Anda di halaman 1dari 53

Tumor ganas atau kanker merupakan penyebab kematian utama ke dua yang memberikan kontribusi 13% kematian dari

22% kematian akibat penyakit tidak menular di dunia. Masalah penyakit kanker di Indonesia hampir 70% penderita penyakit ini ditemukan dalam keadaan stadium yang sudah lanjut. Tumor kolon adalah penyebab kedua terbanyak dari seluruh pasien karsinoma di Amerika Serikat.

Lebih dari 150.000 kasus baru, terdiagnosis setiap tahunnya dengan angka kematian per tahun mendekati angka 60.000. Pada umumnya rata-rata pasien kanker kolon adalah berusia 67 tahun dan lebih dari 50% kematian terjadi pada mereka yang berumur di atas 55 tahun.

Tumor merupakan pertumbuhan biologikal jaringan yang tidak normal. Pertumbuhannya dapat digolongkan sebagai jinak (benign) atau ganas (malignant). Tumor colon adalah tumor yang berada di dalam colon.

Caecum Caecum adalah bagian intestinum crassum yang terletak di perbatasan ileum dan intestinum crassum. Caecum merupakan kantong buntu yang terletak pada fossa iliaca dextra. Panjang caecum sekitar 2 inch (6 cm) dan seluruhnya diliputi oleh peritoneum. Caecum mudah bergerak, walaupun tidak mempunyai mesenterium.

Colon Ascendens Panjang colon ascendens sekitar 5 inci (13 cm) dan terletak di kuadran kanan bawah. Colon ascendens membentang dari caecum ke atas sampai permukaan inferior lobus hepatisdextra, lalu colon ascendens membelok ke kiri, membentuk flexura coli dextra, dan melanjutkan diri sebagai colon transversum.

Colon Transversum Panjang colon transversum sekitar 15 inci (38 cm) dan berjalan menyilang abdomen, menempati regio umbilicalis. Colon transversum mulai dari flexura coli dextra di bawah lobus hepatis dextra dan tergantung ke bawah oleh mesocolon transversum dan pancreas. Kemudian colon transversum berjalan ke atas sampai flexura coli sinistra di bawah lien.

Colon Descendens Panjang colon descendens sekitar 10 inci (25 cm) dan terletak di kuadran kiri atas dan bawah. Colon ini berjalan ke bawah dari flexura coli sinistra sampai pelvis, disini colon transversum melanjutkan diri menjadi colon sigmoideum. Colon Sigmoideum Panjang colon sigmoid sekitar 10-15 inci (25-28cm) dan merupakan lanjutan colon descendens yang terletak didepan apertura pelvis superior. Dibawah colon sigmoideum berlanjut sebagai rectum yang terletak di depan vertebra sacralis ketiga.

Rektum Panjang rectum sekitar 5 inci (13 cm) dan berawal didepan vertebra sacralis II sebagai lanjutan colon sigmoideum. Rectum berjalan ke bawah mengikuti lengkung os sacrum dan os coccygis, dan berakhir di depan ujung coccygis dengan menembus diafragma pelvis dan melanjutkan diri sebagai canalis analis.

Pertukaran air dan elektrolit Motilitas colon Flora colon Gas colon

Jinak 1. Polip neoplastik 2. Polip non neoplastik Ganas 1. Hereditary colorectal carsinoma 2. Carsinoma colorectal

Polip adenomatous Adenoma colon dapat diklasifikasikan menjadi 3 tipe menurut gambaran histopatologinya yaitu tubular, villous, dan tubulovillous. Tipe yang paling sering adalah tubular. Kebanyakan polip ini berukuran kecil, dapat pedunculate atau sessile. Polip yang kecil berbentuk bulat dan licin, sedangkan yang lebih besar berlobus.

Poliposis neoplastik herediter a. Familial adenomatous poliposis (FAP) Merupakan kelainan herediter yang diturunkan secara autosomal dominan. Gambaran utamanya adalah polip adenoma difus pada seluruh traktus gastrointestinal bagian bawah. Biasanya timbul pada dekade kedua, namun dapat juga timbul lebih awal. Kelainan ini berpotensi menjadi keganasan, dimana jika tidak diterapi, maka insidensi perubahan keganasan adalah 100%.

b. Sindroma Gardners Merupakan varian dari familial adenomatous poliposis, yang terdiri dari poliposis difus pada bagian bawah usus halus, osteoma, kista epidermoid, hipertropi kongenital dari epitel retina berpigmen, polip gaster, usus halus, pakreas, tiroid, adrenal, paratiroid, retroperitoneal fibrosis dan desmoid tumor. c. Sindroma Turcots Berhubungan dengan familial poliposis dan tumor susunan saraf pusat. Kebanyakan tumor otak adalah medulloblastoma dan glioblastoma. Sindroma Turcots merupakan varian fenotip dari pamilial poliposis dan sindroma Gardners, dan diturunkan secara autosomal resesif.

Hamartoma Hamartoma dikarakteristikkan dengan pertumbuhan yang berlebihan dari komponen colon normal seperti epitel dan jaringan penghubung. Hamartoma tidak mempunyai potensi keganasan dan kurang atipik atau invasi. a. Polip Juvenil Terdapat pada anak-anak, kadang-kadang pada dewasa, dan ditemukan pada seluruh colon. Biasanya tumor mengalami regresi spontan dan tidak bersifat ganas.

b. Sindroma Cronkhita-Canada Dikarakteristikan dengan poliposis gastrointestinal yang menyeluruh, hiperpigmentasi kulit, alopecia, dan distrofi kuku. Kelainan ini tidak diturunkan secara genetik c. Sindroma Peutz-Jeghers Dikarakteristikan dengan poliposis gastrointestinal yang menyeluruh dan area pigmentasi pada mukokutan. Sindroma ini diturunkan melalui gen autosomal dominan.

Polip Hiperplastik Merupakan polip kecil yang berdiameter kurang dari 5 mm yang berasal dari epitel mukosa yang hiperplastik. Dikenal juga sebagai polip metaplastik. Tipe ini merupakan polip colon yang paling sering. Polip Inflamasi Tipe polip ini dapat singel atau multipel. Bila multipel, biasanya terdapat inflammatory bowel disease.

Familial adenomatous poliposis (FAP) Hereditary non poplyposis colorectal (HNPCC)

Karsinoma colon merupakan keganasan yang mengenai sel-sel epitel di mukosa colon. Dasar penting dari keganasan colon ini adalah proses perubahan secara genetik pada sel-sel epitel di mukosa colon yang timbul akibat beberapa hal, antara lain dieterik, kelainan di colon sebelumnya dan faktor herediter.

Tipe Polipoid atau vegetatif Pada tipe ini tumor tumbuh menonjol ke dalam lumen usus, berbentuk bunga kol dan ditemukan terutama di caecum dan colon ascenden. Tipe skirus atau infiltratif Pada tipe ini biasanya mengakibatkan penyempitan sehingga terjadi stenosis dan gejala obstruksi, terutama ditemukan pada colon descenden, sigmoid, dan rectum. Tipe ulcerasi Pada tipe ini terjadi karena nekrosis di bagian sentral dan terletak di daerah rectum. Pada tahap lanjut, sebagian tumor colon akan mengalami ulserasi menjadi tukak yang maligna.

Faktor Genetik Diet Gaya Hidup Usia

Divertikulitis Colitis Ulserativa Appendisitis Infiltrat Hemmoroid Tumor Ovarium

Stadium 0 (carcinoma in situ) Kanker belum menembus membran basal dari mukosa colon atau rektum.14 Stadium I Kanker telah menembus membran basal hingga lapisan kedua atau ketiga (submukosa/ muskularis propria) dari lapisan dinding colon/ rektum tetapi belum menyebar keluar dari dinding colon/rektum (Duke A).14 Stadium II Kanker telah menembus jaringan serosa dan menyebar keluar dari dinding usus colon/rektum dan ke jaringan sekitar tetapi belum menyebar pada kelenjar getah bening (Duke B). 14

Stadium

III Kanker telah menyebar pada kelenjar getah bening terdekat tetapi belum pada organ tubuh lainnya (Duke C).14 Stadium IV Kanker telah menyebar pada organ tubuh lainnya (Duke D).

USG Foto Polos Abdomen Colon in loop CT Scan

Gelombang suara dengan frekuensi tinggi dihasilkan dari kristal-kristal yang terdapat dalam suatu alat (transduser) Perubahan bentuk akibat gaya mekanis pada kristal tegangan listrik. Bentuk kristal juga akan berubah bila dipengaruhi oleh medan listrik. Sesuai dengan polaritas medan listrik yang melaluinya, kristal akan mengembang dan mengkerut, maka akan dihasilkan gelombang suara frekuensi tinggi.

Pemeriksaan bersifat non-invasif sehingga tidak menimbulkan rasa sakit pada penderita Pemeriksaan dapat dilakukan dengan cepat dan aman Data yang diperoleh mempunyai nilai diagnostik yang tinggi Tidak terdapat kontraindikasi, karena pemeriksaan ini tidak akan memperburuk penyakit penderita.

USG tidak mampu menembus bagian tertentu badan. Gelombang suara yang mengenai tulang akan dipantulkan 70%, sedangkan pada perbatasan ronggarongga yang mengandung gas 99% dipantulkan. Pada penderita gemuk, pemeriksaan ini sulit untuk dilakukan karena lemak yang tebal akan memantulkan gelombang suara yang sangat kuat.

Persiapan yang dilakukan adalah penderita diminta untuk minum kurang lebih 1 liter air dan menahan buang air kecil sebelum pemeriksaan dilakukan. Hal ini bertujuan agar vesika urinaria terdistensi.

Foto polos abdomen merupakan pemeriksaan awal untuk melakukan pemeriksaan barium enema. Apabila pada pemeriksaan foto polos abdomen ditemukan tanda-tanda perforasi, maka pemeriksaan barium enema merupakan kontraindikasi untuk dilakukan.

Definisi Pemeriksaan Radiografi dari usus besar /colon dengan menggunakan bahan kontras yang dimasukkan per anal .Pemeriksaan ini termasuk barium enema dan memerlukan persiapan pasien.15 Tujuan Pemeriksaan Untuk menggambarkan usus besar yang berisi media kontras ,sehingga dapat memperlihatkan anatomi dan kelainankelainan yang terjadi baik pada mucosanya maupun yang terdapat pada lumen khusus.

2 hari sebelum di foto makan makanan lunak seperti bubur tepung, bubur kecap, biskuit dan agar-agar 1 hari sebelum di foto makanan yang boleh dimakan tetap sama seperti pada H-2 Dulcolax tablet diminum pada jam 14.00 dan 20.00 masing-masing 2 tablet. Dulcolax supp jam 04.00 Mulai jam 22.00 puasa sampai selesai pemeriksaan.

CT Scan colon dapat dilakukan dengan 2 cara, antara lain: 1. Dengan memasukan kontras media positif 2. Dengan memasukan kontras media negatif

Indikasi - Colitis - Polip - Tumor - Invaginasi - Hemoroid

Kontraindikasi - Perforasi - Keadaan umum pasien jelek - Diare

Dua hari sebelum pemeriksaan pasien dianjurkan makan makanan lunak/bubur kecap dan disarankan banyak minum air Jika pemeriksaan dilakukan pagi maka makan bubur kecap yang terakhir jam 19.00, minum garam inggris 1 bungkus dicampur dengan air 1 gelas jam 20.00, dan mulai puasa sejak pukul 24.00. Dan jika pemeriksaan dilakukan siang, makan terakhir jam 07.00, minum garam inggris dicampur air 1 gelas jam 07.00 dan puasa mulai pukul 07.00, pasien dianjurkan tidak merokok dan banyak bicara.

CT Scan adanya target sign pada polip adenomatous

CT Scan 3D menunjukkan massa tumor di colon

CT Scan menunjukkan metastasis ke hepar

CT Scan menunjukkan metastasis ke paru dextra

CT Scan menunjukkan adanya karsinoma pada colon descendens

Tindakan operatif Kemoterapi

Tumor kolon adalah suatu penyakit neoplasma yang berasal atau tumbuh di dalam struktur saluran usus besar. Tumor kolon adalah penyebab kedua terbanyak dari seluruh pasien tumor di Amerika Serikat. Lebih dari 150.000 kasus baru, terdiagnosis setiap tahunnya dengan angka kematian per tahun mendekati angka 60.000.

Tumor kolon terbagi menjadi tumor jinak dan tumor ganas. Tumor jinak pada kolon antara lain polip neoplastik dan polip non neoplastik. Tumor ganas pada kolon antara lain hereditary colorectal carcinoma dan carcinoma colorectal.