Anda di halaman 1dari 14

O B S G Y N

Persalinan Prematur
Desi Anna Rahmi 0707101050 070

Pembimbing : dr. Mohd. Andalas, Sp.OG

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Penyebab utama kematian dan kesakitan neonatus Angka kejadian persalinan prematur cenderung makin meningkat setiap tahunnya
Amerika

Serikat : 9,5% 1980 11% 2000 Indonesia : 14% dari sekitar 4 juta kelahiran

TINJAUAN PUSTAKA

Definisi
Premat ur

usia kehamilan lebih dari 20 minggu kurang dari 37 minggu

Persalina n

kontraksi teratur disertai dengan perubahan serviks terjadi pada kehamilan kurang dari 37 minggu.

Etiologi

Tidak diketahui faktor risiko :

Mayor: Kehamilan multiple Anomaly uterus Serviks terbuka >1cm pada kehamilan 32 minggu Serviks mendatar/memendek kurang dari 1 cm pada kehamilan 32 minggu Riwayat abortus pada trimester II lebih dari 1 kali Riwayat persalinan preterm sebelumnya Operasi abdominal pada kehamilan preterm Riwayat operasi konisasi Iritabilitas uterus

Minor: Penyakit yang disertai demam Perdarahan pervaginam setelah kehamilan 12 minggu Riwayat pielonefritis Merokok lebih dari 10 batang perhari Riwayat abortus pada trimester II Riwayat abortus pada trimester I lebih dari 2 kali

risiko tinggi bila di jumpai satu atau lebih faktor risiko mayor atau dua atau lebih faktor risiko minor atau keduanya.

Patogenesis

Kriteria Diagnosis

Usia kehamilan antara 20 dan 37 minggu atau antara 140 dan 259 hari Kontraksi uterus (his) teratur. Pemeriksaan dalam menunjukkan bahwa serviks telah mendatar 50-80%, atau sedikitnya 2 cm Selaput ketuban seringkali telah pecah Adanya gejala seperti rasa kaku di perut menyerupai kaku menstruasi, rasa tekanan intrapelvik dan nyeri bagian belakang Keluar lendir pervaginam, bercampur darah

Pemeriksaan Penunjang
1)Laboratorium
Pemeriksaan

kultur urine Pemeriksaan gas dan pH darah janin Pemeriksaan darah tepi ibu: Jumlah lekosit C-reactive protein Prokalsitonin

2) USG

Penatalaksanaan

Tujuan
Menghambat atau mengurangi kekuatan dan frekuensi kontraksi, sehingga menunda waktu untuk persalinan. Mengoptimalkan status janin sebelum kelahiran prematur.

Tatalaksana (sambungan)
Tirah baring
Hidrasi dan sedasi

Akselerasi fungsi pematangan paru

Pemberian antibiotik

Pemberian tokolitik

Proses persalinan

presentasi kepala : pervaginam dengan episiotomi lebar dan perlindungan forseps terutama pada bayi < 35 minggu Seksio sesaria dengan indikasi :

Janin sungsang Taksiran berat badan janin kurang dari 1500 gram (masih kontroversial) Gawat janin, bila syarat pervaginam tidak terpenuhi Infeksi intrapartum dengan takikardi janin, gerakan janin melemah, ologohidramnion, dan cairan amnion berbau, bila syarat pervaginam tidak terpenuhi. Kontraindikasi partus pervaginam lain (letak lintang, plasenta previa, dan sebagainya).

Pencegahan
Primer Sekund er
untuk menghilangkan atau mengurangi risiko pada wanita yang diketahui memiliki faktor risiko persalinan preterm.

Tersier

untuk semua wanita, sebelum atau selama kehamilan untuk mencegah dan mengurangi risiko.

Dimulai setelah proses persalinan terjadi, dengan tujuan untuk mencegah kelahiran preterm atau meningkatkan outcome dari bayi preterm.

Terima Kasih