Anda di halaman 1dari 14

LEUKOPLAKIA

OLEH : SHERIFA AMELIA 1110070110090

Definisi
Leukoplakia didefinisikan sebagai patch putih atau plak pada mukosa oral yang tidak dapat dihapus dan yang tidak dapat diklasifikasikan secara klinis atau patologis sebagai penyakit lainnya. itu adalah lesi mukosa yang paling umum di mulut orang dewasa. Tembakau merupakan faktor paling penting dalam etiologi, tetapi bukan satu-satunya faktor. Divisi klinis dan subdivisi dari lesi leukoplakia memiliki implikasi penting untuk prognosis. Pembagian dua kelompok besar yang telah diakui, salah satunya memiliki tiga leukoplakia sub-tipe. Leukoplakia Homogeneous memiliki risiko rendah untuk bertransformasi menjadi ganas, sedangkan leukoplakia nonhomogeneous memiliki risiko yang jauh lebih tinggi.

A. Homogeneous leukoplakia muncul seragam putih dengan permukaan halus atau corugated.
Upper Lip

Gingiva

B. Nonhomogenous Leukoplakia adalah lesi yang sebagian berwarna putih dan sebagian muncul memerah. komponen merah dan putih mungkin muncul dalam beberapa variasi, berikut tiga contoh karakteristiknya :

Ket : A : Verrucous Leukoplakia B : Gingiva and Palate Nodular Leukoplakia C : Commisure and Right Bucal Nodular Leukoplakia D : Right Bucal ErythroLeukolakia D

MAKROSKOPIS KLINIS
Secara makroskopis, sukar atau tidak dapat ditentukan atau dilihat apakah leukoplakia sudah berubah menjadi ganas. Tampak bercak-bercak putih sampai merah pada mukosa mulut dengan permukaan rata, licin, sampai agak menonjol dan berbatas jelas. Leukoplakia pada palatum durum perokok dinamakan smokers palate. Leukoplakia hairy umumnya ditemukan pada lateral lidah , berwarna putih keabuan, dengan pertumbuhan keratin seperti rambut dan merupakan salah satu patagnomonik AIDS dalam rongga mulut.

Insidensi
Lebih sering pada pria (9:1). Namun, saat ini dengan semakin banyak wanita yang merokok, rasio berubah menjadi tidak ada perbedaan antara pria dan wanita. Dapat terjadi disetiap tempat di rongga mulut, tetapi yang lebih sering: mukosa pipi yang berhadapan dengan gigi molar ketiga, permukaan dorsal dan ventral lidah, dan palatum.

Keganasan Leukoplakia
Leukoplakia disebut juga sebagai prekanker. Perubahan leukoplakia menjadi ganas (karsinoma sel skumosa) sukar atau tidak dapat ditentukan atau dilihat secara makroskopis klinis. Eksisi percobaan harus selalu dibuat dan diperiksa dibawah mikroskop apakah sudah terdapat tanda-tanda keganasan seperti displasia dan atipia.

Cont.....
Pengalaman klinis menunjukkan bahwa 10% leukoplakia dapat mengalami degenerasi keganasan tipe eritroleukoplakia, verukosa, speckled, dan erosif mempunyai resiko tinggi kearah keganasan. Keadaan displasia dan keganasan ditentukan berdasarkan gambaran inti sel seperti perubahan inti sel dalam ukuran (membesar), bentuk (bervariasi/pleomorfik), warna menjadi lebih gelap(hiperkromatik), perbandingan inti:sitoplasma bertambah,dinding inti tidak teratur, anak inti lebih dari satu dan tidak teratur,serta distribusi kromatin yang tidak normal.

Cont.......
Displasia dapat hanya meliputi 1/3 basal lapisan epitel,dinamakan displasia ringan. Bila sudah meliputi lapisan epitel termasuk displasia tingkat sedang, dan displasia tingkat berat bila sudah meluas keseluruh ketebalan lapisan epitel Leukoplakia dengan tingkat displasia ringan mempunyai resiko berkembang menjadi karsinoma sel skuamosa mulut sebesar 3%, sekitar 43% leukoplakia dengan displasia berat dan carcinoma in situ akan berkembang menjadi karsinoma sel skuamosa mulut. Oleh karena itu , leukoplakia yang disertai dengan displasia harus dianggap sebagai keadaan praganas yang mempunyai kemungkinan berkembang menjadi karsinoma.

Cont.......
Tingkat displasia menentukan prognosis dan rencana perawatan karena mempengaruhi perkembangan klinis penyakit, sehingga tingkat displasia merupakan kunci dalam menentukan prognosis dan bentuk perawatan yang paling efektif. Meskipun displasia dapat berhenti secara spontan, kasus yang menetap harus dieksisi.

Soal Vignete
Seorang pria usia 40 tahun datang ke dokter gigi ingin melakukan scalling. Sebelum melakukan tindakan, dokter gigi tersebut melihat keadaan rongga mulut pasien. Ditemukan plak putih disertai merah pada permukaan dorsal dan ventral lidah, dan palatum. permukaan lesi tampak sudah menonjol, berwarna putih, tetapi tidak mengkilat Dokter gigi tsb mencoba melakukan pengikisan pada plak putih tersebut, tapi tidak bisa. Dari anamnesis diketahui ternyata pasien tsb merupakan perokok berat. Pasien juga sering mengeluhkan berupa ketidaknyamanan atau nyeri yang terlokalisir pada rongga mulutnya. Dari anamnesis dan pemeriksaan intra oral, dapat didiagnosis bahwa pria tersebut mengalami..... a. Leukoplakia Homogeneous b. Leukoplakia nonhomogeneous- verrucous leukoplakia c. Displasia sedang d. Leukoplakia nonhomogeneous- speckled leukoplakia e. AIDS

Daftar Rujukan
Sudiono J, Juwono L, Pemeriksaan Patologi Untuk Diagnosis Neoplasma Mulut,2007,EGC,Ed. 1, Jakarta, 2-7 Mecklenburg RE, Greenspan D, Kleinman DV, Manley MW, Niessen LC, Robertson PB, and Wind DE,Tabacco Effects In The Mouth, 2004,US Departmen Of Health and Human Service National Insititute Of Health, p:2-3 Reichart PA, Philipsen HP, Color Atlas Of Dental Medicine,2000,Georg Thieme Verlag,New York, p:100