gaya tarik maks sambungan (P). P nf..z.Z 12 x 1,00 x 0,65 x 1622 = 12651 N Jadi gaya tarik maks adalah 12,651 kN

jadi Cd = 1,00

Contoh soal 3. Hitunglah besarnya gaya tarik P dari sambungan buhul spt gambar yg tersusun dari kayu dg berat jenis 0,6 dan paku 2,5BWG11. Asumsikan nilai faktor waktu () = 0,80.

Penyelesaian: Tahanan lateral acuan satu baut (Z) satu irisan.


Paku 2,5BWG11, diameter 3,1 mm dan panjang 63 mm Kuat lentur paku (Fyb) = 689 N/mm2 Kuat tumpu kayu Fes = Fem = 44,73 N/mm2 dan Re = 1,00 Tebal kayu samping (ts) = 30 mm Kedalaman penetrasi (p) = 63 30 = 33 mm Kontrol overlapping (v) v = 2 x (p 0,5tm) = 2 x (33 25) = 16 mm > 4D (4 x 3,1 = 12,4 mm) KD = 2,2 (diameter paku < 4,3 mm) Tahanan lateral acuan (N) 6240 2441 Moda Kelelehan Is IIIm Karena penempatan paku pada 2 sisi, maka tahanan lateral acuan: Z = 2 x 1461 = 2921 N

2248
1461

IIIs
IV

Menghit tahanan lateral acuan terkoreksi (Z). Nilai koreksi penetrasi (Cd). p = 33 mm > 6D (6 x 3,1 = 18,6 mm) < 12D (12 x 3,1 = 37,2 mm), maka: Cd = p/12D = 33/37,2 = 0,89 Z = Cd.Z = 0,89 x 2921 = 2599 N. Gaya tarik maks sambungan (P). P nf..z.Z 9 x 0,8 x 0,65 x 2599 = 12163 N Jadi gaya tarik maks adalah 12,16 kN